<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Digital Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/digital/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/digital/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Sat, 14 Mar 2026 21:36:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Digital Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/digital/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Ihwal Perang di Layar Digital Kita</title>
		<link>https://langgam.id/ihwal-perang-di-layar-digital-kita/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Abdullah Khusairi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Mar 2026 21:35:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Perang Iran vs Israel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=244250</guid>

					<description><![CDATA[<p>Peristiwa perang itu ada di layar digital kita masing-masing. Video-video pendek itu, menyebar cepat seperti virus. Menghabis waktu saban hari hanya sekadar memenuhi dopamine saja. Lalu lama-lama menjadi biasa, seperti menonton sinetron semata. Menikmati konflik bangsa-bangsa bertikai tanpa jeda. Algoritma bergerak berlagak membawa kebenaran. Inilah perang ummat manusia modern. Israel bersekutu dengan Amerika menyerang Iran. Iran membalas. Tiada henti, hingga kini. Ribuan nyawa melayang, ada yang disiarkan ada yang tidak. Langit Timur Tengah tiada henti mengirim kabar ke layar digital ke 5,3 miliar manusia di berbagai penjuru dunia. Menurut data, sekitar 65 persen populasi dunia sudah masuk ke ruang digital.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/ihwal-perang-di-layar-digital-kita/">Ihwal Perang di Layar Digital Kita</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Peristiwa</strong> perang itu ada di layar digital kita masing-masing. Video-video pendek itu, menyebar cepat seperti virus. Menghabis waktu saban hari hanya sekadar memenuhi dopamine saja. Lalu lama-lama menjadi biasa, seperti menonton sinetron semata. Menikmati konflik bangsa-bangsa bertikai tanpa jeda. Algoritma bergerak berlagak membawa kebenaran.</p>



<p>Inilah perang ummat manusia modern. Israel bersekutu dengan Amerika menyerang Iran. Iran membalas. Tiada henti, hingga kini. Ribuan nyawa melayang, ada yang disiarkan ada yang tidak. Langit Timur Tengah tiada henti mengirim kabar ke layar digital ke 5,3 miliar manusia di berbagai penjuru dunia. Menurut data, sekitar 65 persen populasi dunia sudah masuk ke ruang digital.</p>



<p>Maka desing rudal supersonic, drone canggih tanpa awak, iron dome, pesawat tempur, orang-orang merintih takut, orang-orang marah, saban hari diproduksi dari lokasi tempur dengan segala bentuk kepentingan propaganda di baliknya. Perang menjadi pengalaman visual kolektif ummat manusia sepanjang hari.</p>



<p>Fenomena layar digital ini, disebut Marshall McLuhan dalam Understanding Media (1964), sebagai extension of man, perpanjangan indera manusia. Apa yang dahulu hanya terlihat oleh tentara di garis depan kini terlihat oleh umat manusia melalui layer digital. Perang telah berubah menjadi tontonan global yang membentuk emosi, persepsi, dan sikap politik masyarakat dunia. Sayangnya, bukan mendapatkan kebenaran atas peristiwa, tetapi realitas baru bernama simulacra. Citra yang terpancar dari peristiwa yang telah mengalami terlalu bias kepentingan pekerja media social. McLuhan menyebutnya, medium is message!</p>



<p>Konflik kontemporer itu kini memiliki dua medan yang berjalan bersamaan, medan militer dan medan informasi. Medan informasi perlu dikuasai, agar segala kejahatan tanpa dipandang baik dan disetujui. Penelitian dari Oxford Internet Institute pada 2023 menemukan, lebih dari 80 negara menggunakan operasi propaganda digital untuk mempengaruhi opini publik global. Pun dalam konflik Iran dan Israel, narasi digital berkembang sangat cepat. Sebagian konten menggambarkan Iran sebagai korban dominasi geopolitik Barat, sementara narasi lain menampilkan Israel sebagai negara yang mempertahankan keamanan nasionalnya. Begitulah secara bolak-balik, dipengaruhi laju kinerja algoritma. Kedua narasi ini bersaing di ruang digital melalui ribuan unggahan, video analisis, dan potongan pidato politik. Mereka yang terpapar post-truth akan mengalami pembengkakan emosional melebihi seharusnya. Disuntik hypodermic tanpa terasa sakit, tanpa menyadari, tajam dan cepatnya algoritma masuk ke otaknya.</p>



<p>Manuel Castells dalam Communication Power (2009) mengungkapkan, kekuasaan dalam masyarakat jaringan terletak pada kemampuan mengontrol arus informasi. Siapa yang menguasai narasi, dalam dunia digital, tampak lebih berpengaruh daripada siapa yang memenangkan pertempuran. Karena itu, konflik militer hari ini selalu diiringi perang wacana yang berlangsung di media sosial. Trump merasa benar dan seakan-akan tampak benar. Netanyahu seperti berkuasa penuh. Sekalipun kenyataannya, tanah mereka hancur lebur. Pun Iran, dengan rasa sakit terus bangkit membalas bahkan dengan kenyataan yang mencengangkan dunia.</p>



<p>Pada kebisingan peristiwa dan konflik di titik didih itu, teknologi kecerdasan buatan semakin memperumit lanskap informasi konflik dan mengganggu akal sehat. Laporan Carnegie Endowment for International Peace pada 2025 menunjukkan bahwa AI generatif telah digunakan untuk membuat video simulasi serangan militer, rekaman suara pemimpin politik, hingga gambar kehancuran yang sulit dibedakan dari realitas. Fenomena ini menciptakan apa yang disebut sebagai synthetic propaganda.</p>



<p>Penelitian dari MIT Media Lab pada 2024 menyebutkan, konten visual palsu di media sosial memiliki tingkat penyebaran hingga 70 persen lebih cepat dibandingkan informasi yang telah diverifikasi. Publik, dalam situasi ini, mengalami kesulitan membedakan fakta dan manipulasi. Kecuali yang kehilangan nalar kritis tentunya. Hal ini membenarkan tesis Jean Baudrillard dalam Simulacra and Simulation (1981). Baurdrillard mengingatkan, masyarakat modern hidup dalam dunia simulasi, di mana citra lebih dominan daripada realitas. Ini relevan dengan fenomena kita saat ini, dimana gambaran kehancuran yang beredar di layar digital telah menjadi realitas emosional bagi publik, meskipun kebenaran faktualnya belum tentu terverifikasi.</p>



<p>Psikologi publik juga berubah ketika perang hadir secara terus-menerus di media digital. Penelitian dari Pew Research Center pada 2024 mengabarkan, paparan konten konflik yang intens dapat meningkatkan kecemasan publik dan memperkuat polarisasi politik. Algoritma mendorong media sosial memperbesar emosi pengguna, terutama kemarahan dan ketakutan, karena emosi tersebut meningkatkan interaksi digital.</p>



<p>Hannah Arendt dalam The Origins of Totalitarianism (1951) mengingatkan, propaganda yang terus-menerus dapat membentuk persepsi publik secara perlahan hingga masyarakat menerima konstruksi realitas tertentu sebagai kebenaran. Ini pula terjadi, dalam konflik global, publik merespons perang melalui emosi, simpati, kemarahan, atau kebencian. Akibatnya, tragedi kemanusiaan di balik perang dapat berubah menjadi konten visual yang dikonsumsi seperti berita hiburan. Sementara itu, realitas penderitaan manusia sudah tenggelam di balik banjir video ledakan, peta serangan militer, dan analisis geopolitik yang beredar setiap hari.</p>



<p>Apakah kita pernah dan mulai memperhitungkan dampak-dampak ini? Bagaimana semestinya kita bersikap bijak? Mereka yang memiliki pengetahuan lebih untuk ini, perlu memberi pencerahan kepada public, perihal verifikasi, konfirmasi, komparasi, terhadap informasi digital yang layak dikonsumsi. Prinsip tabayyun (Q.S. 49: 6) mesti terpasang di pikiran masing-masing. Tidak lena dengan propaganda dari konten-konten social media yang saban hari menyerang nalar kita.</p>



<p>Konflik geopolitik yang meledak pada bulan Ramadan ini adalah ironi spiritual. Menantang untuk menjadi refleksi yang jauh lebih dalam. Melalui ibadah puasah, perlu melakukan menambah ketekunan untuk refleksi, menaikkan level kesabaran, dan pengendalian diri agar informasi konflik di layar digital menjadi i&#8217;tibar. Kesadaran kritis terhadap informasi sangat mendesak agar masyarakat tidak terjebak dalam manipulasi narasi yang berkembang di ruang digital.</p>



<p>Perang, yang kita saksikan melalui layar digital seharusnya membawa pelajaran moral yang mendalam bagi masyarakat global. Teknologi informasi memang membantu mempercepat arus berita, tetapi kecepatan tersebut sering melampaui kemampuan manusia untuk memverifikasi kebenaran. Thomas Mccarthy (1991) dalam The Theory of Communicative Action, mengungkapkan, diperlukan peningkatan rasionalitas komunikasi dalam ruang publik agar diskursus sosial tidak dikuasai propaganda yang memperburuk system berpikir kemanusiaan kita. Di sinilah letak literasi media digital dan literasi informasi harus terus didengungkan ke telinga public agar tidak terpapar, tidak ikut menyebar, sebelum menjalani prinsip verifikasi berita, kejujuran komunikasi, dan tanggung jawab moral terhadap masyarakat.</p>



<p>Pada akhirnya, perang yang kita saksikan di layar digital tiada lain adalah peristiwa geopolitik yang menjadi cermin yang menguji kedewasaan moral manusia dalam menggunakan teknologi. Melalui ibadah puasa di bulan suci ini, kebisingan dunia digital itu menguji kekuatan dan ketahanan kejernihan hati, kejernihan akal, dan kejujuran dalam menyampaikan kebenaran. Begitulah, ihwal perang yang ada di layar digital kita. Selamat berpuasa. []</p>



<p><strong>Dr Abdullah Khusairi adalah Dosen Islam dan Komunikasi pada Pascasarjana UIN Imam Bonjol Padang</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/ihwal-perang-di-layar-digital-kita/">Ihwal Perang di Layar Digital Kita</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">244250</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Transformasi Bang Dodo: Dari Meja Bankir jadi Pionir Edukasi Digital Sumatra Barat</title>
		<link>https://langgam.id/transformasi-bang-dodo-dari-meja-bankir-jadi-pionir-edukasi-digital-sumatra-barat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Jan 2026 07:36:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Digital]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=242173</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia, nama Ridho Riyansa atau yang lebih akrab disapa Bang Dodo muncul sebagai sosok sentral di Sumatra Barat. Pria kelahiran Padang, 2 April 1991 ini tidak sekadar dikenal sebagai penyanyi atau pembuat konten (content creator) yang viral, melainkan seorang edukator dan pengusaha digital yang kini menaungi ribuan pegiat UMKM melalui platform Klinik Konten. Perjalanan karier Bang Dodo merupakan sebuah studi kasus menarik tentang keberanian melakukan pivot karier. Sebelum dikenal luas dengan jargon khasnya &#8221; Ndak Pakai Tapi &#8221; di media sosial, Bang Dodo menghabiskan satu dekade hidupnya sebagai seorang bankir profesional.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/transformasi-bang-dodo-dari-meja-bankir-jadi-pionir-edukasi-digital-sumatra-barat/">Transformasi Bang Dodo: Dari Meja Bankir jadi Pionir Edukasi Digital Sumatra Barat</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia, nama Ridho Riyansa atau yang lebih akrab disapa Bang Dodo muncul sebagai sosok sentral di Sumatra Barat. Pria kelahiran Padang, 2 April 1991 ini tidak sekadar dikenal sebagai penyanyi atau pembuat konten (content creator) yang viral, melainkan seorang edukator dan pengusaha digital yang kini menaungi ribuan pegiat UMKM melalui platform Klinik Konten.</p>



<p>Perjalanan karier Bang Dodo merupakan sebuah studi kasus menarik tentang keberanian melakukan pivot karier. Sebelum dikenal luas dengan jargon khasnya &#8221; Ndak Pakai Tapi &#8221; di media sosial, Bang Dodo menghabiskan satu dekade hidupnya sebagai seorang bankir profesional.</p>



<p><strong><em>Jejak Langkah dari Perbankan ke Dunia Kreatif</em></strong></p>



<p>Anak Pertama dari pasangan Ir. Daryanto Sabir, M.Si dan Ir. Ellya Rosa ini memiliki latar belakang pendidikan yang solid di bidang ekonomi. Ia menamatkan pendidikan Diploma III Akuntansi di Universitas Andalas pada 2012 dan melanjutkan ke jenjang Sarjana Akuntansi di Universitas Bung Hatta hingga lulus pada 2015.</p>



<p>Kariernya di dunia korporat dimulai pada tahun 2013. Bang Dodo tercatat pernah berkarya di berbagai institusi keuangan ternama, mulai dari Bank Nagari, Bank Danamon, CIMB Niaga, hingga Bank Mega Syariah. Pengalaman manajerialnya semakin matang ketika ia menjabat sebagai Office Manager di PT Hankuk Engineering Consultant, Manajer di PT Hasta Raya Sumbar, hingga posisi terakhirnya sebagai Kepala Cabang Prioritas di KOPNUSPOS Indonesia pada tahun 2023.</p>



<p>Namun, darah seni yang mengalir deras dalam dirinya tidak pernah benar-benar tidur. Sejak kecil, ia tumbuh di lingkungan yang mencintai budaya lokal. Hal ini diperkuat dengan rekam jejaknya sebagai pelatih vokal (vocal coach) di GRSB dan Purwacaraka Studio sejak tahun 2008, serta kemampuannya sebagai penyanyi bersuara khas yang kerap tampil di berbagai panggung.</p>



<p><em><strong>Momentum Pandemi dan Lahirnya Bang Dodo</strong></em></p>



<p>Tahun 2020 menjadi titik balik bagi Ridho. Di tengah kesibukannya bekerja, ia mulai merambah dunia konten kreator. Awalnya, ia memfokuskan diri sebagai food vlogger yang mengangkat kuliner khas Minangkabau. Dengan gaya narasi yang hangat, jujur, dan menyentuh sisi emosional, ia berhasil mencuri perhatian publik.</p>



<p>Dua jargon andalannya, &#8220;Cobak Tebak Bang Dodo Lagi di Mana&#8221; dan &#8220;Lamak Bana Ndak Pakai Tapi&#8221;, menjadi penanda (branding) yang kuat dan melekat di ingatan pengikutnya. Kesuksesan ini tidak membuatnya berpuas diri. Ia kemudian memperluas spektrum kontennya ke ranah yang lebih edukatif, mencakup storytelling, pembahasan isu viral, hingga motivasi hidup.</p>



<p><em><strong>Membangun Ekosistem Digital: Klinik Konten dan Podcast</strong></em></p>



<p>Keseriusan Bang Dodo dalam industri kreatif dibuktikan dengan tidak sekadar menjadi pelaku, tetapi juga pengajar. Ia telah mengantongi sertifikasi profesional dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sebagai Content Creator, Digital Marketing, dan Trainer of Trainer.</p>



<p>Keahlian ini ia salurkan dengan mendirikan Klinik Konten di bawah naungan CV Riyansa Abadi. Melalui platform ini, ia menawarkan sistem layanan &#8220;Konsultasi Digital ala Dokter&#8221;, sebuah pendekatan unik yang memungkinkan pelaku UMKM dan kreator pemula berkonsultasi mengenai strategi konten dan penjenamaan diri (personal branding). Ribuan peserta dari seluruh Indonesia telah merasakan manfaat dari pelatihan yang ia berikan, termasuk melalui kerja sama strategis dengan Pemerintah Provinsi Sumatra Barat.</p>



<p>Terbaru, sebagai bentuk pengembangan dari ekosistem digital yang dibangunnya, ia meluncurkan Podcast Bangdodo-id. Saluran ini menjadi wadah baru bagi dirinya untuk berbagi wawasan lebih mendalam, mewawancarai tokoh inspiratif, dan membahas dinamika dunia digital yang terus berkembang.</p>



<p><em><strong>Karya Lintas Dimensi</strong></em></p>



<p>Produktivitas Bang Dodo tidak berhenti di layar ponsel pintar. Pada tahun 2024, ia merilis lagu tunggal (single) berjudul Obrolan Diri , tahun 2025 single kedua (Tetap Di Sini) sebuah karya musik yang merefleksikan kontemplasi personalnya. Selain itu, kemampuan perannya juga teruji saat ia memerankan sosok Bapak Rohana dalam film drama biografi pahlawan nasional Rohana Kudus berjudul Soenting Melajoe yang ditayangkan di TVRI Sumatra Barat, serta tahun 2025 memerankan Film Pendek di TVRI Sumbar dengan judul Bunga Taman Layu , berperan sebagai Faisal Dewasa seorang dokter.</p>



<p>Kini, dengan dukungan sang istri, Stella Monica, dan dua orang anaknya, Ridho &#8220;Bang Dodo&#8221; Riyansa terus bergerak dinamis. Ia bukan lagi sekadar mantan bankir atau sekadar selebritas internet, melainkan seorang teknopreneur yang menjembatani budaya lokal Sumatra Barat dengan akselerasi dunia digital modern.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/transformasi-bang-dodo-dari-meja-bankir-jadi-pionir-edukasi-digital-sumatra-barat/">Transformasi Bang Dodo: Dari Meja Bankir jadi Pionir Edukasi Digital Sumatra Barat</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">242173</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Penyuluh Agama, Menyapa Umat Lewat Dakwah Digital</title>
		<link>https://langgam.id/penyuluh-agama-menyapa-umat-lewat-dakwah-digital/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Jun 2025 16:09:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Digital]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=228380</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Praktisi media sosial, Yose Hendra, mengajak para penyuluh agama untuk aktif mengisi ruang digital dengan konten dakwah yang relevan dan menyentuh masyarakat. Hal ini ia sampaikan dalam acara Evaluasi Kinerja dan Serap Aspirasi Penyuluh Agama Islam Provinsi Sumatera Barat yang digelar Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, di Padang, Jumat (20/6/2025). Yose mengungkapkan bahwa pengguna internet aktif di Indonesia menembus angka 191 juta orang. “Kalau kita tidak masuk ke sana, dakwah kita akan tertinggal. Apalagi generasi muda sekarang lebih banyak belajar dari video, konten pendek, dan visual,” ujarnya. Menurut Yose, penyuluh agama tidak cukup hanya berdakwah di</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/penyuluh-agama-menyapa-umat-lewat-dakwah-digital/">Penyuluh Agama, Menyapa Umat Lewat Dakwah Digital</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Praktisi media sosial, Yose Hendra, mengajak para penyuluh agama untuk aktif mengisi ruang digital dengan konten dakwah yang relevan dan menyentuh masyarakat. Hal ini ia sampaikan dalam acara Evaluasi Kinerja dan Serap Aspirasi Penyuluh Agama Islam Provinsi Sumatera Barat yang digelar Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, di Padang, Jumat (20/6/2025).</p>



<p>Yose mengungkapkan bahwa pengguna internet aktif di Indonesia menembus angka 191 juta orang. “Kalau kita tidak masuk ke sana, dakwah kita akan tertinggal. Apalagi generasi muda sekarang lebih banyak belajar dari video, konten pendek, dan visual,” ujarnya.</p>



<p>Menurut Yose, penyuluh agama tidak cukup hanya berdakwah di masjid atau forum tatap muka. Perkembangan teknologi menuntut penyuluh untuk hadir di ruang digital tempat masyarakat berkumpul, seperti Instagram, YouTube, TikTok, dan platform lainnya.</p>



<p>“Dakwah hari ini tidak bisa lagi hanya di masjid. Kalau begitu, itu namanya ceramah. Dakwah sekarang harus mendatangi audiens di ruang mereka. Media sosial tidak kenal batas ruang dan waktu,” tegasnya.</p>



<p>Ia menambahkan, penyuluh harus peka terhadap karakteristik audiens yang berbeda-beda, terutama generasi muda. Bahasa, pendekatan, dan format konten harus disesuaikan agar pesan agama tersampaikan dengan baik dan tidak terasa menggurui.</p>



<p>“Penting untuk memahami bagaimana berkomunikasi sesuai karakter audiens. Jangan sampai kita aktif di Friendster, sementara anak-anak muda sudah di TikTok. Kita harus menyesuaikan diri,” katanya, dilansir dari <em>BimasIslam.kemenag.go.id.</em></p>



<p>Dalam konteks lokal, Yose juga menyinggung beberapa isu keagamaan yang berkembang di Sumatera Barat, seperti tradisi atau praktik keagamaan yang masih menjadi perdebatan publik. Ia menilai penyuluh harus hadir untuk menjawabnya dengan pendekatan yang bijak dan bahasa yang inklusif.</p>



<p>“Kalau ada isu yang sensitif, jangan hanya dibahas dari mimbar. Sekarang kita bisa menjangkau publik melalui media sosial dengan pendekatan yang lebih diterima, yang lebih luas, tanpa menimbulkan resistensi,” jelasnya.</p>



<p>Yose mengungkapkan bahwa dakwah di media sosial bukan soal seberapa banyak like atau view, tapi bagaimana pesan yang disampaikan dapat mengubah cara pandang dan sikap masyarakat.</p>



<p>“Penyuluh bukan sekadar kreator konten. Mereka adalah pendakwah. Maka, kontennya harus kuat, berbasis ilmu, dan membawa pesan Islam yang menyejukkan. Gunakan media sosial secara bijak dan konsisten,” pungkasnya. (*/Yh)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/penyuluh-agama-menyapa-umat-lewat-dakwah-digital/">Penyuluh Agama, Menyapa Umat Lewat Dakwah Digital</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228380</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tantangan Pengasuhan Anak di Era Digital: UNP Gelar Lokakarya Digital dan Mindful Parenting</title>
		<link>https://langgam.id/tantangan-pengasuhan-anak-di-era-digital-unp-gelar-lokakarya-digital-dan-mindful-parenting/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin Palanta]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Aug 2024 15:36:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Palanta]]></category>
		<category><![CDATA[Digital]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=209482</guid>

					<description><![CDATA[<p>Palanta Langgam &#8211; Seiring dengan pandemi COVID-19, penggunaan gadget oleh anak-anak melonjak drastis akibat pembelajaran jarak jauh. Menurut survei Kementerian Kesehatan pada tahun 2021, penggunaan gadget di kalangan anak-anak meningkat hingga 70%, yang kemudian memicu berbagai masalah kesehatan mental dan perilaku. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) juga melaporkan bahwa hampir semua anak dan remaja di Indonesia kini telah mengenal internet, dengan 79,5% dari mereka aktif sebagai pengguna. Meski era digital menawarkan banyak manfaat, seperti mempermudah komunikasi dan akses informasi, namun dampak negatif seperti gangguan tidur, perundungan dunia maya, dan disinformasi juga perlu diwaspadai. Melihat fenomena ini, tiga dosen dari Departemen</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tantangan-pengasuhan-anak-di-era-digital-unp-gelar-lokakarya-digital-dan-mindful-parenting/">Tantangan Pengasuhan Anak di Era Digital: UNP Gelar Lokakarya Digital dan Mindful Parenting</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Palanta Langgam</strong> &#8211; Seiring dengan pandemi COVID-19, penggunaan gadget oleh anak-anak melonjak drastis akibat pembelajaran jarak jauh. Menurut survei Kementerian Kesehatan pada tahun 2021, penggunaan gadget di kalangan anak-anak meningkat hingga 70%, yang kemudian memicu berbagai masalah kesehatan mental dan perilaku.</p>



<p>Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) juga melaporkan bahwa hampir semua anak dan remaja di Indonesia kini telah mengenal internet, dengan 79,5% dari mereka aktif sebagai pengguna. Meski era digital menawarkan banyak manfaat, seperti mempermudah komunikasi dan akses informasi, namun dampak negatif seperti gangguan tidur, perundungan dunia maya, dan disinformasi juga perlu diwaspadai.</p>



<p>Melihat fenomena ini, tiga dosen dari Departemen Psikologi Universitas Negeri Padang (UNP) melakukan lokakarya di Nagari Batu Payuang, Kabupaten Lima Puluh Kota, untuk mengkaji pola pengasuhan di era digital. Lokakarya ini dihadiri oleh 34 peserta yang terdiri dari kader posyandu, guru, dan masyarakat setempat. Mereka menyampaikan kekhawatiran utama para orang tua terkait kebiasaan anak-anak bermain game online dan penggunaan gadget sebagai &#8220;pengasuh&#8221; anak.</p>



<p>Ketua tim lokakarya, Rahmah Rezki Elvika, mengungkapkan bahwa kesulitan orang tua dalam mengasuh anak di era digital ini merupakan fenomena yang umum terjadi di banyak tempat. Ia menekankan pentingnya pengetahuan dan penyesuaian dalam proses pengasuhan, dengan menerapkan konsep &#8220;Digital Parenting&#8221; dan &#8220;Mindful Parenting.&#8221;</p>



<p>&#8220;Anak-anak tidak harus dijauhkan dari teknologi, tetapi orang tua perlu mendampingi mereka dengan menetapkan batasan yang jelas dan memahami kebutuhan perkembangan anak di setiap tahap usia,&#8221; ujar Rahmah dalam lokakarya yang berlangsung pada Rabu, 7 Agustus lalu.</p>



<p>Rahmah juga menekankan pentingnya kondisi psikologis dan emosional orang tua dalam pengasuhan. &#8220;Pengasuhan melibatkan interaksi antara orang tua dan anak, sehingga kesehatan mental dan kesadaran diri orang tua sangat penting untuk memastikan pengasuhan yang efektif,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Dalam lokakarya ini, dosen psikologi lainnya, Zulian Fikry dan Gumi Langerya Rizal, memberikan panduan praktis untuk memulai Digital Parenting dan Mindful Parenting. Mereka menekankan pentingnya melek digital bagi orang tua, serta peran penting keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak.</p>



<p>Gumi Langerya Rizal mengakhiri lokakarya dengan strategi sederhana untuk membantu orang tua tetap mindful dalam pengasuhan. &#8220;Responlah situasi sulit dengan logika dan kesadaran penuh, bukan hanya dengan reaksi emosional,&#8221; sarannya.</p>



<p>Lokakarya ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Departemen Psikologi UNP dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Padang, dengan tujuan mempersiapkan Indonesia menuju generasi emas 2045. (*/Yh)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tantangan-pengasuhan-anak-di-era-digital-unp-gelar-lokakarya-digital-dan-mindful-parenting/">Tantangan Pengasuhan Anak di Era Digital: UNP Gelar Lokakarya Digital dan Mindful Parenting</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">209482</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Nagari Lunang Selatan Genjot Skill Digital Warga dengan Pelatihan Desain Grafis dan Affiliate Marketing</title>
		<link>https://langgam.id/nagari-lunang-selatan-genjot-skill-digital-warga-dengan-pelatihan-desain-grafis-dan-affiliate-marketing/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Aug 2024 04:44:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Pesisir Selatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=208797</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Ruang Komunitas Digital Desa (RKDD) Nagari Lunang Selatan mengadakan pelatihan desain grafis dan affiliate marketing pada Sabtu (3/8/2024). Pelatihan yang berlangsung hingga 4 Agustus 2024 ini melibatkan 30 peserta dan bertempat di Kantor Nagari Lunang Selatan. Program ini merupakan bagian dari inisiatif Cerdas P3PD Sub Komponen 2C2 Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Nagari Lunang Selatan bersama Nagari Lunang Tiga terpilih sebagai lokasi optimalisasi digitalisasi desa. Selama pelatihan, peserta diajarkan dasar-dasar komputer, fotografi, desain grafis, hingga affiliate marketing untuk pemula. Salah satu yang menjadi fokus adalah pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam pembuatan konten dengan Canva, yang</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/nagari-lunang-selatan-genjot-skill-digital-warga-dengan-pelatihan-desain-grafis-dan-affiliate-marketing/">Nagari Lunang Selatan Genjot Skill Digital Warga dengan Pelatihan Desain Grafis dan Affiliate Marketing</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Ruang Komunitas Digital Desa (RKDD) Nagari Lunang Selatan mengadakan pelatihan desain grafis dan affiliate marketing pada Sabtu (3/8/2024). </p>



<p>Pelatihan yang berlangsung hingga 4 Agustus 2024 ini melibatkan 30 peserta dan bertempat di Kantor Nagari Lunang Selatan.</p>



<p>Program ini merupakan bagian dari inisiatif Cerdas P3PD Sub Komponen 2C2 Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Nagari Lunang Selatan bersama Nagari Lunang Tiga terpilih sebagai lokasi optimalisasi digitalisasi desa.</p>



<p>Selama pelatihan, peserta diajarkan dasar-dasar komputer, fotografi, desain grafis, hingga affiliate marketing untuk pemula.</p>



<p>Salah satu yang menjadi fokus adalah pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam pembuatan konten dengan Canva, yang disampaikan oleh <a href="https://www.linkedin.com/in/mukhtar-syafi-i-287604157/">Mukhtar Syafi&#8217;i</a>, seorang content creator dan social media specialist dari <a href="https://langgam.id/16-anggota-aji-padang-lulus-uji-kompetensi-ujian-bersamaan-dengan-ijti/"><em>Langgam.id</em>.</a></p>



<p>&#8220;Pelatihan ini menjadi bekal bagi peserta untuk memanfaatkan digitalisasi dalam menghasilkan pendapatan dan membranding usaha,&#8221; kata Yuma Yunita, duta digital yang memfasilitasi pelatihan tersebut.</p>



<p>Camat Lunang, Sunardi, menekankan pentingnya komitmen Nagari Lunang Selatan dan Nagari Lunang Tiga dalam menggaungkan digitalisasi desa.</p>



<p>&#8220;Karena dua nagari ini yang terpilih maka ini adalah kesempatan belajar lebih dalam tentang digital, apalagi sekarang bisa dieksekusi dengan smartphone, jadi tidak ada alasan lagi,&#8221; kata Sunardi saat memberi sambutan.</p>



<p>Sunardi menambahkan, platfom digital telah memberi ruang untuk berkarya dan mengekpresikan diri melalui konten, bahkan bisa menghasilkan uang dari konten yang kita buat.</p>



<p>&#8220;Ibarat pisau dapur, bisa kita gunakan memasak (bermanfaat) bisa juga bisa digunakan untuk kejahatan, maka serap ilmu ini untuk menghasilkan yang bermanfaat,&#8221; katanya.</p>



<p>Wali Nagari Lunang Selatan, Suroto, juga mendukung keberlanjutan program ini mengingat tingginya antusiasme peserta.</p>



<p>&#8220;Syaratnya adalah serius belajar, karena membawa program seperti ini tidak mudah, jika antusias dan keingginan belajar tinggi kita akan lanjutkan program ini,&#8221; ujarnya. <strong>(*/yki)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/nagari-lunang-selatan-genjot-skill-digital-warga-dengan-pelatihan-desain-grafis-dan-affiliate-marketing/">Nagari Lunang Selatan Genjot Skill Digital Warga dengan Pelatihan Desain Grafis dan Affiliate Marketing</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">208797</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wajah Gelap Homo Digitalis</title>
		<link>https://langgam.id/wajah-gelap-homo-digitalis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 May 2024 04:42:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=204058</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis: Salman Shiddiq*Banyak hal yang bisa ditemukan dalam sedetik di era society 5.0. Dunia dengan ruang tanpa batas menyediakan kepraktisan bagi semua orang yang mengendarainya. Layanan yang tersaji di era&#160;ini diterima dengan baik di semua kalangan umur, apalagi segmen pelajar di Indonesia. Dewasa ini, jarang ditemui pelajar yang tidak bisa menggunakan internet karena ruang digital telah menembus sendi-sendi kehidupan secara masif, aktual dan faktual. Menilik dari laman Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) merilis laporan&#160;pada tahun 2024, jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 221.563.479 orang. Angka ini diperoleh dari total populasi&#160;penduduk Indonesia pada tahun 2023 yang berjumlah 278.696.200 orang. Terjadi peningkatan 1,4% penetrasi internet</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/wajah-gelap-homo-digitalis/">Wajah Gelap Homo Digitalis</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><em>Penulis: Salman Shiddiq*</em></strong><br>Banyak hal yang bisa ditemukan dalam sedetik di era <em>society</em> 5.0. Dunia dengan ruang tanpa batas menyediakan kepraktisan bagi semua orang yang mengendarainya.</p>



<p>Layanan yang tersaji di era&nbsp;ini diterima dengan baik di semua kalangan umur, apalagi segmen pelajar di Indonesia. Dewasa ini, jarang ditemui pelajar yang tidak bisa menggunakan internet karena ruang digital telah menembus sendi-sendi kehidupan secara masif, aktual dan faktual.</p>



<p>Menilik dari laman Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) merilis laporan&nbsp;pada tahun 2024, jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 221.563.479 orang. Angka ini diperoleh dari total populasi&nbsp;penduduk Indonesia pada tahun 2023 yang berjumlah 278.696.200 orang.</p>



<p>Terjadi peningkatan 1,4% penetrasi internet yang terjadi dari tahun sebelumya, tahun 2023 sebesar 78,19% menjadi 79,5% pada tahun 2024. Kenaikan 1,4% ini setara dengan 6 juta penduduk yang ada di Indonesia.</p>



<p>Berdasarkan usia, penetrasi internet tertinggi berada pada kelompok usia 13-18 tahun dengan persentase 99,16% disusul dengan kelompok usia 19-34 tahun dengan persentase sebesar 98,64%.&nbsp;</p>



<p>Kondisi ini&nbsp;mengindikasikan&nbsp;bahwa sebetulnya pelajar Indonesia belum layak dikatakan&nbsp;homo digitalis kalau&nbsp;mereka belum paham apa yang sedang mereka hadapi di era&nbsp;<em>society&nbsp;</em>5.0.&nbsp;Istilah homo digitalis muncul pada tahun 2017 di Jerman ketika Helen Fares seorang pembawa acara TV berjudul&nbsp;“homo digitalis”yang disiarkan di Jerman pada tahun itu.</p>



<p>Kemudian&nbsp;Hidayat didalam bukunya yang berjudul&nbsp;“Homo Digitalis: Manusia dan Teknologi di Era&nbsp;Digital”&nbsp;jugamengatakan bahwa homo digitalis adalah era dimana manusia (homo) terbentuk oleh revolusi&nbsp;teknologi digital (digitalis). Sehingga homo digitalis merujuk pada generasi yang lahir dan dibesarkan di era digital.</p>



<p>Memprihatinkan ketika pelajar Indonesia belum paham&nbsp;teknologi secara komprehensif.&nbsp;Temuan ini tentu&nbsp;bukan&nbsp;tak&nbsp;beralasan, terlebih lagi masa 2020 lalu ketika dunia dihadapkan dengan pandemi&nbsp;<em>covid-19</em>. Datangnya wabah ini mengubah pola sendi kehidupan secara signifikan dalam waktu yang sangat singkat.</p>



<p>Dilihat dari sektor pendidikan, mengharuskan adaptasi yang cepat&nbsp;ditengah keadaan genting agar seluruh sistem pendidikan tidak mati begitu saja, salah satu solusi nya dengan menggunakan layanan di era digital ini.&nbsp;Banyak aplikasi yang ditawarkan di masa itu seperti&nbsp;<em>zoom, google meet, google classroom, quiziz</em>dan beragam aplikasi lainnya. Untuk mengaksesnya, pelajar harus menyelam&nbsp;kedalam&nbsp;era digital agar mampu menggunakannya secara optimal.</p>



<p>Sehingga fenomena ini membuat pelajar seharusnya menjadi akrab dengan dunia digital. Walaupun awalnya dipaksa oleh keadaan, namun keterpaksaan akan menimbulkan kebiasaan.</p>



<p><strong>Menyelami&nbsp;</strong><strong>Makna</strong><strong>&nbsp;Lautan Informasi</strong></p>



<p>Kendati&nbsp;begitu, pelajar&nbsp;kaum&nbsp;homo digitalis banyak yang gagal ketika memaknai era&nbsp;<em>society 5.0</em>&nbsp;yang sedang dihadapinya.&nbsp;Gerbang peluang yang bisa dimasuki&nbsp;dari berbagai arah&nbsp;tak mampu dilalui sehingga&nbsp;membuat&nbsp;lambatnya pengembangan diri yang dilakukan.</p>



<p><em>Pertama</em>,&nbsp;kegagalan memanfaatkan peluang di era&nbsp;<em>society 5.0.&nbsp;</em>Banyak pelajar&nbsp;yang gagal di akademiknya. Berdalih&nbsp;tidak mampu dalam mengikuti pembelajaran.&nbsp;Tugas yang terlalu berat, tidak punya waktu yang cukup, tidak&nbsp;paham cara melakukannya banyak komentar yang dilontarkan pelajar homo digitalis.</p>



<p>Kurangnya keterampilan berpikir kritis dan kreativitas dalam menghadapi perubahan teknologi menjadi salah satu faktor penghambat bagi kaum homo digitalis untuk benar-benar memanfaatkan peluang di era digital. Mereka cenderung hanya menjadi konsumen pasif, bukan kreator yang aktif mengembangkan inovasi dan solusi berbasis teknologi.</p>



<p><em>Kedua</em>,&nbsp;kecanduan media sosial sebagai pelarian dari realita.&nbsp;Terlalu banyak waktu yang dihabiskan di dunia digital dapat menjauhkan kaum homo digitalis dari&nbsp;interaksi sosial yang sehat di dunia nyata.</p>



<p>Mereka cenderung merasa lebih nyaman berkomunikasi melalui layar gawai daripada melakukan kontak langsung dengan orang-orang di sekitar. Akibatnya, kemampuan bersosialisasi dan berempati dapat terhambat.</p>



<p><em>Ketiga,</em>&nbsp;enggan keluar dari zona nyaman.&nbsp;Apakah proses yang&nbsp;dihadapi kaum homo digitalis&nbsp;terlalu sulit atau&nbsp;usahanya yang terlalu&nbsp;sedikit?.&nbsp;Pertanyaan diatas, harusnya mampu menyadarkan pelajar kaum homo digitalis yang enggan keluar dari zona nyaman. Kemewahan yang ditawarkan era ini membuat mereka hanyut dalam kesenangan belaka.</p>



<p>Katadata menunjukkan bahwa Indonesia meraih peringkat kedua dalam kategori penggunaan TikTok terbanyak di dunia hingga menyentuh angka 109,9 juta jiwa per tahun 2023. Masyarakat termasuk para pelajar mampu menghabiskan waktu 2-5 jam hanya untuk&nbsp;<em>scroll</em>TikTok. Hal ini berdasarkan survei dari Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo).</p>



<p>Temuan data ini cukup mengejutkan, menandakan bahwa kaum homo digitalis cenderung menggunakan media sosial TikTok. Aplikasi TikTok menawarkan segudang fitur yang memanjakan diri, mulai dari tayangan video singkat, cepatnya berbagi informasi, pemberian&nbsp;<em>reward&nbsp;</em>berupa koin di aplikasinya,&nbsp;<em>chatting</em>pesan singkat, bahkan TikTok menyediakan fitur&nbsp;<em>TikTok Shop</em>&nbsp;sehingga penggunanya dapat berbelanja dengan tawaran promo dan diskon yang menarik.</p>



<p>Sejatinya, aplikasi TikTok tidak hanya menawarkan hiburan semata. Banyak para&nbsp;<em>content&nbsp;creator</em>&nbsp;yang peduli dan sadar betapa besar dampak dari aplikasi ini. Sehingga dibuatlah konten-konten edukasi yang singkat dan padat guna membantu memajukan sumber daya manusia yang sadar dan melek informasi. Pengguna TikTok bisa mencari berbagai pelajaran, mulai dari konten agama, pembelajaran, dunia akademik, tips dan trik, tutorial dan masih banyak lagi.&nbsp;</p>



<p>Dibandingkan&nbsp;dengan masa lampau, para guru dan dosen ketika menjadi pelajar menghadapi tantangan yang lebih sulit dari&nbsp;apa yang dihadapi&nbsp;pelajar&nbsp;kaum&nbsp;homo digitalis&nbsp;sekarang.&nbsp;Informasi&nbsp;berada di&nbsp;ujung jari, sedangkan&nbsp;pada masa&nbsp;lampau internet belum semasif seperti&nbsp;sekarang.</p>



<p>Cara-cara konvensional menjadi cara utama dalam memperoleh informasi seperti membaca dari koran, buku,&nbsp;jurnal-jurnal&nbsp;di perpustakaan&nbsp;ataupun majalah&nbsp;pendidikan.</p>



<p>Kepekaan&nbsp;pelajar kaum homo digitalis&nbsp;menjadi tolak ukur dalam&nbsp;menyikapi&nbsp;dan&nbsp;memanfaatkan&nbsp;serta mengembangkan dirinya di era&nbsp;<em>society&nbsp;</em>5.0. Miris rasanya m mendengar masih banyak kaum homo digitalis yang menggunakan internet dan media sosial hanya untuk kesenangan&nbsp;instan&nbsp;yang sifatnya sementara.</p>



<p><strong>Sadarlah! Kaum Homo Digitalis</strong></p>



<p>Apakah mudahnya akses informasi membuat pelajar homo digitalis menjadi malas dan ingin instan? Memasak mi&nbsp;instan&nbsp;pun memerlukan proses agar bisa dinikmati. Bagaimana bisa dengan hal sebesar ini pelajar acuh dan lalai.</p>



<p>Maka&nbsp;letak&nbsp;permasalahannya adalah&nbsp;pelajar&nbsp;kaum&nbsp;homo digitalis yang tidak mau bergerak dalam menumbuh&nbsp;kembangkan dirinya.&nbsp;Menanamkan kesadaran diri, meningkatkan keterampilan belajar mandiri, serta beradaptasi dengan zaman menjadi kunci utama dalam menyikapi permasalahan ini.</p>



<p>Dunia&nbsp;ini dinamis&nbsp;<em>bro!</em> Kedinamisan&nbsp;dunia menuntut kita untuk terus bergerak dan melangkah dalam menjajaki setiap fenomena kehidupan.&nbsp;Sekarang,&nbsp;dari ujung jari kita bisa mengeksplor dunia.</p>



<p>Betapa dekatnya jendela dunia yang berada di genggaman kita.&nbsp;Setiap pelajar punya cara pandang masing-masing dalam menghayati era&nbsp;ini, tinggal lagi apakah kita mau memanfaatkannya atau malah hanyut dengan kesenangan dan terus tertinggal&nbsp;karenanya.</p>



<p><strong><em>Salman Shiddiq adalah Mahasiswa Pendidikan Agama Islam,&nbsp;Fakultas Tarbiyah dan Keguruan&nbsp;dan Alumni Student Literacy Camp 2024 (SLC 2024)&nbsp;Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang</em></strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/wajah-gelap-homo-digitalis/">Wajah Gelap Homo Digitalis</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">204058</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Nagari Pagadih dan Sitanang di Agam Segera Terdigitalisasi</title>
		<link>https://langgam.id/nagari-pagadih-dan-sitanang-di-agam-segera-terdigitalisasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Mar 2024 06:21:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Telekomunikasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=199579</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Aspirasi warga Nagari Pagadih dan Sitanang di Kabupaten Agam dan yang mengharap transformasi digital berbuah manis. Kedua nagari yang belum terpapar sinyal telekomunikasi dan internet (blank spot) itu segera bersiap menyambut digitalisasi. Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Sumbar Siti Aisyah menyampaikan, permasalahan daerah tanpa jaringan telekomunikasi atau blank spot, khususnya di daerah-daerah terpencil, sudah lama menjadi perhatian Pemprov Sumbar. Namun, berdasarkan PP No. 52 Th. 2020 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi dan PP No. 46 Th. 2021 tentang Pos, Telekomunikasi dan Penyiaran, disebutkan bahwa penyelenggara telekomunikasi umum adalah BUMN, BUMD dan Swasta (operator seluler), bukan kewenangan daerah. &#8220;Kewenangan pemerintah</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/nagari-pagadih-dan-sitanang-di-agam-segera-terdigitalisasi/">Nagari Pagadih dan Sitanang di Agam Segera Terdigitalisasi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Aspirasi warga Nagari Pagadih dan Sitanang di Kabupaten Agam dan yang mengharap transformasi digital berbuah manis.  Kedua nagari yang belum terpapar sinyal telekomunikasi dan internet (blank spot) itu segera bersiap menyambut digitalisasi.</p>



<p>Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Sumbar Siti Aisyah menyampaikan, permasalahan daerah tanpa jaringan telekomunikasi atau blank spot, khususnya di daerah-daerah terpencil, sudah lama menjadi perhatian Pemprov Sumbar. Namun, berdasarkan PP No. 52 Th. 2020 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi dan PP No. 46 Th. 2021 tentang Pos, Telekomunikasi dan Penyiaran, disebutkan bahwa penyelenggara telekomunikasi umum adalah BUMN, BUMD dan Swasta (operator seluler), bukan kewenangan daerah.</p>



<p>&#8220;Kewenangan pemerintah daerah hanyalah mengusulkan kepada Badan Akselebitas Telekomunikasi Indonesia (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika,&#8221; kata Siti Aisyah usai pertemuan dengan Diskominfo Agam, Telkom dan Telkomsel di Padang, Rabu (20/03/2024).</p>



<p>Karena itu, disamping mengidentifikasi dan mengusulkan daerah blank spot untuk dibangun BTS, Siti Aisyah menerangkan, Diskominfotik Sumbar juga melakukan upaya alternatif lain. Salah satunya dengan solusi konektivitas internet broadband agar dapat terus mendorong percepatan digitalisasi di nagari-nagari blank spot. seperti di Nagari Pagadih dan Sitanang yang potensial dengan produksi perhutanan sosial dan wisata agro tersebut.</p>



<p>&#8220;Sesuai arahan gubernur, kita mendorong digitalisasi Nagari Pagadih dan Sitanang. Kita upayakan solusi digitalisasi dengan menggandeng Pemerintah Kabupaten Agam, Telkom dan Telkomsel,&#8221; ujar Siti Aisyah.</p>



<p>Diungkapkan Siti Aisyah, Nagari Pagadih akan menjadi salah satu yang pertama tersambung dengan internet fix broadband oleh Telkom. Tak hanya itu, Telkomsel juga akan memasang repeater/combat untuk akses telekomunikasi 4G, agar dapat membawa sinyal yang kuat hingga jangkauan 2-3 kilometer.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Rencananya, bulan ini tim dari Diskominfotik Sumbar, Telkom, dan Telkomsel akan melakukan survei ke Nagari Pagadih untuk memastikan kelancaran implementasi rencana ini,&#8221; lanjutnya.</p>



<p>Sementara itu, Nagari Sitanang menyusul dengan penyediaan akses internet fix broadband yang sama dari Telkom, dan Telkomsel juga akan memasang repeater/combat untuk akses telekomunikasi.&nbsp;</p>



<p>Menariknya dari solusi ini, Nagari tidak hanya sebagai penerima manfaat. Namun juga turut berkontribusi dengan menyediakan tower, lahan, dan listrik untuk mendukung pemasangan repeater, sehingga menunjukkan semangat gotong royong yang kental dalam mewujudkan digitalisasi.</p>



<p>Menurut Siti Aisyah, solusi digitalisasi yang digagas bersama Telkom dan Telkomsel ini bukan hanya sekadar tentang konektivitas internet, tetapi juga tentang memberdayakan masyarakat nagari untuk memperbaiki kualitas hidup dan membangun masa depan yang lebih baik.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Kita tentu sangat mengapresiasi Telkom dan Telkomsel yang turut membantu Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk membawa Nagari Pagadih dan Sitanang bersiap untuk melangkah maju ke era digital dan kemajuan yang lebih baik,&#8221; pungkas Siti Aisyah. (*/Yh)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/nagari-pagadih-dan-sitanang-di-agam-segera-terdigitalisasi/">Nagari Pagadih dan Sitanang di Agam Segera Terdigitalisasi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">199579</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pelaku UMKM Sumbar Harus Kuasai Teknologi untuk Tembus Pasar Global</title>
		<link>https://langgam.id/pelaku-umkm-sumbar-harus-kuasai-teknologi-untuk-tembus-pasar-global/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Nov 2021 00:56:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<category><![CDATA[Wagub Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=138368</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id-Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) harus mampu menguasai teknologi digital untuk pemasaran. Diharapkan, hal itu menjadi kekuatan menembus pasar global. Ini disampaikan oleh Wakil Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Audy Joinaldy pada acara Opening Ceremony MinangKabau Creative Econommy Festival di Kantor Perwakilan BI Sumbar, Selasa (16/11/2021). Dia menjelaskan UMKM paling diminati dan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat Sumbar. Ada sekitar 89 persen perekonomian masyarakat bergerak di sektor UMKM. Namun pada masa pandemi Covid-19, UMKM salah satu sektor yang sangat terdampak. Permasalahan yang dihadapi oleh UMKM pada masa pandemi adalah menurunnya pelanggan dan permintaan pasar. Menyikapi kondisi pandemi ini, salah satu</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pelaku-umkm-sumbar-harus-kuasai-teknologi-untuk-tembus-pasar-global/">Pelaku UMKM Sumbar Harus Kuasai Teknologi untuk Tembus Pasar Global</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Langgam.id-Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah<a href="https://langgam.id/gubernur-sumbar-imbau-umkm-manfaatkan-teknologi-di-masa-pandemi/"> (UMKM)</a> harus mampu menguasai teknologi digital untuk pemasaran. Diharapkan, hal itu menjadi kekuatan menembus<a href="https://langgam.id/pemprov-sumbar-perluas-pasar-umkm-lewat-e-katalog/"> pasar</a> global.</p>
<p>Ini disampaikan oleh Wakil Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Audy Joinaldy pada acara Opening Ceremony MinangKabau Creative Econommy Festival di Kantor Perwakilan BI Sumbar, Selasa (16/11/2021).</p>
<p>Dia menjelaskan UMKM paling diminati dan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat Sumbar. Ada sekitar 89 persen perekonomian masyarakat bergerak di sektor UMKM.</p>
<p>Namun pada masa pandemi Covid-19, UMKM salah satu sektor yang sangat terdampak. Permasalahan yang dihadapi oleh UMKM pada masa pandemi adalah menurunnya pelanggan dan permintaan pasar.</p>
<p>Menyikapi kondisi pandemi ini, salah satu upaya pengembangan sektor UMKM di masa adalah peningkatan inovasi, kreasi, adaptasi dan keterampilan para pelaku UMKM.</p>
<p>&#8220;Bukan saja dengan berjualan maupun melakukan pembayaran secara online, tetapi juga menciptakan hal kreatif dan berdaya saing sehingga bisnis bisa terus berkesinambungan,&#8221; ujarnya sebagaimana rilis Pemprov Sumbar.</p>
<p>Menurutnya, tantangan dari pandemi menyadarkan bahwa pelaku UMKM harus mampu terlibat dalam pasar digital. Melalui akselerasi pemanfaatan teknologi digital harus cepat membuka diri terhadap informasi. Hal ini dapat membantu pengembangan usaha pelaku UMKM itu sendiri.</p>
<p>Salah satu contohnya baru-baru ini ada beberapa fasilitasi kepada pelaku UMKM dalam menembus pasar global. Diantaranya kreasi nusantara, from local to global, yang memfasilitasi penjualan produk lokal ke Malaysia dan Singapura.</p>
<p>Kemudian “Buka global” yang memfasilitasi pembelian produk lokal oleh para customer dari Malaysia, Singapura, Brunei, Hongkong, dan Taiwan. Ada juga “ASEAN online sale day”, yang betujuan meningkatkan transaksi lintas batas e-commerce di Asia Tenggara</p>
<p>Pelaku UMKM harus dapat memanfaatkan peluang fasilitasi pemasaran melalui tekhnologi digital. Sehingga pemasaran produk tidak hanya berskala nasional, tapi juga berskala regional dan internasional dengan konsep dari lokal menjadi global.</p>
<h2>Menembus Pasar Global</h2>
<p>Audy berharap, untuk mendukung pelaku UMKM menembus pasar global, perlu peningkatan kolaborasi Pemerintah daerah dengan seluruh stakeholders terkait. Terutama memfasilitasi pelaku UMKM melalui kegiatan pembinaan peningkatan kemampuan penguasaan tekhnologi.</p>
<p>&#8220;Sehingga nantinya mereka bisa cepat beradaptasi dengan pasar global melalui digital sekaligus meningkatkan kreasi dan kwalitas produk-produk pelaku UMKM,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dia menjelaskan, pada tahun 2020 jumlah UMKM di Sumbar sebanyak 593.100 unit yang terdiri dari usaha mikro sebanyak 531.350 unit (89.59 persen), usaha kecil sebanyak 53.431 unit (9.01 persen), usaha menengah sebanyak 7.900 unit (1.33 persen) dan usaha besar sebanyak 419 unit (0,07 persen).</p>
<p>Dia berharap pelaksanaan kegiatan Minangkabau Creative Economy Festival akan mendorong seluruh stakeholder. Kemudian memberikan nilai tambah serta dampak yang lebih besar dalam mendukung kemajuan UMKM dan industri kreatif pendukung pariwisata.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pelaku-umkm-sumbar-harus-kuasai-teknologi-untuk-tembus-pasar-global/">Pelaku UMKM Sumbar Harus Kuasai Teknologi untuk Tembus Pasar Global</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">138368</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Seribu Lapangan Pekerjaan, Program Unggulan Tanah Datar yang Terus Dikebut</title>
		<link>https://langgam.id/seribu-lapangan-pekerjaan-program-unggulan-tanah-datar-yang-terus-dikebut/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Sep 2021 00:00:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Tanah Datar]]></category>
		<category><![CDATA[Wirausaha]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=128214</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Pemerintah Kabupaten Tanah Datar terus mengebut percepatan program unggulan yakni 1000 lapangan pekerjaan dan wirausahawan. Salah satunya dengan mengadakan pelatihan Digital Entrepreneurship Academy (DEA). DEA digagas oleh Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian (BBPSDMP) Kominfo Medan, diperuntukkan bagi 100 UMKM di Tanah Datar yang telah dimulai dari tanggal 23-24 September 2021 itu, di Aula Hotel Emersia and Resort, Batusangkar, Kamis (23/9). ”Melalui penyelenggaraan DEA kita harapkan terwujud angkatan kerja yang mampu mengisi lapangan kerja yang tersedia, karena kedepan Kabupaten Tanah Datar akan terus mengalami kemajuan sejalan dengan misi kedua, tertuang di RPJMD tahun 2021-2026 yakni Meningkatkan Ekonomi Masyarakat</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/seribu-lapangan-pekerjaan-program-unggulan-tanah-datar-yang-terus-dikebut/">Seribu Lapangan Pekerjaan, Program Unggulan Tanah Datar yang Terus Dikebut</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="kvgmc6g5 cxmmr5t8 oygrvhab hcukyx3x c1et5uql ii04i59q"><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Pemerintah Kabupaten Tanah Datar terus mengebut percepatan program unggulan yakni 1000 lapangan pekerjaan dan wirausahawan. Salah satunya dengan mengadakan pelatihan Digital Entrepreneurship Academy (DEA).</div>
<div></div>
<div class="kvgmc6g5 cxmmr5t8 oygrvhab hcukyx3x c1et5uql ii04i59q">DEA digagas oleh Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian (BBPSDMP) Kominfo Medan, diperuntukkan bagi 100 UMKM di Tanah Datar yang telah dimulai dari tanggal 23-24 September 2021 itu, di Aula Hotel Emersia and Resort, Batusangkar, Kamis (23/9).</div>
<div></div>
<div class="o9v6fnle cxmmr5t8 oygrvhab hcukyx3x c1et5uql ii04i59q">
<div dir="auto">”Melalui penyelenggaraan DEA kita harapkan terwujud angkatan kerja yang mampu mengisi lapangan kerja yang tersedia, karena kedepan Kabupaten Tanah Datar akan terus mengalami kemajuan sejalan dengan misi kedua, tertuang di RPJMD tahun 2021-2026 yakni Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Dan Perluasan Lapangan Kerja Yang Berbasis Pertanian dan UMKM dengan progulnya menciptakan usahawan baru dan lapangan pekerjaan,” ujar Bupati Tanah Datar Eka Putra.</div>
<div dir="auto"></div>
</div>
<div class="o9v6fnle cxmmr5t8 oygrvhab hcukyx3x c1et5uql ii04i59q">
<div dir="auto">Tak hanya itu, Bupati Eka juga harapkan UMKM yang ada di wilayah Kabupaten Tanah Datar memanfaatkan digitalisasi dengan sebaik-baiknya guna meningkatkan mutu dari produk yang dihasilkan serta perluasan jangkauan dan wilayah pemasaran, sehingga mampu menghadapi ketatnya persaingan, seiring dengan diberlakukannya pasar bebas ASEAN.</div>
<div dir="auto"></div>
</div>
<div class="o9v6fnle cxmmr5t8 oygrvhab hcukyx3x c1et5uql ii04i59q">
<div dir="auto">“Kepada BBPSDMP Kominfo Medan, kita berharap agar program ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan kalau bisa diperluas lagi ke sektor lainnya. Mudah-mudahan apa yang telah dilakukan ini, dapat menginspirasi pihak lainnya untuk melakukan hal serupa,” harap Bupati Eka.</div>
</div>
<div class="o9v6fnle cxmmr5t8 oygrvhab hcukyx3x c1et5uql ii04i59q">
<div dir="auto">Bupati Eka tambahkan, akan melakukan penguatan usaha mikro, kecil dan menengah diantaranya dengan memberi dukungan fasilitas pembiayaan yang berasal dari perbankan berupa alokasi anggaran pemberian jaminan kredit dalam bentuk program Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun dalam bentuk dana bergulir yang alokasi anggarannya meningkat dari tahun ke tahun.</div>
<div dir="auto"></div>
</div>
<div class="o9v6fnle cxmmr5t8 oygrvhab hcukyx3x c1et5uql ii04i59q">
<div dir="auto">“Tujuan akhirnya tidak lain agar usaha kecil dan menengah mampu tampil sebagai penyangga perekonomian nasional melalui sumbangsihnya dalam hal penyediaan lapangan kerja, peningkatan produk domestik bruto, pertumbuhan investasi, dan percepatan pembangunan ekonomi daerah,” ujar Bupati Eka.</div>
<div dir="auto"></div>
</div>
<div class="o9v6fnle cxmmr5t8 oygrvhab hcukyx3x c1et5uql ii04i59q">
<div dir="auto">Sementara, Kepala BBPSDMP Kominfo Medan Irbar Samekto mengatakan DEA terselenggara atas kerjasama BBPSDMP KOMINFO Medan Badan Litbang SDM Kementerian Kominfo, Kepala Dinas Koperindag Tanah Datar serta Diskominfo Tanah Datar.</div>
</div>
<div class="o9v6fnle cxmmr5t8 oygrvhab hcukyx3x c1et5uql ii04i59q">
<div dir="auto">“Badan Litbang SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika meyakini penyelenggaraan kegiatan pelatihan ini, dapat mendorong peningkatan kualitas pengembangan SDM khususnya dalam bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk meraih tingkat daya saing bangsa Indonesia yang lebih baik.</div>
<div dir="auto"></div>
</div>
<div class="o9v6fnle cxmmr5t8 oygrvhab hcukyx3x c1et5uql ii04i59q">
<div dir="auto">“Secara spesifik, pelatihan DEA ini diharap mampu menumbuhkan kompetensi di Bidang TIK yang dapat mengoptimalkan kehadiran finansial inklusif TIK, sehingga pemanfaatan TIK dapat memberikan hasil bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Irbar saat pembukaan Pelatihan Program Digital Entrepreneurship Academy (DEA) yang juga dihadiri Kepala Dinas Koperindag Tanah Datar Dafrizal dan Kepala Dinas Kominfo Tanah Datar Abrar.</div>
<div dir="auto"></div>
</div>
<div class="o9v6fnle cxmmr5t8 oygrvhab hcukyx3x c1et5uql ii04i59q">
<div dir="auto">Irbar Samekto juga mengatakan program ini merupakan peruntukan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) pelaku UMKM untuk menyiapkan talenta digital di bidang pemasaran agar kapasitas pelaku UMKM meningkat. Pelatihan ini juga merupakan fasilitasi kepada pelaku UMKM atau yang akan memulai usaha, agar bisa memanfaatkan TIK untuk keberlangsungan dan pengembangan usaha.</div>
</div>
<p>The post <a href="https://langgam.id/seribu-lapangan-pekerjaan-program-unggulan-tanah-datar-yang-terus-dikebut/">Seribu Lapangan Pekerjaan, Program Unggulan Tanah Datar yang Terus Dikebut</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">128214</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tingkatkan Sinergitas, Pemprov Sumbar Siapkan Program Transformasi Digital</title>
		<link>https://langgam.id/tingkatkan-sinergitas-pemprov-sumbar-siapkan-program-transformasi-digital/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Sep 2021 04:51:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Pemprov Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=125211</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy mengatakan, menghadapi situasi pesatnya penyebaran informasi, pemerintah daerah memerlukan suatu instrumen digital yang mampu membantu pemerintah daerah mengawal diseminsasi informasi dan komunikasi publik. &#8220;Pemerintah provinsi, maupun kabupaten dan kota perlu memiliki instrumen atau infrastruktur digital untuk mengawal tugas pokok dan fungsinya,&#8221; ujar Audy saat rapat koordinasi dan seminar dengan tema &#8220;Sinergitas Pengelolaan Isu Publik Kewilayahan Provinsi Sumatra Barat Melalui Integrated Media Monitoring dan Tata Kelola Smart City&#8221; di Pangeran Beach Hotel, Padang, Senin (6/9/2021). Audy menambahkan, bahwa saat ini Provinsi Sumatra Barat sedang menyiapkan program transformasi digital untuk meningkatkan sinergitas provinsi maupun kabupaten kota.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tingkatkan-sinergitas-pemprov-sumbar-siapkan-program-transformasi-digital/">Tingkatkan Sinergitas, Pemprov Sumbar Siapkan Program Transformasi Digital</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy mengatakan, menghadapi situasi pesatnya penyebaran informasi, pemerintah daerah memerlukan suatu instrumen digital yang mampu membantu pemerintah daerah mengawal diseminsasi informasi dan komunikasi publik.</p>
<p>&#8220;Pemerintah provinsi, maupun kabupaten dan kota perlu memiliki instrumen atau infrastruktur digital untuk mengawal tugas pokok dan fungsinya,&#8221; ujar Audy saat rapat koordinasi dan seminar dengan tema &#8220;Sinergitas Pengelolaan Isu Publik Kewilayahan Provinsi Sumatra Barat Melalui Integrated Media Monitoring dan Tata Kelola Smart City&#8221; di Pangeran Beach Hotel, Padang, Senin (6/9/2021).</p>
<p>Audy menambahkan, bahwa saat ini Provinsi Sumatra Barat sedang menyiapkan program transformasi digital untuk meningkatkan sinergitas provinsi maupun kabupaten kota.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/pasca-pandemi-gubernur-mahyeldi-yakin-pariwisata-sumbar-kembali-menggeliat/">Pasca Pandemi, Gubernur Mahyeldi Yakin Pariwisata Sumbar Kembali Menggeliat</a></strong></p>
<p>Salah satunya terang Audy, melalui pembangunan sebuah super app yang diharapkan mampu menjadi one stop information center. Maupun kanal pengaduan masyarakat langsung ke gubernur dan wakil gubernur.</p>
<p>&#8220;Saat ini pemerintah sedang menyiapkan super app untuk mendukung percepatan transformasi digital di Sumbar, segera akan kita luncurkan,&#8221; tuturnya seperti dilansir <a href="https://infopublik.id/kategori/nusantara/561814/percepat-transformasi-digital-di-sumbar-wagub-kita-siap-kembangkan-instrumen-digital">infopublik.id</a>, Senin (6/9/2021).</p>
<p>Audy mengungkapkan, hal ini merupakan bagian dari target menuju smart city yang secara spesifik dapat memberikan layanan publik. Kemudian sekaligus menjadi daya tarik wisatawan, investor, dan kalangan professional lainnya.</p>
<p>Kepala Dinas Kominfotik Sumbar Jasman menyampaikan pentingnya komitmen pihaknya dalam pengelolaan dan sinergitas informasi publik.</p>
<p>&#8220;Komitmen Dinas Kominfotik dalam pengelolaan informasi merupakan isu yang sangat penting. Oleh karena itu monitoring media menjadi suatu keniscayaan,&#8221; ujar Jasman.</p>
<p>Kegiatan seminar ini dilaksanakan oleh Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Sumbar bekerja sama dengan PT Digivla Indonesia.</p>
<p>Kegiatan ini juga menghadirkan Dewan Penasehat PWI Pusat Edward Depari, Penasehat Senior Kebijakan Ekonomi Kementrian Perindustrian Affan Alamudi.</p>
<p>Kemudian, Direktur PT Digivla Indonesia Reza Maulana selaku narasumber, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Dedy Diantolani.</p>
<p>Berikutnya, juga ada Kepala Dinas Kominfotik Sumbar Jasman serta Humas seluruh kabupaten dan kota di Sumatra Barat (Sumbar) selaku peserta.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tingkatkan-sinergitas-pemprov-sumbar-siapkan-program-transformasi-digital/">Tingkatkan Sinergitas, Pemprov Sumbar Siapkan Program Transformasi Digital</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">125211</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 24/93 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-08-06 21:14:06 by W3 Total Cache
-->