<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Diare Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/diare/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/diare/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 May 2024 11:15:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Diare Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/diare/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Diare di Pesisir Selatan Sentuh 238 Kasus, 5 Orang Meninggal</title>
		<link>https://langgam.id/diare-di-pesisir-selatan-sentuh-238-kasus-5-orang-meninggal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 May 2024 11:12:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Diare]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=202856</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar dr. Lila Yanwar menyampaikan, hingga Selasa 7 Mei 2024, jumlah kasus sejak tanggal 18 April jumlah kasus dilaporkan 238 kasus. Artinya, ada peningkatan signifikan pada 1 Mei sampai 5 Mei rata-rata 20 kasus perhari.   Tercatat meninggal dunia 5 orang balita (2%) dan yang dirawat dibeberapa fasilitas kesehatan hanya 59 orang (30%) dengan status dehidrasi tingkat ringan dan sedang. Selebihnya sebanyak 179 orang (70%) sembuh. &#8220;Saat ini kasus sudah mulai melandai, tidak ada yang berat yang sedang dirawat,&#8221; ujar dr. Lila, dilansir dari Sumbarprov.go.id, Jumat (10/5/2024). Beberapa faktor penyebab menurut dr. Lila diduga akibat</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/diare-di-pesisir-selatan-sentuh-238-kasus-5-orang-meninggal/">Diare di Pesisir Selatan Sentuh 238 Kasus, 5 Orang Meninggal</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar dr. Lila Yanwar menyampaikan, hingga Selasa 7 Mei 2024, jumlah kasus sejak tanggal 18 April jumlah kasus dilaporkan 238 kasus. Artinya,  ada peningkatan signifikan pada 1 Mei sampai 5 Mei rata-rata 20 kasus perhari.  </p>



<p>Tercatat meninggal dunia 5 orang balita (2%) dan yang dirawat dibeberapa fasilitas kesehatan hanya 59 orang (30%) dengan status dehidrasi tingkat ringan dan sedang. Selebihnya sebanyak 179 orang (70%) sembuh.</p>



<p>&#8220;Saat ini kasus sudah mulai melandai, tidak ada yang berat yang sedang dirawat,&#8221; ujar dr. Lila, dilansir dari <em>Sumbarprov.go.id,</em> Jumat (10/5/2024).</p>



<p>Beberapa faktor penyebab menurut dr. Lila diduga akibat pencemaran sumber mata air Pincuran Langik akibat dampak bencana, yang dikonsumsi dari depot air minum maupun sumur. Hasil pemeriksaan sampel feses pasien menunjukkan peningkatan kadar E Coli berdasarkan hasil pemeriksaan pada labkesda provinsi dan laboratorium Unand yang diambil oleh tim surveilance&nbsp; epidemiologi dinkes provinsi yang langsung turun ke lapangan pada hari kedua setelah menerima laporan.</p>



<p>Sementara pemeriksaan sample air minum oleh BPOM masih menunggu hasil.</p>



<p>&#8220;Agar pemeriksaan lebih akurat dan diyakini tidak ada faktor penyebab lain, dilakukan pemeriksaan lanjutan menggunakan PCR oleh Lab Unand dan ditemukan hanya E.Coli, namun masih diselidiki jenis E.Coli tersebut,&#8221; kata Lila.</p>



<p>Selain itu, Kadinkes beserta jajaran dan bersama Asisten 1 Pemkab Pessel telah mendatangi perangkat kecamatan dan meminta perhatian warga agar tidak lagi mengkonsumsi minuman tanpa dimasak dan Pemkab Pessel tetap melakukan&nbsp; pengawasan terhadap depot air minum isi ulang dan meminta agar depot membersihkan alat yang digunakan serta jika perlu mengganti saringan alatnya.</p>



<p>Terakhir, Kadinkes bersama jajaran terkait juga melaksanakan pemantauan sampai ke tingkat keluarga, serta mengirimkan bantuan cairan dan Zink ke RS. M Zein serta PMT Balita. (*/Yh)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/diare-di-pesisir-selatan-sentuh-238-kasus-5-orang-meninggal/">Diare di Pesisir Selatan Sentuh 238 Kasus, 5 Orang Meninggal</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">202856</post-id>	</item>
		<item>
		<title>KLB Diare di Pesisir Selatan, 5 Orang Meninggal Dunia</title>
		<link>https://langgam.id/klb-diare-di-pesisir-selatan-5-orang-meninggal-dunia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 May 2024 10:00:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Diare]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=202689</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Sebanyak 202 kasus diare yang terjadi di Kabupaten Pesisir Selatan, 5 orang di antaranya meninggal dunia. Saat ini, kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Pesisir Selatan, Intan Novia Fatma Nanda, Faskes dioptimalkan, termasuk pemakaian lorong-lorong, akan tetapi pemakaian tenda tidak memungkinkan karena cuaca panas. Pasien diare telah tersebar di Kecamatan Sutera, IV Jurai dan Bayang. &#8220;Intervensi terhadap perilaku pasien yangg dirawat mandiri dan minta petugas agar pasien wajib dibawa ke Faskes. Sedangkan sumber air bersih berasal dari sungai, depot, sumur gali, pincuran, air hujan langit,&#8221; terangnya, dilansir dari beritapesisirselatankab.go.id, Rabu (8/5/2024). Sementara itu, kemarin, Bupati Pesisir Selatan, Rusma Yul</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/klb-diare-di-pesisir-selatan-5-orang-meninggal-dunia/">KLB Diare di Pesisir Selatan, 5 Orang Meninggal Dunia</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Sebanyak 202 kasus diare yang terjadi di Kabupaten Pesisir Selatan, 5 orang di antaranya meninggal dunia.</p>



<p>Saat ini, kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Pesisir Selatan, Intan Novia Fatma Nanda, Faskes dioptimalkan, termasuk pemakaian lorong-lorong, akan tetapi pemakaian tenda tidak memungkinkan karena cuaca panas. Pasien diare telah tersebar di Kecamatan Sutera, IV Jurai dan Bayang.</p>



<p>&#8220;Intervensi terhadap perilaku pasien yangg dirawat mandiri dan minta petugas agar pasien wajib dibawa ke Faskes. Sedangkan sumber air bersih berasal dari sungai, depot, sumur gali, pincuran, air hujan langit,&#8221; terangnya, dilansir dari <em>beritapesisirselatankab.go.id, </em>Rabu (8/5/2024).</p>



<p>Sementara itu, kemarin, Bupati Pesisir Selatan, Rusma Yul Anwar memimpin rapat terkait penanganan dan perkembangan Kejadian Luar Biasa (KLB) Diare yang terjadi beberapa hari terakhir di Kecamatan Sutera.</p>



<p>Bupati Rusma Yul Anwar menyebutkan, kini penyakit diare tidak hanya terjadi di Kecamatan Sutera, akan tetapi sudah terjangkit di beberapa kecamatan lainnya seperti IV Jurai dan Bayang.</p>



<p>Dikatakan lebih lanjut, untuk mengantisipasi penyebaran penyakit diare perlu dilakukan berbagai Langkah. Antara lain, air depot perlu diteliti lagi, kalau ragu perlu dimasak.</p>



<p>Dia juga menginstruksikan perangkat daerah terkait seperti Dinas Kesejatan melakukan pengujian air depot, termasuk memeriksa izin secara lengkap. Puskesmas perlu melakukan penanganan cepat dengan obat-obatan yang segera diberikan pada pasien.</p>



<p>&#8220;Anak-anak yang menderita diare harus segera dibawa ke Fasilitas Kesehatan (Faskes) yang ada. Selanjutnya, memberikan laporan kejadian diare tersebut secara berkala,&#8221; tandasnya. (*/Yh)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/klb-diare-di-pesisir-selatan-5-orang-meninggal-dunia/">KLB Diare di Pesisir Selatan, 5 Orang Meninggal Dunia</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">202689</post-id>	</item>
		<item>
		<title>70 Persen Sumber Air Minum Rumah Tangga di Indonesia Tercemar Limbah Tinja</title>
		<link>https://langgam.id/70-persen-sumber-air-minum-rumah-tangga-di-indonesia-tercemar-limbah-tinja/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Feb 2022 04:02:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Air Minum]]></category>
		<category><![CDATA[Diare]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=147693</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berita terbaru: Hampir 70 persen dari 20.000 sumber air minum rumah tangga yang diuji di Indonesia dalam sebuah studi baru tercemar limbah tinja dan turut menyebabkan penyebaran penyakit diare, yang merupakan penyebab utama kematian balita. Langgam.id – Hampir 70 persen dari 20.000 sumber air minum rumah tangga yang diuji di Indonesia dalam sebuah studi baru tercemar limbah tinja dan turut menyebabkan penyebaran penyakit diare, yang merupakan penyebab utama kematian balita. Hal ini dinyatakan oleh UNICEF yang meluncurkan kampanye baru untuk sanitasi aman, pada 7 Februari 2022. Kampanye UNICEF bertajuk #DihantuiTai bertujuan memberikan pemahaman kepada keluarga-keluarga Indonesia tentang sanitasi aman dan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/70-persen-sumber-air-minum-rumah-tangga-di-indonesia-tercemar-limbah-tinja/">70 Persen Sumber Air Minum Rumah Tangga di Indonesia Tercemar Limbah Tinja</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Berita terbaru: Hampir 70 persen dari 20.000 sumber air minum rumah tangga yang diuji di Indonesia dalam sebuah studi baru tercemar limbah tinja dan turut menyebabkan penyebaran penyakit diare, yang merupakan penyebab utama kematian balita.</p>
<p><strong>Langgam.id –</strong> Hampir 70 persen dari 20.000 sumber air minum rumah tangga yang diuji di Indonesia dalam sebuah studi baru tercemar limbah tinja dan turut menyebabkan penyebaran penyakit diare, yang merupakan penyebab utama kematian balita. Hal ini dinyatakan oleh UNICEF yang meluncurkan kampanye baru untuk sanitasi aman, pada 7 Februari 2022.</p>
<p>Kampanye UNICEF bertajuk #DihantuiTai bertujuan memberikan pemahaman kepada keluarga-keluarga Indonesia tentang sanitasi aman dan dampak pencemaran sumber air oleh tinja terhadap kesehatan masyarakat.</p>
<p>Melalui kampanye yang dilaksanakan secara daring ini, UNICEF menyerukan kepada rumah-rumah tangga Indonesia untuk memasang, memeriksa, atau mengganti tangki septiknya serta rutin menguras tangki minimal satu kali setiap tiga hingga lima tahun.</p>
<p>#DihantuiTai mengambil inspirasi dari film dan acara televisi yang populer di kalangan masyarakat Indonesia. Di dalam kampanye ini, tim ‘pemberantas tinja’ memiliki misi menyelamatkan wilayah-wilayah yang dihantui oleh tinja.</p>
<p>Sebagai bagian dari kampanye ini, UNICEF telah meluncurkan situs <a href="http://www.cekidot.org">www.cekidot.org</a> yang berisi kiat-kiat praktis bagi keluarga untuk memastikan keamanan tangki septik dan informasi kontak jasa pembersihan tangki.</p>
<p>“Sanitasi yang aman bisa mengubah kehidupan anak-anak dan membuka kesempatan untuk mereka mewujudkan potensi dirinya,” ujar Perwakilan Sementara UNICEF Robert Gass.</p>
<p>“Sayangnya, ada begitu banyak anak yang tinggal di daerah-daerah terdampak sanitasi tidak aman dan hal ini mengancam setiap aspek pertumbuhan mereka.”</p>
<p>Indonesia telah mencapai kemajuan yang signifikan dalam meningkatkan mutu sanitasi dasar. Namun, angka rumah tangga yang memiliki sarana toilet dengan sambungan tangki septik yang tertutup dan yang rutin membersihkan tangkinya minimal satu kali dalam lima tahun adalah kurang dari 8 persen.</p>
<p>Akibatnya, limbah tinja tidak terkelola dengan baik sehingga mencemari lingkungan dan sumber air sekitar.</p>
<p>Salah satu tantangan utama dalam meningkatkan akses ke sanitasi aman adalah kesadaran masyarakat yang rendah terhadap risiko kesehatan masyarakat akibat pengelolaan tangki septik yang tidak memadai dan frekuensi pengurasan tangki yang juga rendah—banyak keluarga belum memahami pentingnya menghubungkan toilet dengan sistem pembuangan dengan pipa atau bahwa tangki septik perlu dibersihkan secara berkala.</p>
<p>Saat ini, Pemerintah Indonesia sedang menyusun peta jalan percepatan akses ke sanitasi yang dikelola secara aman dengan dukungan dari UNICEF dan beberapa mitra lain. Selain itu, akan diselenggarakan konferensi tingkat tinggi (KTT) Sanitasi dan Air Minum Untuk Semua di Jakarta pada bulan Mei.</p>
<p>KTT ini akan dihadiri oleh para menteri yang bertanggung jawab atas urusan air, sanitasi, kesehatan, lingkungan hidup, dan perekonomian dari seluruh dunia untuk mendiskusikan percepatan akses kepada air minum, sanitasi, dan kebersihan.</p>
<p>“Masa pandemi meningkatkan perhatian terhadap pentingnya hidup di lingkungan yang bersih,” kata Gass.</p>
<p>“Sanitasi yang tidak dikelola dengan baik bisa melemahkan daya tahan tubuh anak-anak sehingga menimbulkan dampak yang permanen, bahkan kematian. Melalui kampanye ini, kami harap akan makin banyak masyarakat Indonesia yang mau lebih berperan dalam mengelola sanitasi rumah tangga demi meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan anak serta keluarga mereka.”</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/70-persen-sumber-air-minum-rumah-tangga-di-indonesia-tercemar-limbah-tinja/">70 Persen Sumber Air Minum Rumah Tangga di Indonesia Tercemar Limbah Tinja</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">147693</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kasus Diare di Agam Turun Drastis, Ini Penyebabnya</title>
		<link>https://langgam.id/kasus-diare-di-agam-turun-drastis-ini-penyebabnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Jan 2021 23:11:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Agam]]></category>
		<category><![CDATA[Diare]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=88866</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Jumlah penderita penyakit diare akut di Kabupaten Agam pada 2020 menurun drastis dibandingkan tahun 2019. Kesadaran warga dalam menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tengah pandemi dinilai salah faktor yang paling mempengaruhi penurunan kasus diare di daerah itu. &#8220;Diare menjadi salah satu penyakit yang tergolong tinggi di Kabupaten Agam tiap tahun. Tapi dalam catatan kami, kasus diare di 2020 hanya 5.531. Jumlah ini turun 50 persen ketimbang tahun 2019 yang terdapat 10.914 kasus,&#8221; kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Agam, Tri Pipo, Jumat (29/1/2021). Menurutnya, tren penurunan kasus diare akut di Agam tak terlepas dari</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kasus-diare-di-agam-turun-drastis-ini-penyebabnya/">Kasus Diare di Agam Turun Drastis, Ini Penyebabnya</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Jumlah penderita penyakit diare akut di Kabupaten Agam pada 2020 menurun drastis dibandingkan tahun 2019.</p>
<p>Kesadaran warga dalam menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tengah pandemi dinilai salah faktor yang paling mempengaruhi penurunan kasus diare di daerah itu.</p>
<p>&#8220;Diare menjadi salah satu penyakit yang tergolong tinggi di Kabupaten Agam tiap tahun. Tapi dalam catatan kami, kasus diare di 2020 hanya 5.531. Jumlah ini turun 50 persen ketimbang tahun 2019 yang terdapat 10.914 kasus,&#8221; kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Agam, Tri Pipo, Jumat (29/1/2021).</p>
<p>Menurutnya, tren penurunan kasus diare akut di Agam tak terlepas dari meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menerapkan PHBS. Seperti jamban sehat, dan lainnya.</p>
<p>&#8220;Apalagi sejak pandemi covid-19, masyarakat lebih ekstra menjaga kesehatan tubuh dan lingkungan tempat tinggal,&#8221; katanya.</p>
<p>Penurunan kasus itu berbanding lurus dengan menurunnya juga jumlah pengunjung ke puskesmas-puskesmas di Agam. Pasalnya, selama 2020 jumlah pengunjung yang datang berobat ke puskesmas sebanyak 327.317. Jumlah itu jauh berkurang dibanding 2019 sebanyak 493.648.</p>
<p>&#8220;Berkurangnya pengunjung ini juga salah satu penyebabnya adalah karena virus corona,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Dia berharap masyarakat tetap mempertahankan, bahkan lebih sadar menerapkan PHBS di dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, perilaku bersih dan sehat kunci mencegah berbagai penyakit menular maupun tidak menular. <strong>(*/ICA)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kasus-diare-di-agam-turun-drastis-ini-penyebabnya/">Kasus Diare di Agam Turun Drastis, Ini Penyebabnya</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">88866</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 26/53 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-04-24 02:27:16 by W3 Total Cache
-->