<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita destinasi sumbar Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/destinasi-sumbar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/destinasi-sumbar/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 Apr 2025 10:40:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita destinasi sumbar Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/destinasi-sumbar/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Pakuak Palak: Momok Destinasi Wisata</title>
		<link>https://langgam.id/pakuak-palak-momok-destinasi-wisata/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin Palanta]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Apr 2025 08:47:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[destinasi sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Pungli]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=225343</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Nabil Makarim &#8220;Tradisi buruk yang diterima, akan jadi kebiasaan yang sulit dihentikan.&#8221; Mahatma Gandhi Terkadang, ada tradisi yang sudah begitu mendarah daging dalam kehidupan, sampai lupa untuk bertanya, apakah ini masih relevan atau justru meresahkan? Sebuah kebiasaan yang tampaknya biasa, padahal diam-diam menumpuk masalah. Salah satu tradisi yang dimaksud, menggunakan alasan yang terdengar enak: harga Lebaran. Dengan dalih itu, sebagian orang membuat harga kuliner naik, nilai karcis destinasi wisata melejit atau tarif parkir dipatok mahal. Meminta bayaran lebih tanpa dasar aturan, izin resmi dan cenderung dibuat-buat sudah termasuk hal illegal. Dalam beberapa kasus, ada yang disebut dengan pungutan liar</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pakuak-palak-momok-destinasi-wisata/">Pakuak Palak: Momok Destinasi Wisata</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Oleh: Nabil Makarim</p>



<p><em>&#8220;Tradisi buruk yang diterima, akan jadi kebiasaan yang sulit dihentikan.&#8221;</em> <em>Mahatma Gandhi</em></p>



<p>Terkadang, ada tradisi yang sudah begitu mendarah daging dalam kehidupan, sampai lupa untuk bertanya, apakah ini masih relevan atau justru meresahkan? Sebuah kebiasaan yang tampaknya biasa, padahal diam-diam menumpuk masalah. Salah satu tradisi yang dimaksud, menggunakan alasan yang terdengar enak: harga Lebaran. Dengan dalih itu, sebagian orang membuat harga kuliner naik, nilai karcis destinasi wisata melejit atau tarif parkir dipatok mahal.</p>



<p>Meminta bayaran lebih tanpa dasar aturan, izin resmi dan cenderung dibuat-buat sudah termasuk hal illegal. Dalam beberapa kasus, ada yang disebut dengan pungutan liar dan ada pula yang dikenal sebagai pemalakan. Dalam Bahasa Minang, kasus serupa disebut: <em>pakuak palak</em>.</p>



<p>Praktek ini sering terjadi pada destinasi wisata saat libur Lebaran. Ekpektasi yang indah akan kenyamanan berlibur, dirusak oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab lewat praktek negatif ini. Mungkin memang dasarnya banyak orang yang menganggap sepele tentang hak kenyamanan berlibur dan kewajiban untuk tidak memaksa meminta apa yang harusnya bukan hak mereka. Para oknum yang melakukan “pakuak palak” tentu dapat tergolong kepada orang-orang tersebut. </p>



<p><em>Pakuak palak</em> adalah bahasa daerah Minangkabau yang berarti kegiatan pungutan liar. Secara sederhana <em>pakuak palak</em> adalah kebiasaan sejumlah orang yang meminta uang secara paksa dengan dalih pengakuan sebagai pengelola parkir atau kawasan wisata. <em>Palak </em>sendiri berkaitan dengan kata memalak, memaksa mengambil sesuatu dari orang lain yang bukan haknya.</p>



<p>Praktek pungli di sektor pariwisata telah banyak terjadi di banyak tempat di Indonesia. Salah satu yang marak adalah di berbagai destinasi wisata Padang. Dilansir dari InfoPublik,2022, delapan orang pemuda telah dijaring oleh Kepolisian Resor Kota (Polresta) Padang, di sejumlah lokasi di Kota Padang karena diduga melakukan pelanggaran pungutan liar dalam hal parkir illegal. </p>



<p>Fenomena pungli yang menghiasi perjalanan wisatawan di setiap tempat liburan, sedikit banyaknya tentu akan mengusik ketenangan dalam berwisata. Setiap pengunjung tentu ingin menikmati destinasi dengan tenang, damai, bahagia dan merasa aman. Namun dengan adanya <em>pakuak palak</em>, bayangan indah tersebut bisa saja rusak. Praktek negatif ini tentu saja berdampak buruk pada sektor pariwisata. Ketika wisatawan datang ke destinasi dan kemudian bertemu dengan oknum pelaku pungli, rasa minat untuk kembali berwisata tentu akan hilang. </p>



<p>Belajar dari pengalaman, pengunjung akan memilih tempat lain dengan ketenangan yang terjamin tanpa adanya pembuangan waktu berdebat dengan para oknum pakuak palak dan berhemat karena tak harus terkena tarif parkir dengan harga yang tak wajar. Ketika pengunjung tak lagi kembali untuk berwisata ke Taplau, reputasi buruk tentunya terbentuk dan berpotensi merusak perekonomian lokal yang bergantung pada destinasi wisata tersebut. Ini dapat terjadi di tempat wisata lain yang masih terdapat aktivitas pungli di sana. Orang-orang yang biasanya mendapatkan pendapatan dari ramainya turis yang datang ke tempat wisata, akan kehilangan pendapatan tersebut karena angka kunjungan menurun ulah dari pakuak palak.</p>



<p>Namun, sebuah praktek marak terjadi tentu mempunyai penyebabnya sendiri. Apakah kemungkinan penyebab adanya <em>pakuak palak</em> di berbagai destinasi wisata Padang? Kurangnya pengawasan dan transparansi dalam pengelolaan destinasi wisata bisa jadi salah satunya. Banyak destinasi yang tidak memiliki sistem yang jelas dan transparan dalam hal biaya, sehingga oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab bisa dengan mudah meminta biaya tambahan diberbagai wilayah yang tidak diawasi. Di beberapa tempat, adanya petugas yang tidak profesional turut memperburuk keadaan, karena mereka lebih fokus pada keuntungan pribadi daripada memberikan layanan yang memadai dan hak kepada pengunjung.</p>



<p>Selain itu, sikap permisif dan membiarkan selaku respon dari para wisatawan. Hal ini terjadi bisa saja karena anggapan ketika mereka mendebat para oknum, masalah akan jadi lebih besar dan waktu berlibur benar-benar akan rusak. Maka para wisatawan memilih diam, membayar dan menikmati liburan mereka dengan tenang setelahnya, meskipun harus membayar biaya yang mereka tahu tak perlu mereka keluarkan. Budaya yang menormalisasikan pungli ini merupakan alasan besar mengapa pakuak palak masih saja bermunculan di setiap sudut destinasi wisata Padang.</p>



<p>Dibalik <em>pakuak palak</em> yang sudah lama menjadi masalah, bukan berarti tak ada harapan untuk memperbaiki budaya buruk dan menghilangkan praktik tersebut. Di Padang, pemerintah kota bersama aparat hukum kini mulai bergerak dari penertiban parkir liar, pembentukan satgas pungli, hingga penyediaan nomor pengaduan untuk masyarakat. Tapi perubahan tentu saja membutuhkan dukungan dari segala sisi. Partisipasi warga lokal juga pengunjung diperlukan untuk berani menolak dan melapor. Karena perlu diketahui, pada jaman digital ini, pemerintah kota Padang telah menyediakan layanan lapor pungli. </p>



<p>Seperti yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Yudi Indra Syani “Sebagai langkah pencegahan lebih lanjut, Pemko juga menyediakan saluran pengaduan bagi wisatawan. Nantinya dapat melaporkan praktik pungli atau keluhan melalui hotline yang telah disediakan, yaitu 0851-7406-2266,”. Kamu bisa menghubungi nomor Dinas Pariwisata Padang ini yang dapat ditemukan di Google. Edukasi juga penting, terutama bagi para generasi muda, agar budaya memalak ini tidak terus-menerus diwarisi. Dengan pergerakan dari semua pihak, harapan perubahan tentu akan lebih besar dan bukan sesuatu hal yang mustahil terjadi.</p>



<p>Padang punya segalanya untuk jadi destinasi wisata kelas dunia. Padang punya pantai indah, kuliner lezat, budaya yang kaya. Tapi, semua itu bisa rusak hanya karena segelintir oknum yang mengutamakan keuntungan lewat <em>pakuak palak</em>. Kali ini, kita perlu sadari untuk menjaga citra indah kota Padang. Dengan keberanian, kesadaran, dan kerja sama, kota ini bisa jadi tempat yang bukan hanya indah dilihat, tapi juga nyaman dikunjungi. Karena Padang, sejatinya, berhak untuk dikenal lebih baik. (*)</p>



<p><em>Nabil Makarim, mahasiswa Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang, alumni Student Literacy Camp (SLC) 2025</em></p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pakuak-palak-momok-destinasi-wisata/">Pakuak Palak: Momok Destinasi Wisata</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225343</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemandu Wisata di Agam Harus Miliki Sertifikat</title>
		<link>https://langgam.id/pemandu-wisata-di-agam-harus-miliki-sertifikat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Oct 2020 08:24:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[destinasi sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=67948</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Pemerintah Kabupaten Agam melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Agam, mengupayakan seluruh pemandu wisata memiliki sertifikat. Menurut Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Agam, Syatria, semua itu agar wisatawan yang berkunjung ke Agam merasa aman dan nyaman. “Dalam menggeliatkan sektor pariwisata, kami telah menggelar pelatihan pengelolaan destinasi wisata, pelatihan pengelolaan homestay atau penginapan bagi wisatawan dan pelatihan lainnya,” ujarnya, kemarin, sebagaimana dicuplik dari AMCNews.co.id. Hari ini, pihaknya sedang melaksanakan pelatihan pemandu wisata paralayang, dan direncanakan dalam waktu dekat, pihaknya juga akan melaksanakan pelatihan untuk pemandu wisata kuliner. “Kita menginginkan pemandu wisata ini berasal dari warga lokal dan dapat menguasai secara</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pemandu-wisata-di-agam-harus-miliki-sertifikat/">Pemandu Wisata di Agam Harus Miliki Sertifikat</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Pemerintah Kabupaten Agam melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Agam, mengupayakan seluruh pemandu wisata memiliki sertifikat.</p>
<p>Menurut Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Agam, Syatria, semua itu agar wisatawan yang berkunjung ke Agam merasa aman dan nyaman.</p>
<p>“Dalam menggeliatkan sektor pariwisata, kami telah menggelar pelatihan pengelolaan destinasi wisata, pelatihan pengelolaan <em>homestay </em>atau penginapan bagi wisatawan dan pelatihan lainnya,” ujarnya, kemarin, sebagaimana dicuplik dari <em><a href="https://amcnews.co.id/2020/10/06/pemandu-wisata-di-agam-harus-miliki-sertifikat/">AMCNews.co.id</a>.</em></p>
<p>Hari ini, pihaknya sedang melaksanakan pelatihan pemandu wisata paralayang, dan direncanakan dalam waktu dekat, pihaknya juga akan melaksanakan pelatihan untuk pemandu wisata kuliner.</p>
<p>“Kita menginginkan pemandu wisata ini berasal dari warga lokal dan dapat menguasai secara keseluruhan wisata yang ada di daerahnya masing- masing,” harapnya.</p>
<p>Dalam setiap pelatihan, Syatria mengaku bekerja sama dengan pihak ketiga yang benar-benar memang memiliki keahlian dan sertifikat di bidangnya.</p>
<p>“Peserta yang telah selesai mengikuti pelatihan mendapatkan ilmu dan keahlian serta sertifikat,” pungkasnya. <strong>(Osh)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pemandu-wisata-di-agam-harus-miliki-sertifikat/">Pemandu Wisata di Agam Harus Miliki Sertifikat</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">67948</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Paralayang dan Panorama Singkarak di Pumma, Destinasi yang Makin Diminati</title>
		<link>https://langgam.id/paralayang-dan-panorama-singkarak-di-pumma-destinasi-yang-makin-diminati/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Jan 2020 05:23:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[destinasi sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Destinasi Wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=22950</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Pumma alias Puncak Macau Malalo di Kabupaten Tanah Datar makin menarik perhatian publik akhir-akhir ini. Selain bisa menikmati panorama Danau Singkarak, puncak ini cocok untuk olah raga paralayang. Puncak ini terletak di Nagari Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan. Tepat di atas puncak, terdapat pohon yang dinamakan Kayu Macau. Rilis Humas Pemkab Tanah Datar pada Selasa (7/1/2020) menyebut, konon dari sanalah cikal bakal nama Puncak Macau Malalo itu berasal. Puncak Macau berjarak sekitar 1 km dari jalan utama Malalo menuju Solok. Keindahan alam yang masih asri, menjadi daya tarik utama destinasi ini. Di kawasan ini pula kegiatan paralayang dalam rangkaian</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/paralayang-dan-panorama-singkarak-di-pumma-destinasi-yang-makin-diminati/">Paralayang dan Panorama Singkarak di Pumma, Destinasi yang Makin Diminati</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://langgam.id/"><strong>Langgam.id</strong></a> &#8211; Pumma alias Puncak Macau Malalo di<span style="color: #000000;"> <a style="color: #000000;" href="https://www.tanahdatar.go.id/">Kabupaten Tanah Datar</a> </span>makin menarik perhatian publik akhir-akhir ini. Selain bisa menikmati panorama Danau Singkarak, puncak ini cocok untuk olah raga paralayang.</p>
<p>Puncak ini terletak di Nagari Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan. Tepat di atas puncak, terdapat pohon yang dinamakan Kayu Macau. Rilis Humas Pemkab Tanah Datar pada Selasa (7/1/2020) menyebut, konon dari sanalah cikal bakal nama Puncak Macau Malalo itu berasal.</p>
<p>Puncak Macau berjarak sekitar 1 km dari jalan utama Malalo menuju Solok. Keindahan alam yang masih asri, menjadi daya tarik utama destinasi ini.</p>
<p>Di kawasan ini pula kegiatan paralayang dalam rangkaian Pesona Malalo digelar. Selain paralayang, juga ada Pumma Trail Adventure yang dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Tanah Datar Zuldafri Darma pada Minggu (5/1/2020) lalu.</p>
<p>Bagi yang suka berparalayang, angin yang stabil membuat puncak ini cocok menjadi tempat start olah raga udara itu. Beberapa waktu terakhir, banyak pegiat paralayang yang datang untuk latihan.</p>
<p>Bagi yang tak suka paralayang, menyaksikan panorama Danau Singkarak dari ketinggian, sudah lebih dari cukup.</p>
<p>&#8220;Menakjubkan bisa melihat Danau Singkarak secara keseluruhan. Keberadaan destinasi ini perlu dinformasikan ke masyarakat baik daerah, nasional maupun internasional. Kita berharapkunjungan wisatawan berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar,” ujar Zuldafri Darma.</p>
<p>Untuk itu, ia berharap masyarakat setempat dapat menjaga budaya, lingkungan dan kenyamanan. Sehingga, suasana yang menakjubkan itu bisa dinikmati dalam waktu panjang.</p>
<p>Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Parpora) Tanah Datar Abdul Hakim mengatakan bahwa ke depan Puncak Macau Malalo masuk kedalam daftar tujuan paket tur wisata untuk menarik lebih banyak lagi kunjungan wisata ke Tanah Datar.</p>
<blockquote>
<h5><span style="font-size: 12pt;"><strong>“Destinasi ini memang terbilang baru. Dengan memasukannya ke dalam paket tur wisata, kita optimistis kunjungan ke wisata ke Tanah Datar dapat meningkat. Untuk menumbuhkan ekonomi masyarakat, kita akan sosialisasikan kepada masyarakat untuk menyediakan <em>home stay</em> di sekitar objek wisata ini,” katanya.</strong></span></h5>
</blockquote>
<p>Camat Batipuh Selatan Heru Rachman mengatakan beberapa destinasi wisata di Batipuh Selatan akan dikoneksikan. Sehingga para wisatawan dapat berlama-lama dan bermalam di daerah itu.</p>
<p>“Banyak potensi wisata di Batipuh Selatan. Nanti semua itu dirangkum menjadi satu perjalanan menarik. Wisatawan cukup naik boat di Tanjung Mutiara bisa berkunjung ke Galundi Singkarak, Wisata Sumpur, Raflesia Padang Laweh hingga ke Puncak Macau Malalo. Bagi yang ingin menginap, Batipuh Selatan mempunyai satu Hotel dipinggir Danau Singkarak,” tuturnya.</p>
<p>Berbekal pengalaman menghidupkan kembali destinasi wisata Rumah Pohon Tabek Patah di Kecamatan Salimpaung, ia optimistis dapat memajukan potensi wisata ini.</p>
<p>“Di nagari, kita arahkan dalam perencanaan dana APB Nagari 2020. Kita fokus untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat ke arah pengembangan pariwisata. Contohnya seperti pembangunan fisik objek dan pelatihan serta sosialisasi pelaku wisata dan masyarakat agar ramah dan baik dalam melayani tamu,” ujarnya. (*/SS)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/paralayang-dan-panorama-singkarak-di-pumma-destinasi-yang-makin-diminati/">Paralayang dan Panorama Singkarak di Pumma, Destinasi yang Makin Diminati</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">22950</post-id>	</item>
		<item>
		<title>2 Hari Lebaran, 10 Destinasi Wisata Kabupaten Solok Dikunjungi 44 Ribu Orang</title>
		<link>https://langgam.id/2-hari-lebaran-10-destinasi-wisata-kabupaten-solok-dikunjungi-44-ribu-orang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Jun 2019 17:43:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[destinasi sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Destinasi Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Solok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=8130</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Objek wisata merupakan tempat yang dicari-cari pemudik saat pulang dari tanah rantau, terutama saat musim Lebaran. Menyadari hal itu, Pemerintah Kabupaten Solok jauh-jauh hari juga telah menyiapkan sejumlah destinasi wisata untuk menyambut ramainya pemudik dan wisatawan. Musim Lebaran 2019 ini, setidaknya ada 10 destinasi unggulan yang siap disuguhkan Pemkab Solok untuk pengunjung. Destinasi tersebut tersebar di bagian Selatan, Tengah dan Utara Kabupaten Solok. “Ya, ada 10 destinasi unggulan kita yang sudah dipersiapkan untuk pengunjung,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Solok Nasripul Romika, Jumat (7/6/2019). Di bagian Utara Kabupaten Solok, ada Pesanggrahan Danau Singkarak, Bukik Chinangkiek, Puncak</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/2-hari-lebaran-10-destinasi-wisata-kabupaten-solok-dikunjungi-44-ribu-orang/">2 Hari Lebaran, 10 Destinasi Wisata Kabupaten Solok Dikunjungi 44 Ribu Orang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Objek wisata merupakan tempat yang dicari-cari pemudik saat pulang dari tanah rantau, terutama saat musim Lebaran. Menyadari hal itu, Pemerintah Kabupaten Solok jauh-jauh hari juga telah menyiapkan sejumlah destinasi wisata untuk menyambut ramainya pemudik dan wisatawan.</p>
<p>Musim Lebaran 2019 ini, setidaknya ada 10 destinasi unggulan yang siap disuguhkan Pemkab Solok untuk pengunjung. Destinasi tersebut tersebar di bagian Selatan, Tengah dan Utara Kabupaten Solok.</p>
<p>“Ya, ada 10 destinasi unggulan kita yang sudah dipersiapkan untuk pengunjung,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Solok Nasripul Romika, Jumat (7/6/2019).</p>
<p>Di bagian Utara Kabupaten Solok, ada Pesanggrahan Danau Singkarak, Bukik Chinangkiek, Puncak Gobah Aripan, dan Janjang Saribu di Nagari Sulit Air. Sedangkan di bagian Selatannya, terdapat Alahan Panjang Resort, Panorama Danau Kembar dan Desa Wisata Tabek.</p>
<p>“Di bagian tengah juga banyak. Ada Tugu Ayam Arosuka, Kampung Budaya Jawi-jawi, juga Taman Sains Pertanian Sukarami bekerjasama dengan BPTP Sumbar,” katanya.</p>
<p>Paling tidak, lanjut Nasripul, selama dua hari usai Idul Fitri 1440 Hijriah ini, seluruh destinasi wisata di Kabupaten Solok telah dikunjungi sekitar 44 ribuan pengunjung.</p>
<p>“Di Singkarak rata-rata sekitar 6-7 ribuan sehari. Begitu juga di Alahan Panjang Resort. Mudah-mudahan lebih meningkat lagi jelang berakhirnya masa libur Lebaran,” harapnya. <strong>(*/RC)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/2-hari-lebaran-10-destinasi-wisata-kabupaten-solok-dikunjungi-44-ribu-orang/">2 Hari Lebaran, 10 Destinasi Wisata Kabupaten Solok Dikunjungi 44 Ribu Orang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">8130</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bagurau Menuju Agro Wisata Nagari Kotobaru Solok, Perantau Ikut Sekaki</title>
		<link>https://langgam.id/bagurau-menuju-agro-wisata-nagari-kotobaru-solok-perantau-ikut-sekaki/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Jun 2019 16:26:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[destinasi sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Destinasi Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Solok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=8127</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id – Selain pulang basamo, momentum Lebaran 1440 Hijriah dimafaatkan warga dan Persatuan Warga Kotobaru (Perwako), Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok untuk menanam pohon buah produktif. Sedikitnya, 1.500  batang ragam buah-buahan ditanam di kawasan wisata Basianyuk Banda Guak Rantau (Bagurau) yang berada di Jorong Simpang Sawah Baliak. Penanaman bibit buah durian, mangga, manggis, pisang unggul dan sebagainya itu menandai pengembangan kawasan Bagurau dijadikan agro wisata Nagari Kotobaru. “Penanaman pohon ini masuk agenda pulang basamo Perwako,” kata Ketua Ikatan Pemuda Kotobaru Solok (Ipekos) Yutiswandi Malin Marajo, Jumat (7/6/2019). Wandi mengatakan, penanaman pohon ini dilangsungkan hari Kamis (6/6/2019). Diawali dengan jalan santai ratusan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bagurau-menuju-agro-wisata-nagari-kotobaru-solok-perantau-ikut-sekaki/">Bagurau Menuju Agro Wisata Nagari Kotobaru Solok, Perantau Ikut Sekaki</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id – </strong>Selain pulang basamo, momentum Lebaran 1440 Hijriah dimafaatkan warga dan Persatuan Warga Kotobaru (Perwako), Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok untuk menanam pohon buah produktif. Sedikitnya, 1.500  batang ragam buah-buahan ditanam di kawasan wisata Basianyuk Banda Guak Rantau (Bagurau) yang berada di Jorong Simpang Sawah Baliak.</p>
<p>Penanaman bibit buah durian, mangga, manggis, pisang unggul dan sebagainya itu menandai pengembangan kawasan Bagurau dijadikan agro wisata Nagari Kotobaru. “Penanaman pohon ini masuk agenda pulang basamo Perwako,” kata Ketua Ikatan Pemuda Kotobaru Solok (Ipekos) Yutiswandi Malin Marajo, Jumat (7/6/2019).</p>
<p>Wandi mengatakan, penanaman pohon ini dilangsungkan hari Kamis (6/6/2019). Diawali dengan jalan santai ratusan warga dan perantau, lalu bersama-sama menuju kawasan Bagurau. “Sepanjang jalan menuju lokasi penanaman buah ini juga ditanami pohon pelindung,” bebernya.</p>
<p>Wali Nagari Kotobaru Afrizal Khaidir Malin Batuah mengatakan, kawasan Bagurau sebelumnya hanya bagian hulu jaringan irigasi yang mengairi ribuan hektar sawah masyarakat. Namun, berkat kebersamaan dan melibatkan pemuda hingga masyarakat,jadilah kawasan wisata Nagari ini.</p>
<p>“Setelah dibenahi, lokasi ini ternyata mampu menarik animo masyarakat,&#8221; kata Wali Nagari.</p>
<p>Secara berangsur, lanjut Afrizal, geliat Bagurau mampu menggenjot ekonomi masyarakat di kawasan Bagurau. Terutama dalam hal perdagangan dan jasa.</p>
<p>Sementara itu, penasehat Perwako Irsal Las Dt Pintu Basa mengatakan, pengembangan lokasi Bagurau sebagai lokasi wisata agro berawal dari kunjungannya bersama sejumlah perantau dan tokoh masyarakat setempat pada 14 Februari 2019 lalu. Pihaknya memandang lokasi ini cocok ditanami dengan berbagai bibit buah-buahan unggul sebagai penunjang pengembangan lokasi wisata air yang mulai dikembangkan.</p>
<p>Sebagai salah seorang peneliti senior di IPB Bogor, Irsal Las lantas berkomunikasi dengan pihak Balitbu Tropika Aripan Solok yang akhirnya berbuah manis. &#8220;Alhamdulillah, gayung bersambut. Balitbu Tropika membantu kami menyediakan bibit buah sebanyak 1.500 batang untuk ditanam di lokasi ini,&#8221; terangnya. <strong>(*/RC)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bagurau-menuju-agro-wisata-nagari-kotobaru-solok-perantau-ikut-sekaki/">Bagurau Menuju Agro Wisata Nagari Kotobaru Solok, Perantau Ikut Sekaki</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">8127</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Agen Travel dari Amerika Kagumi Istano Basa Pagaruyung</title>
		<link>https://langgam.id/agen-travel-dari-amerika-kagumi-istano-basa-pagaruyung/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin Palanta]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 May 2019 08:13:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[amerika]]></category>
		<category><![CDATA[destinasi sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[istano basa pagaruyung]]></category>
		<category><![CDATA[Minangkabau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=6587</guid>

					<description><![CDATA[<p>PalantaLanggam &#8211; Istano Basa Pagaruyung merupakan salah satu dari lebih kurang 150 destinasi wisata di Tanah Datar. Bangunan yang menjadi lambang kebesaran adat dan budaya Minangkabau ini memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Menurut Jesse Guara, wakil dari American Society Of Travel Agents (ASTA) dari Chicago, Amerika Serikat yang Senin lalu mengunjungi Istano Basa Pagaruyung bersama rombongan Familiarization Trip (Fam Trip) mengaku terkesima dengan suasana budaya Minangkabau yang masih sangat kental dan sarat akan makna. &#8220;Saya kaget dengan apa yang kami lihat hari ini. Kami tidak menyangka kedatangan kami disambut baik oleh pemerintah setempat. Apa yang kami</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/agen-travel-dari-amerika-kagumi-istano-basa-pagaruyung/">Agen Travel dari Amerika Kagumi Istano Basa Pagaruyung</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PalantaLanggam &#8211; </strong>Istano Basa Pagaruyung merupakan salah satu dari lebih kurang 150 destinasi wisata di Tanah Datar. Bangunan yang menjadi lambang kebesaran adat dan budaya Minangkabau ini memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.</p>
<p>Menurut Jesse Guara, wakil dari American Society Of Travel Agents (ASTA) dari Chicago, Amerika Serikat yang Senin lalu mengunjungi Istano Basa Pagaruyung bersama rombongan Familiarization Trip (Fam Trip) mengaku terkesima dengan suasana budaya Minangkabau yang masih sangat kental dan sarat akan makna.</p>
<p>&#8220;Saya kaget dengan apa yang kami lihat hari ini. Kami tidak menyangka kedatangan kami disambut baik oleh pemerintah setempat. Apa yang kami temui disini, ceritanya akan kami bawa ke Amerika Serikat untuk membawa kunjungan yang lebih besar lagi ke sini,&#8221; ungkap Jesse Guara, sebagaimana dicuplik dari laman <em>tanahdatar.go.id,</em></p>
<p>Kepada mereka, Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi menjelaskan sejarah singkat Istano Baso Pagaruyung sebagai pusek jalo pumpunan ikan, pusat adat dan budaya Minangkabau di Sumatera Barat serta memperkenalkan Desa Terindah di Dunia, Pariangan versi majalah travel Budget kepada rombongan Fam Trip asal Chicago AS.</p>
<p>&#8220;Selamat datang di Tanah Datar, yang memiliki lebih kurang 150 destinasi wisata, tersebar di 14 kecamatan,  Istano Basa Pagaruyung salah satunya. Nikmatilah suasana adat budaya Minangkabau di Istano Basa Pagaruyung ini, jika pelayanan kami kurang menyenangkan beritahu kami segera, jika pelayanan kami memuaskan beritahu sanak famili anda untuk berkunjung ke Tanah Datar,&#8221; ujar Irdinansyah.</p>
<p>Sementara itu, Dini S. M. Arief dari Sub Direktorat II Hubungan Ekonomi dan Pembangunan Republik Indonesia (RI)-Amerika Serikat (AS) dari Kementrian Luar Negeri RI mengatakan rombongan tersebut bagian ASTA yang bisa  memberikan masukan dan penilaian destinasi wisata, dari hasil itu bisa menjadi referensi bagi pelaku usaha maupun wisatawan Mancanegara itu sendiri.</p>
<p>&#8220;Kami memilih secara selektif delegasi yang hadir pada saat ini, sebagai bagian dari kegiatan Fam Trip dari Chicago, AS, bertujuan untuk mengenalkan potensi wilayah, nantinya dapat dipublikasikan di AS dengan harapan, menarik wisatawan AS yang lebih banyak lagi. Saat ini 10 persen wisatawan AS yang keluar itu ke Asia, di tahun 2017 baru 344 ribu wisatawan asing, sementara tahun ini target pemerintah itu sekitar 20 juta wisatawan, dengan melakukan kegiatan ini, kita optimis dapat mencapai target tersebut,&#8221; bebernya.</p>
<p>Selama berada di Istano Basa Pagaruyung  rombongan tersebut menikmati seluruh agenda yang ada, memakai Baju Kuruang, Makan Bajamba dan lainnya. Di akhir pertemuan Irdinansyah Tarmizi memberikan cindera mata berupa senjata khas Minangkabau yaitu Kurambiak yang disebut-sebut sebagai salah satu senjata mematikan, berbentuk lengkung dengan gangang yang berlubang.</p>
<p>Turut hadir pada saat itu Asisten Ekobang Edi Susanto, Kepala Dinas Parpora Abdul Hakim, Kepala Dinas PUPR Tanah Datar Nofi Hendri, Kepala Dinas Koperindag Marwan, Kepala Dinas Pangan dan Perikanan Daryanto Sabir, Kepala Dinas PMDPPKB Nofenril, Kepala Kesbangpol Irwan, Kabid Pariwisata Yendra Aprillia, Kabag Humas dan Protokol Syahril dan Plt. Kabag Umum Iskandar Sagita.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/agen-travel-dari-amerika-kagumi-istano-basa-pagaruyung/">Agen Travel dari Amerika Kagumi Istano Basa Pagaruyung</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">6587</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 29/32 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-06-07 02:21:34 by W3 Total Cache
-->