<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Desa Wisata Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/desa-wisata/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/desa-wisata/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Tue, 11 Nov 2025 11:18:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Desa Wisata Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/desa-wisata/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Masuk 30 Besar Desa Wisata WIA 2025, Tim Juri Sambangi Nagari Koto Gadang</title>
		<link>https://langgam.id/masuk-30-besar-desa-wisata-wia-2025-tim-juri-sambangi-nagari-koto-gadang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Nov 2025 09:53:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Agam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=238129</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Nagari Koto Gadang, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, masuk 30 besar desa wisata di ajang Wonderful Indonesia Award (WIA) 2025 pada sub bidang destinasi. Atas keberhasilan tersebut, tim juri dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI melakukan visitasi lapangan ke Nagari Koto Gadang pada Senin (10/11/2025). Kunjungan tim juri dari Kemenparekraf RI adalah bagian dari tahapan penilaian WIA 2025 pada sub bidang destinasi. Ni Wayan Giri Adnyani yang merupakan perwakilan tim juri Kemenparekraf RI mengungkapkan bahwa tujuan kehadiran tim adalah untuk melakukan verifikasi dan penilaian langsung di lapangan. Sebelumnya terang Ni Wayan Giri Adnyani, pihaknya telah menerima</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/masuk-30-besar-desa-wisata-wia-2025-tim-juri-sambangi-nagari-koto-gadang/">Masuk 30 Besar Desa Wisata WIA 2025, Tim Juri Sambangi Nagari Koto Gadang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Nagari Koto Gadang, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, masuk 30 besar desa wisata di ajang Wonderful Indonesia Award (WIA) 2025 pada sub bidang destinasi.</p>



<p>Atas keberhasilan tersebut, tim juri dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI melakukan visitasi lapangan ke Nagari Koto Gadang pada Senin (10/11/2025).</p>



<p>Kunjungan tim juri dari Kemenparekraf RI adalah bagian dari tahapan penilaian WIA 2025 pada sub bidang destinasi.</p>



<p>Ni Wayan Giri Adnyani yang merupakan perwakilan tim juri Kemenparekraf RI mengungkapkan bahwa tujuan kehadiran tim adalah untuk melakukan verifikasi dan penilaian langsung di lapangan.</p>



<p>Sebelumnya terang Ni Wayan Giri Adnyani, pihaknya telah menerima dan menelaah dokumen yang dikirimkan desa wisata peserta.</p>



<p>“Dari dokumen yang kami terima, tim juri menganalisis dan menilai bahwa Koto Gadang layak masuk 30 besar desa wisata di ajang WIA 2025 untuk sub bidang destinasi,” ucapnya dilansir dari amcnews.co.id, Selasa (11/11/2025).</p>



<p>Ia menambahkan bahwa komposisi peraih 30 besar WIA bidang destinasi tahun ini terbagi empat kategori. Yaitu, 15 desa wisata terbaik, enam pokdarwis terbaik, enam daya tarik wisata terbaik dan tiga toilet bersih terbaik.</p>



<p>&#8220;Tahun 2025, peserta yang mendaftar untuk WIA sub bidang destinasi mencapai 1.118 peserta. Dari jumlah itu, Koto Gadang berhasil menembus 30 besar,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Rinciannya, kategori desa wisata diikuti 601 peserta, daya tarik wisata yang dikelola swasta 261 peserta, pokdarwis 177 peserta, dan toilet bersih 79 peserta.</p>



<p>Ia pun mengapresiasi pokdarwis, pemerintah desa, kecamatan dan kabupaten, serta seluruh pemangku kepentingan atas komitmen, kerja keras dan kolaborasi yang luar biasa.</p>



<p>Ni Wayan Giri Adnyani mengatakan, kategori desa wisata diberikan kepada desa yang berhasil mengembangkan potensi lokalnya secara berkelanjutan.</p>



<p>Melalui ajang ini, diharapkannya desa wisata mampu meningkatkan daya saing dengan menonjolkan keunikan sejarah, potensi sumber daya manusia, alam, budaya hingga kehidupan masyarakat dan kulinernya.</p>



<p>“Aspek keberlanjutan juga menjadi perhatian penting. Ini bagaimana supaya kondisi yang sudah baik bisa menjadi lebih baik lagi, agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap tata kelola, sosial ekonomi, budaya dan lingkungan,” tuturnya.</p>



<p>Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal mengaku bangga atas terpilihnya Koto Gadang sebagai salah satu dari 30 besar desa wisata terbaik di Indonesia.</p>



<p>“Koto Gadang memiliki sejarah panjang, budaya kuat dan masyarakat yang kreatif. Kami bangga desa ini bisa membawa nama Kabupaten Agam di tingkat nasional,” sebutnya.</p>



<p>Iqbal mengharapkan kehadiran tim juri dari Kemenparekraf menjadi motivasi bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus mengembangkan potensi lokal.</p>



<p>“Kunjungan ini bukan sekadar penilaian, tetapi momentum untuk memperkuat komitmen bersama. Pemerintah daerah akan terus mendukung pengembangan desa wisata sesuai kearifan lokal, agar semakin berdaya saing dan berkelanjutan,” harapnya. <strong>(*/y)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/masuk-30-besar-desa-wisata-wia-2025-tim-juri-sambangi-nagari-koto-gadang/">Masuk 30 Besar Desa Wisata WIA 2025, Tim Juri Sambangi Nagari Koto Gadang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">238129</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Revitalisasi Talago Kanang: Dari Kawasan Terbengkalai Menuju Destinasi Wisata Unggulan</title>
		<link>https://langgam.id/revitalisasi-talago-kanang-dari-kawasan-terbengkalai-menuju-destinasi-wisata-unggulan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Feb 2025 09:26:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=220807</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Talago Kanang, lazim disebut Talago Koto Baru, sebuah kawasan bersejarah yang dulunya menjadi sumber air utama bagi masyarakat Pandai Sikek, Koto Baru, dan Batu Palano, kini hama enceng gondok yang menyelimuti permukaannnya disingkirkan, sebagai upaya revitalisasi menjadi destinasi wisata unggulan. Kegiatan yang berlangsung minggu lalu itu, melibatkan berbagai pihak, termasuk perantau, pemerintah daerah, dan TNI AL melalui Lantamal II Padang. Aspotmar Lantamal II Padang Kolonel Laut (KH) Rapin Atmoko Wibowo menyampaikan, pembersihan enceng gondok di Talago Koto Baru merupakan kegiatan sosial marinir membantu Pemerintah Daerah. &#8220;Kita melihat Talago Koto Baru yang dipenuhi enceng gondok memiliki potensi wisata tersendiri,</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/revitalisasi-talago-kanang-dari-kawasan-terbengkalai-menuju-destinasi-wisata-unggulan/">Revitalisasi Talago Kanang: Dari Kawasan Terbengkalai Menuju Destinasi Wisata Unggulan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Talago Kanang, lazim disebut Talago Koto Baru, sebuah kawasan bersejarah yang dulunya menjadi sumber air utama bagi masyarakat Pandai Sikek, Koto Baru, dan Batu Palano, kini hama enceng gondok yang menyelimuti permukaannnya disingkirkan, sebagai upaya revitalisasi menjadi destinasi wisata unggulan. Kegiatan yang berlangsung minggu lalu itu, melibatkan berbagai pihak, termasuk perantau, pemerintah daerah, dan TNI AL melalui Lantamal II Padang.</p>



<p>Aspotmar Lantamal II Padang Kolonel Laut (KH) Rapin Atmoko Wibowo menyampaikan, pembersihan enceng gondok di Talago Koto Baru merupakan kegiatan sosial marinir membantu Pemerintah Daerah.</p>



<p>&#8220;Kita melihat Talago Koto Baru yang dipenuhi enceng gondok memiliki potensi wisata tersendiri, karena memiliki keindahan dan juga manfaat bagi masyarakat sekitar, dan semoga dengan apa yang kami lakukan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Diungkapkan Rapin, kegiatan pembersihan dilaksanakan sejak tanggal 17 Januari sampai 31 Januari 2025 mendatang, saat ini sudah selesai sekitar 20 persen.</p>



<p>&#8220;Berkat dukungan Pemerintah Daerah Tanah Datar, masyarakat dan pihak lainnya, hari ke enam ini pembersihan sudah mencapai 20 persen, semoga sampai batas waktu semua bisa kita selesaikan,&#8221; tukasnya.</p>



<p>Ia menyoroti kurangnya armada pengangkut sampah yang menyebabkan sampah hanya dibuang di sekitar talago.</p>



<p>“Artinya kebutuhan kita armada darat angkut sampah. Tiga hari ini, hanya ada di dalam Talago; buang sekitar Talago. Jadinya gak efektif. Kalau ada truk, kan buangnya jauh,&#8221; ujar Rapin, Sabtu (1/2/2025).</p>



<p>Dia mengatakan, upaya pembersihan telah dilakukan secara bertahap, namun dengan keterbatasan peralatan, hasilnya masih belum optimal.</p>



<p>“Agenda pembersihan talago ini berlangsung tiga tahap, yakni seminggu-seminggu. Lihat hasilnya hari ini, kurang efektif. Lama pembuangan enceng gondoknya,” tambah Rapin.</p>



<p><strong>Dukungan Perantau dan Rencana Besar Revitalisasi</strong><br>Revitalisasi Talago bukan sekadar proyek pembersihan, tetapi juga bagian dari rencana besar untuk mengembangkannya menjadi destinasi wisata berbasis masyarakat. Perantau asal Pandai Sikek, Laksda TNI (Purn.) Ardius Zainuddin mengatakan, perantau telah lama membahas proyek ini dan bahkan menjalin komunikasi dengan Mabes TNI AL untuk menggerakkan Lantamal II Padang dalam proses revitalisasi.</p>



<p>&#8220;Rencana revitalisasi Talago ini sudah lama dibahas perantau. Kami membahas MoU, kontak Mabes TNI AL, untuk menggerakkan Lantamal II Padang. Tujuannya revitalisasi Talago keseluruhan, yang diharapkan menjadi destinasi wisata,&#8221; jelas Ardius.</p>



<p>Menurutnya, Talago Kanang memiliki daya tarik luar biasa dengan lanskap yang menampilkan Gunung Marapi, Gunung Singgalang, serta budaya songket Pandai Sikek. Setiap tahun, para perantau yang kembali ke kampung halaman merasa sedih melihat kondisi Talago yang semakin terabaikan.</p>



<p>&#8220;Tiap tahun pulang kampung, sedih lihat talago seperti itu,&#8221; katanya.</p>



<p>Talago Kanang, yang dulunya memiliki cakupan dua kabupaten yakni Tanah Datar dengan nagari Koto Baru dan Pandai Sikek, serta Kabupaten Agam dengan Nagari Batu Palano, mengalami perubahan signifikan akibat fluktuasi alam, termasuk gempa besar tahun 1926. Meski begitu, kawasan ini tetap memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata alam.</p>



<p>Harapannya, kata Ardius, dengan pembersihan dan pengelolaan yang lebih baik, talago dapat dikembangkan menjadi objek wisata unggulan di Tanah Datar yang tetap mengedepankan kearifan lokal dan melibatkan masyarakat dalam pengelolaannya.</p>



<p>&#8220;Ke depannya harapan kita, dengan diadakan pembersihan Talago ini, dan respons positif masyarakat termasuk KAN, proyek ini bisa dirintis oleh perantau tiga nagari. Kita harapkan jadi objek wisata unggulan di Tanah Datar dengan konsep pengembangan wisata alam berbasis masyarakat,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Salah satu tantangan besar dalam proyek ini adalah status kepemilikan lahan. Beberapa bagian Talago merupakan tanah PJKA (eks-kereta api), tanah nagari, serta lahan masyarakat yang telah lama ditempati. Relokasi warga menjadi isu sensitif yang harus diselesaikan dengan pendekatan yang bijaksana.</p>



<p>&#8220;Tantangannya merelokasi masyarakat yang terlanjur mendiami kawasan Talago. Ada juga tanah nagari dan tanah masyarakat di pinggir Talago yang berpotensi dikembangkan untuk pembangunan hotel. Tapi harus menonjolkan kearifan lokal, masyarakat dilibatkan. Jangan sampai masyarakat kita tak menikmati,&#8221; tegas Ardius.</p>



<p><strong>Menuju Wisata Alam Berbasis Masyarakat</strong><br>Direktur Patahan Sumatra Institute, Ade Edward, menjelaskan bahwa Talago Koto Baru adalah bagian dari lima jejeran talago yang terbentuk akibat aktivitas tektonik di sepanjang Patahan Sumatra Segmen Sianok.</p>



<p>&#8220;Talago Koto Baru adalah satu dari lima jejeran talago yang merupakan lintasan Patahan Sumatra Segmen Sianok terus ke Danau Singkarak,&#8221; ungkap Ade Edward.</p>



<p>Lima talago yang berada dalam satu garis lurus sepanjang patahan ini terdiri dari Talago Koto Baru<br>Talago Aia Busuak; Talago Kayu Tanduak; Talago Aia Angek; Talago Tabu Baraia.</p>



<p>&#8220;Kelima talago ini menjadi satu kesatuan tektonik dengan Danau Tektonik Singkarak,&#8221; tambah Ade Edward.</p>



<p>Fenomena ini menunjukkan bahwa Talago Kanang tidak hanya memiliki nilai ekologis dan historis, tetapi juga merupakan bagian dari struktur geologi besar yang berkontribusi pada dinamika alam di Sumatra Barat.</p>



<p>Revitalisasi Talago Kanang menjadi momentum penting bagi Tanah Datar untuk mengembangkan wisata berbasis masyarakat yang tidak hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga memperkuat budaya dan ekonomi lokal. Dengan perencanaan matang dan keterlibatan berbagai pihak, Talago bisa bangkit sebagai destinasi unggulan yang mengangkat kekayaan alam dan budaya Minangkabau.</p>



<p>Sebelumnya, Rabu (22/1/2025), Bupati Tanah Datar Eka Putra menyerahkan bantuan logistik dan armada secara simbolis kepada Lantamal II Padang yang melaksanakan pembersihan enceng gondok di Talago Koto Baru Kecamatan X Koto.</p>



<p>&#8220;Terima kasih kepada Lantamal II Padang yang melaksanakan kegiatan untuk membersihkan enceng gondok yang telah menutupi Talago Koto Baru ini, semoga kegiatan ini dinilai ibadah,&#8221; sampai Bupati Eka Putra.</p>



<p>Dikatakan Bupati, bantuan berupa beras, telur, sarden, minyak goreng dan mie instan setidaknya bisa bermanfaat bagi personil dan masyarakat yang bekerja untuk membersihkan enceng gondok tersebut.</p>



<p>&#8220;Selain logistik yang diserahkan hari ini, kita telah membantu menerjunkan alat berat dan truk mengangkut enceng gondok ke lokasi pembuangan sejak awal mulai bekerja 5 hari lalu, dan tentunya kita berharap pembersihan ini selesai sampai akhir waktu yang ditetapkan,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Ditambahkan Eka Putra lagi, dengan bersihnya talago Koto Baru ini tentunya akan memberikan berbagai manfaat kepada masyarakat sekitar, terutama bidang pariwisata.</p>



<p>&#8220;Setelah bersih, tentunya talago ini bisa dimaksimalkan untuk menjadi salah satu wisata air di Tanah Datar, yang mana nanti akan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Terakhir Bupati Eka Putra juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat, Satgas Nagari serta Wali Nagari se Kecamatan X Koto yang telah berperan aktif ikut serta dalam kegiatan pembersihan enceng gondok tersebut. (*/Yh)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/revitalisasi-talago-kanang-dari-kawasan-terbengkalai-menuju-destinasi-wisata-unggulan/">Revitalisasi Talago Kanang: Dari Kawasan Terbengkalai Menuju Destinasi Wisata Unggulan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220807</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Fashion Show Baju Saisuak Meriahkan Desa Wisata Fair 2024</title>
		<link>https://langgam.id/fashion-show-baju-saisuak-meriahkan-desa-wisata-fair-2024/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Oct 2024 00:18:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=214569</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id&#8211; Kelurahan Ekor Lubuk, Kecamatan Padang Panjang Timur mengambil langkah strategis dalam melestarikan warisan budaya dengan menggelar Lomba Fashion Show Baju Saisuak di Desa Wisata Kubu Gadang, Sabtu (26/10/2024). Acara yang merupakan bagian dari rangkaian Desa Wisata Fair 2024 ini menampilkan peragaan busana baju tempo dahulu dengan membuka kesempatan partisipasi orang dewasa dan anak-anak bergaya di catwalk di hadapan para penonton dan dewan juri. Saisuak sendiri memiliki arti sudah lama sekali atau tempo dulu. Masyarakat Kubu Gadang memiliki tradisi unik dengan mengenakan baju nenek atau pakaian yang telah dipakai oleh nenek mereka. Bahkan, pakaian tersebut ada yang berasal sejak tahun</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/fashion-show-baju-saisuak-meriahkan-desa-wisata-fair-2024/">Fashion Show Baju Saisuak Meriahkan Desa Wisata Fair 2024</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id&#8211;</strong> Kelurahan Ekor Lubuk, Kecamatan Padang Panjang Timur mengambil langkah strategis dalam melestarikan warisan budaya dengan menggelar Lomba Fashion Show Baju Saisuak di Desa Wisata Kubu Gadang, Sabtu (26/10/2024).</p>



<p>Acara yang merupakan bagian dari rangkaian Desa Wisata Fair 2024 ini menampilkan peragaan busana baju tempo dahulu dengan membuka kesempatan partisipasi orang dewasa dan anak-anak bergaya di catwalk di hadapan para penonton dan dewan juri.</p>



<p>Saisuak sendiri memiliki arti sudah lama sekali atau tempo dulu. Masyarakat Kubu Gadang memiliki tradisi unik dengan mengenakan baju nenek atau pakaian yang telah dipakai oleh nenek mereka. Bahkan, pakaian tersebut ada yang berasal sejak tahun 1960-an.</p>



<p>Lurah Ekor Lubuk, Akbar Syah, saat membuka kegiatan tersebut mengungkapkan, penyelenggaraan fashion show ini memiliki misi penting dalam upaya pelestarian nilai-nilai budaya Minangkabau serta menjadi pengingat bagaimana perempuan Minang dulu berpakaian di lingkungannya.</p>



<p>&#8220;Kegiatan ini dirancang sebagai media pembelajaran bagi masyarakat, khususnya untuk memahami tata cara berpakaian tradisional masyarakat Minang dalam berbagai konteks kehidupan,&#8221; ungkapnya dikutip dari Kominfo </p>



<p>Akbar meminta agar generasi muda di Padang Panjang dapat memahami keberadaan dan fungsi pakaian saisuak sebagai warisan budaya yang memiliki nilai historis dalam berbagai kegiatan adat.</p>



<p>“Bukan hanya sebagai warisan keluarga, pelestarian baju adat ini menjadi cara cerdas untuk melestarikan nilai-nilai budaya dan tradisi. Kebiasaan berpakaian perempuan minang ini dapat dihidupkan kembali oleh generasi muda,” pintanya.</p>



<p>Akbar berharap kegiatan ini dapat menjadi katalis dalam upaya pelestarian warisan budaya sekaligus memperkuat identitas kultural masyarakat Minangkabau di tengah arus modernisasi.</p>



<p>“Penyelenggaraan fashion show ini menjadi bukti nyata komitmen Kelurahan Ekor Lubuk dalam mempertahankan dan mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi mendatang, sekaligus mempromosikan potensi wisata budaya di sini,” tutupnya.</p>



<p>Adapun juri pada kegiatan yang diikuti sebanyak 40 peserta ini di antaranya Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Ekor Lubuk, Hidayani Asda, Bundo Kanduang Nagari Gunuang, Wira Fatriza serta Putri Hijab Influencer Sumbar 2022, Hamidya Sapta. (*/Fs)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/fashion-show-baju-saisuak-meriahkan-desa-wisata-fair-2024/">Fashion Show Baju Saisuak Meriahkan Desa Wisata Fair 2024</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">214569</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Masuk 50 Besar ADWI 2024, Desa Wisata Pesona Pagadih Agam Bakal Dikunjungi Kemenparekraf</title>
		<link>https://langgam.id/masuk-50-besar-adwi-2024-desa-wisata-pesona-pagadih-agam-bakal-dikunjungi-kemenparekraf/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Jun 2024 03:37:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Agam]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Wisata Pesona Pagadih]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=205234</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Desa Wisata Pesona Pagadih di Kabupaten Agam, merupakan satu dari tiga desa wisata di Sumatra Barat (Sumbar) yang masuk dalam 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024. Desa Wisata Pesona Pagadih yang berada di Nagari Pagadih, Kecamatan Palupuah ini rencananya akan dikunjungi Kemenparekraf pada Juli atau Agustus 2024 mendatang guna melakukan visitasi. Menyambut kunjungan Kemenparekraf tersebut, Pemkab Agam sendiri sudah melakukan berbagai persiapan. “Berbagai persiapan sudah kita lakukan sejak akhir bulan lalu, yang diawali dengan rapat koordinasi bersama pihak terkait,” kata Kabid Pengembangan dan Promosi Pariwisata Disparpora Agam, Adek Ariani dilansir dari amcnews.co.id, Sabtu (8/6/2024). Persiapan lainnya</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/masuk-50-besar-adwi-2024-desa-wisata-pesona-pagadih-agam-bakal-dikunjungi-kemenparekraf/">Masuk 50 Besar ADWI 2024, Desa Wisata Pesona Pagadih Agam Bakal Dikunjungi Kemenparekraf</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Desa Wisata Pesona Pagadih di Kabupaten Agam, merupakan satu dari tiga desa wisata di Sumatra Barat (Sumbar) yang masuk dalam 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024. </p>



<p>Desa Wisata Pesona Pagadih yang berada di Nagari Pagadih, Kecamatan Palupuah ini rencananya akan dikunjungi Kemenparekraf pada Juli atau Agustus 2024 mendatang guna melakukan visitasi.</p>



<p>Menyambut kunjungan Kemenparekraf tersebut, Pemkab Agam sendiri sudah melakukan berbagai persiapan. </p>



<p>“Berbagai persiapan sudah kita lakukan sejak akhir bulan lalu, yang diawali dengan rapat koordinasi bersama pihak terkait,” kata Kabid Pengembangan dan Promosi Pariwisata Disparpora Agam, Adek Ariani dilansir dari amcnews.co.id, Sabtu (8/6/2024).</p>



<p>Persiapan lainnya terang Adek, yaitu melakukan peninjauan ke lapangan untuk melihat apa saja yang perlu dipersiapkan. Serta melengkapi kebutuhan penunjang guna menyukseskan visitasi tersebut.</p>



<p>“Dalam visitasi tim Kemenparekraf RI akan mengecek sekretariat Pokdarwis, serta destinasi wisata yang ada di Pagadih,” bebernya.</p>



<p>Tidak hanya itu, ungkap Adek, pengecekan juga dilakukan terhadap lokasi produksi produk ekraf dan UKM, homestay, kebersihan sarana umum serta presentasi ketua Pokdarwis dan wali nagari.</p>



<p>Adek mengatakan, visitasi ini bertujuan untuk mencari pemenang desa wisata setiap kategori. Diharapkannya nanti Nagari Pagadih menjadi desa wisata terbaik tahun ini.</p>



<p>“Ada 5 kategori di ajang ADWI ini seperti, daya tarik wisata, amenitas, digital, kelembagaan dan SDM, serta resiliensi. Masing-masing nanti dipilih 10 pemenang, juara I hingga harapan 5,” ujarnya. <strong>(*/yki)</strong></p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/masuk-50-besar-adwi-2024-desa-wisata-pesona-pagadih-agam-bakal-dikunjungi-kemenparekraf/">Masuk 50 Besar ADWI 2024, Desa Wisata Pesona Pagadih Agam Bakal Dikunjungi Kemenparekraf</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">205234</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tembus 50 Besar ADWI 2024, Ini Profil Desa Wisata Danau Diateh Alahan Panjang</title>
		<link>https://langgam.id/tembus-50-besar-adwi-2024-ini-profil-desa-wisata-danau-diateh-alahan-panjang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 May 2024 10:16:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[ADWI 2024]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=204663</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Desa Wisata Danau Diateh Alahan Panjang yang berada di Kabupaten Solok, Sumatra Barat, berhasil masuk dalam 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024. Desa Wisata Danau Diateh Alahan Panjang ini lolos ke 50 besar ADWI 2024 bersama dua desa wisata lainnya di Sumbar. Yaitu, Desa Wisata Ekowisata Berbasis PRB Nagari Amping Parak di Pesisir Selatan dan Desa Wisata Pesona Pagadih di Agam. Profil Desa Wisata Danau Diateh Alahan Panjang Dilansir dari situs jadesta.kemenparekraf.go.id, Desa Wisata Danau Diateh berada di kawasan Nagari Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok. Nagari Alahan Panjang sendiri merupakan sebuah nagari yang memiliki</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tembus-50-besar-adwi-2024-ini-profil-desa-wisata-danau-diateh-alahan-panjang/">Tembus 50 Besar ADWI 2024, Ini Profil Desa Wisata Danau Diateh Alahan Panjang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Desa Wisata Danau Diateh Alahan Panjang yang berada di Kabupaten Solok, Sumatra Barat, berhasil masuk dalam 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024.</p>



<p>Desa Wisata Danau Diateh Alahan Panjang ini lolos ke 50 besar ADWI 2024 bersama dua desa wisata lainnya di Sumbar.</p>



<p>Yaitu, Desa Wisata Ekowisata Berbasis PRB Nagari Amping Parak di Pesisir Selatan dan Desa Wisata Pesona Pagadih di Agam.</p>



<p><strong>Profil Desa Wisata Danau Diateh Alahan Panjang</strong></p>



<p>Dilansir dari situs jadesta.kemenparekraf.go.id, Desa Wisata Danau Diateh berada di kawasan Nagari Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok. Nagari Alahan Panjang sendiri merupakan sebuah nagari yang memiliki penduduk sebanyak 20,628 jiwa, dengan jumlah KK 6,101 (sumber: Disdukcapil kab. Solok Tahun 2022). </p>



<p>Alahan Panjang berada dilalui jalan lintas nasional yang menghubungkan Sumatra Barat dan Jambi serta yang menghubungkan Kabupaten Solok dengan Kabupaten Solok Selatan. </p>



<p>Selain itu, Desa Wisata Danau Diateh Alahan Panjang  juga akan dihubungkan dengan jalan Bayang (Pesisir Selatan) &#8211; Alahan Panjang yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan. </p>



<p>Kualitas jalan yang menjadi penghubung ke Desa Wisata ini cukup baik. Jarak dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) + 2,5 jam perjalanan. Jarak dari Kota Padang + 2 jam perjalanan dan dari Kota Solok + 1,5 jam perjalanan.</p>



<p>Daya tarik wisata utama di Nagari Alahan Panjang adalah kawasan Danau Diateh. Danau ini berdasarkan kepercayaan masyarakat setempat merupakan kembaran Danau Di Bawah yang berlokasi tidak jauh dari Nagari Alahan Panjang. </p>



<p>Namun dibanding kembarannya itu, Danau diateh lebih diuntungkan dari segi akessibilitas karena berada di pinggir jalan nasional. Danau Diateh sangat populer di Sumatra Barat. </p>



<p>Buktinya angka kunjungan yang tercatat ke kawasan ini hingga 50.000 orang pertahun. Jumlah ini terus meningkat setiap tahunnya. Daya tarik alami ini hingga kini masih tergolong sebagai danau yang lestari yang tampak pada kualitas air danau yang masih jernih dan kawasan pinggir danau yang masih hijau. </p>



<p>Selain itu secara jelas dapat dilihat bahwa kawasan sekitar danau memiliki kontur alam yang terdiri dari kawasan perbukitan (bukit barisan), rawa dan dataran rendah.</p>



<p>Luas Danau Diateh 12,3 km dan berada pada ketinggian 1.500 meter dari permukaan laut (mdpl). Dengan ketinggian seperti ini, kawasan Alahan Panjang, terutama di pinggir Danau Diateh memiliki suhu yang sangat dingin, rata-rata di 18 derajat celcius setiap harinya. Danau Diateh sendiri adalah hulu dari Sungai Batanghari yang mengalir hingga ke Provinsi Jambi.</p>



<p>Hamparan alam pinggir Danau Diateh masih sangat hijau berkat lahan pertanian yang masih dipertahankan hingga kini. Hampir 80 persen  kawasan Nagari Alahan Panjang, dimanfaatkan sebagai lahan pertanian yang dikelola oleh masyarakat setempat. </p>



<p>Di antara produk pertanian yang secara rutin dihasilkan adalah tanaman Holtikultura berupa sayur mayur. Alahan Panjang merupakan penghasil tanaman holtikultura terbesar di Sumatra Barat dan Sumatra. </p>



<p>Salah satu komoditas utama di Alahan Panjang adalah bawang merah. Alahan Panjang adalah penghasil bawang  merah terbesar kedua setelah Brebes di Jawa Tengah. Selain itu Alahan Panjang juga merupakan penghasil tanaman buah khas negeri dingin seperti terong pirus atau dikenal juga dengan terong belanda serta buah markisa.</p>



<p>Di samping tanaman pertanian, yang menjadi tanaman khas di Alahan Panjang adalah tanaman hias. Berbagai tanaman hias dapat tumbuh dengan baik berkat kesuburan tanah dan kondisi suhu yang mendukung. </p>



<p>Selain kawasan pertanian, sebagian lahan di Alahan Panjang juga merupakan kawasan kawasan hunian, dimana sebagian bangunan juga difungsikan sebagai penunjang pariwisata.</p>



<p>Antara lain berupa Akomodasi Penginapan yang terdiri dari berbagai jenis mulai dari tipe Homestay, Pondok Wisata, Villa, Glamping hingga yang bertipe Hotel. selain itu juga hadir Akomodasi makan minum berupa café, restoran sampai warung makan tradisional.</p>



<p>Desa Wisata Danau Diateh Alahan Panjang dikelola oleh 4 Kelompok Sadar Wisata dan didukung penuh pemerintahan nagari dengan potensi yang beragam. </p>



<p>Adapun Pokdarwis tersebut adalah Pokdarwis Danau Diateh Alahan Panjang, Pokdarwis Taluak Dalam, Pokdarwis Kabun Taluak Aia Dingin, dan Pokdarwis Salingka Usak yang disatukan dalam struktur organisasi Pengelola Desa Wisata Alahan Panjang yang di keluarkan oleh Wali Nagari Alahan Panjang.</p>



<p>Pengelola Desa Wisata Danau Diateh Alahan Panjang juga terdiri dari sejumlah Kelompok Tani, UMKM dan tokoh tokoh masyarakat Nagari Alahan Panjang. </p>



<p>Desa Wisata Danau Diateh Alahan Panjang didukung oleh pentahelix pariwisata diantara lain dari Dunia usaha ( Hotel Green Hill, Villa dan Hotel Kayu Putih, Sanak Tour, Xiara Tour, Malenjang Holiday dan banyak lainnya. Dari sisi akademisi/ Perguruan Tinggi ada Universitas Islam Negeri Imam Bonjol, Universitas Taman Siswa, Universitas Andalas, Universitas Negeri Padang dan Insitut Seni Indonesia Padang Panjang.</p>



<p>Di Desa Wisata Danau Diateh Alahan Panjang juga terdapat beberapa Komunitas yang sering mengadakan event tahunan untuk memeriahkan acara di desa wisata, komunitas komunitas tersebut diantaranya ada Alahan Panjang Bersepeda (ABC), Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI), komunitas motor trabas (ALPATRAC).</p>



<p>Nagari Alahan Panjang sendiri memiliki 10 jorong. Pada tiap jorong tersebar potensi wisata yang telah dan akan terus dikembangkan untuk berbagai bentuk pariwisata. Seperti, Agrowisata, Wisata belanja, wisata budaya,  wisata kuliner, wisata sejarah, eduwisata, ekowisata serta wellness tourism.</p>



<p>Di kawasan Nagari Alahan Panjang terdapat peninggalan sejarah berupa rumah lahir tokoh nasional, M Natsir, Kuburan Nyonya, Kuburan Angku Gadang Bahan (yang membuka lahan Alahan Panjang pertama kali)  Situs Tanam Batu dan lainnya. Para wisatawan dapat diajak berkunjung ke kawasan-kawasan ini dengan mendapat penjelasan langsung dari tokoh masyarakat melalui koordinasi Pokdarwis setempat.</p>



<p>Eduwisata yang telah dikembangkan berkaitan dengan dunia pertanian dan budaya. Dimana para wisatawan dapat mengikuti proses pertanian dengan paparan langsung dari petani, serta inovasi teknologi tepat guna smart farming dalam pertanian, dan serta mengikuti pelatihan seni khas Minang bersama sanggar seni setempat.</p>



<p>Wisata Kuliner yang dikembangkan di Desa Wisata Danau Diateh Alahan Panjang adalah Paket memasak kuliner asli Desa Wisata seperti Samba Lado Kambuik, Goreng Ikan Danau diateh, Gulai Terong Pirus dan Pensi, Dodol Tomat, Kentang Goreng, Minyak Bawang, Cabe Bubuk , Pinyaram dan lain sebagainya.</p>



<p>Produk kuliner yang dimiliki oleh Desa Wisata Alahan Panjang dihadirkan di Pasar Kreatif dalam bentuk Pasar Wisata yang diberi nama “Balai Sawah Tangah” yang mengkolaborasikan konsep makanan tradisional, peran perempuan dan tradisi budaya.</p>



<p>Wisata Budaya dikembangkan melalui kerjasama dengan Niniak Mamak pengurus Kerapatan Adat Nagari Alahan Panjang. Aktifitas Budaya yang dapat diikuti oleh para tamu antara lain : Menyaksikan pertunjukan seni khas Minang, Belajar petuah adat dari para tetua, makan bajamba ketika ada alek nagari, baarak maantaan nasi yang ada ketika ada momen pernikahan, mendengarkan tuturan adat khas Nagari Alahan Panjang dan lain sebagainya.</p>



<p>Paket ekowisata yang telah dikembangkan di Desa Wisata Alahan Panjang adalah pelestarian tanaman Pinus di kawasan penghijauan Nagari Alahan Panjang. Wisata Belanja di pusatkan di lahan pertanian dan pasar Alahan Panjang. </p>



<p>Para wisatawan biasa membeli berbagai hasil bumi baik yang ditanam dengan pola konvensional maupun organik. Dalam catatan terakhir pengurus Desa Wisata Alahan Panjang, angka kunjungan yang telah dilakukan ke Nagari Alahan Panjang mencapai kisaran 5.000 pengunjung tiap bulan, dan sampai 10.000 pengunjung per bulan di hari raya atau libur anak sekolah.<strong> (*/yki)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tembus-50-besar-adwi-2024-ini-profil-desa-wisata-danau-diateh-alahan-panjang/">Tembus 50 Besar ADWI 2024, Ini Profil Desa Wisata Danau Diateh Alahan Panjang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">204663</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mengenal Desa Wisata Pesona Pagadih di Agam, Masuk 50 Besar ADWI 2024</title>
		<link>https://langgam.id/mengenal-desa-wisata-pesona-pagadih-di-agam-masuk-50-besar-adwi-2024/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 May 2024 09:14:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Agam]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Wisata Pesona Pagadih]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=204443</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Tiga desa wisata di Sumatra Barat (Sumbar) berhasil masuk 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024. Salah satunya adalah Desa Wisata Pesona Pagadih yang berada di Kabupaten Agam. Dua desa wisata lainnya di Sumbar yang masuk 50 besar ADWI 2024 ialah Desa Wisata Ekowisata Berbasis PRB Nagari Amping Parak di Pesisir Selatan dan Desa Wisata Danau Diateh Alahan Panjang di Kabupaten Solok. Khusus Desa Wisata Pesona Pagadih, dilansir dari jadesta.kemenparekraf.go.id, bahwa secara administratif Desa Pagadih/Desa Wisata Pesona Pagadih terletak di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, dan bertopografi perbukitan antara 900 &#8211; 1300 Mdpl. Nagari Pagadih didiami oleh 2.200</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/mengenal-desa-wisata-pesona-pagadih-di-agam-masuk-50-besar-adwi-2024/">Mengenal Desa Wisata Pesona Pagadih di Agam, Masuk 50 Besar ADWI 2024</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Tiga desa wisata di Sumatra Barat (Sumbar) berhasil masuk 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024. Salah satunya adalah Desa Wisata Pesona Pagadih yang berada di Kabupaten Agam.</p>



<p>Dua desa wisata lainnya di Sumbar yang masuk 50 besar ADWI 2024 ialah Desa Wisata Ekowisata Berbasis PRB Nagari Amping Parak di Pesisir Selatan dan Desa Wisata Danau Diateh Alahan Panjang di Kabupaten Solok.</p>



<p>Khusus Desa Wisata Pesona Pagadih, dilansir dari jadesta.kemenparekraf.go.id, bahwa secara administratif Desa Pagadih/Desa Wisata Pesona Pagadih terletak di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, dan bertopografi perbukitan antara 900 &#8211; 1300 Mdpl. </p>



<p>Nagari Pagadih didiami oleh 2.200 jiwa yang terbagi ke dalam lima jorong meliputi Jorong Bateh Gadang, Jorong Pagadih Mudiak, Jorong Tigo Kampuang, Jorong Banio Balirik dan Jorong Pagadih Hilia, yang pariwisatanya dikelola oleh Pokdarwis Pesona Pagadih dan KUPS Agroekoeduwisata Pesona Pagadih.</p>



<p>Nagari Pagadih memiliki objek wisata yang sangat kompleks yaitu wisata alam, wisata budaya, wisata religi dan wisata sejarah.</p>



<p>Nagari Pagadih adalah salah satu nagari yang menarik untuk dijadikan salah satu destinasi tujuan wisata. Selain titik wisata yang hampir tersebar di seluruh wilayah nagari, baik yang telah alami terbentuk semisal Goa Kapur Bukik Ngalau yang hanya berjarak 200 meter dari jalan utama. </p>



<p>Selain itu Nagari Pagadih juga memiliki kawasan konservasi yang menjadikannya sangat potensial untuk dikembangkan menjadi Nagari Ekowisata.</p>



<p>Strategi pengembangan ekowisata yang dipadukan dengan sektor perkebunan (agro) pendidikan (edu) yang dikemas dengan atraksi kebudayaan dan semangat pelestarian alam dan lingkungan diharapkan dapat menjawab kebutuhan dan tren wisatawan dimasa kini dan masa yang akan datang.</p>



<p>Keunikan desa ini yaitu di sejarah nagari itu sendiri yang mana Nagari Pagadih mulai terbentuk sekitar tahun ± 1800-an yang sebelumnya dikenal dengan Kampuang Dalam. Masyarakat yang datang ke Nagari Pagadih umumnya berasal dari Kamang. </p>



<p>Adapun mengenai nama Pagadih muncul dari kata perintah ‘Paga-dih!’ yang artinya seseorang memerintahkan untuk memagari suatu daerah maka ditancapkanlah tongkat yang dibawanya itu ke tanah. </p>



<p>Lama kelamaan tongkat tersebut hidup dan tumbuh menjadi kayu beringin besar yang sampai saat ini masih hidup di tengah-tengah kampuang. Lokasi itu disebut ‘tampat’.</p>



<p>Menurut penuturan orang tua-tua dan dipercaya di Nagari Pagadih awalnya masyarakat yang datang dari Kamang berjumlah enam suku. Sehingga ninik mamak yang enam suku tersebut dikenal dengan istilah ‘rajo’ di Nagari Pagadih. Mereka itu adalah:</p>



<ol class="wp-block-list">
<li>DT. Rajo Nagari suku Koto</li>



<li>DT. Rajo Pangulu suku Bodi</li>



<li>DT. Rajo Panawa suku Piliang</li>



<li>DT. Rajo Imbang suku Sikumbang</li>



<li>DT. Rajo Ruhun suku Pibada</li>



<li>DT. Rajo Panduko Satisuku Jambak</li>
</ol>



<p>Dari keenam suku inilah lama-kelamaan masyarakat di Pagadih berkembang. Kemudian ditambah dari suku-suku lain yang datang kemudian. Hingga saat ini jumlah ninik mamak Nagari Pagadih sudah mencapai 20 orang yang dikenal dengan Niniak Maman Nan 20 Dikato Dalam Nagari.</p>



<p>Kemudian, sejarah desa ini dahulunya saat agresi militer Belanda, tokoh-tokoh Nasional seperti, M Natsir, dan Mr Syafruddin Prawiranegara bersembunyi di desa ini.</p>



<p>Hal ini karena desa ini sangat strategis untuk bersembunyi disebabkan Desa Pagadih dikelilingi bukit yang tinggi dan area yang susah di akses pada saat itu. Serta, masih banyak keunikan desa ini yang wajib banget para wisatawan untuk kunjungi.</p>



<p>Rekomendasi kunjungan saat di Desa Wisata Pagadih:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Air Terjun Sarasah Pagadih Gadang</li>



<li>Gua Ngalau</li>



<li>Bukik Ngalau/Bukik Kebun Serai</li>



<li>Bukik Tontong dan Camping Ground</li>



<li>Surau Tuo Syekh Tuanku Jadid</li>



<li>Makam Syekh Tuanku Jadid / &#8220;Tampat&#8221; Tempat sejarah asal mula pagadih/makam 6 Rajo</li>



<li>Rumah Singgah M Natsir Dan Mr Syafruddin Prawiranegara</li>



<li>Festival Batanam Padi</li>



<li>Festival Panen Padi</li>



<li>Alek Gadang Nagari Pagadih</li>
</ul>



<p>Sementara itu, fasilitas yang ada di Desa Wisata Pesona Pagadih yaitu areal parkir, jungle tracking, kuliner, musala, selfie area, spot foto, dan wifi area. Selain itu, di Desa Wisata Pesona Pagadih juga tersedia sejumlah homestay. <strong>(*/yki)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/mengenal-desa-wisata-pesona-pagadih-di-agam-masuk-50-besar-adwi-2024/">Mengenal Desa Wisata Pesona Pagadih di Agam, Masuk 50 Besar ADWI 2024</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">204443</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Selamat! 3 Desa Wisata di Sumbar Masuk 50 Besar ADWI 2024</title>
		<link>https://langgam.id/selamat-3-desa-wisata-di-sumbar-masuk-50-besar-adwi-2024/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 May 2024 06:33:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[ADWI 2024]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=204337</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekrat) sudah mengumumkan 50 besar desa wisata terbaik dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiana Uno mengatakan, bahwa desa terbaik dalam ajang ADWI 2024 ini didapatkan setelah melalui proses kurasi yang panjang, analisis dan penilaian secara objektif oleh seluruh tim dewan juri. &#8220;Inilah momen yang ditunggu-tunggu oleh seluruh peserta ADWI 2024, dengan sangat teramat bangga saya umumkan 50 besar desa wisata, Anugerah Desa Wisata Indonesia 2024,&#8221; ujar Sandiaga dilansir dari akun Instagram Anugerah Desa Wisata Indonesia pada Senin (27/5/2024). Dari 50 desa wisata terbaik di Indonesia</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/selamat-3-desa-wisata-di-sumbar-masuk-50-besar-adwi-2024/">Selamat! 3 Desa Wisata di Sumbar Masuk 50 Besar ADWI 2024</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekrat) sudah mengumumkan 50 besar desa wisata terbaik dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024.</p>



<p>Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiana Uno mengatakan, bahwa desa terbaik dalam ajang ADWI 2024 ini didapatkan setelah melalui proses kurasi yang panjang, analisis dan penilaian secara objektif oleh seluruh tim dewan juri.</p>



<p>&#8220;Inilah momen yang ditunggu-tunggu oleh seluruh peserta ADWI 2024, dengan sangat teramat bangga saya umumkan 50 besar desa wisata, Anugerah Desa Wisata Indonesia 2024,&#8221; ujar Sandiaga dilansir dari akun Instagram Anugerah Desa Wisata Indonesia pada Senin (27/5/2024). </p>



<p>Dari 50 desa wisata terbaik di Indonesia yang diumummkan itu, tiga di antaranya berasal dari Sumatra Barat (Sumbar). Yaitu, Desa Wisata Ekowisata Berbasis PRB Nagari Amping Parak di Pesisir Selatan.</p>



<p>Kemudian, ada Desa Wisata Danau Diateh Alahan Panjang di Kabupaten Solok dan Desa Wisata Pesona Pagadih di Kabupaten Agam.</p>



<p>Sementara sebelumnya di 100 besar ADWI 2024, ada sembilan desa wisata di Sumbar yang masuk ditahap ini. Namun di 50 besar, hanya ada tiga desa wisata yang masuk dan menjadi yang terbaik di Indonesia. <strong>(*/yki)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/selamat-3-desa-wisata-di-sumbar-masuk-50-besar-adwi-2024/">Selamat! 3 Desa Wisata di Sumbar Masuk 50 Besar ADWI 2024</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">204337</post-id>	</item>
		<item>
		<title>9 Desa Wisata Sumbar Masuk 100 Besar ADWI 2024</title>
		<link>https://langgam.id/9-desa-wisata-sumbar-masuk-100-besar-adwi-2024/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 May 2024 07:02:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[ADWI 2024]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=204130</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Sebanyak sembilan desa wisata di Sumatra Barat (Sumbar) berhasil masuk ke tahap 100 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024. Jumlah ini mengalami pengurangan sebanyak 19 desa wisata dibandingkan pada tahap sebelumnya. Pada 300 besar ADWI 2024 itu, ada 28 desa wisata di Sumbar masuk pada tahap ini. Ke sembilan desa wisata di Sumbar yang masuk 100 besar ADWI 2024 tersebut berasal dari dari Pesisir Selatan, Kabupaten Solok, Sijunjung. Kemudian, ada desa wisata dari Padang Pariaman, Agam, Limapuluh Kota dan Padang. Berikut 9 desa wisata di Sumbar yang masuk 100 besar ADWI 2024: 1. Desa Wisata Sungai Nyalo</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/9-desa-wisata-sumbar-masuk-100-besar-adwi-2024/">9 Desa Wisata Sumbar Masuk 100 Besar ADWI 2024</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Sebanyak sembilan desa wisata di Sumatra Barat (Sumbar) berhasil masuk ke tahap 100 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024.</p>



<p>Jumlah ini mengalami pengurangan sebanyak 19 desa wisata dibandingkan pada tahap sebelumnya. Pada 300 besar ADWI 2024 itu, ada 28 desa wisata di Sumbar masuk pada tahap ini. </p>



<p>Ke sembilan desa wisata di Sumbar yang masuk 100 besar ADWI 2024 tersebut berasal dari dari Pesisir Selatan, Kabupaten Solok, Sijunjung.</p>



<p>Kemudian, ada desa wisata dari Padang Pariaman, Agam, Limapuluh Kota dan Padang. Berikut 9 desa wisata di Sumbar yang masuk 100 besar ADWI 2024:</p>



<p>1. Desa Wisata Sungai Nyalo (Pesisir Selatan)</p>



<p>2. Desa Wisata Ekowisata Berbasis PRB Nagari Amping Parak (Pesisir Selatan)</p>



<p>3. Desa Wisata Danau Diateh &#8211; Alahan Panjang (Kabupaten Solok)</p>



<p>4. Desa Wisata Sisawah (Sijunjung)</p>



<p>5. Desa Wisata Sintuak (Padang Pariaman)</p>



<p>6. Desa Wisata Simarasok (Agam)</p>



<p>7. Desa Wisata Pesona Pagadih (Agam)</p>



<p>8. Desa Wisata Nagari Wisata Kapalo Banda Taram (Limapuluh Kota)</p>



<p>9. Desa Wisata Teluk Buo</p>



<p>Penyeleksian desa wisata ini akan terus berlangsung hingga didapatkan 50 besar ADWI 2024.<strong> (*/yki)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/9-desa-wisata-sumbar-masuk-100-besar-adwi-2024/">9 Desa Wisata Sumbar Masuk 100 Besar ADWI 2024</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">204130</post-id>	</item>
		<item>
		<title>300 Besar Desa Wisata Terbaik di Indonesia ADWI 2024, 28 di Antaranya dari Sumbar</title>
		<link>https://langgam.id/300-besar-desa-wisata-terbaik-di-indonesia-adwi-2024-28-di-antaranya-dari-sumbar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 May 2024 07:59:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[ADWI 2024]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=204080</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sudah mengumumkan 300 besar desa wisata terbaik dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024. Pada 300 besar ADWI 2024 ini, ada 28 desa wisata di Sumatra Barat (Sumbar) yang lolos. Sebelumnya, ada 34 desa wisata di Sumbar yang masuk pada 500 besar ADWI 2024. Panitia akan terus menyeleksi desa wisata yang ada di Indonesia hingga nantinya terpilih masuk ke tahap 100 besar sampai 50 besar. Berikut 28 desa wisata di Sumatra Barat yang masuk 300 besar ADWI 2024: Demikian 28 desa wisata di Sumatra Barat yang masuk 300 besar ADWI 2024. Dari</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/300-besar-desa-wisata-terbaik-di-indonesia-adwi-2024-28-di-antaranya-dari-sumbar/">300 Besar Desa Wisata Terbaik di Indonesia ADWI 2024, 28 di Antaranya dari Sumbar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sudah mengumumkan 300 besar desa wisata terbaik dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024.</p>



<p>Pada 300 besar ADWI 2024 ini, ada 28 desa wisata di Sumatra Barat (Sumbar) yang lolos. Sebelumnya, ada 34 desa wisata di Sumbar yang masuk pada 500 besar ADWI 2024. </p>



<p>Panitia akan terus menyeleksi desa wisata yang ada di Indonesia hingga nantinya terpilih masuk ke tahap 100 besar sampai 50 besar.</p>



<p>Berikut 28 desa wisata di Sumatra Barat yang masuk 300 besar ADWI 2024:</p>



<ol class="wp-block-list">
<li>Desa Wisata Salido (Pesisir Selatan)</li>



<li>Desa Wisata Pesona Palmurah (Pesisir Selatan)</li>



<li>Desa Wisata Carocok Pantai Painan, Kenagariaan Painan Selatan (Pesisir Selatan)</li>



<li>Desa Wisata Nyalo (Pesisir Selatan)</li>



<li>Desa Wisata Ekowisata Berbasis PRB Nagari Amping Parak (Pesisir Selatan)</li>



<li>Desa Wisata Kampung Batu Dalam (Kabupaten Solok)</li>



<li>Desa Wisata Tabek Talang Babungo (Kabupaten Solok)</li>



<li>Desa Wisata Danau Diateh &#8211; Alahan Panjang (Kabupaten Solok)</li>



<li>Desa Wisata Kumanis (Sijunjung)</li>



<li>Desa Wisata Sisawah (Sijunjung)</li>



<li>Desa Wisata Marapalam (Tanah Datar)</li>



<li>Desa Wisata Guranjhil (Padang Pariaman)</li>



<li>Desa Wisata Sintuak (Padang Pariaman)</li>



<li>Desa Wisata Ranah Anam Nagari (Padang Pariaman)</li>



<li>Desa Wisata Kamang Mudiak (Agam)</li>



<li>Desa Wisata Koto Gadang (Agam)</li>



<li>Desa Wisata Simarasok (Agam)</li>



<li>Desa Wisata Koto Kaciak (Agam)</li>



<li>Desa Wisata Pesona Pagadih (Agam)</li>



<li>Desa Wisata Nagata (Limapuluh Kota)</li>



<li>Desa Wisata Kampung Bung Hatta (Limapuluh Kota)</li>



<li>Desa Wisata Nagari Wisata Kapalo Banda Taram (Limapuluh Kota)</li>



<li>Desa Wisata Ganggo Hilia (Pasaman)</li>



<li>Desa Wisata Cagar Budaya Kota Tua Batang Arau (Padang)</li>



<li>Desa Wisata Teluk Buo (Padang)</li>



<li>Desa Wisata Parit Antang &#8220;The Heart of Kurai&#8221; (Bukittinggi)</li>



<li>Desa Wisata Alam Parik Natuang (Bukittinggi)</li>



<li>Desa Wisata Sanjai (Bukittinggi)</li>
</ol>



<p>Demikian 28 desa wisata di Sumatra Barat yang masuk 300 besar ADWI 2024. Dari 300 besar ini nantinya akan diseleksi kembali menjadi 100 besar hingga 50 besar. <strong>(*/yki)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/300-besar-desa-wisata-terbaik-di-indonesia-adwi-2024-28-di-antaranya-dari-sumbar/">300 Besar Desa Wisata Terbaik di Indonesia ADWI 2024, 28 di Antaranya dari Sumbar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">204080</post-id>	</item>
		<item>
		<title>34 Desa Wisata di Sumbar Masuk 500 Besar ADWI 2024, Apa Saja?</title>
		<link>https://langgam.id/34-desa-wisata-di-sumbar-masuk-500-besar-adwi-2024-apa-saja/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 May 2024 14:02:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[ADWI 2024]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=203938</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Sebanyak 34 desa wisata di Sumatra Barat (Sumbar) masuk dalam 500 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 yang digelar oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Jumlah desa wisata Sumbar yang masuk 500 besar ADWI 2024 ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya ada 27 desa wisata. Tidak itu saja, jumlah desa wisata asal Sumbar yang masuk 500 besar ADWI ini merupakan yang terbanyak di Sumatra. Serta, nomor dua terbanyak di luar Pulau Jawa setelah Sulawesi Selatan. Berikut 34 desa wisata di Sumatra Barat yang masuk 500 besar ADWI 2024: 1. Desa Wisata Silabu (Kepulauan Mentawai) 2.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/34-desa-wisata-di-sumbar-masuk-500-besar-adwi-2024-apa-saja/">34 Desa Wisata di Sumbar Masuk 500 Besar ADWI 2024, Apa Saja?</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Sebanyak 34 desa wisata di Sumatra Barat (Sumbar) masuk dalam 500 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 yang digelar oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).</p>



<p>Jumlah desa wisata Sumbar yang masuk 500 besar ADWI 2024 ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya ada 27 desa wisata.</p>



<p>Tidak itu saja, jumlah desa wisata asal Sumbar yang masuk 500 besar ADWI ini merupakan yang terbanyak di Sumatra. Serta, nomor dua terbanyak di luar Pulau Jawa setelah Sulawesi Selatan. </p>



<p>Berikut 34 desa wisata di Sumatra Barat yang masuk 500 besar ADWI 2024:</p>



<p>1. Desa Wisata Silabu (Kepulauan Mentawai)</p>



<p>2. Desa Wisata Salido (Pesisir Selatan)</p>



<p>3. Desa Wisata Pesona Palmurah (Pesisir Selatan)</p>



<p>4. Desa Wisata Carocok Pantai Painan, Kenagariaan Painan Selatan (Pesisir Selatan)</p>



<p>5. Desa Wisata Nyalo (Pesisir Selatan)</p>



<p>6. Desa Wisata Ekowisata Berbasis PRB Nagari Amping Parak (Pesisir Selatan)</p>



<p>7. Desa Wisata Kampung Batu Dalam (Kabupaten Solok)</p>



<p>8. Desa Wisata Tabek Talang Babungo (Kabupaten Solok)</p>



<p>9. Desa Wisata Danau Diateh &#8211; Alahan Panjang (Kabupaten Solok)</p>



<p>10. Desa Wisata Kumanis (Sijunjung)</p>



<p>11. Desa Wisata Sisawah (Sijunjung)</p>



<p>12. Desa Wisata Pendakian Gunung Marapi Koto Baru (Tanah Datar)</p>



<p>13. Desa Wisata Marapalam (Tanah Datar)</p>



<p>14. Desa Wisata Guranjhil (Padang Pariaman)</p>



<p>15. Desa Wisata Sintuak (Padang Pariaman)</p>



<p>16. Desa Wisata Ranah Anam Nagari (Padang Pariaman)</p>



<p>17. Desa Wisata Panampuang (Agam)</p>



<p>18. Desa Wisata Dalko (Agam)</p>



<p>19. Desa Wisata Kamang Mudiak (Agam)</p>



<p>20. Desa Wisata Koto Gadang (Agam)</p>



<p>21. Desa Wisata Simarasok (Agam)</p>



<p>22. Desa Wisata Koto Kaciak (Agam)</p>



<p>23. Desa Wisata Pesona Pagadih (Agam)</p>



<p>24. Desa Wisata Nagata (Limapuluh Kota)</p>



<p>25. Desa Wisata Kampung Bung Hatta (Limapuluh Kota)</p>



<p>26. Desa Wisata Nagari Wisata Kapalo Banda Taram (Limapuluh Kota)</p>



<p>27. Desa Wisata Ganggo Mudiak (Pasaman)</p>



<p>28. Desa Wisata Ganggo Hilia (Pasaman)</p>



<p>29. Desa Wisata Bukit Matoa (Agam)</p>



<p>30. Desa Wisata Cagar Budaya Kota Tua Batang Arau (Padang)</p>



<p>31. Desa Wisata Teluk Buo (Padang)</p>



<p>32. Desa Wisata Parit Antang &#8220;The Heart of Kurai&#8221; (Bukittinggi)</p>



<p>33. Desa Wisata Alam Parik Natuang (Bukittinggi)</p>



<p>34. Desa Wisata Sanjai (Bukittinggi)</p>



<p>Demikia 34 desa wisata di Sumatra Barat yang masuk 500 besar ADWI 2024. Dari 500 besar ini nantinya akan diseleksi kembali menjadi 300 besar, 100 besar hingga 50 besar.<strong> (*/yki)</strong> </p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/34-desa-wisata-di-sumbar-masuk-500-besar-adwi-2024-apa-saja/">34 Desa Wisata di Sumbar Masuk 500 Besar ADWI 2024, Apa Saja?</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">203938</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 28/411 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-06-13 15:15:25 by W3 Total Cache
-->