<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Data Desa Presisi Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/data-desa-presisi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/data-desa-presisi/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Sat, 19 Aug 2023 01:33:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Data Desa Presisi Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/data-desa-presisi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Digandeng Pitaloka Foundation-FEMA IPB Bogor, Nagari Panampuang Miliki Data Presisi</title>
		<link>https://langgam.id/digandeng-pitaloka-foundation-fema-ipb-bogor-nagari-panampuang-miliki-data-presisi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yose Hendra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Aug 2023 01:32:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Agam]]></category>
		<category><![CDATA[Data Desa Presisi]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Nagari Panampuang]]></category>
		<category><![CDATA[Rieke Diah Pitaloka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=186402</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Fakultas Ekologi dan Manusia (FEMA) Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Pitaloka Foundation menyerahkan Data Desa Presisi ke Nagari Panampuang, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam, Jumat (18/8). Data Desa Presisi ini diserahkan Dekan Fakultas FEMA IPB, Sofyan Sjaf dan Pendiri Pitaloka Foundation, Rieke Diah Pitaloka kepada Bupati Agam Andri Warman. Kerjasama ini juga melibatkan Dirjen OTDA Kemendagri, Kemenkumham RI, BRIN, pemerintahan nagari hingga masyarakat. Pendiri Pitaloka Foundation, Rieke Dyah Pitaloka mengatakan, untuk melakukan pembangunan mesti harus ada data yang akurat. “Data itu harus real, tak boleh asumsi. Bagaimana kita akan membantu masyarakat jika datanya tidak akurat,” katanya, dilansir dari</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/digandeng-pitaloka-foundation-fema-ipb-bogor-nagari-panampuang-miliki-data-presisi/">Digandeng Pitaloka Foundation-FEMA IPB Bogor, Nagari Panampuang Miliki Data Presisi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Fakultas Ekologi dan Manusia (FEMA) Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Pitaloka Foundation menyerahkan Data Desa Presisi ke Nagari Panampuang, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam, Jumat (18/8).</p>



<p>Data Desa Presisi ini diserahkan Dekan Fakultas FEMA IPB, Sofyan Sjaf dan Pendiri Pitaloka Foundation, Rieke Diah Pitaloka kepada Bupati Agam Andri Warman.</p>



<p>Kerjasama ini juga melibatkan Dirjen OTDA Kemendagri, Kemenkumham RI, BRIN, pemerintahan nagari hingga masyarakat.</p>



<p>Pendiri Pitaloka Foundation, Rieke Dyah Pitaloka mengatakan, untuk melakukan pembangunan mesti harus ada data yang akurat.</p>



<p>“Data itu harus real, tak boleh asumsi. Bagaimana kita akan membantu masyarakat jika datanya tidak akurat,” katanya, dilansir dari <em>AMCNews.</em></p>



<p>Menurut anggota DPR RI itu, jika data yang dibuat perencana tidak akurat, itu sama saja dengan membunuh masyarakat.</p>



<p>Dia memuji kerjasama pihak nagari dan masyarakat sehingga Data Presisi hasil risetnya bersama IPB ini, bisa tersedia dan dapat diketahui secara detail.</p>



<p>Sementara, Dekan FEMA IPB, Sofyan Sjaf mengatakan ada sebanyak 228 indikator dalam data ini.</p>



<p>Banyaknya indikator, tentu akan sangat akurat, terlebih divalidasi oleh orang dalam.</p>



<p>“228 indikator didata secara utuh, by name by addres, semuanya terverifikasi dengan utuh,” ungkapnya.</p>



<p>Sofyan mengatakan, lewat Data Desa Presisi terungkap sejumlah hal penting seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM).</p>



<p>Dikatakan, Panampuang memiliki IPM 71,40 yang tergolong baik bagi sebuah desa atau nagari.</p>



<p>“Meski demikian ada beberapa poin yang mesti diperbaiki, seperti sektor pendidikan maupun kesehatan dan kemiskinan,” ujar Sofyan.</p>



<p>Wali Nagari Panampuang, Etriwarmon mengatakan, saat ini nagarinya telah memiliki Data Desa Presisi yang sangat akurat demi kepentingan pembangunan masyarakat.</p>



<p>“Data ini tersedia setelah dilakukan survei selama 1 bulan 12 hari,” ucapnya.</p>



<p>Proses pendataan kata wali nagari, meliputi seluruh rumah dan jumlah jiwa, yang didata mencapai 6.160.</p>



<p>Hasil data ini, diklaim sangat akurat karena mengungkap banyak indikator yang nantinya akan bermanfaat untuk pembangunan.</p>



<p>“Contohnya dalam data ini terungkap ternyata masih ada banyak pengangguran. Tentu kita akan fokus terhadap hal ini,” kata dia.</p>



<p>Menurutnya, semua yang terkait statistik warga atau nagari ada dalam data ini, seperti pengelompokkan data sesuai umur atau jumlah warga, hingga batas wilayah.</p>



<p>“Bahkan berapa jumlah warga yang memakai HP bisa kita lihat dari data ini. Tentu ini adalah terobosan karena kita butuh data akurat untuk pembangunan,” tandasnya.</p>



<p>Panampuang diklaim salah satu desa pertama di Sumbar, bahkan di Sumatera yang memiliki data presisi.</p>



<p>Dalam kegiatan itu, pemerintah nagari juga memasukkan hasil riset itu sebagai acuan Peraturan Nagari. (*/Yh)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/digandeng-pitaloka-foundation-fema-ipb-bogor-nagari-panampuang-miliki-data-presisi/">Digandeng Pitaloka Foundation-FEMA IPB Bogor, Nagari Panampuang Miliki Data Presisi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">186402</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Data Desa Presisi dan Potensi Budaya Politik Alternatif Sumbar</title>
		<link>https://langgam.id/data-desa-presisi-dan-potensi-budaya-politik-alternatif-sumbar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Abdurrahman Harits]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Aug 2023 05:39:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[Agam]]></category>
		<category><![CDATA[Data Desa Presisi]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=185483</guid>

					<description><![CDATA[<p>Nagari merupakan unit pemerintahan setingkat desa di Sumatera Barat. Namun, sebagaimana yang dijelaskan dalam Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 2 Tahun 2007 tentang Pokok-Pokok Pemerintahan Nagari bahwa salah satu perbedaan yang paling mencolok dalam kepemimpinan di suatu nagari adalah keterlibatan unsur-unsur pimpinan nagari berupa Wali Nagari, Kerapatan Adat Nagari (KAN) maupun Limbago Adat. Sosok wali nagari diposisikan sebagai pemimpin dalam urusan-urusan administratif, kemasyarakatan, ekonomi dan hubungan antar-nagari. Sementara itu, urusan adat, agama, kekerabatan hingga sistem pewarisan harta pusaka diatur dalam suatu dewan perwakilan adat yang disebut Kerapatan Adat Nagari (KAN) dan Limbago Adat. Selain itu, masyarakat Sumatera Barat juga</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/data-desa-presisi-dan-potensi-budaya-politik-alternatif-sumbar/">Data Desa Presisi dan Potensi Budaya Politik Alternatif Sumbar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Nagari merupakan unit pemerintahan setingkat desa di Sumatera Barat. Namun, sebagaimana yang dijelaskan dalam Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 2 Tahun 2007 tentang Pokok-Pokok Pemerintahan Nagari bahwa salah satu perbedaan yang paling mencolok dalam kepemimpinan di suatu nagari adalah keterlibatan unsur-unsur pimpinan nagari berupa Wali Nagari, Kerapatan Adat Nagari (KAN) maupun Limbago Adat.</p>



<p>Sosok wali nagari diposisikan sebagai pemimpin dalam urusan-urusan administratif, kemasyarakatan, ekonomi dan hubungan antar-nagari. Sementara itu, urusan adat, agama, kekerabatan hingga sistem pewarisan harta pusaka diatur dalam suatu dewan perwakilan adat yang disebut Kerapatan Adat Nagari (KAN) dan Limbago Adat.</p>



<p>Selain itu, masyarakat Sumatera Barat juga mengenal istilah adat salingka nagari berdasarkan pepatah yang sudah turun temurun diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai berikut.</p>



<p><em>lain lubuk lain ikan<br>lain padang, lain belalang<br>lain nagari, lain adatnya</em></p>



<p>Pepatah tersebut menjelaskan bahwa kehidupan sosial politik nagari-nagari di Sumatera<br>Barat memiliki aturan-aturan adat yang mengatur kehidupan masyarakat secara spesifik<br>dan memiliki perbedaan di setiap nagarinya. Hal inilah yang menempatkan tokoh-tokoh<br>pemangku adat nagari dalam wadah KAN maupun limbago adat menjadi penting dalam<br>menjaga tradisi dan aturan adat di masing-masing nagari meski penetapan kebijakan secara<br>administratif menjadi tanggung jawab wali nagari.</p>



<p>Budaya politik dalam cakupan nagari, sebagaimana yang dijelaskan sebelumnya memilki<br>kebiasaan untuk mengadopsi nilai-nilai dari pepatah minang. Adapun posisi dari pimpinan di<br>suatu nagari dikiaskan dengan pepatah yang berbunyi <em>didahulukan salangkah,</em> <em>ditinggikan</em><br><em>sarantiang, ka pai tampek batanyo, ka pulang tampek babarito.</em></p>



<p>Pepatah tersebut memiliki makna bahwa posisi pimpinan dalam kehidupan masyarakat minang adalah didahulukan selangkah dan ditinggikan seranting. Lebih lanjut pepatah tersebut juga menjelaskan posisi<br>kepemimpinan yang egaliter dan memiliki jarak yang sangat dekat dengan masyarakat<br>sehingga keluh kesah, pertanyaan dan aspirasi masyarakat dapat diserap dan tersampaikan<br>di musyawarah-musyawarah.</p>



<p>Meskipun pimpinan nagari yang akan memutuskan kebijakan-kebijakan dalam pemerintahan nagari secara formal. Namun di sisi lain juga terdapat tradisi penghormatan dalam memposisikan penguasa lokal atau penghulu yang diistilahkan secara adat sebagai bajanjang naiak, batanggo turun. Artinya sistem kekuasaan dijalankan secara teratur, hirarkis dan berjenjang di setiap tingkatan masyarakat.</p>



<p><strong>Politik Nagari sebagai Politik Alternatif </strong></p>



<p>Dalam karya William Liddle (1972) dijelaskan bahwa dewasa ini, budaya politik kontemporer di Indonesia lebih banyak menyerap konsep-konsep politik dan kekuasan dari barat. Oleh sebab itu, keberadaan tatanan sosial politik nagari-nagari di Sumatera Barat menjadi<br>menarik untuk terus dijaga dan dikembangkan sebagai alternatif pemahaman budaya politik<br>di Indonesia.</p>



<p>Terbukti, gagasan-gagasan tentang kemerdekaan, egalitarianisme dan budaya politik majemuk ditulis dari tokoh-tokoh terbaik yang dilahirkan dan dibesarkan oleh tradisi minang. Sebutlah karya “Menuju Republik Indonesia ” yang disusun oleh Tan Malaka, “Demokrasi Kita” oleh Hatta, dan lahirnya buku “Perjuangan Kita” oleh Sutan Sjahrir pada akhirnya dapat betul-betul dijiwai dan mendorong kemerdekaan Indonesia di masa-masa perjuangan menuju kemerdekaan.</p>



<p>Keterlibatan berbagai pihak baik dari perangkat pemerintahan formal, lembaga adat hingga<br>berbagai elemen masyarakat dalam pengambilan kebijakan merupakan tradisi yang sudah<br>mengakar. Bahkan, obrolan ringan, diskusi serius hingga musyawarah tentang hal-hal terkait<br>sosial-politik juga sangat lekat dengan kehidupan masyarakat minang.</p>



<p>Hal ini dimanifestasikan dalam tradisi <em>mangaji ka surau, bagurau ka lapau.</em> Tradisi tersebut<br>menjelaskan bahwa sejak masa lampau, surau tidak hanya merupakan aula tempat ibadah<br>dan belajar mengaji. Namun lebih dari itu, surau seringkali dijadikan tempat bermusyawarah<br>yang membahas keputusan-keputusan penting bagi nagari.</p>



<p>Sementara itu, Lapau sebagai tempat yang menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat umumnya juga memiliki ruang tempat berkumpulnya masyarakat untuk menikmati jajanan ringan, teh maupun kopi dengan tanpa memandang status dan peranan sosial sehingga lapau seringkali menjadi tempat perdebatan terkait isu-isu penting bagi nagari dan masyarakatnya.</p>



<p>Dengan tradisi tersebut, aktivitas diskusi dan musyawarah dalam masyarakat minang sangat<br>penting. Hal ini juga sejalan dengan pepatah<em> bulek aia dek pambuluah, bulek kato dek mufakaik, nan bulek samo kito golongkan, nan picak samo kito layangkan.</em> Pepatah yang artinya bulat air karena pembuluh, bulat kata karena mufakat, yang bulat sama kita golongkan, yang penyek sama kita layangkan. Berangkat dari pepatah tersebut, kebiaasan bermusyawarah untuk mendapatkan keputusan menjadi penting sehingga baik gurauan, perdebatan dan musyawarah merupakan wujud partisipasi aktif masyarakat dalam kehidupan sosial-politik.</p>



<p>Belakangan ini, kondisi penyelenggaraan demokrasi di Indonesia sedang memburuk.<br>Laporan investigasi <em>Tempo</em> yang juga berdasarkan penelitian dari The Economist (2021)<br>menjelaskan bahwa penyelenggaraan demokrasi di Indonesia belakangan ini berada pada<br>titik terendah dalam 14 tahun. Selain itu, Indikator Politik Indonesia (2021) juga menjelaskan<br>bahwa tingkat kepercayaan generasi muda pada partai politik hanya berada di angka 32,67<br>persen.</p>



<p>Meski demikian, penyelenggaraan demokrasi pada cakupan nagari di Sumatera<br>Barat terus bertahan sebagaimana mestinya. Dengan tetap eksisnya budaya diskusi,<br>gurauan, perdebatan ataupun musyawarah di berbagai tempat baik lapau, surau, hingga<br>forum forum resmi yang diwadahi oleh <em>Limbago adat</em> dan KAN setidaknya dapat menjadi<br>contoh dalam membangun budaya demokrasi yang aktif dan partisipatif.</p>



<p><strong>Indeks Demokrasi Indonesia di Sumatera Barat : Sebuah Paradoks </strong></p>



<p>Perhitungan Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) mencakup 3 aspek, yaitu aspek kebebasan sipil, aspek lembaga demokrasi serta aspek hak-hak politik. Merujuk pada hasil perhitungan IDI di tahun 2019, terdapat hal yang menarik terkait dengan skor IDI Provinsi Sumatera Barat.</p>



<p>Berbanding terbalik dengan tradisi demokrasi yang tersusun secara sistematis pada lingkup nagari, perhitungan IDI yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) justru menunjukkan bahwa Sumatera Barat berada pada posisi lima terendah dari 34 provinsi di Indonesia sehingga kondisinya menjadi menarik untuk disorot lebih lanjut. Dari 3 aspek yang dihitung dalam perhitungan IDI, aspek hak-hak politik menjadi aspek yang paling mempengaruhi turunnya IDI di Provinsi Sumatera Barat.</p>



<p>Hal ini kemudian dijelaskan lebih lanjut dalam penelitian Fajri et al. (2021) bahwa tingginya laporan masyarakat atas kebijakan lembaga eksekutif serta rendahnya performa lembaga legislatif baik di tingkat<br>kabupaten/kota maupun provinsi menjadi perhatian yang serius. Hal ini mengisayaratkan dibutuhkannya penguatan dari penyelenggaraan demokrasi di Sumatera Barat.</p>



<p>Wujud perhatian terhadap kondisi demokrasi di Sumatera Barat juga disampaikan dalam<br>pidato mantan Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla dalam rangka perayaan HUT<br>Sumatera Barat ke-77 pada 1 Oktober 2022. Dalam liputan <em>Antara </em>tersebut, dijelaskan<br>bahwasannya upaya peningkatan kualitas demokrasi di Sumatera Barat dapat dilaksanakan<br>melalui perbaikan mutu pendidikan dan peningkatan peran keterbukaan informasi publik.<br>Terlebih, keterbukaan informasi publik dirasa penting agar setiap elemen masyarakat dapat<br>memiliki hak yang sama dalam menerima informasi sehingga dapat menghadirkan diskursus<br>dan inovasi dibutuhkan dalam kehidupan masyarakat.</p>



<p><strong>Data Desa Presisi Sebagai Penguatan Budaya Politik Alternatif Sumatera Barat</strong></p>



<p>Peraturan Presiden nomor 39 tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia yang dimaksudkan<br>untuk mengatur tata kelola data yang dihasilkan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah<br>daerah dalam rangka memberikan dukungan bagi kegiatan perencanaan, pelaksanaan,<br>evaluasi hingga pengendalian pembangunan.</p>



<p>Dalam hal ini, ketersediaan data secara komprehensif sudah dapat diakses melalui BPS, Bappenas dan lembaga-lembaga pemerintah lainnya di berbagai tingkatan baik dalam cakupan nasional hingga tingkat<br>kabupaten/kota. Namun, dengan ketersediaan data dari lembaga-lembaga tersebut  umumnya belum dapat menjamin ketersediaan data yang mampu memetakan kondisi fisik beserta keadaan sosial ekonomi masyarakat hingga tingkat desa yang merupakan unit terkecil dari pemerintahan.</p>



<p>Data Desa Presisi (DDP) merupakan Inovasi yang memiliki kemampuan untuk menyajikan kombinasi data dengan pendekatan spasial (ruang), partisipatif dan sensus yang terintegrasi. Sebagai Penggagas DDP, Dr. Sofyan Sjaf (2019) menjelaskan bahwa hak subsidiaritas desa (nagari dalam konteks Sumatera Barat) cenderung tidak dapat dioptimalkan dalam penyelenggaraan pemerintahan. Hak subsidiaritas yang dimaksud merupakan penetapan kewenangan berskala lokal dan pengambilan keputusan secara lokal untuk kepentingan masyarakat desa sebagaimana yang dijelaskan dalam UU nomor 6 tahun<br>2014 tentang Desa.</p>



<p>Namun seiring berlakunya permendes tentang prioritas penggunaan dana desa yang mengatur tentang peruntukkan dana desa ke sektor-sektor tertentu, maka otomatis hak subsidiaritas bagi pemerintah desa akan tercederai.</p>



<p>Keberhasilan DDP dalam membangun sistem yang mampu menyajikan 208 indikator sosial dan 74 indikator spasial secara terintegrasi menempatkan desa pada kepemilikan data yang dapat menjelaskan kondisi desa. Terlebih, DDP juga menggunakan pendekatan bottom-up di mana DDP menawarkan paradigma penyediaan data dari masyarakat desa sebagai subjek data (Sjaf, 2019). Artinya, Proses pelaksanaan pengambilan data dan verifikasi data akan dilaksanakan oleh warga desa agar data yang dikumpulkan tidak bersifat semu dan dapat menghindarkan desa dari hadirnya kebijakan yang bias dalam agenda-agenda pembangunan desa.</p>



<p>Nagari Panampuang merupakan nagari yang merupakan percontohan nagari pertama di Sumatera Barat yang menggunakan DDP dalam penyediaan data nagarinya. Dengan menggunakan peta dan data DDP, Nagari Panampuang berhasil menggunaakan DDP dalam mendukung musyawarah pengambilan keputusan strategis di berbagai sektor.</p>



<p>Salah satunya adalah permasalahan tapal batas nagari, Peta dengan akurasi tinggi dan dibuat menggunakan <em>drone</em> oleh tim DDP mampu mendukung musyawarah tapal batas nagari pada akhirnya berhasil menyelesaikan permasalahan pengelolaan lahan Nagari Panampuang dengan 5 nagari di sekelilingnya.</p>



<p>Belum lagi, masyarakat Nagari Panampuang juga mendapatkan akses data yang dapat memetakan kondisi sosial-ekonomi penduduknya dengan sensitivitas data yang tinggi. Sensitivitas tersebut dapat dijamin dengan ketersediaan data-data sosial dalam cakupan 208 data kondisi sosial yang dapat<br>dipertanggungjawabkan baik dari nama, alamat hingga koordinat. harapannya, ketersediaan<br>data yang komprehensif tersebut dapat meminimalisir berbagai bentuk program, bantuan<br>dan perencanaan yang tidak tepat sasaran.</p>



<p>Dengan kombinasi budaya politik alternatif khas minang serta ketersediaan data-data yang<br>akurat dari DDP, maka tradisi demokrasi masyarakat nagari secara egaliter, aktif dan teratur<br>dalam perumusan kebijakan-kebijakan di nagari akan lebih efektif dan efisien. Setiap upaya<br>pengambilan kebijakan dan dinamika politik yang menyertainya baik dalam bentuk diskusi,<br>perdebatan dan musyawarah akan berfungsi dengan optimal.</p>



<p>Lebih lanjut, kehadiran DDP sebagai data dasar di nagari yang dapat diakses oleh masyarakat nagari akan menempatkan nagari sebagai lembaga pemerintahan yang memiliki kedaulatan dalam ketersediaan data sehingga mendorong lahirnya kebijakan.</p>



<p><strong>Abdurrahman Harits</strong> <strong>adalah Mahasiswa Pascasarjana Institut Pertanian Bogor, Pegiat Data Desa Presisi (DDP) </strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/data-desa-presisi-dan-potensi-budaya-politik-alternatif-sumbar/">Data Desa Presisi dan Potensi Budaya Politik Alternatif Sumbar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">185483</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pitaloka Dukung Kolaborasi IPB-Pusako Unand Perkuat Nagari Panampuang</title>
		<link>https://langgam.id/pitaloka-dukung-kolaborasi-ipb-pusako-unand-perkuat-nagari-panampuang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Jul 2023 16:12:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Data Desa Presisi]]></category>
		<category><![CDATA[IPB]]></category>
		<category><![CDATA[Nagari Panampuang]]></category>
		<category><![CDATA[PUSaKO Unand]]></category>
		<category><![CDATA[Rieke Diah Pitaloka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=184192</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Fakultas Ekologi dan Manusia (FEMA) Institut Pertanian Bogor (IPB) menandatangani Perjanjian Kerja Sama tentang Data Nagari Presisi dengan Pusat Studi Konstitusi (PuSako) Fakultas Hukum Universitas Andalas (Unand), di Kampus IPB University, Bogor, Kamis (13/7/2023). Penandatangan tersebut didampingi Pitaloka Foundation. Kerjasama antara Nagari Panampuang dan IPB dilakukan dalam rangka penyelesaian kegiatan Pendataan Nagari Presisj yang sedang berlangsung di Nagari Panampuang, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam, Sumatera Barat yang digagas oleh Pitaloka Foundation. Penemu Data Desa Presisi, yang juga merupakan Dekan FEMA IPB Sofyan Sjaf mengatakan sengaja mengundang wali nagari ke kampus ini untuk mengukuhkan kesepakatan bersama, juga untuk memperlihatkan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pitaloka-dukung-kolaborasi-ipb-pusako-unand-perkuat-nagari-panampuang/">Pitaloka Dukung Kolaborasi IPB-Pusako Unand Perkuat Nagari Panampuang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Fakultas Ekologi dan Manusia (FEMA) Institut Pertanian Bogor (IPB) menandatangani Perjanjian Kerja Sama tentang Data Nagari Presisi dengan Pusat Studi Konstitusi (PuSako) Fakultas Hukum Universitas Andalas (Unand), di Kampus IPB University, Bogor, Kamis (13/7/2023). Penandatangan tersebut didampingi Pitaloka Foundation.</p>



<p>Kerjasama antara Nagari Panampuang dan IPB dilakukan dalam rangka penyelesaian kegiatan Pendataan Nagari Presisj yang sedang berlangsung di Nagari Panampuang, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam, Sumatera Barat yang digagas oleh Pitaloka Foundation.</p>



<p>Penemu Data Desa Presisi, yang juga merupakan Dekan FEMA IPB Sofyan Sjaf mengatakan sengaja mengundang wali nagari ke kampus ini untuk mengukuhkan kesepakatan bersama, juga untuk memperlihatkan Nagari Panampuang sebagai proyek percontohan bagi penyelenggaraan pemerintahan nagari berbasis data presisi.</p>



<p>&#8220;Dan semoga diikuti oleh nagari-nagari lain di Sumatra Barat,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Wali Nagari Panampuang Etri Warmon mengungkapkan, Data Nagari Presisi mimpi besarnya ketika berkiprah di bagian perencanaan pembangunan PNPM Mandiri pada 2010. </p>



<p>&#8220;Waktu itu kami menyusun dokumen perencanaan pembangunan dengan data yang masih diproduksi secara manual dan jauh dari presisi. Kini, IPB telah mewujudkan mimpi saya merintis data nagari yang presisi. Data yang sangat kami butuhkan untuk merencanakan pembangunan nagari yang presisi pula,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Pada forum yang sama FEMA IPB pun menandatangani kerjasama dengan Pusat Kajian Konstitusi (Pusako) Fakultas Hukum, Universitas Andalas. Direktur Pusako Charles Simabura mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen mendampingi Nagari Panampuang untuk mengonstruksikan norma hukum terkait Pendataan dan Data Nagari Presisi. </p>



<p>&#8220;Agar dapat menjadi dasar bagi penyelenggaraan pemerintahan Nagari, Data Nagari Presisi ini memerlukan dokumen hukum dalam bentuk Peraturan Nagari (PERNA),&#8221; tukas Charles.</p>



<p>Sementara Direktur Pitaloka Foundation, Damhuri Muhammad mengatakan, data yang akurat dan presisi diperlukan supaya program-program pembangunan di Nagari Panampuang tepat sasaran, dan langsung menyasar pada unsur-unsur pokok kesejahteraan rakyat.</p>



<p>Damhuri pun menyampaikan bahwa Pitaloka Foundation berkomitmen menjembatani Nagari Panampuang dalam melakukan riset untuk kebijakan pembangunan bersama IPB, yang berkolaborasi dengan Pusako Universitas Andalas. (*/Yh)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pitaloka-dukung-kolaborasi-ipb-pusako-unand-perkuat-nagari-panampuang/">Pitaloka Dukung Kolaborasi IPB-Pusako Unand Perkuat Nagari Panampuang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">184192</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 26/53 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-06-21 11:55:49 by W3 Total Cache
-->