<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita CSR Semen Padang Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/csr-semen-padang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/csr-semen-padang/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 Nov 2022 00:24:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita CSR Semen Padang Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/csr-semen-padang/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Tenun Unggan Lansek Manih Antar Indra Yeni Merdekakan Kaum Perempuan Sijunjung</title>
		<link>https://langgam.id/tenun-unggan-lansek-manih-antar-indra-yeni-merdekakan-kaum-perempuan-sijunjung/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Nov 2022 22:14:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[CSR Semen Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Tenun Minang]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=164965</guid>

					<description><![CDATA[<p>InLanggam.id &#8211; Sekitar dua dekade silam, Indra Yeni bukan siapa-siapa. Ia hanya perempuan biasa yang menekuni usaha kerajinan tenun di kampung halamannya di Nagari Unggan, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatra Barat (Sumbar). Namun siapa sangka, berkat kegigihannya, usaha tenunnya berkembang pesat bahkan merambah pasar Timur Tengah. Tidak hanya itu, bahkan di tengah kesuksesannya, pemilik Tenun Unggan Lansek Manih ini pun mampu memerdekakan sebagian kaum perempuan, khususnya di Nagari Unggan dan Sijunjung pada umumnya. Terlebih, Indra Yeni juga konsisten memberdayakan perempuan lewat usaha tenunnya. Termasuk, memberikan pelatihan tenun dibeberapa daerah di Sijunjung. &#8220;Saya memberdayakan perempuan melalui kerajinan tenun ini,</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tenun-unggan-lansek-manih-antar-indra-yeni-merdekakan-kaum-perempuan-sijunjung/">Tenun Unggan Lansek Manih Antar Indra Yeni Merdekakan Kaum Perempuan Sijunjung</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>InLanggam.id</strong> &#8211; Sekitar dua dekade silam, Indra Yeni bukan siapa-siapa. Ia hanya perempuan biasa yang menekuni usaha kerajinan tenun di kampung halamannya di Nagari Unggan, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatra Barat (Sumbar).</p>
<p>Namun siapa sangka, berkat kegigihannya, usaha tenunnya berkembang pesat bahkan merambah pasar Timur Tengah.</p>
<p>Tidak hanya itu, bahkan di tengah kesuksesannya, pemilik Tenun Unggan Lansek Manih ini pun mampu memerdekakan sebagian kaum perempuan, khususnya di Nagari Unggan dan Sijunjung pada umumnya. Terlebih, Indra Yeni juga konsisten memberdayakan perempuan lewat usaha tenunnya. Termasuk, memberikan pelatihan tenun dibeberapa daerah di Sijunjung.</p>
<p>&#8220;Saya memberdayakan perempuan melalui kerajinan tenun ini, agar mereka bisa merdeka untuk dirinya sendiri. Perempuan itu harus membantu keluarganya di segi pendapatan ekonomi. Terjadinya kekerasan dalam rumah tangga disebabkan faktor ekonomi yang tidak mencukupi,&#8221; kata Indra Yeni, saat ditemui di pusat pelatihan tenun songket tradisonal di Nagari Kamang, Kecamatan Kamang Baru, Sijunjung, beberapa waktu lalu.</p>
<p>Menurutnya, selain kaum perempuan harus membantu ekonomi keluarganya, kaum perempuan harus mandiri dan jangan terus bergantung pada suaminya. Karena, apabila kaum perempuan ditinggal pisah suaminya,<br />
baik karena perceraian maupun pisah karena sang suami sudah meninggal dunia, tentunya kaum perempuan akan kesulitan untuk penopang kehidupan selanjutnya.</p>
<p>&#8220;Ini sudah banyak contohnya,&#8221; ujar Indra Yeni.</p>
<p>Ia menceritakan kisah suksesnya merintis usaha Tenun Unggan Lansek Manih yang dimulainya sejak 1994. Kata dia, satu tahun sebelumnya, dia pernah belajar menenun dengan orang Pandai Sikek yang tinggal di Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluhkota.</p>
<p>Saat itu, Yeni masih tinggal bersama suaminya di Halaban. Tiga bulan belajar, pada tahun 1994 dia pun pindah kekampung halamannya di Nagari Unggan.</p>
<p>Di Unggan, sebutnya, dia pun mulai mengembangkan bakatnya dengan merintis usaha tenun dengan merek Tenun Unggan Lansek Manih. Dengan modal Rp950 ribu, dia pun membeli alat tenun bekas satu pasang. Kemudian, meja tenun dibuat sendiri oleh suaminya bernama Syami Usman Chaniago, yang memang berprofesi sebagai tukang kayu.</p>
<p>Namun sayangnya, usahanya untuk mengembangkan bakatnya sempat jadi cemooh sejumlah orang. Bahkan, ada yang menyebut dia gila, karena Unggan terisolir dan tidak ada orang yang akan membeli songketnya.</p>
<p>Meski begitu, dia tak peduli. Dengan kerja keras, dia terus berusaha mengembangkan usaha kerajinan tenun. Barulah pada tahun 2004, Yeni menyerah dan tak mampu untuk melanjutkan usaha kerajinannya.</p>
<p>Penyebabnya, kata wanita yang akrab disapa Yeni itu, bukan karena cemoh orang-orang, tapi faktor buruknya akses jalan di Unggan.</p>
<p>&#8220;Saya tidak menyalahkan orang bilang saya gila, karena memang Unggan itu daerah terisolir dan paling ujung di Sijunjung. Akses jalannya buruk dan susah dilewati kendaraan. Saya sering jatuh dari sepeda motor saat mau beli bahan tenun di Silungkang. Kadang-kadang, benang yang saya beli tadi juga ikut jatuh,&#8221; katanya.</p>
<p>&#8220;Ini baru soal akses jalan, belum lagi soal tidak adanya jaringan seluler yang membuat saya sulit untuk berkembang. Karena, jual tenun itu tidak bisa dari mulut ke mulut, harus kuat promosinya dan membangun jaringan. Tentunya, membangun jaringan itu butuh komunikasi yang lancar, tentunya lewat sambungan telephone,&#8221; sambung Yeni.</p>
<p>Pada tahun 2005, katanya melanjutkan, dia kembali melanjutkan usaha kerajinan tenun. Selain untuk menambah pemasukan keluarga, upayanya untuk kembali memulai usaha kerajinan tenun juga karena desakkan sejumlah kaum perempuan di Unggan yang sebelumnya sempat dibinanya.</p>
<p>Perlahan tapi pasti, pada tahun 2007 usaha tenunnya mulai berkembang cukup baik berkat meng-inovasikan hasil tenun untuk bahan baju.</p>
<p>&#8220;Kalau sebelumnya, saya hanya buat tenun untuk songket. Alhamdulillah, pasar tenun untuk baju ini sangat bagus, tidak hanya di Sijunjung saja, tapi juga meluas hingga ke berbagai daerah di Sumbar seperti Padang, Bukittinggi, Dharmasraya, Payakumbuh, serta beberapa kabupaten/kota lainnya di Sumbar. Permintaannya cukup banyak waktu itu,&#8221; bebernya.</p>
<p><strong>Jadi Binaan CSR Semen Padang</strong></p>
<p>Di tengah perkembangan usaha kerajinan tenun mikiknya yang cukup baik, permintaan pasar pun makin banyak dan Yeni pun kesulitan untuk memenuhui kebutuhan pasar, terutama di segi permodalan. Bahkan, banyak pihak reseller yang kecewa karena dirinya tidak bisa mensuplai tenun sesuai dengan jadwal yang ditentukan.</p>
<p>Beruntung pada tahun 2012, dirinya menjadi binaan dari CSR Semen Padang, sehingga dia pun mendapatkan pinjman modal usaha sebesar Rp20 juta. Berkat pinjaman modal usaha dari perusahaan semen pertama di Indonesia dan Asia Tenggara tersebut, dia pun membeli alat tenun, benang dan berbagai peralatan lainnya. Seiring dengan itu, jumlah karyawannya pun bertambah.</p>
<p>&#8220;Kalau saat ini, jumlah karyawan saya ada 40 orang. Mereka ini saya berikan upah berdasarkan kain tenun yang diproduksi. Dari Rp100 ribu sampai Rp450 ribu untuk satu helai kain tenun. Dan, mayoritas karyawan saya merupakan perempuan hebat, dan tanguh di Nagari Unggan dan sekitarnya. Mereka kini sudah mandiri dan bisa bantu ekonomi keluarga,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Yeni menyampaikan bukan sekali saja dapat pinjaman dari Semen Padang, tapi sudah tiga kali. Pinjaman kedua Rp40 juta dan yang ketiga Rp100 juta. Sekarang pinjaman tersebut sudah dilunasinya dan usahanya terus maju dan berkembang. Bahkan saat ini, dia pun sudah memiliki workshop pelatihan menenun di Muaro Sijunjung. Dan tentunya, kata dia, itu semua juga berkat bantuan pinjaman modal usaha dari CSR Semen Padang.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah, saya senang dan bersyukur bisa menjadi bagian dari UMKM binaan Semen Padang. Karena, banyak manfaat yang saya dapat dari CSR Semen Padang. Selain dipinjamkan modal usaha, saya juga diikutkan pada kegiatan pameran diberbagai daerah di Indonesia seperti Padang, Medan, Batam dan Jakarta,&#8221; katanya.</p>
<p>Menurutnya, pameran gratis yang difasilitasi oleh CSR Semen Padang ke berbagai daerah di Indonesia sangat dirasakan sekali manfaatnya bagi kemajuan usaha kerajinan tenun miliknya. Pelanggannya menjadi bertambah. Bahkan, ada juga pesanan dari beberapa negara yang ada di Timur Tengah melalui perantau minang yang ada di Qatar.</p>
<p>&#8220;Ke Timur Tengah ini rutin saya kirim tiap bulan. Dan, pengiriman itu sudah dilakukan sejak 2018 sampai sekarang. Rata-rata dalam sebulan, ada sekitar 150 lembar kain tenun yang dikirim. Selain itu, saya juga rutin mensuplai kain tenun untuk reseller yang ada di Jakarta, Payakumbuh, Bukittinggi dan Padang. Paling banyak itu Jakarta,&#8221; bebernya.</p>
<p>Kesuksesan yang diraih Yeni, ternyata juga sejalan dari sederatan penghargaan yang diraihnya, baik dari pemerintah maupun dari lembaga swasta. Di antaranya, penghargaan sebagai Pelestarian Budaya Kementerian Desa Tertinggal pada tahun 2011, pemenang terbaik Tingkat Nasional UMKM UI kerjasama dengan City bank UKM Center UI City Mircoprenuership Award 2013, dan peringkat Terbaik dari Women Skill pada hari perempuan sedunia tahun 2014.</p>
<p>Kemudian, meraih penghargaan dari Universitas Indonesia setelah mengikuti motivasi dan Training form zero to hero tahun 2015, meraih penghargaan Alumni UMKM Center Terbaik, sebagai Narasumber Terbaik yang selenggarakan UI pada tahun 2015, menerima pengharagaan Upakartik kategori Pelopor dari Ditjen, IKM Kementerian Perindustrian tahun 2017, dan penghargaan SKIM Karya tahun 2020.</p>
<p>Berbagai penghargaan tersebut, kata Yeni, tidak terlepas atas kontribusinya memberdayakan perempuan lewat usaha kerajinan tenun, termasuk menjadi pelopor songket Unggan Lansek Manih asal Sijunjung. Bahkan, perempuan tangguh itu kini menjadi instruktur pelatihan tenun dari Balai Diklat Industri (BDI) Padang untuk 16 nagari di Sijunjung, termasuk intruktur pelatihan tenun di Lapas Kelas II B Sijunjung sejak 2014 hingga sekarang.</p>
<p>Menariknya, peserta pelatihan tenun di Lapas Sijunjung tidak hanya diikuti oleh narapidana perempuan, tapi juga ada yang laki-laki. Bahkan, ada salah satu mantan narapidana Lapas Sijunjung yang menjadi asistennya untuk instruktur pelatihan tenun. &#8220;Asisten saya yang mantan narapidana itu laki-laki. Tahun besok kami pun akan memberikan pelatihan tenun di Dharmasraya,&#8221; ungkap Yeni.</p>
<p>Terkait sederet penghargaan yang telah diraihnya, bagi Yeni itu merupakan hal yang luar biasa bagi dirinya pribadi. Apalagi, dia hanya tamatan SMP. &#8220;Ini hal yang luar biasa bagi saya. Saya tidak berjalan sendiri, saya bersama teman-teman semua, berbagi ilmu membantu kaum perempuan dengan sehelei demi sehelei benang memberantas kemiskinan,&#8221; katanya.</p>
<p>Saat ini, tambah Yeni, dirinya tidak akan berhenti menyuarakan, mengajak dan memotivasi kaum perempuan untuk terus bertekat kuat, maju, dan kerja keras, terutama kaum perempuan di Unggan, agar mereka bisa mandiri dan bisa memerdekan dirinya sendiri, termasuk untuk menyokong pendapatan ekonomi keluarganya, agar mereka bisa memberikan pendidikan yang tinggi untuk anak-anak mereka.</p>
<p>&#8220;Ini yang terus saya perjuangkan. Jangan sampai anak-anak kita tidak mendapatkan pendidikan yang tinggi. Untuk itu, kepada kaum perempuan, khususnya di Unggan, dan Indonesia pada umumnya, ayo bangkit, lakukan kreatifitas untuk mensejahterakan diri kita sendiri, mandiri, inovatif dan tetap semangat,&#8221; pungkas Yeni.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tenun-unggan-lansek-manih-antar-indra-yeni-merdekakan-kaum-perempuan-sijunjung/">Tenun Unggan Lansek Manih Antar Indra Yeni Merdekakan Kaum Perempuan Sijunjung</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">164965</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lawan Stunting, Semen Padang Bagikan Gizi Tambahan untuk Balita di Pauh</title>
		<link>https://langgam.id/lawan-stunting-semen-padang-bagikan-gizi-tambahan-untuk-balita-di-pauh/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Sep 2022 07:19:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Palanta]]></category>
		<category><![CDATA[CSR Semen Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Semen Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Stunting Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=161615</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Kampanye Perang Melawan Stunting yang dilakukan PT Semen Padang dalam rangka mendukung program Generasi Emas 2045 terus digelar. Kali ini, kampanye tersebut dilakukan di Kecamatan Pauh, Kota Padang, dalam bentuk pemberian makanan tambahan untuk balita stunting. Sebelumnya, perusahaan semen pertama di Indonesia dan Asia Tenggara itu, juga mengampanyekan perang melawan stunting di Kecamatan Lubeg dan Kecamatan Lubuk Kilangan. Kampanye tersebut, diawali dengan perjanjian Kerjasama antara PT Semen Padang dengan Kecamatan Lubeg tentang Program Cegah Stunting. Kepala Departemen Komunikasi &#38; Hukum Perusahaan PT Semen Padang Iskandar Z Lubis mengatakan, kampanye Perang Melawan Stunting yang diwujudkan melalui pemberian paket makanan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/lawan-stunting-semen-padang-bagikan-gizi-tambahan-untuk-balita-di-pauh/">Lawan Stunting, Semen Padang Bagikan Gizi Tambahan untuk Balita di Pauh</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Kampanye Perang Melawan Stunting yang dilakukan PT Semen Padang dalam rangka mendukung program Generasi Emas 2045 terus digelar. Kali ini, kampanye tersebut dilakukan di Kecamatan Pauh, Kota Padang, dalam bentuk pemberian makanan tambahan untuk balita stunting.</p>
<p>Sebelumnya, perusahaan semen pertama di Indonesia dan Asia Tenggara itu, juga mengampanyekan perang melawan stunting di Kecamatan Lubeg dan Kecamatan Lubuk Kilangan. Kampanye tersebut, diawali dengan perjanjian Kerjasama antara PT Semen Padang dengan Kecamatan Lubeg tentang Program Cegah Stunting.</p>
<p>Kepala Departemen Komunikasi &amp; Hukum Perusahaan PT Semen Padang Iskandar Z Lubis mengatakan, kampanye Perang Melawan Stunting yang diwujudkan melalui pemberian paket makanan tambahan bergizi untuk balita stunting itu, merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).</p>
<p>&#8220;Pemberian paket gizi tambahan ini dilakukan mulai September hingga Desember mendatang. Di Pauh, terdapat 14 balita stunting yang mendapatkan paket makanan tambahan bergizi yang terdiri dari beras 10 kg, gula 1 kg, susu 2 kotak, minyak goreng 2 liter, telur 1 pak dan kacang hijau 1 kg. Masing-masing balita stunting akan dapat 1 paket setiap bulannya, &#8221; kata Iskandar, dalam keterangan resmi, Sabtu (3/8/2022).</p>
<p>Sebelumnya, Kepala Unit CSR Semen Padang Rinold Thamrin menyebut bahwa paket makanan tambahan bergizi untuk balita stunting itu diberikan dalam rangka percepatan penurunan dan meminimalisir angka stunting di Pauh, Lubeg dan Lubuk Kilangan dengan objek dari bayi stunting berusia di bawah 2 tahun (Baduta).</p>
<p>&#8220;Baduta stunting menjadi perhatian, karena berkaitan dengan 1000 Hari Pertama Kehidupan yang dimulai sejak bayi dalam kandungan sampai berusia 2 tahun. Di mana selama masa itu, bayi dari kandungan sampai dilahirkan dan berusia 2 tahun mendapatkan asupan gizi yang cukup dan seimbang,&#8221; kata Rinold.</p>
<p>Rinold menambahkan melalui bantuan makanan tambahan bergizi ini, maka diharpakan pada tahun 2045, baduta stunting ini tumbuh menjadi generasi unggul dan berkualitas. &#8220;Makanya, Perang Melawan Stunting yang kami kampanyekan sekarang ini diharapkan dapat menyukseskan program Genarasi Emas 2045,&#8221; pungkas Rinold.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/lawan-stunting-semen-padang-bagikan-gizi-tambahan-untuk-balita-di-pauh/">Lawan Stunting, Semen Padang Bagikan Gizi Tambahan untuk Balita di Pauh</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">161615</post-id>	</item>
		<item>
		<title>DPRD Akan Panggil PT Semen Padang yang Disebut Tak Bayar Dana CSR ke Masyarakat</title>
		<link>https://langgam.id/dprd-akan-panggil-pt-semen-padang-yang-disebut-tak-bayar-dana-csr-ke-masyarakat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nandito Putra]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Mar 2022 11:03:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[CSR Semen Padang]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Nagari Pauh V]]></category>
		<category><![CDATA[PT Semen Padang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=150175</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; PT Semen Padang disebut tak membayarkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk masyarakat Nagari Pauh V, Kecamatan Pauh, Kota Padang sejak delapan bulan terakhir. Bahkan, persoalan itu juga sudah diadukan ke anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Padang. Anggota Komisi I DPRD Padang, Budi Syahrial mengatakan, bahwa akan segera memanggil manajemen PT Semen Padang terkait aduan masyarakat bahwa perusahaan tidak membayarkan dana CSR tersebut. &#8220;Kalau tidak ada agenda mendesak, Senin depan kita akan undang semua pihak untuk menyelesaikan persoalan ini,&#8221; ujar Budi usai ditemui tokoh masyarakat Nagari Pauh V, Senin (7/3/2022). Menurut Budi, DPRD akan mendesak agar dana</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/dprd-akan-panggil-pt-semen-padang-yang-disebut-tak-bayar-dana-csr-ke-masyarakat/">DPRD Akan Panggil PT Semen Padang yang Disebut Tak Bayar Dana CSR ke Masyarakat</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id </strong>&#8211; PT Semen Padang disebut tak membayarkan dana <em>Corporate Social Responsibility</em> (CSR) untuk masyarakat Nagari Pauh V, Kecamatan Pauh, Kota Padang sejak delapan bulan terakhir. Bahkan, persoalan itu juga sudah diadukan ke anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Padang.</p>
<p>Anggota Komisi I DPRD Padang, Budi Syahrial mengatakan, bahwa akan segera memanggil manajemen PT Semen Padang terkait aduan masyarakat bahwa perusahaan tidak membayarkan dana CSR tersebut.</p>
<p>&#8220;Kalau tidak ada agenda mendesak, Senin depan kita akan undang semua pihak untuk menyelesaikan persoalan ini,&#8221; ujar Budi usai ditemui tokoh masyarakat Nagari Pauh V, Senin (7/3/2022).</p>
<p>Menurut Budi, DPRD akan mendesak agar dana CSR dapat disalurkan untuk pengembangan masyarakat. &#8220;Semen Padang sangat memberi dampak kepada masyarakat di ring satu, termasuk Pauh V,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Selain itu, Budi juga meminta, agar masyarakat Pauh V bersabar dan menunggu jawaban dari manajemen pengelola CSR Semen Padang. &#8220;Kita harus menahan emosi, jangan sempat terpancaing, karena masih banyak jalan penyelesaian,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Berdasarkan aduan dari Kerapatan Adat Nagari (KAN) dan Badan Musyawarah (Bamus) Nagari Pauh V, sebut Budi, PT Semen Padang diduga menunda-nuda penyaluran dana CSR selama delapan bulan, padahal kesepakatan mereka sudah terjalin sejak puluhan tahun yang lalu.</p>
<p>&#8220;Kita juga tidak mengerti kenapa sudah delapan bulan, tetapi terkait pemanfaat CSR dari pengelolaan limbah besi dan kertas belum direspons. Surat menyurat padahal sudah dipenuhi,&#8221; paparnya.</p>
<p>Bahkan, Budi juga berjanji, Komisi I DPRD Padang akan menyelesaikan persoalan itu sampai tuntas, dan perlu adanya pertemuan dengan manajemen PT Semen Padang.</p>
<p>&#8220;Kita panggil semua elemen, baik manajemen PT Semen Padang, ketua yayasan Igasar Semen Padang. Kami dari Komisi I akan segera tindaklanjuti ini secepatnya, kita agendakan pertemuan Senin depan,&#8221; katanya.</p>
<p>Sementara itu, saat dikonformasi terkait CSR yang disebut masyarakat belum dibayarkan PT Semen Padang itu, Kepala Biro CSR Semen Padang tak menanggapi permintaan wawancara Langgam.id.</p>
<p>Langgam.id sudah berupaya selama dua hari, sejak Senin (7/3/2022) sampai hari ini, Selasa (8/3/2022) untuk konfirmasi persoalan tersebut. Via WhatsApp, tidak direspons sama sekali, hanya centang dua. Lalu, via telepon, juga tak direspons.</p>
<p>Bahkan, Langgam.id juga sudah berupaya mendatangi kantor CSR PT Semen Padang di Indaruang, melalui respsionis, Kepala Biro CSR disebut sedang sakit, dan diarahkan ke Bagian Humas.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/anggota-dprd-respons-soal-pt-semen-padang-disebut-tak-bayarkan-csr-perbuatan-melawan-hukum/">Anggota DPRD Respons Soal PT Semen Padang Disebut Tak Bayarkan CSR: Perbuatan Melawan Hukum</a></strong></p>
<p>Namun, sampai di Bagian Humas, Langgam.id diminta kembali untuk konfirmasi ke CSR, karena Bagian Humas mengaku tak berwewenang. “Kalau urusan CSR dan masyarakat sekitar, memang tupoksinya di Kabiro CSR, bukan di humas,” ujar seorang petugas di Bagian Humas PT Semen Padang kepada langgam.id, Selasa (8/3/2022).</p>
<h4>—<br />
Dapatkan update <strong>berita terbaru</strong> setiap hari dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/dprd-akan-panggil-pt-semen-padang-yang-disebut-tak-bayar-dana-csr-ke-masyarakat/">DPRD Akan Panggil PT Semen Padang yang Disebut Tak Bayar Dana CSR ke Masyarakat</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">150175</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Anggota DPRD Respons Soal PT Semen Padang Disebut Tak Bayarkan CSR: Perbuatan Melawan Hukum</title>
		<link>https://langgam.id/anggota-dprd-respons-soal-pt-semen-padang-disebut-tak-bayarkan-csr-perbuatan-melawan-hukum/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nandito Putra]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Mar 2022 04:42:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[CSR Semen Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Nagari Pauh V]]></category>
		<category><![CDATA[PT Semen Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Semen Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=150167</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang, Budi Syahrial turut mengomentari terkait PT Semen Padang disebut tak bayarkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk masyarakat Nagari Pauh V, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Menurut Budi, perbuatan tak mengindahkan penyaluran CSR itu merupakan perbuatan melawan hukum, karena PT Semen Padang dinilai telah melanggar perjanjian yang sudah terjalin selama 20 tahun dengan masyarakat Nagari Pauh V. Selama ini, kata Budi, penyaluran dana CSR dari pengelolaan limbah besi dan kertas PT Semen Padang sudah bergantian oleh Kecamatan Lubuk Kilangan dan Pauh. &#8220;Lalu, sekarang seluruh syarat administrasi sudah dipenuhi, kenapa</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/anggota-dprd-respons-soal-pt-semen-padang-disebut-tak-bayarkan-csr-perbuatan-melawan-hukum/">Anggota DPRD Respons Soal PT Semen Padang Disebut Tak Bayarkan CSR: Perbuatan Melawan Hukum</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id </strong>&#8211; Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang, Budi Syahrial turut mengomentari terkait PT Semen Padang disebut tak bayarkan dana <em>Corporate Social Responsibility</em> (CSR) untuk masyarakat Nagari Pauh V, Kecamatan Pauh, Kota Padang.</p>
<p>Menurut Budi, perbuatan tak mengindahkan penyaluran CSR itu merupakan perbuatan melawan hukum, karena PT Semen Padang dinilai telah melanggar perjanjian yang sudah terjalin selama 20 tahun dengan masyarakat Nagari Pauh V.</p>
<p>Selama ini, kata Budi, penyaluran dana CSR dari pengelolaan limbah besi dan kertas PT Semen Padang sudah bergantian oleh Kecamatan Lubuk Kilangan dan Pauh.</p>
<p>&#8220;Lalu, sekarang seluruh syarat administrasi sudah dipenuhi, kenapa tidak dihormati juga perjanjian yang sudah berjalan dan menjadi kebiasaan selama 20 tahun ini,&#8221; ujar Budi usai ditemui pemuka masyarakat Nagari Pauh V, Senin (7/3/2022).</p>
<p>Budi menjelaskan, jika persolan CSR itu masih tidak ditanggapi PT Semen Padang, dikhwatirkan akan terjadi gesekan di tengah masyarkat kenagarian Pauh V.</p>
<p>&#8220;Kita kemungkinan akan mencoba mengundang beberapa pihak, termasuk aparat kemanan, apabila tidak dihormati, kita khawatir kalau terjadi hal-hal beriak di Kenagarian Pauh,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Menurut Budi, juga keterlibatan aparat keamanan dalam persoalan tersebut, agar tidak terjadi tindakan represif oleh aparat ketika terjadi gesekan.</p>
<p>&#8220;Riak di Pauh ini ada sebab akibatnya, nanti jangan melihat masyarakat bikin rusuh. Tapi tidak melihat apa sebenarnya penyebab beriak seperti itu,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Walaupun perjanjian antara pihak nagari dan PT. Semen Padang tidak menggunakan akta notaris, sebut Budi, jatuhnya ke perbuatan melwan hukum.</p>
<p>&#8220;Kalau ada akta notaris, itu jatuhnya ke wanprestasi. Kalau tidak ada akta notaris, maka itu jadi perbuatan melawan hukum,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Budi berharap penyelesaian masalah CSR itu dapat dilakukan secara baik-baik. &#8220;Karena selama ini PT Semen Padang sudah menikmati sumber daya alam yang ada di Kenagarian Pauh V, lalu sekarang kok terjadi perubahan, ada apa dengan Semen Padang? Itu yang akan kita minta penjelasan,&#8221; katanya.</p>
<p>Sementara itu, saat dikonformasi terkait CSR yang disebut masyarakat belum dibayarkan PT Semen Padang itu, Kepala Biro CSR Semen Padang tak menanggapi permintaan wawancara Langgam.id.</p>
<p>Langgam.id sudah berupaya selama dua hari, sejak Senin (7/3/2022) sampai hari ini, Selasa (8/3/2022) untuk konfirmasi persoalan tersebut. Via WhatsApp, tidak direspons sama sekali, hanya centang dua. Lalu, via telepon, juga tak direspons.</p>
<p>Bahkan, Langgam.id juga sudah berupaya mendatangi kantor CSR PT Semen Padang di Indaruang, melalui respsionis, Kepala Biro CSR disebut sedang sakit, dan diarahkan ke Bagian Humas.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/tak-dapat-lagi-dana-csr-dari-semen-padang-masyarakat-nagari-pauh-v-mengadu-ke-dprd-padang/">Tak Dapat Lagi Dana CSR dari Semen Padang, Masyarakat Nagari Pauh V Mengadu ke DPRD Padang</a></strong></p>
<p>Namun, sampai di Bagian Humas, Langgam.id diminta kembali untuk konfirmasi ke CSR, karena Bagian Humas mengaku tak berwewenang. &#8220;Kalau urusan CSR dan masyarakat sekitar, memang tupoksinya di Kabiro CSR, bukan di humas,&#8221; ujar seorang petugas di Bagian Humas PT Semen Padang kepada langgam.id, Selasa (8/3/2022).</p>
<h4>—<br />
Dapatkan update <strong>berita terbaru</strong> setiap hari dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/anggota-dprd-respons-soal-pt-semen-padang-disebut-tak-bayarkan-csr-perbuatan-melawan-hukum/">Anggota DPRD Respons Soal PT Semen Padang Disebut Tak Bayarkan CSR: Perbuatan Melawan Hukum</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">150167</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Warga Datangi DPRD, Persoalkan Yayasan Igasar Semen Padang</title>
		<link>https://langgam.id/warga-datangi-dprd-persoalkanyayasan-igasar-semen-padang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nandito Putra]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Mar 2022 07:57:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[CSR Semen Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Nagari Pauh V]]></category>
		<category><![CDATA[PT Semen Padang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=150161</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Akibat tak indahkan kerjasama dengan masyarakat Nagari Pauh V, Yayasan Igasar Semen Padang diadukan ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Masyarakat yang diwakili Kerapatan Adat Nagari (KAN) dan Badan Musyawarah (Bamus) Nagari Pauh V megadu bahwa kerjasama pemanfaatan hasil penjualan limbah besi dan kertas tidak direspons Yayaan Igasar sejak delapan bulan belakangan. Ketua KAN Pauh V, M. Nazif mengatakan, pihaknya juga sudah melayangkan beberapa surat ke Yayasan Igsar, tapi juga tak direspons. &#8220;Kerja kami hanya sebatas memberi rekomendasi, sudah banyak surat-surat kami yang masuk, tidak pernah diakomodir, tidak pernah kami dipanggil,&#8221; ujar Nazif. Nazif menilai, perlakuan itu telah</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/warga-datangi-dprd-persoalkanyayasan-igasar-semen-padang/">Warga Datangi DPRD, Persoalkan Yayasan Igasar Semen Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Akibat tak indahkan kerjasama dengan masyarakat Nagari Pauh V, Yayasan Igasar Semen Padang diadukan ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).</p>
<p>Masyarakat yang diwakili Kerapatan Adat Nagari (KAN) dan Badan Musyawarah (Bamus) Nagari Pauh V megadu bahwa kerjasama pemanfaatan hasil penjualan limbah besi dan kertas tidak direspons Yayaan Igasar sejak delapan bulan belakangan.</p>
<p>Ketua KAN Pauh V, M. Nazif mengatakan, pihaknya juga sudah melayangkan beberapa surat ke Yayasan Igsar, tapi juga tak direspons.</p>
<p>&#8220;Kerja kami hanya sebatas memberi rekomendasi, sudah banyak surat-surat kami yang masuk, tidak pernah diakomodir, tidak pernah kami dipanggil,&#8221; ujar Nazif.</p>
<p>Nazif menilai, perlakuan itu telah mencederai harga diri anak Nagari Pauh V, terlebih Semen Padang telah memiliki hubungan historis dengan daerah tersebut.</p>
<p>Salah satunya, lanjut Nazif, adanya pengelolaan PLTA Kuranji yang berada di wilayah Pauh V.</p>
<p>&#8220;Selama ini, kita punya hubungan baik dengan Semen Padang, seperti pemanfaatan sumber daya alam berupa PLTA,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Bamus Pauh V, Dasrul menyebutkan, bahwa dana sosial yang jadi soal itu, bersumber dari hasil penjualan limbah besi dan kertas yang dikelola oleh pihak ketiga dan Yayasan Igasar.</p>
<p>Pemanfaatannya, kata Dasril, dilakukan secara bergilir kepada kecamatan dan nagari yang berada di ring satu Semen Padang.</p>
<p>Terkait persyaratan untuk pengelolaan dana hasil penjualan limba besi dan kertas itu, sebut Dasrul, sudah dipenuhi.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/sumbangsih-semen-padang-melawan-covid-19-di-sumbar/">Sumbangsih  Semen Padang Melawan Covid-19 di Sumbar</a></strong></p>
<p>&#8220;Tapi, sampai hari ini belum ditanggapi juga,&#8221; katanya.</p>
<p>_</p>
<p>Berita ini secara keseluruhan telah kami edit kembali, baik judul, foto ataupun isi karena ada kekeliruan yang menyebutkan bahwa yang diadukan itu CSR PT Semen Padang, yang benar adalah Yayasan Igasar Semen Padang. Redaksi <em>Langgam.id</em> mohon maaf kepada PT. Semen Padang dan para pembaca.</p>
<h4>—<br />
Dapatkan update <strong>berita terbaru</strong> setiap hari dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/warga-datangi-dprd-persoalkanyayasan-igasar-semen-padang/">Warga Datangi DPRD, Persoalkan Yayasan Igasar Semen Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">150161</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 26/62 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-04-08 15:47:09 by W3 Total Cache
-->