<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Bunga Rafflesia Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/bunga-rafflesia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/bunga-rafflesia/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Tue, 05 Jul 2022 08:46:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Bunga Rafflesia Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/bunga-rafflesia/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Rafflesia Arnoldii Hasil Budi Daya Mekar di Palupuah Agam</title>
		<link>https://langgam.id/rafflesia-arnoldii-hasil-budi-daya-mekar-di-palupuah-agam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Jul 2022 06:06:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Agam]]></category>
		<category><![CDATA[Bunga Rafflesia]]></category>
		<category><![CDATA[Rafflesia Arnoldii]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=158447</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Bunga langka dan dilindungi jenis Rafflesia Arnoldii hasil budi daya seorang warga bernama Joni Hartono di pekarangan rumahnya mekar sempurna di Batang Palupuh, Nagari, Koto Rantang, Kabupaten Agam, Sumatra Barat (Sumbar). &#8220;Bunga mekar di perkarangan rumah jenis Rafflesia Arnoldi, sudah tiga hari ini mekar,&#8221; ujar Joni kepada langgam.id, Sabtu (2/6/2022). Menurut Joni, Bunga Rafflesia Arnoldii itu mekar hanya 5 sampai 7 hari dan tahun 2022 ini hanya 4 individu hasil budi daya yang mekar di pekarangan rumahnya. Menurut Joni, saat ini juga masih banyak individu kecil yang bakal mekar juga. Ada sekitar 20-an individu kecil yang akan besar</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/rafflesia-arnoldii-hasil-budi-daya-mekar-di-palupuah-agam/">Rafflesia Arnoldii Hasil Budi Daya Mekar di Palupuah Agam</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Bunga langka dan dilindungi jenis Rafflesia Arnoldii hasil budi daya seorang warga bernama Joni Hartono di pekarangan rumahnya mekar sempurna di Batang Palupuh, Nagari, Koto Rantang, Kabupaten Agam, Sumatra Barat (Sumbar).</p>
<p dir="ltr">&#8220;Bunga mekar di perkarangan rumah jenis Rafflesia Arnoldi, sudah tiga hari ini mekar,&#8221; ujar Joni kepada <em>langgam.id</em>, Sabtu (2/6/2022).</p>
<p dir="ltr">Menurut Joni, Bunga Rafflesia Arnoldii itu mekar hanya 5 sampai 7 hari dan tahun 2022 ini hanya 4 individu hasil budi daya yang mekar di pekarangan rumahnya.</p>
<p dir="ltr">Menurut Joni, saat ini juga masih banyak individu kecil yang bakal mekar juga. Ada sekitar 20-an individu kecil yang akan besar di perkarangan rumahnya. &#8220;Kalau yang lainnya di hutan lebih banyak, di cagar alam, kalau di hutan ini masih banyak,&#8221; ungkap Joni.</p>
<p dir="ltr">Untuk mekar selanjutnya, kata Joni, diperkirakan akhir tahun 2022. Satu individu bunga bisa berhasil mekar dari biji hingga mekar sekitar 9 bulan hingga 1,5 tahun. Itu juga tergantung dengan cuaca juga.</p>
<p dir="ltr">Dia menjelaskan, bahwa sudah membudidayakan Rafflesia Arnoldii sejak tahun 2000-an. Alasanya, tertarik membudidayakan karena sering menemani tamu-tamu yang pergi meneliti bunga itu ke dalam hutan.</p>
<p dir="ltr">Akibat sering menemani itu, Joni menagku lebih mengenal bunga langka itu, kemudian menyukainya. Lalu dia belajar membudidayakan lewat buku dan berdasarkan pengalaman dari ikut penelitian.</p>
<p dir="ltr">Diketahui, Joni merupakan orang yang pertama kali berhasil membudidayakan Rafflesia Arnoldii. Selama membudiyakan dalam waktu 20 tahun itu, dia menghitung sudah 18 kali berhasil mekar.</p>
<p dir="ltr">Sementara itu, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar Ardi Andono mengatakan, satu individu Bunga Rafflesia Arnoldii sedang mekar sempurna yang merupakan hasil budi daya Bapak Joni Hartono di Batang Palupuh, Nagari Koto Rantang, Kabupaten Agam.</p>
<p dir="ltr"><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/menonton-kisah-joni-hartono-penangkar-pertama-bunga-rafflesia-dari-agam/">Menonton Kisah Joni Hartono, Penangkar Pertama Bunga Rafflesia dari Agam</a></strong></p>
<p dir="ltr">Bunga itu mekar mulai dari tgl 1-5 Juli 2022. Dia mengajak masyarakat untuk mengunjungi bunga langka itu. &#8220;Mari kunjungi dan saksikan bunga langka yang merupakan puspa nasional ini dalam kondisi terindahnya. Bunga rafflesia ini mengalami proses mekar sempurna antara 8-10 hari,&#8221; ujarnya.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/rafflesia-arnoldii-hasil-budi-daya-mekar-di-palupuah-agam/">Rafflesia Arnoldii Hasil Budi Daya Mekar di Palupuah Agam</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">158447</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sumbar Kaya Rafflesia: Ada di 36 Lokasi, 14 Kabupaten dan Kota</title>
		<link>https://langgam.id/sumbar-kaya-rafflesia-ada-di-36-lokasi-14-kabupaten-dan-kota/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Jun 2022 03:40:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Bunga Rafflesia]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=158138</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Selain Bengkulu, Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) juga kaya dengan Bunga Rafflesia. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) merilis, di provinsi ini Bunga Rafflesia sudah ditemukan di 14 dari total 19 kabupaten dan kota. &#8220;Dari 19 kabupaten/ kota di Sumbar, yang belum ditemukan rafflesianya: Kota Payakumbuh, Kota Solok, Kota Sawahlunto, Kota Pariaman dan Kabupaten Kepulauan Mentawai,&#8221; kata Kepala BKSDA Resort Maninjau Ade Putra saat dihubungi langgam.id, Sabtu (25/6/2022). &#8220;Untuk kota-kota (tersebut di atas), memang kemungkinannya kecil, sebab kondisi lingkungan dengan hutan tidak terlalu luas atau karena letak ketinggian dari permukaan laut. Sementara, untuk Mentawai, mungkin karena eksplorasi belum menyeluruh,&#8221;</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sumbar-kaya-rafflesia-ada-di-36-lokasi-14-kabupaten-dan-kota/">Sumbar Kaya Rafflesia: Ada di 36 Lokasi, 14 Kabupaten dan Kota</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Selain Bengkulu, Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) juga kaya dengan Bunga Rafflesia. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) merilis, di provinsi ini Bunga Rafflesia sudah ditemukan di 14 dari total 19 kabupaten dan kota.</p>
<p>&#8220;Dari 19 kabupaten/ kota di Sumbar, yang belum ditemukan rafflesianya: Kota Payakumbuh, Kota Solok, Kota Sawahlunto, Kota Pariaman dan Kabupaten Kepulauan Mentawai,&#8221; kata Kepala BKSDA Resort Maninjau Ade Putra saat dihubungi langgam.id, Sabtu (25/6/2022).</p>
<p>&#8220;Untuk kota-kota (tersebut di atas), memang kemungkinannya kecil, sebab kondisi lingkungan dengan hutan tidak terlalu luas atau karena letak ketinggian dari permukaan laut. Sementara, untuk Mentawai, mungkin karena eksplorasi belum menyeluruh,&#8221; ujar Ade.</p>
<p>Artinya, kecuali lima kabupaten dan kota itu, Bunga Rafflesia sudah ditemukan ada di 14 kabupaten dan kota lainnya. Yakni, Kabupaten Agam, Pasaman, Pasaman Barat, Limapuluh Kota, Tanah Datar, Padang Pariaman, Sijunjung, Dharmasraya, Solok, Solok Selatan dan Pesisir Selatan serta Kota Padang, Bukittinggi dan Padang Panjang.</p>
<p>Sebelumnya, Ade menyampaikan temuan Rafflesia di 14 daerah di Sumbar dalam <a href="https://www.youtube.com/watch?v=oG5oG2yp32c">diskusi bertajuk &#8220;Mengawal Kekayaan Biodiversity Sumbar</a> yang digelar Kanal Video Jurnalisme Interes. Diskusi berlangsung usai nonton bareng dokumenter &#8220;Joni Hartono, Penangkar Pertama Bunga Rafflesia dari Agam&#8221; di Padang, Sabtu (11/6/2022).</p>
<p><strong>Baca Juga: <a class="ajax" href="https://langgam.id/menonton-kisah-joni-hartono-penangkar-pertama-bunga-rafflesia-dari-agam/">Menonton Kisah Joni Hartono, Penangkar Pertama Bunga Rafflesia dari Agam</a></strong></p>
<p>Ade mengatakan, belum banyak yang tahu tentang kekayaan Sumbar dengan Rafflesia. &#8220;Kita tahu bahwa Rafflesia itu ada di Batang Palupuh, Agam. Setidaknya, sepanjang lima tahun terakhir ini, kita masih berada pada tahap pengumpulan data lapangan, kita tahu, Rafflesia setidaknya ada di 14 kabupaten dan kota yang ada di Sumbar,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Total sebarannya, menurut Ade, terdapat di 36 titik. Agam sendiri punya sebaran 16 titik. &#8220;Ini tentu sesuatu yang luar biasa, jika kita bandingkan dengan Provinsi Bengkulu yang hanya mempunyai 20 titik, ini tentu luar biasa bagi kita Sumbar,&#8221; katanya.</p>
<p>Potensi ini, menurut Ade, bisa menjadi sesuatu yang akan memberikan dampak kepada masyarakat baik Agam maupun Sumbar secara umum. &#8220;Tergantung kebijakan pemerintah, apakah ini menjadi daya tarik wisata saja atau menjadi sesuatu yang lebih.&#8221;</p>
<p>Ketua Jurusan Biologi Universitas Andalas Wilson Novarino mengungkapkan hal serupa. &#8220;Tak harus jauh-jauh mencari Rafflesia sampai ke Batang Palupuh. Kota Padang saja punya Rafflesia. Rafflesia Gadutensis itu salah satunya bisa dilihat di Taman Hutan Raya Bung Hatta dan juga ada di daerah Ulu Gadut.&#8221;</p>
<p>Menurutnya, di Padang, Rafflesia pertama kali ditemukan di daerah Gadut. &#8220;Di situ ada sebuah plot permanen yang dikelola Biologi Unand di sana juga ada habitat Rafflesia. Berbeda (jenisnya) dengan Batang Palupuh,&#8221; tutur Wilson.</p>
<p>Pengelolaan oleh Jurusan Biologi, katanya, baru terbatas penelitian. &#8220;Belum secara optimal mengeksplorasinya. Karena itu, kita mengapresiasi apa yang dilakukan Pak Joni Hartono. Pak Joni sudah jauh lebih advance dengan usaha perbanyakan dan penangkaran walaupun tidak melalui penelitian ilmiah yang spesifik, tapi terbukti,&#8221; katanya.</p>
<p>Joni Hartono adalah warga Agam yang berhasil menangkar bunga langka tersebut di halaman rumahnya atau di luar habitat. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam menyebut capaian Joni adalah yang pertama di Indonesia. Kiprah Joni ini yang direkam Aidil Ichlas di Kanal Interes.</p>
<p>Selain menghadirkan Ade Putra dan Dr. Wilson Novarino, diskusi tersebut juga menghadirkan Indira Suryani (Direktur LBH Padang) serta Jaka HB (jurnalis Mongabay). (Rahmadi/SS)</p>
<p>—</p>
<p><!-- /wp:post-content -->

<!-- wp:heading {"level":4} --></p>
<h4 id="h-dapatkan-update-berita-sumbar-terbaru-dan-terkini-hari-ini-dari-langgam-id-mari-bergabung-di-grup-telegram-langgam-id-news-update-caranya-klik-https-t-me-langgamid-kemudian-join-anda-harus-instal-aplikasi-telegram-terlebih-dulu-di-ponsel">Dapatkan update berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4><p>The post <a href="https://langgam.id/sumbar-kaya-rafflesia-ada-di-36-lokasi-14-kabupaten-dan-kota/">Sumbar Kaya Rafflesia: Ada di 36 Lokasi, 14 Kabupaten dan Kota</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">158138</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Menonton Kisah Joni Hartono, Penangkar Pertama Bunga Rafflesia dari Agam</title>
		<link>https://langgam.id/menonton-kisah-joni-hartono-penangkar-pertama-bunga-rafflesia-dari-agam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Jun 2022 06:35:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Agam]]></category>
		<category><![CDATA[Bunga Rafflesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=157181</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Kanal Jurnalisme Video Interes akan menggelar nonton bareng kisah Joni Hartono di Padang, Sabtu (11/6/2022) pekan ini. Joni adalah penangkar bunga Rafflesia Arnoldi asal Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Ia berhasil menangkar bunga langka tersebut di halaman rumahnya atau di luar habitat. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam menyebut capaian Joni adalah yang pertama di Indonesia. Kiprah berjudul &#8220;Joni Hartono, Penangkar Pertama Bunga Rafflesia dari Agam&#8221; itu telah tayang di Kanal Interes.  &#8220;Dalam tayangan itu, juga terungkap tentang kekayaan Rafflesia Sumatra Barat. Bahkan keberadaannya juga disebut oleh BKSDA terkait dengan Harimau Sumatra,&#8221; kata Aidil Ichlas, pendiri</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/menonton-kisah-joni-hartono-penangkar-pertama-bunga-rafflesia-dari-agam/">Menonton Kisah Joni Hartono, Penangkar Pertama Bunga Rafflesia dari Agam</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Kanal Jurnalisme Video Interes akan menggelar nonton bareng kisah Joni Hartono di Padang, Sabtu (11/6/2022) pekan ini. Joni adalah penangkar bunga Rafflesia Arnoldi asal Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatra Barat.</p>
<p>Ia berhasil menangkar bunga langka tersebut di halaman rumahnya atau di luar habitat. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam menyebut capaian Joni adalah yang pertama di Indonesia.</p>
<p>Kiprah berjudul &#8220;Joni Hartono, Penangkar Pertama Bunga Rafflesia dari Agam&#8221; itu telah tayang di <a href="https://www.youtube.com/watch?v=G8tL8-Loy5Y">Kanal Interes</a>. </p>
<p>&#8220;Dalam tayangan itu, juga terungkap tentang kekayaan Rafflesia Sumatra Barat. Bahkan keberadaannya juga disebut oleh BKSDA terkait dengan Harimau Sumatra,&#8221; kata Aidil Ichlas, pendiri Kanal Interes dalam siaran pers pada Kamis (9/6/2022).</p>
<p>Tayangan ini akan menjadi pemantik diskusi bertajuk &#8220;Mengawal Kekayaan Biodiversity Sumbar&#8221; usai nonton bareng. Acara tersebut akan digelar pada Sabtu, pukul 19.30-22.00 di Fabriek Bloc, Jalan Prof.Dr Hamka, Tabing, Padang.</p>
<p>Aidil mengatakan, diskusi menghadirkan narasumber, Dr. Wilson Novarino (Ketua Jurusan Biologi Unand), Ade Putra (Kepala BKSDA Resor Maninjau/Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Sumbar), Indira Suryani (Direktur LBH Padang), serta Jaka HB (jurnalis Mongabay).</p>
<p>&#8220;Juga akan ada musik akustik, pembacaan puisi dan doorprize. Acara ini juga ditayangkan secara langsung di kanal YouTube Interes,&#8221; kata Aidil, yang juga Ketua AJI Padang itu.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a class="ajax" href="https://langgam.id/3-bunga-raffelsia-arnoldii-mekar-di-palupuh/">3 Bunga Raffelsia Arnoldii Mekar di Palupuh</a></strong></p>
<p>Menurutnya, bukan saja punya Rafflesia, Sumbar kaya dengan keanekaragaman hayati (biodiversity) yang harus dijaga. &#8220;Biodiversity itu tersebar di sepanjang Bukit Barisan juga pulau-pulau dan lautan Sumatera Barat. Namun kekayaan yang menjadi warisan untuk anak cucu itu terancam, karena beragam aktivitas,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Aidil mengatakan, nobar dan diskusi ini adalah bagian dari upaya sosialisasi kekayaan Rafflesia dan biodiversity Sumbar ke publik. &#8220;Kita ingin eningkatkan animo publik khususnya anak muda untuk upaya pelestarian lingkungan, membangun komunitas jurnalis dan anak muda peduli lingkungan, serta menyampaikan secara langsung kepada pemerintah permasalahan dan upaya menjaga kekayaan biodiversity Sumbar,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Interes merupakan kanal jurnalistik (news) di platform YouTube. Kanal ini konsen pada konten dengan isu lingkungan, sejarah, budaya, wisata, pendidikan dan kemanusiaan. Kanal yang berbasis di Sumatera Barat ini, juga telah terverifikasi oleh google.</p>
<p>Aidil Ichlas merupakan satu dari dua jurnalis Indonesia yang terpilih mengikuti YouTube Creator Program for Independent Journalist, yang diadakan Google Internasional, bersama 49 dari berbagai negara di dunia. </p>
<p>—</p>
<!-- /wp:post-content -->

<!-- wp:heading {"level":4} -->
<h4 id="h-dapatkan-update-berita-sumbar-terbaru-dan-terkini-hari-ini-dari-langgam-id-mari-bergabung-di-grup-telegram-langgam-id-news-update-caranya-klik-https-t-me-langgamid-kemudian-join-anda-harus-instal-aplikasi-telegram-terlebih-dulu-di-ponsel">Dapatkan update berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4><p>The post <a href="https://langgam.id/menonton-kisah-joni-hartono-penangkar-pertama-bunga-rafflesia-dari-agam/">Menonton Kisah Joni Hartono, Penangkar Pertama Bunga Rafflesia dari Agam</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">157181</post-id>	</item>
		<item>
		<title>3 Bunga Raffelsia Arnoldii Mekar di Palupuh</title>
		<link>https://langgam.id/3-bunga-raffelsia-arnoldii-mekar-di-palupuh/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ahmad Bil Wahid]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Jun 2021 15:40:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA]]></category>
		<category><![CDATA[Bunga Rafflesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=111378</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Tiga bunga langka rafflesia arnoldii ditemukan mekar di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatra Barat (Sumbar). Ketiga bunga itu memiliki ukuran berbeda. Kelapa BKSDA Resor Bukittinggi, Vera Ciko, mengatakan dua bunga rafflesia arnoldii yang mekar itu berada di dalam kawasan Cagar Alam Batang Palupuh. &#8220;Mekar di dalam kawasan ada dua. Pertama di dekat gerbang masuk diameter dengan 89,4 cm dan satu lagi dengan diameter 76,7 cm,&#8221; kata Ciko, Rabu (30/6/2021). Satu bunga rafflesia arnoldii yang juga mekar berada tidak jauh dari kawasan cagar alam. Diameter bunga tersebut hampir mencapai 90 cm. &#8220;Satu lagi di belakang cagar alam ini, juga</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/3-bunga-raffelsia-arnoldii-mekar-di-palupuh/">3 Bunga Raffelsia Arnoldii Mekar di Palupuh</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Tiga bunga langka rafflesia arnoldii ditemukan mekar di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatra Barat (Sumbar). Ketiga bunga itu memiliki ukuran berbeda.</p>
<p>Kelapa BKSDA Resor Bukittinggi, Vera Ciko, mengatakan dua bunga rafflesia arnoldii yang mekar itu berada di dalam kawasan Cagar Alam Batang Palupuh.</p>
<p>&#8220;Mekar di dalam kawasan ada dua. Pertama di dekat gerbang masuk diameter dengan 89,4 cm dan satu lagi dengan diameter 76,7 cm,&#8221; kata Ciko, Rabu (30/6/2021).</p>
<p>Satu bunga rafflesia arnoldii yang juga mekar berada tidak jauh dari kawasan cagar alam. Diameter bunga tersebut hampir mencapai 90 cm.</p>
<p>&#8220;Satu lagi di belakang cagar alam ini, juga mekar bunga rafflesia dengan diameter 89,6 cm,&#8221; ujar Ciko.</p>
<p>Untuk diketahui, seluruh jenis dari Bunga Rafflesia termasuk dalam jenis dilindungi. Hal ini sesuai dengan peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor:P.108 tahun 2018 dan sesuai Pasal 21 ayat 1 UURI NOMOR 5 TAHUN 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. <strong>(KW/ABW)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/3-bunga-raffelsia-arnoldii-mekar-di-palupuh/">3 Bunga Raffelsia Arnoldii Mekar di Palupuh</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">111378</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lagi, Bunga Rafflesia Tuan-mudae Mekar Sempurna di Agam</title>
		<link>https://langgam.id/lagi-bunga-rafflesia-tuan-mudae-mekar-sempurna-di-agam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2021 05:09:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA Agam]]></category>
		<category><![CDATA[Bunga Rafflesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=87462</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Satu individu bunga langka dan dilindungi jenis rafflesia tuan-mudae mekar sempurna di dalam kawasan hutan cagar alam Maninjau di nagari Baringin Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatra Barat (Sumbar). Pengendali Ekosistem Hutan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Agam, Ade Putra mengatakan bunga langka yang paling mirip dengan rafflesia arnoldi tersebut ditemukan ketika petugas BKSDA melakukan pendampingan terhadap 6 orang Mahasiswa UNP, Rabu (20/1/2021). &#8220;Mahasiswa sedang melaksanakan penelitian dan magang di resor KSDA Agam. Dari identifikasi diketahui bunga cantik tersebut berukuran diameter 87,7 cm dan berkelamin jantan,&#8221; katanya, Kamis (21/1/2021). Baca juga: 17 Rafflesia Arnoldi dan 4 Bunga</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/lagi-bunga-rafflesia-tuan-mudae-mekar-sempurna-di-agam/">Lagi, Bunga Rafflesia Tuan-mudae Mekar Sempurna di Agam</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Satu individu bunga langka dan dilindungi jenis rafflesia tuan-mudae mekar sempurna di dalam kawasan hutan cagar alam Maninjau di nagari Baringin Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatra Barat (Sumbar).</p>
<p>Pengendali Ekosistem Hutan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Agam, Ade Putra mengatakan bunga langka yang paling mirip dengan rafflesia arnoldi tersebut ditemukan ketika petugas BKSDA melakukan pendampingan terhadap 6 orang Mahasiswa UNP, Rabu (20/1/2021).</p>
<p>&#8220;Mahasiswa sedang melaksanakan penelitian dan magang di resor KSDA Agam. Dari identifikasi diketahui bunga cantik tersebut berukuran diameter 87,7 cm dan berkelamin jantan,&#8221; katanya, Kamis (21/1/2021).</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/17-rafflesia-arnoldi-dan-4-bunga-bangkai-ditemukan-di-agam-sepanjang-2020/">17 Rafflesia Arnoldi dan 4 Bunga Bangkai Ditemukan di Agam Sepanjang 2020</a></strong></p>
<p>Menurutnya, spesies rafflesia tuan-mudae ini hampir mirip dengan rafflesia arnoldi. Perbedaan yang mencolok ada pada morfologi atau fisik, antara jenis rafflesia tuan-mudae di Cagar Alam Maninjau dengan rafflesia arnoldi.</p>
<p>Perbedaan terlihat pada warna kelopak (perigon), rafflesia arnoldi lebih ke oranye sedangkan spesies tuan-mudae ke arah merah maroon. Perbedaannya juga dapat dilihat dari pola putih atau bercak pada kelopak. Arnoldi bercaknya ganda (besar dan kecil), sementara tuan-mudae tunggal.</p>
<p>Kemudian bercak pada arnoldi juga lebih besar dan jarak antara satu bercak dengan yang lainnya juga agak berjauhan jika dibandingkan dengan jenis tuan-mudae.</p>
<p>Di dunia, saat ini ada 31 jenis tumbuhan rafflesia. Dari 35 jenis, 15 jenis ada di Indonesia dan 11 jenis di antaranya berada di pulau Sumatera. Rafflesia tuan-mudae pertama kali ditemukan di Serawak, Malaysia.</p>
<p>&#8220;Bunga ini hanya mekar dalam jangka waktu 7-10 hari, setelah itu akan layu dan membusuk,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sebelumnya tepat pada 1 Januari 2020, di lokasi itu juga mekar bunga dengan diameter mencapai 111 centimeter, dan merupakan bunga rafflesia terbesar di dunia yang pernah tercatat dan terdokumentasikan.</p>
<p>Bunga rafflesia merupakan jenis tumbuhan yang dilindungi Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya, sehingga keberadaannya terus dipantau dan dijaga untuk tetap lestari. <strong>(Rahmadi/ABW)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/lagi-bunga-rafflesia-tuan-mudae-mekar-sempurna-di-agam/">Lagi, Bunga Rafflesia Tuan-mudae Mekar Sempurna di Agam</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">87462</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bunga Rafflesia Arnoldi Kembali Mekar Sempurna di Agam</title>
		<link>https://langgam.id/bunga-raflessia-arnoldi-kembali-mekar-sempurna-di-agam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Jan 2021 02:30:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Agam]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA Agam]]></category>
		<category><![CDATA[Bunga Rafflesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=86894</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id-Tanaman langka dan dilindungi yaitu bunga Rafflesia Arnoldi sedang mekar sempurna di kawasan Data Sungai Taleh, Nagari Paninjauan, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat (Sumbar). Pengendali Ekosistem Hutan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Agam, Ade Putra mengatakan, bunga di lokasi tersebut mencapai puncak mekarnya pada hari Sabtu (16/1/2021) lalu. &#8220;Bunga langka tersebut terpantau mekar sempurna ketika pengunjung dan kawan-kawannya mengunjungi lokasi tersebut,&#8221; katanya, Senin (18/1/2021). Baca juga: 17 Rafflesia Arnoldi dan 4 Bunga Bangkai Ditemukan di Agam Sepanjang 2020 Sebelum mekar, pihaknya pada hari Rabu (13/1/2021) telah melakukan monitoring ke lokasi dan menemukan knop yang akan mekar</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bunga-raflessia-arnoldi-kembali-mekar-sempurna-di-agam/">Bunga Rafflesia Arnoldi Kembali Mekar Sempurna di Agam</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><a href="http://langgam.id"><strong>Langgam.id</strong></a>-Tanaman langka dan dilindungi yaitu bunga Rafflesia Arnoldi sedang mekar sempurna di kawasan Data Sungai Taleh, Nagari Paninjauan, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat (Sumbar).</p>
<p dir="ltr">Pengendali Ekosistem Hutan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort <a href="https://www.agamkab.go.id/">Agam</a>, Ade Putra mengatakan, bunga di lokasi tersebut mencapai puncak mekarnya pada hari Sabtu (16/1/2021) lalu.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Bunga langka tersebut terpantau mekar sempurna ketika pengunjung dan kawan-kawannya mengunjungi lokasi tersebut,&#8221; katanya, Senin (18/1/2021).</p>
<p dir="ltr"><a href="https://langgam.id/17-rafflesia-arnoldi-dan-4-bunga-bangkai-ditemukan-di-agam-sepanjang-2020/"><strong>Baca juga: 17 Rafflesia Arnoldi dan 4 Bunga Bangkai Ditemukan di Agam Sepanjang 2020</strong></a></p>
<p dir="ltr">Sebelum mekar, pihaknya pada hari Rabu (13/1/2021) telah melakukan monitoring ke lokasi dan menemukan knop yang akan mekar pada hari Jumat (15/01/2021).</p>
<p dir="ltr">Menurutnya, mekarnya bunga langka di Nagari Paninjauan ini bersamaan dengan bunga jenis yang sama di Cagar Alam Batang Palupuh, Kabupaten Agam.</p>
<p dir="ltr">Saat ini, bunga tersebut sudah mencapai hari ke 3 puncak mekarnya. Diperkirakan bunga masih akan mekar dalam waktu beberapa hari lagi.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Raflessia Arnoldi biasanya mengalami puncak mekar 7 hingga 8 hari&#8221; tambahnya.</p>
<p dir="ltr">Untuk diketahui, seluruh jenis dari Bunga Rafflesia termasuk dalam jenis dilindungi. Hal ini sesuai dengan peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor:P.108 tahun 2018 dan sesuai Pasal 21 ayat 1 UURI NOMOR 5 TAHUN 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya:</p>
<p dir="ltr">Dalam peraturan tersebut, setiap orang dilarang untuk :<br />
a. mengambil, menebang, memiliki, merusak, memusnahkan, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan tumbuhan yang dilindungi atau bagian-bagiannya dalam keadaan hidup atau mati;<br />
b. mengeluarkan tumbuhan yang dilindungi atau bagian-bagiannya dalam keadaan hidup atau mati dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia.</p>
<p dir="ltr">Sanksinya sesuai Pasal 40 ayat 2 adalah pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp.100.000.000,- (seratus juta rupiah).<strong>(Rahmadi/Ela)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bunga-raflessia-arnoldi-kembali-mekar-sempurna-di-agam/">Bunga Rafflesia Arnoldi Kembali Mekar Sempurna di Agam</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">86894</post-id>	</item>
		<item>
		<title>17 Rafflesia Arnoldi dan 4 Bunga Bangkai Ditemukan di Agam Sepanjang 2020</title>
		<link>https://langgam.id/17-rafflesia-arnoldi-dan-4-bunga-bangkai-ditemukan-di-agam-sepanjang-2020/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Jan 2021 08:31:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA Agam]]></category>
		<category><![CDATA[Bunga Rafflesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=84503</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Barat (Sumbar) Resort Agam mencatat sebanyak 17 bunga Rafflesia Arnoldi ditemukan sepanjang 2020. Sementara bunga bangkai  ditemukan sebanyak 4 individu. Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Sumbar Resor Agam, Ade Putra mengatakan, untuk potensi keanekaragaman hayati, sepanjang tahun 2020 di wilayah kerja resor Agam tercatat 17 individu bunga Rafflesia Arnoldi mekar dan 4 tumbuhan bunga bangkai dalam kondisi mekar ditemukan. Bunga tersebut di berbagai tempat seperti di Kecamatan Palembayan, Tanjug Raya dan Kecamatan Matur. Lokasi bunga tersebut masih berada di kawasan cagar alam Maninjau. Baik bunga Rafflesia maupun bunga bangkai memiliki karakter habitatnya</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/17-rafflesia-arnoldi-dan-4-bunga-bangkai-ditemukan-di-agam-sepanjang-2020/">17 Rafflesia Arnoldi dan 4 Bunga Bangkai Ditemukan di Agam Sepanjang 2020</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Barat (Sumbar) Resort Agam mencatat sebanyak 17 bunga Rafflesia Arnoldi ditemukan sepanjang 2020. Sementara bunga bangkai  ditemukan sebanyak 4 individu.</p>
<p dir="ltr">Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Sumbar Resor Agam, Ade Putra mengatakan, untuk potensi keanekaragaman hayati, sepanjang tahun 2020 di wilayah kerja resor Agam tercatat 17 individu bunga Rafflesia Arnoldi mekar dan 4 tumbuhan bunga bangkai dalam kondisi mekar ditemukan.</p>
<p dir="ltr">Bunga tersebut di berbagai tempat seperti di Kecamatan Palembayan, Tanjug Raya dan Kecamatan Matur. Lokasi bunga tersebut masih berada di kawasan cagar alam Maninjau. Baik bunga Rafflesia maupun bunga bangkai memiliki karakter habitatnya yang hampir sama.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Tumbuhnya di beda-beda lokasi, tapi masih berada di kawasan Maninjau,&#8221;Selain di Agam, tercatat  di Sumbar, berdasarkan data terakhir terdapat 36 lokasi sebaran populasi bunga rafflesia yang tersebar di 14 kabupaten kota,&#8221;katanya Sabtu, (2/12/2020).</p>
<p dir="ltr">Sebanyak 14 daerah tersebut kecuali daerah Kota Solok, Sawahlunto, Payakumbuh, Mentawai, dan Kota Pariaman. Selebihnya ditemukan populasi rafflesia arnoldi. Sementara bunga bangkai hampir ditemukan di seluruh kabupaten kota di Sumbar kecuali Mentawai. Sampai saat ini belum ada laporan pernah ditemukan bunga bangkai di sana.</p>
<p dir="ltr">Menurutnya, faktor tumbuhnya bunga Rafflesia dan bunga bangkai dipengaruhi berbagai faktor seperti cuaca. Terutama saat musim hujan, maka akan banyak yang mulai mekar baik Rafflesia maupun bunga bangkai. Selain itu, tumbuhnya juga dipengaruhi ketika lingkungan sekitarnya berubah.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Akibat lingkungan berubah, maka banyak bunga yang gagal mekar, biasanya karena pengrusakan, bisa oleh manusia ataupun hewan, seperti di nagari Koto Gadang kemaren, ada 5 knop gagal mekar karena dirusak hewan, diduga babi dan tikus tanah,&#8221; ujarnya.</p>
<p dir="ltr">Saat ini, berdasarkan monitoring terakhir tanggal 30 Desember di Agam ada masih ada yang akan mekar sebanyak 2 lokasi lagi di Nagari Paninjauan. Sisa  knop di lokasi itu ado 7 lagi. Sementara di Nagari Baringin, Kecamatan Palembayan ada 9 knop lagi. Kemudian di nagari Koto Gadang, Kecamatan Tanjung Raya ada sekitar 5 knop lagi.</p>
<p dir="ltr">Menurutnya, bunga tersebut bisa tumbuh di daerah yang memiliki kelembaban suhu tinggi, kemudian dekat dengan sungai dan anak sungai, dan lokasinya berada di bawah ketinggian 2.000 MDPL. Lokasi seperti ini mirip dengan tempat pertama kalinya bunga itu ditemukan di Bengkulu. Bunga itu ditemukan oleh Thomas Stanford Raffles dan Joseph Arnold pada abad 18.</p>
<p dir="ltr">Menurutnya, bunga tersebut telah lama berada di kawasan Agam namun saat itu belum diketahui oleh masyarakat. Bunga itu baru diketahui pada tahun 2011. Ditambah lagi masyarakat saat itu belum terlalu mengetahui bunga langka dilindungi itu.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Saat itu masyarakat masih belum banyak yang tahu dan di sebagian daerah itu dianggap suatu tempat yang berbahaya, karena dianggap sebagai &#8216;cawan imau&#8217; atau tempat minum harimau, jadi tidak boleh didekati dan diganggu,&#8221; ujarnya.</p>
<p dir="ltr">Menurutnya, bunga Rafflesia Arnoldi dan bunga bangkai keduanya berbeda. Bunga rafflesia, memiliki bunga raksasa yang tidak menjulang tinggi, melainkan melebar ke samping. Memiliki lubang besar di tengah dan kelopaknya berwarna merah bata. Sementara bunga bangkai adalah bunga raksasa yang memiliki tonggol, atau bagian menjulang tinggi ke atas.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Bunga bangkai itu tumbuh dari umbi dan mengalami 2 siklus fase, yaitu fase vegetatif atau berbatang dan berdaun dan fase generatif yaitu berbunga, sedangkan rafflesia hidup dari inangnya berupa akar tumbuhan tetra stigma yang terinfeksi bakal benih rafflesia, kemudian di dalam akar itu sebelum menjadi menjadi kopula atau biji dalam akar, baru setelah itu fase brakta atau bunga dalam bentuk knop,&#8221; katanya.</p>
<p dir="ltr">Kemudian bunga rafflesia memiliki diameter bervariasi, tergantung jenisnya. Diameter rafflesia arnoldi bisa memcapai 1 meter. Sedangkan bunga bangkai tingginya bisa mencapai 2,5 meter, dengan lebar 1,5 meter saat mekar.</p>
<p dir="ltr">Selain itu, untuk melindungi bunga tersebut dari pengrusakan. Petugas BKSDA Agam selalu melakukan pengawasan dan monitoring secara berkala. Apalagi bunga tersebut jelas dilindungi oleh undang-undang. <strong>(Rahmadi/ABW)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/17-rafflesia-arnoldi-dan-4-bunga-bangkai-ditemukan-di-agam-sepanjang-2020/">17 Rafflesia Arnoldi dan 4 Bunga Bangkai Ditemukan di Agam Sepanjang 2020</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">84503</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Penghujung 2020, Bunga Rafflesia di Agam Mulai Bermekaran</title>
		<link>https://langgam.id/penghujung-2020-bunga-rafflesia-di-agam-mulai-bermekaran/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Dec 2020 11:44:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Agam]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA Agam]]></category>
		<category><![CDATA[Bunga Rafflesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=83694</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Jelang berakhirnya tahun 2020, populasi tumbuhan bunga langka dan dilindungi jenis rafflesia mulai bermekaran di Nagari Paninjauan, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat (Sumbar). Pengendali Ekosistem Hutan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam Ade Putra mengatakan berdasarkan hasil pemantauan petugas pada Selasa (29/12/2020), sebagian besar bunga langka itu tersebar di daerah sekitaran perbukitan yang mengelilingi danau Maninjau. &#8220;Penyebaran seperti di nagari Paninjauan Kecamatan Tanjung Raya, satu individu bunga rafflesia arnoldii mekar sempurna pada hari kedua dengan diameter mencapai 97,5 centimeter,&#8221; katanya. Baca juga: Hutan Simaruok Agam Jadi Habitat Bunga Bangkai Sumatra Sementara itu disekitaran lokasi</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/penghujung-2020-bunga-rafflesia-di-agam-mulai-bermekaran/">Penghujung 2020, Bunga Rafflesia di Agam Mulai Bermekaran</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Jelang berakhirnya tahun 2020, populasi tumbuhan bunga langka dan dilindungi jenis rafflesia mulai bermekaran di Nagari Paninjauan, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat (Sumbar).</p>
<p>Pengendali Ekosistem Hutan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam Ade Putra mengatakan berdasarkan hasil pemantauan petugas pada Selasa (29/12/2020), sebagian besar bunga langka itu tersebar di daerah sekitaran perbukitan yang mengelilingi danau Maninjau.</p>
<p>&#8220;Penyebaran seperti di nagari Paninjauan Kecamatan Tanjung Raya, satu individu bunga rafflesia arnoldii mekar sempurna pada hari kedua dengan diameter mencapai 97,5 centimeter,&#8221; katanya.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/hutan-simaruok-agam-diprediksi-sebagai-habitat-bunga-bangkai-sumatra/">Hutan Simaruok Agam Jadi Habitat Bunga Bangkai Sumatra</a></strong></p>
<p>Sementara itu disekitaran lokasi tempat tumbuh tersebut terdapat 10 knop atau bonggol, dua diantaranya diperkirakan akan mekar dalam beberapa waktu kedepan.</p>
<p>Menurutnya, di Kabupaten Agam, berdasarkan data BKSDA terdapat 14 titik sebaran populasi tumbuhan bunga rafflesia yang tersebar di Kecamatan Palupuh, Tanjung Raya, Matur, Palembayan, Baso, Malalak, Kamang Magek dan Tilatang Kamang.</p>
<p>Diperkirakan sampai dengan awal tahun 2021 beberapa titik populasi bunga itu akan mulai bermekaran.</p>
<p>Diketahui, bunga rafflesia adalah jenis tumbuhan yang dilindungi oleh peraturan perundangan di indonesia. Sesuai Pasal 21 ayat 1 UURI NOMOR 5 TAHUN 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya bahwa setiap orang dilarang untuk mengambil, menebang, memiliki, merusak, memusnahkan, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan tumbuhan yang dilindungi atau bagian-bagiannya dalam keadaan hidup atau mati.</p>
<p>Kemudian dilarang mengeluarkan tumbuhan yang dilindungi atau bagian-bagiannya dalam keadaan hidup atau mati dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia.</p>
<p>Sanksinya sesuai Pasal 40 ayat 2 adalah pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp100 juta. <strong>(Rahmadi/ABW)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/penghujung-2020-bunga-rafflesia-di-agam-mulai-bermekaran/">Penghujung 2020, Bunga Rafflesia di Agam Mulai Bermekaran</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">83694</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bunga Rafflesia Tuan-mudae Mekar di Cagar Alam Maninjau</title>
		<link>https://langgam.id/bunga-rafflesia-tuan-mudae-mekar-di-cagar-alam-maninjau/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2020 12:12:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA Agam]]></category>
		<category><![CDATA[Bunga Rafflesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=75092</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Satu individu bunga langka dan dilindungi jenis Rafflesia Tuan-mudae mekar sempurna di dalam kawasan hutan cagar alam Maninjau di Nagari Baringin, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatra Barat (Sumbar). Bunga tersebut terpantau mekar sempurna ketika tim Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Resor Agam melaksanakan Patroli dilokasi tersebut, Kamis (12/11/2020). &#8220;Bunga dengan diameter 62,3 sentimeter itu tumbuh di antara hutan belantara kawasan yang terlindungi tersebut,&#8221; kata Pengendali Ekosistem BKSDA Resor Agam, Ade Putra  dalam keterangannya. Selain itu dilokasi saat ini juga terdapat 7 knop atau bonggol lagi, dan satu knop akan mekar sempurna dalam waktu seminggu kedepan. Sebelumnya tepat pada</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bunga-rafflesia-tuan-mudae-mekar-di-cagar-alam-maninjau/">Bunga Rafflesia Tuan-mudae Mekar di Cagar Alam Maninjau</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Satu individu bunga langka dan dilindungi jenis Rafflesia Tuan-mudae mekar sempurna di dalam kawasan hutan cagar alam Maninjau di Nagari Baringin, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatra Barat (Sumbar).</p>
<p dir="ltr">Bunga tersebut terpantau mekar sempurna ketika tim Balai Konservasi Sumberdaya Alam (<a href="http://bksdasumbar.org/">BKSDA</a>) Resor Agam melaksanakan Patroli dilokasi tersebut, Kamis (12/11/2020).</p>
<p dir="ltr">&#8220;Bunga dengan diameter 62,3 sentimeter itu tumbuh di antara hutan belantara kawasan yang terlindungi tersebut,&#8221; kata Pengendali Ekosistem BKSDA Resor Agam, Ade Putra  dalam keterangannya.</p>
<p dir="ltr">Selain itu dilokasi saat ini juga terdapat 7 knop atau bonggol lagi, dan satu knop akan mekar sempurna dalam waktu seminggu kedepan.</p>
<p dir="ltr">Sebelumnya tepat pada 1 januari 2020 lalu, dilokasi itu juga mekar bunga tersebut dengan diameter mencapai 111 cm. Bunga itu merupakan bunga rafflesia terbesar di dunia yang pernah tercatat dan terdokumentasikan.</p>
<p dir="ltr">Keberadaan bunga langka dilokasi itu diketahui pertamakali pada bulan Oktober tahun 2017 lalu oleh masyarakat setempat yang selanjutnya melaporkan ke BKSDA. Hingga saat ini perkembangannya terus dipantau dan dimonitor oleh BKSDA.</p>
<p dir="ltr">Spesies Rafflesia tuan-mudae ini hampir mirip dengan Rafflesia Arnoldii. Perbedaan yang mencolok  ada pada morfologi atau fisik, antara jenis rafflesia tuan-mudae di cagar alam Maninjau dengan rafflesia arnoldii.</p>
<p dir="ltr">Perbedaan terlihat pada  warna kelopak (perigon), Rafflesia arnoldii lebih ke oranye sedangkan spesies tuan-mudae ke arah merah maron.</p>
<p dir="ltr">Lalu, perbedaannya juga dapat dilihat dari pola putih atau bercak pada kelopak. Arnoldi bercaknya ganda (besar dan kecil), sementara tuan-mudae, tunggal.</p>
<p dir="ltr">Kemudian bercak pada Arnoldi juga lebih besar dan jarak antara satu bercak dengan yang lainnya juga aga berjauhan jika dibandingkan dengan jenis tuan-mudae.</p>
<p dir="ltr">Di dunia, saat ini ada 31 jenis tumbuhan Rafflesia. 15 jenis ada di Indonesia dan 11 jenis di antaranya berada di pulau Sumatera. Rafflesia tuan-mudae pertama kali ditemukan di Sarawak, Malaysia.</p>
<p dir="ltr">Bunga ini hanya mekar dalam jangka waktu 7-10 hari, setelah itu akan melewati fase layu dan membusuk.</p>
<p dir="ltr">Bunga rafflesia merupakan jenis tumbuhan yang dilindungi oleh peraturan perundangan di indonesia, sehingga keberadaannya terus dipantau dan dijaga untuk tetap lestari.<strong> (Rahmadi/ABW)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bunga-rafflesia-tuan-mudae-mekar-di-cagar-alam-maninjau/">Bunga Rafflesia Tuan-mudae Mekar di Cagar Alam Maninjau</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">75092</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Menanti Sekuntum Rafflesia Mekar di Agam, Diameter Bunga Diperkirakan 1 Meter</title>
		<link>https://langgam.id/menanti-sekuntum-rafflesia-mekar-di-agam-diameter-bunga-diperkirakan-1-meter/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Nov 2020 05:32:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Agam]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Bunga Rafflesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=74245</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Barat (Sumbar) Resort Agam sedang menanti mekar sekuntum Rafflesia arnoldii. Bunga langka tersebut terdapat di Data Simpang Dingin, Nagari Paninjauan, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumbar. Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Sumbar Ade Putra pihaknya telah melakukan monitoring tumbuhan langka dan dilindungi di nagari yang terletak di pinggir Danau Maninjau ini, pada Jumat (06/11/2020). &#8220;Dari hasil monitoring diketahui sebanyak 9 individu bunga tersebut telah melewati fase mekar sempurna dan sudah layu atau membusuk,&#8221; katanya Sabtu (7/11/2020). Sedangkan 1 individu diperkirakan akan mencapai fase mekar sempurna dalam 2-3 minggu ke depan dengan diameter</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/menanti-sekuntum-rafflesia-mekar-di-agam-diameter-bunga-diperkirakan-1-meter/">Menanti Sekuntum Rafflesia Mekar di Agam, Diameter Bunga Diperkirakan 1 Meter</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><a href="http://langgam.id"><strong>Langgam.id</strong></a> &#8211; Balai <a href="http://bksdasumbar.org/">Konservasi</a> Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Barat (Sumbar) Resort Agam sedang menanti mekar sekuntum Rafflesia arnoldii. Bunga langka tersebut terdapat di Data Simpang Dingin, Nagari Paninjauan, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumbar.</p>
<p dir="ltr">Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Sumbar Ade Putra pihaknya telah melakukan monitoring tumbuhan langka dan dilindungi di nagari yang terletak di pinggir Danau Maninjau ini, pada Jumat (06/11/2020). &#8220;Dari hasil monitoring diketahui sebanyak 9 individu bunga tersebut telah melewati fase mekar sempurna dan sudah layu atau membusuk,&#8221; katanya Sabtu (7/11/2020).</p>
<p dir="ltr">Sedangkan 1 individu diperkirakan akan mencapai fase mekar sempurna dalam 2-3 minggu ke depan dengan diameter diperkirakan mencapai lebih dari 100 cm alias 1 meter. &#8220;Satu individu bakal mekar sempurna dua minggu ke depan dengan ukuran diprediksi mencapai lebih dari 100 cm,&#8221; ujarnya.</p>
<p dir="ltr">Ia mengatakan bunga itu mekar ditandai dengan mulai terangkat perigon atau kelopak dari tabung knop. Saat ini knop sudah memancarkan warga merah maron dan diprediksi mekar sempurna dalam dua minggu ke depan.</p>
<p dir="ltr">Menurutnya, knop bunga yang dilindungi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya itu memiliki keliling mencapai 122 cm. Bunga Rafflesia itu tumbuh di permukaan  tanah yang datar dan apabila mekar akan terlihat indah. Di lokasi, juga ada bunga Rafflesia yang sudah melewati fase mekar sempurna tujuh individu.</p>
<p dir="ltr">Selain itu, ditemukan sembilan knop di dua lokasi dengan jarak sekitar 100 meter. Hal ini berdasarkan monitoring yang dilakukan Jumat dan monitoring itu dilakukan setiap bulannya.</p>
<p dir="ltr">Lokasi bunga Rafflesia itu ditemukan semenjak tahun 2018. Lokasi tumbuh Rafflesia dengan jarak dari jalan lintas Lubukbasung, Kabupaten Agam, menuju Kota Bukittinggi. Lokasi Bunga Rafflesia itu dari Kota Padang dengan jarak 140 kilometer. (Rahmadi/SS)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/menanti-sekuntum-rafflesia-mekar-di-agam-diameter-bunga-diperkirakan-1-meter/">Menanti Sekuntum Rafflesia Mekar di Agam, Diameter Bunga Diperkirakan 1 Meter</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">74245</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 24/89 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-04-24 20:47:53 by W3 Total Cache
-->