<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Buaya Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/buaya/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/buaya/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Fri, 12 May 2023 10:23:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Buaya Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/buaya/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Seekor Buaya Muncul di Lubeg Padang, Ini Penjelasan BKSDA Sumbar</title>
		<link>https://langgam.id/seekor-buaya-muncul-di-lubeg-padang-ini-penjelasan-bksda-sumbar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M. Afdal Afrianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 May 2023 10:23:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Buaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=181900</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Balai Konservasi Sumbar Daya Alam (BKSDA) Sumbar mendapatkan laporan dari masyarakat soal kemunculan seekor buaya di dalam aliran sungai di Kelurahan Parak Laweh Pulau Aie, Banuaran, Kecamatan Lubuk Begalung (Lubeg), Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar) pada Kamis (11/5/2023). Melalui akun Instagramnya @bksda_sumbar, BKSDA membagikan video dari masyarakat terkait kemunculan buaya di Lubuk Begalung ini. Selain itu, video kemunculan buaya ini juga beredar di masyarakat. Kemunculan buaya ini sontak membuat kecemasan masyarakat sekitar. Hal ini karena mereka yang tidak biasa melihat kemunculan buaya di sana. Riri salah seorang masyarakat Banuaran menyebut dia kaget dengan kemunculan buaya itu. Menurutnya ia</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/seekor-buaya-muncul-di-lubeg-padang-ini-penjelasan-bksda-sumbar/">Seekor Buaya Muncul di Lubeg Padang, Ini Penjelasan BKSDA Sumbar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Balai Konservasi Sumbar Daya Alam (BKSDA) Sumbar mendapatkan laporan dari masyarakat soal kemunculan seekor buaya di dalam aliran sungai di Kelurahan Parak Laweh Pulau Aie, Banuaran, Kecamatan Lubuk Begalung (Lubeg), Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar) pada Kamis (11/5/2023).</p>



<p>Melalui akun Instagramnya @bksda_sumbar, BKSDA membagikan video dari masyarakat terkait kemunculan buaya di Lubuk Begalung ini. Selain itu, video kemunculan buaya ini juga beredar di masyarakat.</p>



<p>Kemunculan buaya ini sontak membuat kecemasan masyarakat sekitar. Hal ini karena mereka yang tidak biasa melihat kemunculan buaya di sana. </p>



<p>Riri salah seorang masyarakat Banuaran menyebut dia kaget dengan kemunculan buaya itu. Menurutnya ia baru tau kemunculan buaya di sana setelah video buaya itu viral di lingkungannya.</p>



<p>&#8220;Saya tau kabar buaya muncul di sungai itu pas kakak kasih lihat videonya. Harus cepat ditangkap buaya itu. Karena, anak-anak sering juga main dan mancing ikan sekitar sungai ini. Takut memakan korban dampak kemunculan buaya itu,&#8221; katanya saat dihubungi langgam.id, Jumat (12/5/2023).</p>



<p>Terpisah, Kepala BKSDA Sumbar, Ardi Andono mengungkapkan bahwa ia sudah mendapatkan kabar soal kemunculan buaya itu sejak kemarin. Mengenai ini, ia menyebut tim WRU BKSDA sudah bergerak pada hari itu juga.</p>



<p>Katanya, pengecekan aliran sungai yang diduga tempat munculnya buaya WRU BKSDA Sumbar juga disaksikan oleh warga sekitar.</p>



<p>&#8220;Sudah dicek mengenai viralnya kemunculan buaya di sana. Tim kami dimotori oleh komandan Polhut, bapak Zulmi Gusrul untuk memastikan lagi kemunculan buaya itu,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Ardi menambahkan, bahwa berdasarkan data yang timnya temukan, kemunculan buaya itu sudah beberapa hari. Ia menambahkan, buaya tersebut hanya berenang dan tidak naik ke daratan.</p>



<p>&#8220;Buayanya tidak sampai berjemur atau naik kedaratan. Hanya putar-putar di air sungai itu aja,&#8221; terangnya.</p>



<p>Sedangkan pas di lokasi, katanya, tim WRU BKSDA tidak melihat kemunculan buaya tersebut. Ia juga menjelaskan, timnya sudah memberikan pemahaman pada masyarakat sekitar buaya adalah satwa liar yang dilindungi. </p>



<p>Ia meminta masyarakat sekitar juga menghindari aktivitas langsung di sungai di sana. Hal ini agar konflik segera bisa teratasi.</p>



<p>&#8220;Sungai merupakan habitat alami buaya, untuk sementara waktu saya harap masyarakat bisa menghindari aktivitas di sungai sana. Dan jangan sampai masyarakat bertindak anarkis untuk mengusir atau membunuh buaya,&#8221; harapnya.<strong> (yki)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/seekor-buaya-muncul-di-lubeg-padang-ini-penjelasan-bksda-sumbar/">Seekor Buaya Muncul di Lubeg Padang, Ini Penjelasan BKSDA Sumbar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">181900</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Konflik Buaya-Manusia di Sumbar Mencapai 12 Kali Setahun, BKSDA Ungkap Penyebabnya</title>
		<link>https://langgam.id/konflik-buaya-manusia-di-sumbar-mencapai-12-kali-setahun-bksda-ungkap-penyebabnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M. Afdal Afrianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Apr 2023 12:20:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Buaya]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Konflik Satwa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=180726</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) mencatat, konflik buaya dan manusia di Sumatra Barat (Sumbar) mencapai 12 kali dalam setahun terakhir. Konflik tersebut makin sering terjadi karena habitat buaya dipenuhi pohon kelapa sawit. Kepala BKSDA Sumbar Ardi Andono mengatakan, konflik antara manusia dan buaya tersebut tersebar di Kabupaten Agam, Pasaman, dan Pasaman Barat. Dalam catatan BKSDA, konflik itu terjadi sepanjang Januari 2022 sampai Maret 2023. Menurutnya, konflik itu terjadi karena daerah yang biasa menjadi tempat tinggal buaya sudah dipenuhi pohon sawit. &#8220;Lokasi-lokasi sawit itu dulu adalah tempat tinggal dan tempat berkembang biak ataupun tempat singgah buaya. Dari hulu</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/konflik-buaya-manusia-di-sumbar-mencapai-12-kali-setahun-bksda-ungkap-penyebabnya/">Konflik Buaya-Manusia di Sumbar Mencapai 12 Kali Setahun, BKSDA Ungkap Penyebabnya</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) mencatat, konflik buaya dan manusia di Sumatra Barat (Sumbar) mencapai 12 kali dalam setahun terakhir. Konflik tersebut makin sering terjadi karena habitat buaya dipenuhi pohon kelapa sawit.</p>



<p>Kepala BKSDA Sumbar Ardi Andono mengatakan, konflik antara manusia dan buaya tersebut tersebar di Kabupaten Agam, Pasaman, dan Pasaman Barat. Dalam catatan BKSDA, konflik itu terjadi sepanjang Januari 2022 sampai Maret 2023.</p>



<p>Menurutnya, konflik itu terjadi karena daerah yang biasa menjadi tempat tinggal buaya sudah dipenuhi pohon sawit. &#8220;Lokasi-lokasi sawit itu dulu adalah tempat tinggal dan tempat berkembang biak ataupun tempat singgah buaya. Dari hulu sungai itu saat ini sudah dipenuhi pohon sawit, jadi buaya tidak dapat lagi mencari makan dan singgah di lokasi tersebut,&#8221; katanya saat dihubungi langgam.id, Minggu (2/4/2023).</p>



<p>Ia mengatakan, buaya memerlukan tempat khusus untuk membesarkan anak serta berburu. Di lokasi-lokasi buaya, menurutnya, saat ini tidak ada lagi makanan yang jadi mangsa, seperti babi hutan, kera, beruk ataupun burung-burung yang biasanya memenuhi lokasi tersebut.</p>



<p>Ia dan timnya juga sudah memberikan saran pada masyarakat yang daerahnya yang sering terjadi konflik, agar berbagi ruang dengan buaya.</p>



<p>&#8220;Lokasi tersebut jangan semuanya dijadikan lahan sawit. Kami amati daerah tersebut banyak tanah yang seharusnya daerah buaya, tapi yang terjadi saat ini lokasi tersebut menjadi lahan sawit.&#8221;</p>



<p>Menurutnya, berbagi ruang dapat dilakukan misalnya dengan menanam pohon yang berbuah di lokasi tersebut, agar hewan-hewan yang biasa menjadi makanan buaya kembali ke sana. &#8220;Kalau juga tidak berbagi ruang konflik ini akan terus terjadi sampai kapanpun,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Ardi juga mengimbau agar warga menghindari aktivitas di wilayah potensial sarang buaya. Masyarakat di sejumlah lokasi yang berkonflik dengan buaya, menurutnya, masih banyak berkegiatan sehari-hari di sungai. Kegiatan itu mulai dari mandi sampai buang hajat di sungai tersebut.</p>



<p>Ia melihat baru masyarakat Tiku, Lima Jorong (Agam) yang baru beradaptasi dengan hal tersebut. &#8220;Masyarakat perlu memiliki sumur dan toilet sendiri. Agar menghindari konflik ini,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Sementara, masyarakat di daerah Sasak dan Kinali (Pasaman Barat) masih sering berkegiatan di sungai yang pontesial menjadi sarang buaya. &#8220;Masyarakat di sana masih sering mandi dan berkegiatan lebih di sungai,&#8221; katanya.</p>



<p>Ia juga menyebut tidak semua buaya di sungai merugikan. Hanya ada beberapa buaya yang menyerang manusia saat hewan reptil itu kawin sampai membesarkan anaknya. Pada masa-masa itu, menurutnya, buaya akan merasa terganggu dengan kehadiran manusia. Jadi ia berharap pada masyarakat agar lebih memahami lagi hal ini.</p>



<p>&#8220;Proses reproduksi hingga beranak buaya ini terjadi di bulan November sampai April. Sehingga ini menjadi masa-masa kritis antara buaya dan manusia berkonflik. Mengenai konflik ini, kami juga sudah membentuk tim yang namanya WRU BKSDA Sumbar yang berfungsi untuk mengevakuasi buaya yang membahayakan manusia,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Ia juga meminta masyarakat juga berperan aktif membantu tim BKSDA. &#8220;Buaya yang membahayakan manusia biar kami evakuasi. Agar konflik ini dapat dihindaari,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Selama ini, menurutnya saat terjadinya konflik antara buaya dan manusia tim BKSDA selalu menurunkan alat khusus untuk mengevakuasi buaya tersebut.</p>



<p>Alat tersebut mulai dari alat kandang jepit dan perangkap terapung yang lebih aman untuk buaya itu sendiri. &#8220;Jadi kami ingatkan lagi, tidak semua buaya itu mengangu walau ia berukuran besar. Karena besar buaya itu butuh proses juga, jadi tidak sembarangan buaya menganggu manusia,&#8221; katanya.</p>



<p>Ia menjelaskan, hewan liar yang diamankan BKSDA, harus dikembalikan pada tempatnya yang tidak mengganggu manusia. &#8220;Kami meminta (juga) pada pemerintah setempat bisa memberikan tanda yang wilayah tersebut ada buaya. Agar masyarakatnya yang berkegiatan di sana dapat teredukasi,&#8221; ujar Ardi.</p>



<p>Konflik antara buaya dan manusia di Sumbar, menurutnya, sudah memakan tiga korban meninggal dunia di Kabupaten Pasaman Barat. Daerah itu mulai dari Kinali dua orang dan di Sungai Beremas satu orang pada satu hari yang lalu.</p>



<p>Sebelumnya Rifandi (13), pelajar yang hilang saat mandi di Sungai Batang Sikabau Nagari Air Bangis Kecamatan Sungai Beremas, Kabupaten Pasaman Barat, akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, Sabtu (1/4/2023).</p>



<p>Rifandi ditemukan sekitar 15 kilometer dari lokasi kejadian pada pukul 10.16 WIB. Sebelumnya korban dan dua temanya mandi dilokasi tersebut pada Kamis 30 Maret sekitar pukul 16.00 WIB. Namun nahas, Rifaldi diterkam buaya saat berkegiatan di sungai tersebut. (Afdal/SS)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/konflik-buaya-manusia-di-sumbar-mencapai-12-kali-setahun-bksda-ungkap-penyebabnya/">Konflik Buaya-Manusia di Sumbar Mencapai 12 Kali Setahun, BKSDA Ungkap Penyebabnya</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">180726</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Buaya Terkam Pencari Lokan di Pasaman Barat</title>
		<link>https://langgam.id/buaya-terkam-pencari-lokan-di-pasaman-barat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Nov 2022 10:59:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Buaya]]></category>
		<category><![CDATA[Pasaman Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=165664</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Seorang warga di Sungai Mandiangin, Nagari Katiagan, Kabupaten Pasaman Barat dilaporkan hilang usai diterkam buaya, Selasa (29/11/2022). Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Padang, Oktavianto mengatakan, korban atas nama Paloso (43). Diduga diterkam buaya sekitar pukul 11.00 WIB. &#8220;Keterangan saksi, korban saat itu sedang mencari lokan, lokasinya di Sungai Mandiangian, dilaporkan hilang sekitar pukul 11.00 WIB,&#8221; ujar Octavianto. Dikatakan Octavianus, berdasarkan keterangan saksi atas nama Rutinus, korban diserang buaya saat berada di dalam sungai dan seketika hilang dari padangannya. &#8220;Tim sudah terjun ke lapangan, warga setempat juga berinisiatif untuk mencari korban, namun masih belum ditemukan,&#8221; ungkapnya. Baca juga: Buaya</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/buaya-terkam-pencari-lokan-di-pasaman-barat/">Buaya Terkam Pencari Lokan di Pasaman Barat</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Seorang warga di Sungai Mandiangin, Nagari Katiagan, Kabupaten Pasaman Barat dilaporkan hilang usai diterkam buaya, Selasa (29/11/2022).</p>
<p>Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Padang, Oktavianto mengatakan, korban atas nama Paloso (43). Diduga diterkam buaya sekitar pukul 11.00 WIB.</p>
<p>&#8220;Keterangan saksi, korban saat itu sedang mencari lokan, lokasinya di Sungai Mandiangian, dilaporkan hilang sekitar pukul 11.00 WIB,&#8221; ujar Octavianto.</p>
<p><div id="attachment_165665" style="width: 857px" class="wp-caption aligncenter"><img data-recalc-dims="1" fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-165665" class="wp-image-165665 size-full" src="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2022/11/Buaya-Pasaman-Barat.jpg?resize=847%2C607&#038;ssl=1" alt="Langgam.id - Seorang warga di Sungai Mandiangin, Nagari Katiagan, Kabupaten Pasaman Barat dilaporkan hilang usai diterkam buaya." width="847" height="607" srcset="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2022/11/Buaya-Pasaman-Barat.jpg?w=847&amp;ssl=1 847w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2022/11/Buaya-Pasaman-Barat.jpg?resize=300%2C215&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2022/11/Buaya-Pasaman-Barat.jpg?resize=768%2C550&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2022/11/Buaya-Pasaman-Barat.jpg?resize=120%2C86&amp;ssl=1 120w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2022/11/Buaya-Pasaman-Barat.jpg?resize=350%2C250&amp;ssl=1 350w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2022/11/Buaya-Pasaman-Barat.jpg?resize=750%2C537&amp;ssl=1 750w" sizes="(max-width: 847px) 100vw, 847px" /><p id="caption-attachment-165665" class="wp-caption-text">Upaya pencarian korban yang diterkam buaya di Pasaman Barat. [Foto: Dok. Basarnas Padang]</p></div>Dikatakan Octavianus, berdasarkan keterangan saksi atas nama Rutinus, korban diserang buaya saat berada di dalam sungai dan seketika hilang dari padangannya.</p>
<p>&#8220;Tim sudah terjun ke lapangan, warga setempat juga berinisiatif untuk mencari korban, namun masih belum ditemukan,&#8221; ungkapnya.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/buaya-muara-yang-serang-warga-di-air-bangis-pasaman-barat-dievakuasi-bksda-sumbar/">Buaya Muara yang Serang Warga di Air Bangis Pasaman Barat Dievakuasi BKSDA Sumbar</a></strong></p>
<p>Korban, lanjut Octavinato, merupakan warga yang beralamat di Camp PT. PMJ Wonosari, Kabupaten Pasaman Barat.</p>
<p>—</p>
<h4>Ikuti berita Sumatra Barat hari ini, terbaru dan terkini dari Langgam.id.  Anda bisa bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update </strong>di tautan <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a> atau mengikuti Langgam.id di Google News pada <a href="https://news.google.com/publications/CAAiEOFfL6UhA3p22pJaSaYeHlsqFAgKIhDhXy-lIQN6dtqSWkmmHh5b?ceid=ID:id&amp;oc=3">tautan ini</a>.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/buaya-terkam-pencari-lokan-di-pasaman-barat/">Buaya Terkam Pencari Lokan di Pasaman Barat</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">165664</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Muncul di Banda Bakali Padang, Seekor Buaya Jadi Tontotan Warga</title>
		<link>https://langgam.id/muncul-di-banda-bakali-padang-seekor-buaya-jadi-tontotan-warga/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Aug 2022 12:47:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Buaya]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=161427</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Seekor buaya muncul di kawasan Banda Bakali atau sungai yang berada di Jalan Gandaria, Kelurahan Jati Baru, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang. Kemunculan sawa itu mengagetkan warga sekitar dan menjadikannya sebagai tontonan. Meski buaya yang panjangnya diperkirakan 1,5 meter itu muncul di sungai dekat kawasan GOR Haji Agus Salim Padang, warga di sekitar lokasi juga tetap beraktivias seperti biasa, seperti memancing dan ada juga yang mendayung sampan. Pantauan langgam.id di lapangan, buaya itu kemudian terus bergerak ke arah hulu sungai hingga sampai di jembatan dekat Universitas Taman Siswa. Kemunculan buaya ini menjadi tontonan banyak warga. Warga yang bertumpuk</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/muncul-di-banda-bakali-padang-seekor-buaya-jadi-tontotan-warga/">Muncul di Banda Bakali Padang, Seekor Buaya Jadi Tontotan Warga</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Seekor buaya muncul di kawasan Banda Bakali atau sungai yang berada di Jalan Gandaria, Kelurahan Jati Baru, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang. Kemunculan sawa itu mengagetkan warga sekitar dan menjadikannya sebagai tontonan.</p>
<p dir="ltr">Meski buaya yang panjangnya diperkirakan 1,5 meter itu muncul di sungai dekat kawasan GOR Haji Agus Salim Padang, warga di sekitar lokasi juga tetap beraktivias seperti biasa, seperti memancing dan ada juga yang mendayung sampan.</p>
<p dir="ltr">Pantauan <em>langgam.id</em> di lapangan, buaya itu kemudian terus bergerak ke arah hulu sungai hingga sampai di jembatan dekat Universitas Taman Siswa. Kemunculan buaya ini menjadi tontonan banyak warga. Warga yang bertumpuk menonton bahkan mengakibatkan kemacetan.</p>
<p dir="ltr">Seorang warga, Rezi (17) mengatakan, buaya tersebut muncul sejak Selasa (30/8/2022) pagi. Awalnya, lanjut Rezi, diketahui muncul di bawah jembatan Restoran Sederhana. &#8220;Namun semakin sore terus bergerak ke atas. Saat ini sudah mendekati Jembatan Tamsis,&#8221; ujarnya.</p>
<p dir="ltr">Salah seorang pengendara yang melintas, Dewi menyebutkan, ia kaget dengan penampakan buaya tersebut. Ia juga sempat mengambil gambar buaya tersebut dengan handphonenya. &#8220;Harus segera ditangani agar tidak memakan korban, karena ada warga yang beraktivitas,&#8221; ucapnya.</p>
<p dir="ltr"><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/seekor-buaya-muncul-di-aliran-sungai-di-padang-jadi-tontonan-warga/">Seekor Buaya Muncul di Aliran Sungai di Padang Jadi Tontonan Warga</a></strong></p>
<p dir="ltr">Menanggapi itu, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Ardi Andono mengatakan pihaknya akan menurunkan tim untuk mengecek kemunculan buaya tersebut. &#8220;Terima kasih atas informasinya, kami akan cek ke lokasi,&#8221; kata Ardi.</p>
<p>—</p>
<h4>Ikuti berita Kota Pariaman – berita Sumatra Barat hari ini, terbaru dan terkini dari Langgam.id.  Anda bisa bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update </strong>di tautan <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a> atau mengikuti Langgam.id di Google News pada <a href="https://news.google.com/publications/CAAiEOFfL6UhA3p22pJaSaYeHlsqFAgKIhDhXy-lIQN6dtqSWkmmHh5b?ceid=ID:id&amp;oc=3">tautan ini</a>.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/muncul-di-banda-bakali-padang-seekor-buaya-jadi-tontotan-warga/">Muncul di Banda Bakali Padang, Seekor Buaya Jadi Tontotan Warga</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">161427</post-id>	</item>
		<item>
		<title>71 Konflik Buaya dan Manusia, BKSDA: Kejadian Terbanyak di Agam</title>
		<link>https://langgam.id/71-konflik-buaya-dan-manusia-bksda-kejadian-terbanyak-di-agam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Jul 2022 08:45:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Buaya]]></category>
		<category><![CDATA[Konflik Satwa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=158884</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) mencatat 71 konflik antara buaya dengan manusia di Sumatra Barat (Sumbar) rentang waktu 2009 hingga 2022. Laporan konflik terbanyak terjadi di Kabupaten Agam. Kepala BKSDA Sumbar Ardi Andono menjelaskan, sekurang-kurangnya terdapat 71 kejadian konflik antara manusia dan buaya di Sumbar antara 2009 sampai 2022. Rata-rata terdapat enam kejadian konflik setiap tahunnya. &#8220;Konflik antara manusia dan buaya ini terjadi hampir di semua daerah pesisir barat Sumatra Barat, paling banyak terjadi di Kabupaten Agam,&#8221; katanya, Rabu (13/7/2022). Pihaknya mencatat di Kabupaten Agam ada 29 kasus kejadian konflik, kemudian diikuti oleh kabupaten Pasaman Barat dengan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/71-konflik-buaya-dan-manusia-bksda-kejadian-terbanyak-di-agam/">71 Konflik Buaya dan Manusia, BKSDA: Kejadian Terbanyak di Agam</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) mencatat 71 konflik antara buaya dengan manusia di Sumatra Barat (Sumbar) rentang waktu 2009 hingga 2022. Laporan konflik terbanyak terjadi di Kabupaten Agam.</p>
<p>Kepala BKSDA Sumbar Ardi Andono menjelaskan, sekurang-kurangnya terdapat 71 kejadian konflik antara manusia dan buaya di Sumbar antara 2009 sampai 2022. Rata-rata terdapat enam kejadian konflik setiap tahunnya.</p>
<p>&#8220;Konflik antara manusia dan buaya ini terjadi hampir di semua daerah pesisir barat Sumatra Barat, paling banyak terjadi di Kabupaten Agam,&#8221; katanya, Rabu (13/7/2022).</p>
<p>Pihaknya mencatat di Kabupaten Agam ada 29 kasus kejadian konflik, kemudian diikuti oleh kabupaten Pasaman Barat dengan 17 kasus dan Kabupaten Padang pariaman dengan 12 kasus konflik antara manusia dan buaya.</p>
<p>Kemudian di Kota Padang tercatat 5 kejadian, Kabupaten Kepulauan Mentawai 1 kali, dan Kabupaten Pesisir Selatan 7 kasus.</p>
<p>Lebih rinci, Kecamatan Tanjung Mutiara di Agam merupakan daerah dengan kejadian konflik paling banyak yaitu 17 kasus, diikuti dengan Kecamatan Ampek nagari 6 kasus, dan Kecamatan Kinali dan ranah pasisia di Pasaman Barat dengan 5 kasus.</p>
<p>Dia melanjutkan, melihat pola kejadian konflik antara manusia dan buaya muara per bulan yang terjadi di Sumbar dan melihat data lebih detil, kemungkinan besar musim bertelur buaya muara di Sumbar sekitar bulan Januari s.d Maret dan musim menunggu telur menetas pada bulan April-Juni.</p>
<p>&#8220;Kejadian konflik antara manusia dan buaya muara banyak terjadi antara bulan Januari yaitu 12 kejadian konflik sampai Juni yaitu 7 kejadian konflik,&#8221; katanya.</p>
<p>Dari data konflik antara 2009 s.d 2022 terdapat 3 data perjumpaan buaya yang sedang bertelur yaitu 2 diantaranya di bulan Januari dan 1 di bulan Februari, karena setelah bertelur diperlukan waktu sekitar 75-109 hari untuk menetas.</p>
<p>Dijelaskannya, habitat asli buaya di Sumbar cukup luas. Beberapa diantaranya ada di muara sungai Batang Masang, Muara sungai sepanjang pantai Sumbar yang memiliki ekosistem rawa dan membentang dari Pesisir Selatan hingga Pasaman Barat. Beberapa kawasan tersebut dilindungi baik termasuk hutan lindung, hutan produksi maupun hutan konservasi.</p>
<p>Konflik antara manusia dan buaya dikategorikan menjadi tiga macam, yaitu buaya menampakkan diri diluar habitat aslinya, buaya menyerang ternak warga, dan buaya menyerang manusia.</p>
<p>Buaya yang muncul di habitat aslinya bukan merupakan konflik karena memang wilayah home range mereka hidup, dan ruang hidup antara manusia dan buaya tentunya juga berbeda sehingga konflik antara manusia dan buaya dapat di hindari.</p>
<p>&#8220;Kemunculan buaya di sungai yang bukan habitat aslinya kami istilahkan potensi konflik, mengingat kemunculan buaya untuk berjemur adalah bagian dari prilaku hidupnya,&#8221; ujarnya.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://langgam.id/musim-kemarau-picu-kemunculan-buaya-masyarakat-diminta-jauhi-habitatnya/">Musim Kemarau Picu Kemunculan Buaya, Masyarakat Diminta Jauhi Habitatnya</a></strong></p>
<p>Apabila sudah menyebabkan efek negatif kepada kehidupan sosial manusia, ekonomi, kebudayaan, dan pada konservasi satwa liar dan atau pada lingkungannya maka baru disebut konflik. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Kehutanan nomor 46 tahun 2008 tentang Pedoman Penanggulangan Konflik Antara Manusia Dan Satwa Liar.</p>
<p>&#8212;</p>
<h4>Dapatkan update berita Sumatra Barat terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/71-konflik-buaya-dan-manusia-bksda-kejadian-terbanyak-di-agam/">71 Konflik Buaya dan Manusia, BKSDA: Kejadian Terbanyak di Agam</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">158884</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tengah Malam, BKSDA Evakuasi Buaya yang Muncul di Aliran Sungai di Padang</title>
		<link>https://langgam.id/tengah-malam-bksda-evakuasi-buaya-yang-muncul-di-aliran-sungai-di-padang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 May 2022 23:36:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Buaya]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=155854</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Balai Konservasi Sumbar Daya Alam (BKSDA) Sumatra Barat (Sumbar) akhirnya berhasil mengevakuasi seekor buaya yang muncul di aliran sungai di Kelurahan Sungai Sapih, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Provinsi Sumbar. Buaya berhasil dievakuasi pada tengah malam sekitar pukul 00.10 WIB, Selasa (17/5/2022). Buaya dievakuasi petugas BKSDA dibantu oleh puluhan masyarakat setelah muncul sejak Senin (16/5/2022) pagi di bawah jembatan dekat Masjid Raya Sungai Sapih. Petugas sejak kemunculan buaya telah berusaha menangkap, namun hewan buas itu kabur beberapa kali. Meski demikian, hewan itu tidak jauh dari lokasi. Hingga tengah malam penangkapan dibantu puluhan warga dan ditonton oleh ratusan warga lainnya.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tengah-malam-bksda-evakuasi-buaya-yang-muncul-di-aliran-sungai-di-padang/">Tengah Malam, BKSDA Evakuasi Buaya yang Muncul di Aliran Sungai di Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Balai Konservasi Sumbar Daya Alam (BKSDA) Sumatra Barat (Sumbar) akhirnya berhasil mengevakuasi seekor buaya yang muncul di aliran sungai di Kelurahan Sungai Sapih, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Provinsi Sumbar.</p>
<p>Buaya berhasil dievakuasi pada tengah malam sekitar pukul 00.10 WIB, Selasa (17/5/2022). Buaya dievakuasi petugas BKSDA dibantu oleh puluhan masyarakat setelah muncul sejak Senin (16/5/2022) pagi di bawah jembatan dekat Masjid Raya Sungai Sapih.</p>
<p>Petugas sejak kemunculan buaya telah berusaha menangkap, namun hewan buas itu kabur beberapa kali. Meski demikian, hewan itu tidak jauh dari lokasi. Hingga tengah malam penangkapan dibantu puluhan warga dan ditonton oleh ratusan warga lainnya.</p>
<p>Evakuasi berhasil dilakukan setelah sekitar 18 sejak kemunculannya. Saat berhasil tertangkap juga diiringi oleh tepuk tangan ratusan warga. Buaya itu kemudian diikat dengan tali dan dibawa oleh petugas BKSDA.</p>
<p>Sebelumnya, buaya berukuran sekitar 1 meter lebih itu menampakkan diri di pinggir sungai di dekat jembatan di depan Masjid Raya Sungai Sapih. Buaya yang diam itu tampak jelas dilihat dari atas jembatan. Puluhan masyarakat datang ke jembatan untuk melihat buaya.</p>
<p>Selain itu, sejumlah pengendara juga berhenti di lokasi untuk menyaksikan buaya. Mereka ada yang memoto dan mengambil video buaya tersebut. Di sekitar lokasi tidak ada tanda peringatan ada buaya di lokasi. Polisi juga datang ke lokasi untuk memastikan keamanan sekitar.</p>
<p>Sebelumnya Kepala BKSDA Sumbar Ardi Andono mengatakan pihaknya telah menurunkan tim WRU ke lokasi untuk mengamankan buaya. Petugas telah datang sejak siang.</p>
<p>&#8220;Tim sudah datang sejak siang, Tim BKSDA dan komunitas reptil masih dilokasi hingga malam, prosesnya terus berlanjut,&#8221; katanya.</p>
<p>&#8212;</p>
<h4>Dapatkan update berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tengah-malam-bksda-evakuasi-buaya-yang-muncul-di-aliran-sungai-di-padang/">Tengah Malam, BKSDA Evakuasi Buaya yang Muncul di Aliran Sungai di Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">155854</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Seorang Warga Pasbar Diserang Buaya Saat Hendak Berwudu di Sungai</title>
		<link>https://langgam.id/seorang-warga-pasbar-diserang-buaya-saat-hendak-berwudu-di-sungai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Mar 2022 07:22:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA]]></category>
		<category><![CDATA[Buaya]]></category>
		<category><![CDATA[Pasaman Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=152222</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berita Pasaman Barat &#8211; berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Seorang warga diserang buaya saat hendak mengambil wudu dan buang air besar di Pasaman Barat. Langgam.id &#8211; Seorang warga diserang buaya saat hendak mengambil wudu dan buang air besar di Jorong Rantau, Nagari Sasak, Kecamatan Sasak Ranah Pasisia, Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatra Barat (Sumbar). Camat Sasak Ranah Pasisia Perdinan Ujang mengatakan, kejadian ini terjadi pada Minggu (27/3/2022). Akibat kejadian ini, korban mengalami luka pada bagian kaki dan dilarikan ke rumah sakit agar mendapatkan perawatan. &#8220;Ada warga kami digigit oleh buaya di Jorong Rantau Panjang,&#8221; katanya Selasa, (28/3/2022). Ia</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/seorang-warga-pasbar-diserang-buaya-saat-hendak-berwudu-di-sungai/">Seorang Warga Pasbar Diserang Buaya Saat Hendak Berwudu di Sungai</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="intro-text">
<p dir="ltr">Berita Pasaman Barat &#8211; berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Seorang warga diserang buaya saat hendak mengambil wudu dan buang air besar di Pasaman Barat.</p>
</div>
<p dir="ltr"><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Seorang warga diserang buaya saat hendak mengambil wudu dan buang air besar di Jorong Rantau, Nagari Sasak, Kecamatan Sasak Ranah Pasisia, Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatra Barat (Sumbar).</p>
<p dir="ltr">Camat Sasak Ranah Pasisia Perdinan Ujang mengatakan, kejadian ini terjadi pada Minggu (27/3/2022). Akibat kejadian ini, korban mengalami luka pada bagian kaki dan dilarikan ke rumah sakit agar mendapatkan perawatan.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Ada warga kami digigit oleh buaya di Jorong Rantau Panjang,&#8221; katanya Selasa, (28/3/2022).</p>
<p dir="ltr">Ia menjelaskan, bahwa warga yang menjadi korban merupakan seorang petani bernama Izet berusia 40 tahun. Korban ini digigit oleh buaya di aliran sungai Batang Saman.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Kejadian ini berawal pada saat korban hendak buang air dan mengambil wudu,&#8221; katanya.</p>
<p dir="ltr">Akibat kejadian ini terang Ujang, mengakibatkan kaki  korban terluka sehingga harus dijahit. Selain itu, beberapa bagian tubuh mengalami luka dan bagian punggung korban juga mengalami luka cakar dari satwa liar ini.</p>
<p dir="ltr">Warga ini menurut dia, tidak memiliki BPJS kesehatan, namun biaya rumah sakit akan ditanggung Pemkab Pasaman Barat.</p>
<p>Ujang menjelaskan, satu bulan yang lalu juga ada warga diserang oleh buaya. Mengantisipasi kejadian berulang pihaknya sudah berkoodinasi dengan BKSDA Provinsi Sumbar.</p>
<p dir="ltr">Selain itu ungkapnya, telah dilakukan rapat bersama dengan Bupati Pasaman Barat, BKSDA, Pemerintah Nagari, dan tokoh masyarakat.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Rapat ini membahas terkait perencanaan pembuatan penangkaran buaya di Kecamatan Sasak Ranah Pasisia,&#8221; bebernya.</p>
<p dir="ltr">Ia menambahkan, bahwa Bupati Pasaman Barat menyarankan untuk masyarakat mempersiapkan lokasi penangkaran ini. Sedangkan pihak BKSDA Sumbar akan mendesain penangkaran.</p>
<p dir="ltr">Namun terangnya, terjadi gempa pada 25 Februari 2022. Sampai selesainya tanggap darurat, terkait itu tidak ada pembicaraan lebih lanjut.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Jadi, kita sudah berkoordinasi dengan BKSDA Sumbar. Mungkin dalam minggu ini petugas akan turun ke lokasi,&#8221; katanya.</p>
<p dir="ltr">Kepala BKSDA Sumbar, Ardi Andono mengatakan, pihaknya telah menjenguk korban dan telah melakukan identifikasi di lokasi kejadian.</p>
<p dir="ltr">Terkait penangkaran, dia mengatakan bahwa pembangunan penangkaran ini baru dimulai.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Penangkaran ini juga ada di Kabupaten Agam. Untuk di Kabupaten Pasaman baru mau dimulai,&#8221; kata Ardi Andono.</p>
<p dir="ltr"><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/bksda-rencana-usir-harimau-yang-muncul-di-pasbar-pakai-meriam/">BKSDA Rencana Usir Harimau yang Muncul di Pasbar Pakai Meriam</a></strong></p>
<p dir="ltr">Ia menjelaskan, untuk lokasi pastinya pembangunan penangkaran ini akan dilakukan identifikasi lokasi terlebih dulu.</p>
<p>—</p>
<h4>Dapatkan update berita Pasaman Barat – berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/seorang-warga-pasbar-diserang-buaya-saat-hendak-berwudu-di-sungai/">Seorang Warga Pasbar Diserang Buaya Saat Hendak Berwudu di Sungai</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">152222</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bocah Perempuan yang Diterkam Buaya di Agam Ditemukan Meninggal Dunia</title>
		<link>https://langgam.id/bocah-perempuan-yang-diterkam-buaya-di-agam-ditemukan-meninggal-dunia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fuadi Zikri]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Jan 2022 14:17:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Batang Masang]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Buaya]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[SAR Padang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=145477</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berita Agam &#8211; berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Bocah perempuan yang diterkam buaya di Agam itu ditemukan meninggal dunia. Langam.id &#8211; Bocah perempuan yang dilaporkan diterkam dan diseret buaya di aliran Sungai Bantang Masang di Jorong Plasma Padang Madani, Kabupaten Agam ditemukan meninggal dunia, Senin (17/1/2022) sore. Kepala Kantor Search and Rescue (SAR) atau Pencarian dan Pertolongan Padang, Asnedi mengatakan, korban ditemukan meninggal dunia sejauh tujuh kilometer dari lokasi kejadian. &#8220;Korban ditemukan tim gabungan sekitar pukul 17.50 WIB dan langsung dievakuasi ke rumah duka,&#8221; ujar Asnendi kapada Langgam.id via telepon, Senin (17/1/2022) malam. Diberitakan sebelumnya, bocah perempuan yang</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bocah-perempuan-yang-diterkam-buaya-di-agam-ditemukan-meninggal-dunia/">Bocah Perempuan yang Diterkam Buaya di Agam Ditemukan Meninggal Dunia</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="intro-text">
<p>Berita Agam &#8211; berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Bocah perempuan yang diterkam buaya di Agam itu ditemukan meninggal dunia.</p>
</div>
<p><strong>Langam.id</strong> &#8211; Bocah perempuan yang dilaporkan diterkam dan diseret buaya di aliran Sungai Bantang Masang di Jorong Plasma Padang Madani, Kabupaten Agam ditemukan meninggal dunia, Senin (17/1/2022) sore.</p>
<p>Kepala Kantor Search and Rescue (SAR) atau Pencarian dan Pertolongan Padang, Asnedi mengatakan, korban ditemukan meninggal dunia sejauh tujuh kilometer dari lokasi kejadian.</p>
<p>&#8220;Korban ditemukan tim gabungan sekitar pukul 17.50 WIB dan langsung dievakuasi ke rumah duka,&#8221; ujar Asnendi kapada Langgam.id via telepon, Senin (17/1/2022) malam.</p>
<p>Diberitakan sebelumnya, bocah perempuan yang diterkam dan diseret buaya itu benama Nisa (9). Ia diterkam buaya usai mandi bersama kakaknya di tepian mandi di aliran Sungai Batang Masang.</p>
<p>Tepian mandi itu juga kerap digunakan masyarakat setempat untuk beraktivitas. Bahkan, menurut Wali Nagari Manggopoh Utara, Ridwan, jalan ke tepian mandi itu terang dan bersih dari semak.</p>
<p>Sementara, catatan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar, Batang Masang merupakan habitat buaya, dan sepanjang 2021 hingga saat ini, telah terjadi lima konflik antara buaya dan manusia di daerah itu.</p>
<p>Saat ini, BKSDA juga sedang berupaya membuat kawasan Ekosistem Esensial untuk buaya yang berada di daerah itu. Rencana itu juga menunggu dukungan dari Bupati Agam, karena bupati yang akan menetapkannya.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/catatan-bksda-konflik-buaya-dan-manusia-paling-banyak-terjadi-di-batang-masang-agam/">Catatan BKSDA: Konflik Buaya dan Manusia Paling Banyak Terjadi di Batang Masang Agam</a></strong></p>
<p>Jika lokasi itu dapat dijadikan kawasan Ekosistem Esensial, maka juga bisa dimanfaatkan sebagai objek wisata terbatas.</p>
<p>—</p>
<h4>Dapatkan update berita Agam – berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bocah-perempuan-yang-diterkam-buaya-di-agam-ditemukan-meninggal-dunia/">Bocah Perempuan yang Diterkam Buaya di Agam Ditemukan Meninggal Dunia</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">145477</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Catatan BKSDA: Konflik Buaya dan Manusia Paling Banyak Terjadi di Batang Masang Agam</title>
		<link>https://langgam.id/catatan-bksda-konflik-buaya-dan-manusia-paling-banyak-terjadi-di-batang-masang-agam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fuadi Zikri]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Jan 2022 10:20:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Agam]]></category>
		<category><![CDATA[Batang Masang]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Buaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=145454</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berita Agam &#8211; berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: BKSDA mencatat, sepanjang 2021 hingga saat ini, ada tujuh kasus konflik buaya dan manusia terjadi di Sumbar. Langgam.id &#8211; Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Barat (Sumbar) mencatat, sepanjang 2021 hingga Januari 2022, sebanyak tujuh kasus konflik buaya dan manusia terjadi di Sumbar. Dari tujuh kasus itu, lima di antaranya terjadi di kawasan aliran sungai Batang Masang, Kabupaten Agam. Kepala BKSDA Sumbar, Ardi Andono mengatakan, Batang Masang merupakan salah satu habitat asli buaya. Sehingga, konflik antara buaya dan manusia sangat rentan. &#8220;Sungai Batang Masang itu memang habibat buaya. Jadi,</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/catatan-bksda-konflik-buaya-dan-manusia-paling-banyak-terjadi-di-batang-masang-agam/">Catatan BKSDA: Konflik Buaya dan Manusia Paling Banyak Terjadi di Batang Masang Agam</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="intro-text">
<p>Berita Agam &#8211; berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: BKSDA mencatat, sepanjang 2021 hingga saat ini, ada tujuh kasus konflik buaya dan manusia terjadi di Sumbar.</p>
</div>
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Barat (Sumbar) mencatat, sepanjang 2021 hingga Januari 2022, sebanyak tujuh kasus konflik buaya dan manusia terjadi di Sumbar. Dari tujuh kasus itu, lima di antaranya terjadi di kawasan aliran sungai Batang Masang, Kabupaten Agam.</p>
<p>Kepala BKSDA Sumbar, Ardi Andono mengatakan, Batang Masang merupakan salah satu habitat asli buaya. Sehingga, konflik antara buaya dan manusia sangat rentan.</p>
<p>&#8220;Sungai Batang Masang itu memang habibat buaya. Jadi, buaya tidak bisa serta merta kita pindahkan, karena memang habitatnya di situ,&#8221; ujar Ardi, Senin (17/1/2022).</p>
<p>Menurut Ardi, BKSDA Sumbar sudah sejak lama berupaya mencegah konflik antara buaya dengan manusia terjadi di Batang Masang itu. Bahkan, sejumlah papan peringatan juga telah dipasang, termasuk edukasi dan imbauan kepada masyarakat juga telah dilakukan.</p>
<p>&#8220;Kedepan, sosialisasi terhadap masyarakat akan lebih kita tingkatkan,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Mencegah adanya konflik buaya dan manusia itu, lanjut Ardi, upaya terakhir yang bisa dilakukan itu evakuasi buaya. &#8220;Namun, saat ini juga tidak ada tempat penampungan (buaya-red). Seluruh lembaga konservasi sudah penuh dengan buaya hasil konflik,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Upaya yang dilakukan BKSDA saat ini, sebut Ardi, yaitu membuat kawasan Ekosistem Esensial untuk buaya yang berada di Agam. &#8220;Semoga mendapat dukungan dari bupati. Karena, yang menetapkannya bupati, dna itu juga bisa untuk objek wisata terbatas,&#8221; paparnya.</p>
<p>Diberitakan sebelumnya, seorang bocah perempuan dilaporkan diterkam buaya usai mandi bersama kakaknya di aliran Batang Masang, Jorong Plasma Padang Madani, Nagari Manggopoh Utara, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Senin (17/1/2022) sekitar pukul 06.30 WIB.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/ini-kendala-dalam-pencarian-bocah-yang-diterkam-buaya-di-agam/">Ini Kendala dalam Pencarian Bocah yang Diterkam Buaya di Agam</a></strong></p>
<p>Saat diterkam buaya, kakak korban telah berupaya untuk menyelamatkannya. Namun, usaha itu gagal, sehingga korban diseret buaya ke dalam air. Hingga saat ini, petugas masih berupaya mencari korban.</p>
<p>—</p>
<h4>Dapatkan update berita Agam – berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/catatan-bksda-konflik-buaya-dan-manusia-paling-banyak-terjadi-di-batang-masang-agam/">Catatan BKSDA: Konflik Buaya dan Manusia Paling Banyak Terjadi di Batang Masang Agam</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">145454</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kata Wali Nagari Soal Lokasi Bocah Perempuan yang Diterkam Buaya di Agam</title>
		<link>https://langgam.id/kata-wali-nagari-soal-lokasi-bocah-perempuan-yang-diterkam-buaya-di-agam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fuadi Zikri]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Jan 2022 07:42:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Agam]]></category>
		<category><![CDATA[Buaya]]></category>
		<category><![CDATA[Konflik Satwa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=145385</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berita Agam &#8211; berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Seorang bocah perempuan diterkam buaya di Agam. Langgam.id &#8211; Seorang bocah perempuan dilaporkan diterkam buaya di aliran Batang Masang, Jorong Plasma Padang Madani, Nagari Manggopoh Utara, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Senin (17/1/2022). Lokasinya merupakan tempat pemandian warga setempat. Wali Nagari Manggopoh Utara, Ridwan mengatakan, lokasi bocah yang diterkam buaya itu memang kerap digunakan warga sebagai tempat pemandian. &#8220;Biasanya, beberapa warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi, memang mandi di sana. Seperti korban ini,&#8221; ujar Ridwan kepada Langgam.id, Senin (17/1/2022). Di lokasi itu, jelas Ridwan, terdapat sebuah tepian mandi yang</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kata-wali-nagari-soal-lokasi-bocah-perempuan-yang-diterkam-buaya-di-agam/">Kata Wali Nagari Soal Lokasi Bocah Perempuan yang Diterkam Buaya di Agam</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<div class="intro-text">
<p>Berita Agam &#8211; berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Seorang bocah perempuan diterkam buaya di Agam.</p>
</div>
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Seorang bocah perempuan dilaporkan diterkam buaya di aliran Batang Masang, Jorong Plasma Padang Madani, Nagari Manggopoh Utara, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Senin (17/1/2022). Lokasinya merupakan tempat pemandian warga setempat.</p>
<p>Wali Nagari Manggopoh Utara, Ridwan mengatakan, lokasi bocah yang diterkam buaya itu memang kerap digunakan warga sebagai tempat pemandian.</p>
<p>&#8220;Biasanya, beberapa warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi, memang mandi di sana. Seperti korban ini,&#8221; ujar Ridwan kepada Langgam.id, Senin (17/1/2022).</p>
<p>Di lokasi itu, jelas Ridwan, terdapat sebuah tepian mandi yang kerap digunakan warga setempat. Bahkan, akses ke lokasi juga terang dan bersih dari semak.</p>
<p>Meskipun demikian, menurut Ridwan, di aliran Batang Masang, populasi buaya memang cukup banyak. Sejumlah warga juga sering melihat buaya di sepanjang aliran sungai itu.</p>
<p>&#8220;Tapi, kalau di Nagari Manggopoh Utara, kejadian seperti ini baru pertama kali terjadi. Namun, di nagari tetangga kita, sepadan dengan kita, sudah pernah juga terjadi seperti ini, juga ada korban,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Ridwan berharap, agar pemerintah melalui pihak terkait menata konservasi buaya di Batang Masang. Sehingga, hal serupa tidak terjadi lagi. Setidaknya, kata Ridwan, warga tidak merasa was-was jika beraktifitas di sungai.</p>
<p>Sementara itu, BKSDA Sumbar, Ardi Andono mengatakan, pihaknya saat ini sudah berada di lokasi untuk upaya penanganan konflik buaya dan manusia itu. Ardi juga belum dapat memastikan bagaimana kelanjutannya.</p>
<p>Informasi yang diperoleh Langgam.id, warga bersama tim Search and Rescue (SAR) Gabungan, hingga saat ini masih terus berupaya mencari keberadaan korban. </p>
<p>Diberitakan sebelumnya, bocah perempuan yang diterkam buaya utu bernama Nisa (9). Ia merupakan seorang pelajar Sekolah Dasar (SD) di daerah setempat.</p>
<p>Korban diterkam buaya saat hendak pulang ke rumah usai mandi di tepian bersama kakaknya, Neli. Ia diserang buaya saat baru berjalan beberapa meter. Sementara, rumahnya berjarak sekitar 200 meter dari lokasi.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/belum-ditemukan-tim-gabungan-terus-cari-bocah-yang-diterkam-buaya-di-agam/">Belum Ditemukan, Tim Gabungan Terus Cari Bocah yang Diterkam Buaya di Agam</a></strong></p>
<p>Saat diterkam buaya, kakak korban sempat berupaya menolong korban. Namun, upayanya gagal dan korban diseret buaya ke dalam air.</p>
<p>—</p>
<h4>Dapatkan update berita Agam – berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kata-wali-nagari-soal-lokasi-bocah-perempuan-yang-diterkam-buaya-di-agam/">Kata Wali Nagari Soal Lokasi Bocah Perempuan yang Diterkam Buaya di Agam</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">145385</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 24/89 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-06-14 15:36:10 by W3 Total Cache
-->