<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita BKSDA Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/bksda/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/bksda/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Sat, 23 May 2026 07:27:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita BKSDA Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/bksda/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>5 Fakta Harimau Sumatra Masuk Perangkap di Agam: Namanya Puti Batuah, Dibawa ke Kandi Sawahlunto</title>
		<link>https://langgam.id/5-fakta-harimau-sumatra-masuk-perangkap-di-agam-namanya-puti-batuah-dibawa-ke-kandi-sawahlunto/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 May 2026 07:25:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Harimau]]></category>
		<category><![CDATA[Harimau Sumatra]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Agam]]></category>
		<category><![CDATA[Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=247833</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Seekor harimau Sumatra masuk kandang jebak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Barat (Sumbar) di kawasan Batang Palupuh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Jumat (22/5/20226) dini hari. Harimau tersebut dilaporkan telah meresahkan warga sejak beberapa pekan terakhir. Satwa dilindungi bernama latin Panthera Tigris Sumatrae itu diduga harimau yang sebelumnya beberapa kali terlihat berkeliaran di wilayah Palembayan, Matur, hingga Palupuh dan sempat memicu kekhawatiran masyarakat. Setelah melalui serangkaian pemantauan dan upaya penanganan, petugas akhirnya mengevakuasi harimau tersebut untuk menjalani observasi kesehatan sebelum dipindahkan ke habitat yang lebih aman. Berikut lima fakta harimau Sumatra masuk perangkap BKSDA Sumbar di Agam.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/5-fakta-harimau-sumatra-masuk-perangkap-di-agam-namanya-puti-batuah-dibawa-ke-kandi-sawahlunto/">5 Fakta Harimau Sumatra Masuk Perangkap di Agam: Namanya Puti Batuah, Dibawa ke Kandi Sawahlunto</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Seekor harimau Sumatra masuk kandang jebak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Barat (Sumbar) di kawasan Batang Palupuh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Jumat (22/5/20226) dini hari. Harimau tersebut dilaporkan telah meresahkan warga sejak beberapa pekan terakhir.</p>



<p>Satwa dilindungi bernama latin Panthera Tigris Sumatrae itu diduga harimau yang sebelumnya beberapa kali terlihat berkeliaran di wilayah Palembayan, Matur, hingga Palupuh dan sempat memicu kekhawatiran masyarakat.</p>



<p>Setelah melalui serangkaian pemantauan dan upaya penanganan, petugas akhirnya mengevakuasi harimau tersebut untuk menjalani observasi kesehatan sebelum dipindahkan ke habitat yang lebih aman.</p>



<p>Berikut lima fakta harimau Sumatra masuk perangkap BKSDA Sumbar di Agam.</p>



<ol class="wp-block-list">
<li><strong>Masuk Kandang Jebak Dini Hari</strong></li>
</ol>



<p>Harimau Sumatra itu masuk ke dalam kandang jebak yang dipasang tim BKSDA Sumbar bersama Patroli Anak Nagari (Pagari) dan warga sejak Rabu (20/5/2026). Berdasarkan rekaman kamera jebak, satwa tersebut terdeteksi masuk sekitar pukul 02.30 WIB.</p>



<p>Petugas baru memastikan keberadaan harimau di dalam kandang saat melakukan pengecekan lapangan pada pagi harinya. Dalam perjalanan menuju lokasi, tim menemukan banyak jejak kaki harimau di sekitar area hutan dan perkebunan warga.</p>



<p>Setibanya di lokasi, pintu kandang sudah tertutup rapat dengan seekor harimau muda berada di dalamnya.</p>



<ol start="2" class="wp-block-list">
<li><strong>Sering Muncul di Tiga Kecamatan</strong></li>
</ol>



<p>BKSDA Sumbar menduga harimau yang tertangkap merupakan individu yang sebelumnya berulang kali muncul di Kecamatan Palembayan, Matur, dan Palupuh.</p>



<p>Kemunculan satwa liar tersebut sempat membuat warga waswas karena beberapa kali terlihat berada dekat lahan pertanian dan kebun masyarakat.</p>



<p>Petugas konservasi sebelumnya telah melakukan berbagai langkah penanganan agar interaksi antara manusia dan harimau tidak semakin berisiko.</p>



<p>Evakuasi menggunakan kandang jebak disebut menjadi langkah terakhir untuk menjaga keselamatan satwa sekaligus memberikan rasa aman bagi warga sekitar.</p>



<ol start="3" class="wp-block-list">
<li><strong>Dievakuasi ke Kandi Sawahlunto</strong></li>
</ol>



<p>Proses evakuasi dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari BKSDA Sumbar, Pagari, aparat kepolisian, TNI, serta masyarakat setempat. Sebelum dipindahkan, harimau terlebih dahulu dibius agar proses evakuasi berjalan aman.</p>



<p>Satwa itu kemudian dibawa secara manual menggunakan kain sarung menuju akses pemukiman dengan jarak sekitar 200 meter dari lokasi kandang jebak.</p>



<p>Setelah berhasil dievakuasi, harimau langsung dibawa ke Kantor Seksi Wilayah I BKSDA Sumbar di Koto Bukittinggi untuk menjalani pemeriksaan kesehatan dan observasi lebih lanjut. Kemudian, di bawah ke Sawahlunto.</p>



<p>&#8220;Sudah dievakuasi ke Taman Wisata Kandi Sawahlunto,&#8221; kata Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar Ade Putra, kepada Langgam.id, Sabtu (23/5/2026).</p>



<p>Saat ini, kata Ade, harimau tersebut sudah pulih dari pembiusan. &#8220;Sekarang (harimau) sedang recovery di Kandi Sawahlunto,&#8221; katanya.</p>



<ol start="5" class="wp-block-list">
<li><strong>Diberi Nama Puti Batuah</strong></li>
</ol>



<p>Harimau Sumatra itu berjenin kelamin betina. Pihak BKSDA Sumbar memperkirakan usianya di bawah dua tahun. Lantaran betina, harimau itu diberi nama Puti Batuah.</p>



<p>Menurut Ade, nama tersebut diberikan masyarakat setempat saat akan mengevakuasi harimau dari Palupuah.</p>



<p>&#8220;Puti Batuah namanya. Diberi oleh wali nagari dan masyarakat sekitar saat evakuasi, katanya<strong>. (ICA)</strong></p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/5-fakta-harimau-sumatra-masuk-perangkap-di-agam-namanya-puti-batuah-dibawa-ke-kandi-sawahlunto/">5 Fakta Harimau Sumatra Masuk Perangkap di Agam: Namanya Puti Batuah, Dibawa ke Kandi Sawahlunto</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">247833</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gunung Marapi Ditutup Permanen, BKSDA Sumbar: Aktivitasnya Sulit Diprediksi</title>
		<link>https://langgam.id/gunung-marapi-ditutup-permanen-bksda-sumbar-aktivitasnya-sulit-diprediksi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Jan 2025 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Marapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=220562</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar menutup secara permanen jalur pendakian gunung Marapi. Penutupan jalur pendakian tersebut juga didukung oleh bupati Kabupaten Agam dan bupati Tanah Datar. Selain itu, keputusan yang diambil juga berdasarkan kajian dari Ombudsman RI perwakilan Sumbar. Kepala BKSDA Sumbar, Lugi Hartanto menyebut jalur pendakian gunung Marapi harus ditutup secara permanen, mengingat aktivitas gunung tersebut sulit diprediksi. &#8220;Ombudsman RI meminta untuk ditutup secara permanen, karena mempertimbangkan gunung Marapi ini tidak bisa diprediksi,&#8221; ujar Lugi saat dihubungi via telepon whatsapp, Senin (27/1/2025). Lugi menyebut, apabila gunung sudah memasuki tingkat waspada lvl II, itu sudah sangat</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/gunung-marapi-ditutup-permanen-bksda-sumbar-aktivitasnya-sulit-diprediksi/">Gunung Marapi Ditutup Permanen, BKSDA Sumbar: Aktivitasnya Sulit Diprediksi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar menutup secara permanen jalur pendakian gunung Marapi.</p>



<p>Penutupan jalur pendakian tersebut juga didukung oleh bupati Kabupaten Agam dan bupati Tanah Datar. Selain itu, keputusan yang diambil juga berdasarkan kajian dari Ombudsman RI perwakilan Sumbar.</p>



<p>Kepala BKSDA Sumbar, Lugi Hartanto menyebut jalur pendakian gunung Marapi harus ditutup secara permanen, mengingat aktivitas gunung tersebut sulit diprediksi.</p>



<p>&#8220;Ombudsman RI meminta untuk ditutup secara permanen, karena mempertimbangkan gunung Marapi ini tidak bisa diprediksi,&#8221; ujar Lugi saat dihubungi via telepon whatsapp, Senin (27/1/2025).</p>



<p>Lugi menyebut, apabila gunung sudah memasuki tingkat waspada lvl II, itu sudah sangat berbahaya jika masih dibuka jalur pendakiannya. Apalagi Marapi sulit diprediksi aktivitasnya.</p>



<p>&#8220;Waspada, siaga, sangat berbahaya untuk dibuka bagi keselamatan manusia,&#8221; jelas Lugi.</p>



<p>Ia kemudian mengatakan bahwa sejak 2011 silam sebenarnya gunung Marapi sudah berstatus waspada lvl II, namun tidak seaktif dua tahun belakang.</p>



<p>&#8220;Saat tahun 2011 statusnya sudah waspada, namun tidak seaktif tahun 2023 dan 2024. Bahkan, statusnya sempat siaga tahun 2024,&#8221; bebernya.</p>



<p>&#8220;Itulah alasan penutupan permanen gunung Marapi. Selagi statusnya masih waspada lvl II, sulit diprediksi dan tidak boleh ada aktivitas dengan jarak 3 km dari radius gunung Marapi,&#8221; tegas Lugi.</p>



<p>Kendati demikian, jika nantinya status gunung Marapi menurun bahkan sampai ke lvl normal, tidak menutup kemungkinan akan dibuka kembali.</p>



<p>&#8220;Jadi jika status gunung Marapi kembali normal, kami akan membuka kembali jalur pendakianya,&#8221; sebutnya. (Iqbal/Fs)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/gunung-marapi-ditutup-permanen-bksda-sumbar-aktivitasnya-sulit-diprediksi/">Gunung Marapi Ditutup Permanen, BKSDA Sumbar: Aktivitasnya Sulit Diprediksi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220562</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Harimau Terkam Ternak Warga di Pesisir Selatan, Polhut: Sudah Dipasang Kandang Jebak</title>
		<link>https://langgam.id/harimau-terkam-ternak-warga-di-pesisir-selatan-polhut-sudah-dipasang-kandang-jebak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Jan 2025 13:26:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA]]></category>
		<category><![CDATA[Harimau]]></category>
		<category><![CDATA[Pesisir Selatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=219973</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Polisi Hutan (Polhut) Pesisir Selatan pasang kandang jebak untuk harimau yang terkam ternak warga di Kecamatan Lunang Silaut, Kabupaten Pesisir Selatan, Senin (13/1/2025). Kepada BKSDA Pesisir Selatan menyebut bahwa tim sudah turun semenjak Selasa (15/01/2025) dan sehari setelahnya langsung berkoordinasi dengan Wali Nagari berserta tokoh masyarakat setempat. &#8220;Tim dari kemarin langsung berkoordinasi dengan Wali Nagari dan tokoh masyarakat,&#8221; ujarnya, Kamis (16/1/2025). &#8220;Dari malam sampai hari ini masih terus melakukan verifikasi dan upaya-upaya mitigasi agar harimau tidak menimbulkan konflik dengan masyarakat lagi,&#8221; tambahnya. Sementara itu, Komandan Polhut Pesisir Selatan, Zulmi mengatakan hasil verifikasi di lapangan sudah keluar dan didapati</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/harimau-terkam-ternak-warga-di-pesisir-selatan-polhut-sudah-dipasang-kandang-jebak/">Harimau Terkam Ternak Warga di Pesisir Selatan, Polhut: Sudah Dipasang Kandang Jebak</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Polisi Hutan (Polhut) Pesisir Selatan pasang kandang jebak untuk harimau yang terkam ternak warga di Kecamatan Lunang Silaut, Kabupaten Pesisir Selatan, Senin (13/1/2025).</p>



<p>Kepada BKSDA Pesisir Selatan menyebut bahwa tim sudah turun semenjak Selasa (15/01/2025) dan sehari setelahnya langsung berkoordinasi dengan Wali Nagari berserta tokoh masyarakat setempat.</p>



<p>&#8220;Tim dari kemarin langsung berkoordinasi dengan Wali Nagari dan tokoh masyarakat,&#8221; ujarnya, Kamis (16/1/2025).</p>



<p>&#8220;Dari malam sampai hari ini masih terus melakukan verifikasi dan upaya-upaya mitigasi agar harimau tidak menimbulkan konflik dengan masyarakat lagi,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Komandan Polhut Pesisir Selatan, Zulmi mengatakan hasil verifikasi di lapangan sudah keluar dan didapati harimau berjumlah satu ekor kemudian juga mendekati permukiman masyarakat.</p>



<p>&#8220;Harimau mendekati perkampungan dan sudah dipasang kandang jebak sejak kemarin,&#8221; ujar Zulmi.</p>



<p>Zulmi kemudian menjelaskan tidak ada batas waktu untuk memasang kandang jebak. Ia menyebut jika seandainya harimau tidak bisa tertangkap, maka langsung melakukan penyelamatan ternak warga.</p>



<p>&#8220;Kita lihat perkembangan di lapangan terlebih dahulu, namun untuk kandak jebak tidak ada batasnya. Tetapi, jika satwanya sudah berada di habitatnya mudah-mudahan sudah aman,&#8221; bebernya. <strong>(Iqbal/yki)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/harimau-terkam-ternak-warga-di-pesisir-selatan-polhut-sudah-dipasang-kandang-jebak/">Harimau Terkam Ternak Warga di Pesisir Selatan, Polhut: Sudah Dipasang Kandang Jebak</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219973</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Harimau Terkam Ternak Warga di Pessel, BKSDA Terjunkan Tim ke Lapangan</title>
		<link>https://langgam.id/harimau-terkam-ternak-warga-di-pessel-bksda-terjunkan-tim-ke-lapangan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Jan 2025 08:27:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA]]></category>
		<category><![CDATA[Harimau Sumatra]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Pesisir Selatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=219819</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pesisir Selatan terjunkan tim ke lapangan pasca harimau memasuki perkampungan dan menerkam ternak warga di Kecamatan Lunang Silaut, Kabupaten Pesisir Selatan. Diketahui sebelumnya, beredar di media sosial jejak harimau Sumatra tanpa disebutkan lokasi kejadian sehabis menerkam ternak warga. Terlihat juga jejak ternak berjenis sapi ditarik ke dalam hutan oleh harimau tersebut. Saat dikonfirmasi, Kepala BKSDA Pesisir Selatan, Lugi membenarkan adanya informasi tersebut dan pihaknya sudah menerima laporan pada Senin (13/1/2025). Ia menyebut, kejadian tersebut terjadi di Kecamatan Lunang Silaut. &#8220;Informasi tersebut benar, kami sudah menerima laporannya kemarin,&#8221; kata Lugi saat memberikan keterangan.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/harimau-terkam-ternak-warga-di-pessel-bksda-terjunkan-tim-ke-lapangan/">Harimau Terkam Ternak Warga di Pessel, BKSDA Terjunkan Tim ke Lapangan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pesisir Selatan terjunkan tim ke lapangan pasca harimau memasuki perkampungan dan menerkam ternak warga di Kecamatan Lunang Silaut, Kabupaten Pesisir Selatan.</p>



<p>Diketahui sebelumnya, beredar di media sosial jejak harimau Sumatra tanpa disebutkan lokasi kejadian sehabis menerkam ternak warga. Terlihat juga jejak ternak berjenis sapi ditarik ke dalam hutan oleh harimau tersebut.</p>



<p>Saat dikonfirmasi, Kepala BKSDA Pesisir Selatan, Lugi membenarkan adanya informasi tersebut dan pihaknya sudah menerima laporan pada Senin (13/1/2025). Ia menyebut, kejadian tersebut terjadi di Kecamatan Lunang Silaut.</p>



<p>&#8220;Informasi tersebut benar, kami sudah menerima laporannya kemarin,&#8221; kata Lugi saat memberikan keterangan.</p>



<p>Lugi menuturkan bahwa saat ini tim sudah ditugaskan ke lokasi untuk melakukan penanganan.</p>



<p>&#8220;Kami sudah menerjunkan tim ke lokasi kejadian untuk penanganan,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Kemudian, ia menyampaikan bahwa terkait seperti apa penanganannya nantinya, bakal dilakukan setelah peninjauan ke lokasi selesai. Penanganan yang biasa dilakukan seperti edukasi hingga menyebar perangkap.</p>



<p>&#8220;Kita lihat dulu seperti apa penanganan yang akan dilakukan, biasanya edukasi kepada masyarakat dan jika diperlukan akan menyebar perangkap untuk harimau tersebut,&#8221; bebernya.</p>



<p>Kemudian, ia juga mengimbau masyarakat yang tinggal berbatasan dengan hutan atau wilayah yang rawan munculnya harimau Sumatra untuk tidak memelihara ternak.</p>



<p>&#8220;Bagi masyarakat yang tinggal di perbatasan dengan hutan sebaiknya jangan memelihara ternak karena rawan diterkam harimau,&#8221; sebutnya.</p>



<p>&#8220;Jika tetap memelihara ternak, biasanya kami mengedukasi untuk membuat kandang komunal agar bisa memitigasi serangan harimau,&#8221; ungkapnya. <strong>(Iqbal/yki)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/harimau-terkam-ternak-warga-di-pessel-bksda-terjunkan-tim-ke-lapangan/">Harimau Terkam Ternak Warga di Pessel, BKSDA Terjunkan Tim ke Lapangan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219819</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Seorang Warga Pasbar Diserang Buaya Saat Hendak Berwudu di Sungai</title>
		<link>https://langgam.id/seorang-warga-pasbar-diserang-buaya-saat-hendak-berwudu-di-sungai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Mar 2022 07:22:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA]]></category>
		<category><![CDATA[Buaya]]></category>
		<category><![CDATA[Pasaman Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=152222</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berita Pasaman Barat &#8211; berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Seorang warga diserang buaya saat hendak mengambil wudu dan buang air besar di Pasaman Barat. Langgam.id &#8211; Seorang warga diserang buaya saat hendak mengambil wudu dan buang air besar di Jorong Rantau, Nagari Sasak, Kecamatan Sasak Ranah Pasisia, Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatra Barat (Sumbar). Camat Sasak Ranah Pasisia Perdinan Ujang mengatakan, kejadian ini terjadi pada Minggu (27/3/2022). Akibat kejadian ini, korban mengalami luka pada bagian kaki dan dilarikan ke rumah sakit agar mendapatkan perawatan. &#8220;Ada warga kami digigit oleh buaya di Jorong Rantau Panjang,&#8221; katanya Selasa, (28/3/2022). Ia</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/seorang-warga-pasbar-diserang-buaya-saat-hendak-berwudu-di-sungai/">Seorang Warga Pasbar Diserang Buaya Saat Hendak Berwudu di Sungai</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="intro-text">
<p dir="ltr">Berita Pasaman Barat &#8211; berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Seorang warga diserang buaya saat hendak mengambil wudu dan buang air besar di Pasaman Barat.</p>
</div>
<p dir="ltr"><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Seorang warga diserang buaya saat hendak mengambil wudu dan buang air besar di Jorong Rantau, Nagari Sasak, Kecamatan Sasak Ranah Pasisia, Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatra Barat (Sumbar).</p>
<p dir="ltr">Camat Sasak Ranah Pasisia Perdinan Ujang mengatakan, kejadian ini terjadi pada Minggu (27/3/2022). Akibat kejadian ini, korban mengalami luka pada bagian kaki dan dilarikan ke rumah sakit agar mendapatkan perawatan.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Ada warga kami digigit oleh buaya di Jorong Rantau Panjang,&#8221; katanya Selasa, (28/3/2022).</p>
<p dir="ltr">Ia menjelaskan, bahwa warga yang menjadi korban merupakan seorang petani bernama Izet berusia 40 tahun. Korban ini digigit oleh buaya di aliran sungai Batang Saman.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Kejadian ini berawal pada saat korban hendak buang air dan mengambil wudu,&#8221; katanya.</p>
<p dir="ltr">Akibat kejadian ini terang Ujang, mengakibatkan kaki  korban terluka sehingga harus dijahit. Selain itu, beberapa bagian tubuh mengalami luka dan bagian punggung korban juga mengalami luka cakar dari satwa liar ini.</p>
<p dir="ltr">Warga ini menurut dia, tidak memiliki BPJS kesehatan, namun biaya rumah sakit akan ditanggung Pemkab Pasaman Barat.</p>
<p>Ujang menjelaskan, satu bulan yang lalu juga ada warga diserang oleh buaya. Mengantisipasi kejadian berulang pihaknya sudah berkoodinasi dengan BKSDA Provinsi Sumbar.</p>
<p dir="ltr">Selain itu ungkapnya, telah dilakukan rapat bersama dengan Bupati Pasaman Barat, BKSDA, Pemerintah Nagari, dan tokoh masyarakat.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Rapat ini membahas terkait perencanaan pembuatan penangkaran buaya di Kecamatan Sasak Ranah Pasisia,&#8221; bebernya.</p>
<p dir="ltr">Ia menambahkan, bahwa Bupati Pasaman Barat menyarankan untuk masyarakat mempersiapkan lokasi penangkaran ini. Sedangkan pihak BKSDA Sumbar akan mendesain penangkaran.</p>
<p dir="ltr">Namun terangnya, terjadi gempa pada 25 Februari 2022. Sampai selesainya tanggap darurat, terkait itu tidak ada pembicaraan lebih lanjut.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Jadi, kita sudah berkoordinasi dengan BKSDA Sumbar. Mungkin dalam minggu ini petugas akan turun ke lokasi,&#8221; katanya.</p>
<p dir="ltr">Kepala BKSDA Sumbar, Ardi Andono mengatakan, pihaknya telah menjenguk korban dan telah melakukan identifikasi di lokasi kejadian.</p>
<p dir="ltr">Terkait penangkaran, dia mengatakan bahwa pembangunan penangkaran ini baru dimulai.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Penangkaran ini juga ada di Kabupaten Agam. Untuk di Kabupaten Pasaman baru mau dimulai,&#8221; kata Ardi Andono.</p>
<p dir="ltr"><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/bksda-rencana-usir-harimau-yang-muncul-di-pasbar-pakai-meriam/">BKSDA Rencana Usir Harimau yang Muncul di Pasbar Pakai Meriam</a></strong></p>
<p dir="ltr">Ia menjelaskan, untuk lokasi pastinya pembangunan penangkaran ini akan dilakukan identifikasi lokasi terlebih dulu.</p>
<p>—</p>
<h4>Dapatkan update berita Pasaman Barat – berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/seorang-warga-pasbar-diserang-buaya-saat-hendak-berwudu-di-sungai/">Seorang Warga Pasbar Diserang Buaya Saat Hendak Berwudu di Sungai</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">152222</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jejak Harimau Kembali Ditemukan di Wilayah Tertangkapnya Puti Maua Agam</title>
		<link>https://langgam.id/jejak-harimau-kembali-ditemukan-di-wilayah-tertangkapnya-puti-maua-agam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Jan 2022 07:43:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Agam]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA]]></category>
		<category><![CDATA[Harimau]]></category>
		<category><![CDATA[Puti Maua Agam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=146774</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berita Agam &#8211; berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Warga kembali menemukan jejak harimau di wilayah tertangkapnya Puti Maua Agam, Senin (31/1/2022) pagi. Langgam.id &#8211; Warga Maua Hilia, Jorong Kayu Pasak Timur, Nagari Salareh Aia, Kabupaten Agam, Sumatra Barat (Sumbar) kembali menemukan jejak harimau di kawasan tertangkapnya Harimau Sumatra yang diberi nama Puti Maua Agam. Wali Nagari Salareh Aia, Iron Maria Edi mengatakan, jejak harimau itu ditemukan seorang warga pada Senin (31/1/2022) pagi. Diduga, kata Iron, harimau itu melewati daerah tersebut pada malam hari. Meskipun demikian, Iron mengaku, hingga saat ini belum ada gangguan atau laporan ternak warga yang</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/jejak-harimau-kembali-ditemukan-di-wilayah-tertangkapnya-puti-maua-agam/">Jejak Harimau Kembali Ditemukan di Wilayah Tertangkapnya Puti Maua Agam</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="intro-text">
<p dir="ltr">Berita Agam &#8211; berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Warga kembali menemukan jejak harimau di wilayah tertangkapnya Puti Maua Agam, Senin (31/1/2022) pagi.</p>
</div>
<p dir="ltr"><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Warga Maua Hilia, Jorong Kayu Pasak Timur, Nagari Salareh Aia, Kabupaten Agam, Sumatra Barat (Sumbar) kembali menemukan jejak harimau di kawasan tertangkapnya Harimau Sumatra yang diberi nama Puti Maua Agam.</p>
<p dir="ltr">Wali Nagari Salareh Aia, Iron Maria Edi mengatakan, jejak harimau itu ditemukan seorang warga pada Senin (31/1/2022) pagi.</p>
<p dir="ltr">Diduga, kata Iron, harimau itu melewati daerah tersebut pada malam hari. Meskipun demikian, Iron mengaku, hingga saat ini belum ada gangguan atau laporan ternak warga yang dimangsa.</p>
<p dir="ltr">Iron menambahkan, adanya penemuan jejak harimau itu, pihaknya sudah melapor ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar, dan sudah ada perseonel yang datang ke lokasi untuk pengecekan jejak satwa langka dengan nama latin <em>Panthera Tigris Sumatrae</em> itu.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Kita menerima laporan dari masyarakat bahwa ditemukan jejak harimau baru, jejaknya lebih kecil dari Puti Maua Agam yang kita tangkap beberapa waktu lalu. Mungkin mereka masih ada kaitan, karena lokasinya sama, tidak jauh berbeda,&#8221; ujar Iron kepada <strong>Langgam.id</strong>, Senin (31/1/2022).</p>
<p><div id="attachment_144884" style="width: 1210px" class="wp-caption aligncenter"><img data-recalc-dims="1" fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-144884" class="wp-image-144884 size-full" src="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2022/01/Puti-Maua.jpg?resize=1200%2C860&#038;ssl=1" alt="Langgam.id - Harimau Puti Maua telah tiba di Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya (PRHSD) Arsari, Rabu (12/1/2022)." width="1200" height="860" srcset="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2022/01/Puti-Maua.jpg?w=1200&amp;ssl=1 1200w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2022/01/Puti-Maua.jpg?resize=300%2C215&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2022/01/Puti-Maua.jpg?resize=942%2C675&amp;ssl=1 942w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2022/01/Puti-Maua.jpg?resize=768%2C550&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2022/01/Puti-Maua.jpg?resize=120%2C86&amp;ssl=1 120w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2022/01/Puti-Maua.jpg?resize=350%2C250&amp;ssl=1 350w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2022/01/Puti-Maua.jpg?resize=750%2C538&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2022/01/Puti-Maua.jpg?resize=1140%2C817&amp;ssl=1 1140w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><p id="caption-attachment-144884" class="wp-caption-text">Puti Maua saat berada di PRHSD Arsari. (Foto: Dok. PRHSD Arsari)</p></div></p>
<p dir="ltr">Usai ditemukan jejak harimau itu, lanjut Iron, ia juga sudah mengimbau agar warga lebih waspada, tidak berjalan/bepergian sendirian serta mengamankan ternak.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Mudah-mudahan tidak mengakibatkan kerugian, baik masyarakat ataupun harimau,&#8221; ucap Iron.</p>
<p dir="ltr">Meskipun demikian, Irin menegaskan, bahwa warga berkomitmen untuk melindungi harimau tersebut, sama halnya saat mitigasi Harimau Puti Maua Agam.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Kita kompak untuk melakukan mitigasi seperti Puti dulu.  Mudah-mudahan masyarakat tetap semangat, apalagi kita sudah terbiasa dengan kehadiran &#8216;inyiak&#8217; kita ini, kita sampaikan kepada yang berwenang dan menyerahkan apa yang terbaik, InsyaAllah masyarakat patuh,&#8221; jelasnya.</p>
<p dir="ltr">Sementara itu, Kepala Resort Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Agam, Ade Putra membenarkan informasi ditemukannya jejak harimau tersebut.</p>
<p dir="ltr">Saat ini, kata Ade, pihaknya tengah menindaklanjuti laporan ditemukannya jejak harimau dari masyarakat itu. &#8220;Benar ada harimau lagi di Salareh Aia Palembayan, kita di lapangan,&#8221; ujar Ade.</p>
<p dir="ltr">Dijelaskan Ade, KSDA terkebih dahulu akan memasang kamera trap di lokasi untuk memantau keberadaan harimau tersebut. Sementara, saat ditanya apakah akan dipasang perangkap, Ade menjawab tidak.</p>
<p dir="ltr"><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/bebas-dari-ancaman-harimau-masyarakat-maua-hilir-gelar-syukuran/">Bebas dari Ancaman Harimau, Masyarakat Maua Hilir Gelar Syukuran</a></strong></p>
<p dir="ltr">Diberitakan sebelumnya, seekor Harimau Sumatra yang diberi nama Puti Maua Agam juga tertangkap di daerah yang sama. Puti Maua Agam itu dibawa ke PR-HSD Dharmasraya untuk menjalani rehabilitasi. Hingga saat ini, harimau dengan jenis kelamin betina itu masih di Dharmasraya.</p>
<p>—</p>
<h4>Dapatkan update berita Agam – berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/jejak-harimau-kembali-ditemukan-di-wilayah-tertangkapnya-puti-maua-agam/">Jejak Harimau Kembali Ditemukan di Wilayah Tertangkapnya Puti Maua Agam</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146774</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Harimau di Pasbar Tidak Terlihat Lagi Usai Beberapa Hari Pengusiran</title>
		<link>https://langgam.id/harimau-di-pasbar-tidak-terlihat-lagi-usai-beberapa-hari-pengusiran/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Jan 2022 03:00:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA Pasaman]]></category>
		<category><![CDATA[Harimau]]></category>
		<category><![CDATA[Harimau Pasaman Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Pasaman Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=145971</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Harimau sumatera yang viral mengadang ekskavator di Pasaman Barat (Pasbar) tidak terlihat lagi usai dilakukan pengusiran beberapa hari. Sementara pembangunan jalan di lokasi munculnya harimau langsung dihentikan. Kepala  Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Barat (Sumbar) Ardi Andono mengatakan pihaknya langsung ke lokasi usai video harimau beredar pada Selasa (22/1/2022). Tim melakukan pengusiran dengan menggunakan meriam spiritus untuk menghalau harimau agar masuk lebih jauh ke dalam hutan. Berdasarkan pengecekan lapangan yang dilakukan oleh BKSDA Sumbar kejadian tersebut berada di PT. Sinar Halomoan, Pasaman Barat, pada hari Senin 17 Januari 2022 pukul 12.00 WIB. Saat itu ekskavator tersebut</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/harimau-di-pasbar-tidak-terlihat-lagi-usai-beberapa-hari-pengusiran/">Harimau di Pasbar Tidak Terlihat Lagi Usai Beberapa Hari Pengusiran</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Harimau sumatera yang viral mengadang ekskavator di Pasaman Barat (Pasbar) tidak terlihat lagi usai dilakukan pengusiran beberapa hari. Sementara pembangunan jalan di lokasi munculnya harimau langsung dihentikan.</p>
<p dir="ltr">Kepala  Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Barat (Sumbar) Ardi Andono mengatakan pihaknya langsung ke lokasi usai video harimau beredar pada Selasa (22/1/2022). Tim melakukan pengusiran dengan menggunakan meriam spiritus untuk menghalau harimau agar masuk lebih jauh ke dalam hutan.</p>
<p dir="ltr">Berdasarkan pengecekan lapangan yang dilakukan oleh BKSDA Sumbar kejadian tersebut berada di PT. Sinar Halomoan, Pasaman Barat, pada hari Senin 17 Januari 2022 pukul 12.00 WIB. Saat itu ekskavator tersebut sedang memperbaiki jalan perkebunan.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Setelah kejadian tersebut ekskavator ditarik dan pengerjaan jalan telah dihentikan, sesuai keterangan dari Humas PT. Sinar Halomoan,&#8221; katanya, Sabtu (22/1/2022).</p>
<p dir="ltr">Tim BKSDA Sumbar tiba pada tiba sehari setelahnya yaitu Selasa (18/1/2022) pukul 14.00 WIB.  Tim melakukan koordinasi dengan Nagari, Polsek Lembah Melintang, identifikasi lokasi, pengecekan jejak, pemasangan kamera jebak, dan wawancara.</p>
<p dir="ltr"><strong>Baca Juga: <a href="https://langgam.id/bksda-rencana-usir-harimau-yang-muncul-di-pasbar-pakai-meriam/">BKSDA Rencana Usir Harimau yang Muncul di Pasbar Pakai Meriam</a></strong></p>
<p dir="ltr">Dari hasil identifikasi, diketahui lokasi tersebut berada di Area Penggunaan Lainnya (APL) yang berupakan plasma PT. Sinar Halomoan dengan jarak 1,5 kilometer dari Hutan Lindung yang dikelola KPHL Pasaman Raya dan termasuk dalam bentang landscape Panti-Batang Gadis.</p>
<p dir="ltr">Kemudian diketahui, perekam video adalah Saing Siregar, (33 tahun) dan Fahmi Batubara (18 tahun) dan diposting oleh Dedi Lubis (45 tahun) di akun facebooknya.</p>
<p dir="ltr">Tim BKSDA Sumbar telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah bupati dan wali Nagari, Kepolisian dan manajemen perkebunan serta Dinas Kehutanan Provinsi Sumbar untuk melakukan langkah-langkah penyelamatan.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Langkah diambil seperti menghentikan kegiatan pembersihan jalan, melakukan penggiringan dengan menggunakan meriam karbit selama tiga hari,&#8221; katanya.</p>
<p dir="ltr">Dari hasil pemantauan pada tanggal 18 s.d 20 Januari 2022, harimau tersebut tidak muncul lagi. Begitu juga dengan jejaknya tidak ditemukan sehingga kemungkinan besar telah berpindah ke hutan lindung. Pengusiran juga masih berlanjut hingga beberapa hari ke depan.</p>
<p dir="ltr">Diketahui sebelumnya, viral harimau muncul di di Jorong Situak, Nagari Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang, Kabupaten Pasaman Barat. Harimau direkam dari atas ekskavator saat petugas sedang bekerja.</p>
<p dir="ltr">Dalam video memperlihatkan kondisi sekitar berupa hutan. Sementara harimau tampak tenang ketika direkam.</p>
<p dir="ltr"><strong>Baca Juga: <a href="https://langgam.id/bksda-catat-populasi-harimau-sumatera-di-sumbar-tinggal-120-ekor/">BKSDA Catat Populasi Harimau Sumatera di Sumbar Tinggal 120 Ekor</a></strong></p>
<p dir="ltr">Ada 2 slide video yang beredar. Pada slide pertama, tampak harimau tersebut sedang duduk. Sementara di slide kedua, harimau berjalan meninggalkan lokasi.</p>
<p>—</p>
<h4>Dapatkan update berita Padang – berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/harimau-di-pasbar-tidak-terlihat-lagi-usai-beberapa-hari-pengusiran/">Harimau di Pasbar Tidak Terlihat Lagi Usai Beberapa Hari Pengusiran</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">145971</post-id>	</item>
		<item>
		<title>3 Pelaku Perdagangan Satwa Dilindungi Diamankan di Solok, Ada Oknum Wali Nagari</title>
		<link>https://langgam.id/3-pelaku-perdagangan-satwa-dilindungi-diamankan-di-solok-ada-oknum-wali-nagari/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Dec 2021 07:36:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Solok]]></category>
		<category><![CDATA[Satwa Dilindungi]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Utama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=140741</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Tiga pelaku perdagangan satwa dilindungi diamankan tim gabungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) bersama Polres Solok Kota, Rabu (8/12/2021) sekitar pukul 14.45 WIB. Ketiganya diamankan di Jalan Raya Solok-Bukittinggi, Kenagarian Sumani, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok. Ketiga pelaku tersebut yaitu AR (44 tahun), HP (33 tahun) dan RS (42 tahun). Mereka diamankan di sebuah rumah makan ketika akan menunggu pembeli. AR merupakan otak pelaku yang melakukan penjualan barang bukti tersebut dan merupakan salah seorang oknum wali nagari di Kabupaten Solok. Tim juga berhasil mengamankan barang bukti berupa satu lembar kulit beruang, satu kantong tulang beruang yang</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/3-pelaku-perdagangan-satwa-dilindungi-diamankan-di-solok-ada-oknum-wali-nagari/">3 Pelaku Perdagangan Satwa Dilindungi Diamankan di Solok, Ada Oknum Wali Nagari</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Tiga pelaku perdagangan satwa dilindungi diamankan tim gabungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) bersama Polres Solok Kota, Rabu (8/12/2021) sekitar pukul 14.45 WIB.</p>
<p>Ketiganya diamankan di Jalan Raya Solok-Bukittinggi, Kenagarian Sumani, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok.</p>
<p>Ketiga pelaku tersebut yaitu AR (44 tahun), HP (33 tahun) dan RS (42 tahun). Mereka diamankan di sebuah rumah makan ketika akan menunggu pembeli.</p>
<p>AR merupakan otak pelaku yang melakukan penjualan barang bukti tersebut dan merupakan salah seorang oknum wali nagari di Kabupaten Solok.</p>
<p>Tim juga berhasil mengamankan barang bukti berupa satu lembar kulit beruang, satu kantong tulang beruang yang disimpan dalam karung.</p>
<p>Kemudian, juga ada beberapa bungkusan plastik berisi sisik trenggiling dan satu unit mobil yang digunakan para pelaku.</p>
<p>Kepala Balai KSDA Sumbar Ardi Andono mengatakan, operasi penindakan ini berawal dari informasi masyarakat.</p>
<p>&#8220;Informasi tersebut tentang akan adanya rencana transaksi jual beli bagian-bagian tubuh satwa liar dilindungi di wilayah Kabupaten Solok, yang otak penjualannya dilakukan oleh AR,&#8221; ujarnya dalam keterangan tertulis pada Kamis (9/12/2021).</p>
<p>Kemudian terang Ardi,  tim yang terdiri dari Balai KSDA Sumbar, Balai Gakkum LHK Wil Sumatra Seksi Wilayah II dan Kepolisian Resort Solok Kota melakukan penindakan.</p>
<p>Saat ini terangnya, ketiga para pelaku telah diamankan di Kantor Satreskrim Polres Solok Kota untuk dilakukan pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.</p>
<p>&#8220;Tim masih terus bekerja mendalami informasi, dan tidak tertutup kemungkinan adanya para pelaku lain,&#8221; bebernya.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/puluhan-babi-di-agam-ditemukan-mati-mendadak-diduga-akibat-virus/">Puluhan Babi di Agam Ditemukan Mati Mendadak Diduga Akibat Virus</a></strong></p>
<p>Ardi mengungkapkan, para pelaku diduga melanggar Pasal 21 ayat 2 huruf d jo Pasal 40 ayat 2 Undang-undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya</p>
<p>&#8220;Dengan ancaman pidana penjara paling lama Lima tahun dan denda paling banyak seratus juta rupiah,&#8221; ucap Ardi.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/3-pelaku-perdagangan-satwa-dilindungi-diamankan-di-solok-ada-oknum-wali-nagari/">3 Pelaku Perdagangan Satwa Dilindungi Diamankan di Solok, Ada Oknum Wali Nagari</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">140741</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tidak Ada Lagi Jejak, BKSDA Hentikan Pengusiran Harimau di Solok Selatan</title>
		<link>https://langgam.id/tidak-ada-lagi-jejak-bksda-hentikan-pengusiran-harimau-di-solok-selatan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Nov 2021 10:19:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA]]></category>
		<category><![CDATA[Harimau]]></category>
		<category><![CDATA[Solok Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=136496</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Solok menghentikan kegiatan pengusiran harimau di Jorong Bariang, Nagari Lubuk Gadang Utara, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumbar. Sebelumnya, warga dan petugas terkait melakukan pengusiran hewan bernama latin panthera tigris sumatrae selama sekitar tiga hari. Tindakan itu merupakan tindak lanjut adanya dugaan Harimau Sumatra menerkam anak sapi warga hingga mati pada Selasa (26/10/2021) lalu. Kepala BKSDA Solok Afrilius mengatakan, tim dari BKSDA Sumbar melakukan tindakan penanganan konflik dengan satwa liar harimau sumatra yang lokasinya berbatasan langsung dengan hutan lindung Ranah Batanghari. Pengusiran dilakukan dengan letusan meriam dan bunyi-bunyian sejak Sabtu</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tidak-ada-lagi-jejak-bksda-hentikan-pengusiran-harimau-di-solok-selatan/">Tidak Ada Lagi Jejak, BKSDA Hentikan Pengusiran Harimau di Solok Selatan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Solok menghentikan kegiatan pengusiran harimau di Jorong Bariang, Nagari Lubuk Gadang Utara, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumbar.</p>
<p dir="ltr">Sebelumnya, warga dan petugas terkait melakukan pengusiran hewan bernama latin panthera tigris sumatrae selama sekitar tiga hari. Tindakan itu merupakan tindak lanjut adanya dugaan Harimau Sumatra menerkam anak sapi warga hingga mati pada Selasa (26/10/2021) lalu.</p>
<p dir="ltr">Kepala BKSDA Solok Afrilius mengatakan, tim dari BKSDA Sumbar melakukan tindakan penanganan konflik dengan satwa liar harimau sumatra yang lokasinya berbatasan langsung dengan hutan lindung Ranah Batanghari. Pengusiran dilakukan dengan letusan meriam dan bunyi-bunyian sejak Sabtu (30/10/2021).</p>
<p dir="ltr">&#8220;Kita telah melakukan pengusiran selama tiga hari sejak Sabtu, hingga sore ini tidak lagi ditemukan jejak harimau,&#8221; katanya, Senin (1/11/2021).</p>
<p dir="ltr">Afrilius mengungkapkan, pihaknya telah melakukan pengecekan jejak harimau setiap siang. Berdasarkan identifikasi dan verifikasi di lapangan, tidak lagi ditemukan jejak harimau.</p>
<p dir="ltr">Warga yang berkegiatan di kebun sekitar lokasi juga diminta untuk tidak sendirian saat beraktivitas di kebunnya.</p>
<p dir="ltr">Kemudian menurutnya, satwa liar jenis siamang atau primata lainnya sudah bermain di pinggir-pinggir kampung. Suasana ini berbeda dari saat sebelum pengusiran karena sepi dari kemunculan satwa tersebut.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Termasuk satwa liar berupa tapir, sudah bermain di sekitar lokasi dan kami menemukan jejaknya di pinggir jalan jorong ini,&#8221; katanya.</p>
<p dir="ltr"><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/kasus-perdagangan-tulang-harimau-di-pasaman-barat-segera-disidangkan/">Kasus Perdagangan Tulang Harimau di Pasaman Barat Segera Disidangkan</a></strong></p>
<p dir="ltr">Afrilius menambahkan, pihaknya juga melakukan pengecekan di sekitar lokasi yang menjadi kuburan sapi korban harimau. Sekitar lokasi tersebut tidak ada lagi jejak atau dikunjungi oleh harimau.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Untuk itu kami menyatakan kegiatan penghalauan dengan membunyikan meriam atau bunyi-bunyian sementara dihentikan. Kemudian kita memantau dua hari ke depan,&#8221; katanya.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tidak-ada-lagi-jejak-bksda-hentikan-pengusiran-harimau-di-solok-selatan/">Tidak Ada Lagi Jejak, BKSDA Hentikan Pengusiran Harimau di Solok Selatan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">136496</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Polisi dan BKSDA Lepaskan 583 Ekor Burung Hasil Sitaan di Kawasan Marapi</title>
		<link>https://langgam.id/polisi-dan-bksda-lepaskan-583-ekor-bukti-hasil-sitaan-di-kawasan-marapi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ahmad Bil Wahid]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Oct 2021 13:50:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA]]></category>
		<category><![CDATA[Satwa Dilindungi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=130654</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Polres Bukittinggi bersama pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) melepaskan ratusan burung yang merupakan barang bukti dari kasus jual beli satwa dilindungi yang disita dari seorang berinisial F. Sebelumnya pelaku diamankan oleh pihak yang berwajib setelah menyembunyikan total 583 ekor burung yang empat jenis di antaranya merupakan burung dilindung. Satwa itu disimpan di rumah pelaku di Parabek, Nagari Ladang Laweh, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam. Pelepasan satwa ini dilakukan di Kawasan taman wisata alam Gunung Merapi, Nagari Batu Palano Kecamatan Sungai Puar, Kabupaten Agam “Satwa yang dilepasliarkan terdiri dari 583 satwa yang dilindungi,” Tulis Humas Polres Bukittingi, Kamis</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/polisi-dan-bksda-lepaskan-583-ekor-bukti-hasil-sitaan-di-kawasan-marapi/">Polisi dan BKSDA Lepaskan 583 Ekor Burung Hasil Sitaan di Kawasan Marapi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Polres Bukittinggi bersama pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) melepaskan ratusan burung yang merupakan barang bukti dari kasus jual beli satwa dilindungi yang disita dari seorang berinisial F.</p>
<p>Sebelumnya pelaku diamankan oleh pihak yang berwajib setelah menyembunyikan total 583 ekor burung yang empat jenis di antaranya merupakan burung dilindung. Satwa itu disimpan di rumah pelaku di Parabek, Nagari Ladang Laweh, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam.</p>
<p>Pelepasan satwa ini dilakukan di Kawasan taman wisata alam Gunung Merapi, Nagari Batu Palano Kecamatan Sungai Puar, Kabupaten Agam</p>
<p>“Satwa yang dilepasliarkan terdiri dari 583 satwa yang dilindungi,” Tulis Humas Polres Bukittingi, Kamis (7/10/2021).</p>
<p>Adapun rincian dari jenis burung yang dilepaskan ke alam bebas yaitu<br />
Cucak Kuricang 3 ekor, Brinyi Kelabu 2 ekor dan Cuca Sayap Hijau 14 ekor.</p>
<p>Kemudian ada burung Sunda Bulbul Sumatera 9 ekor, Pleci 500 ekor, Poksai 16 ekor, Kucica Kampung 14 ekor, Cuca Gunung 8 ekor,Madu Srikandi 12 ekor dan Murai Besi 5 ekor. (Mg Winda)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/polisi-dan-bksda-lepaskan-583-ekor-bukti-hasil-sitaan-di-kawasan-marapi/">Polisi dan BKSDA Lepaskan 583 Ekor Burung Hasil Sitaan di Kawasan Marapi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">130654</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 27/76 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-06-29 12:04:43 by W3 Total Cache
-->