<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita BKSDA Sumbar Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/bksda-sumbar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/bksda-sumbar/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Sat, 30 May 2026 11:20:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita BKSDA Sumbar Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/bksda-sumbar/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Empat Harimau Sumatra Terjerat Perangkap Babi di Sumbar, Dua Mati hingga BKSDA Larang Penggunaan Jerat Rattus</title>
		<link>https://langgam.id/empat-harimau-sumatra-terjerat-perangkap-babi-di-sumbar-dua-mati-hingga-bksda-larang-penggunaan-jerat-rattus/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 May 2026 11:20:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Harimau Sumatra]]></category>
		<category><![CDATA[Jerat babi]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Agam]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Pasaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=248372</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Empat kasus harimau sumatra terjerat perangkap babi tercatat di Sumatra Barat (Sumbar) dalam empat tahun terakhir. Dua di antaranya berakhir dengan kematian satwa dilindungi tersebut. Menyikapi kondisi itu, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar resmi menerbitkan Surat Edaran Nomor 1 Tahun 2026 tentang Pelarangan Penggunaan Jerat Rattus Pasaman, Jerat Berbahaya Sling atau Kawat Baja untuk Pengendalian Hama Babi Hutan. Langkah itu diambil setelah kembali ditemukan kasus harimau sumatra yang terjerat perangkap babi di Kabupaten Pasaman pada Mei 2026. Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar, Ade Putra, mengingatkan masyarakat agar tidak lagi memasang jerat di sekitar</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/empat-harimau-sumatra-terjerat-perangkap-babi-di-sumbar-dua-mati-hingga-bksda-larang-penggunaan-jerat-rattus/">Empat Harimau Sumatra Terjerat Perangkap Babi di Sumbar, Dua Mati hingga BKSDA Larang Penggunaan Jerat Rattus</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Empat kasus harimau sumatra terjerat perangkap babi tercatat di Sumatra Barat (Sumbar) dalam empat tahun terakhir. Dua di antaranya berakhir dengan kematian satwa dilindungi tersebut.</p>



<p>Menyikapi kondisi itu, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar resmi menerbitkan Surat Edaran Nomor 1 Tahun 2026 tentang Pelarangan Penggunaan Jerat Rattus Pasaman, Jerat Berbahaya Sling atau Kawat Baja untuk Pengendalian Hama Babi Hutan.</p>



<p>Langkah itu diambil setelah kembali ditemukan kasus harimau sumatra yang terjerat perangkap babi di Kabupaten Pasaman pada Mei 2026.</p>



<p>Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar, Ade Putra, mengingatkan masyarakat agar tidak lagi memasang jerat di sekitar kebun maupun kawasan yang menjadi lintasan satwa liar.</p>



<p>&#8220;Jangan pasang jerat rattus, sling atau baja dan lainnya sekitar kebun. Jerat itu bisa melukai, bahkan membuat satwa (harimau sumatra) mati,&#8221; kata Ade Putra kepada Langgam.id, Sabtu (30/5/2026).</p>



<p>Ade menerangkan, dalam rentang empat tahun terakhir sudah empat kali harimau sumatra menjadi korban jerat yang dipasang untuk menangkap babi hutan.</p>



<p>Pada 2023, seekor harimau sumatra ditemukan terjerat di Pasaman dan tidak berhasil diselamatkan. Setahun kemudian, kasus serupa terjadi di Kabupaten Agam dengan hasil yang sama, satwa tersebut mati. Sementara pada 2025 di Agam dan 2026 di Pasaman, harimau yang terjerat berhasil dievakuasi dan diselamatkan tim BKSDA Sumbar.</p>



<p>Menurut Ade, penerbitan surat edaran itu bertujuan melindungi keanekaragaman hayati sekaligus mencegah kematian satwa liar dilindungi seperti harimau sumatra, beruang madu, dan satwa lainnya akibat penggunaan jerat berbahaya berupa sling atau kawat baja yang dikenal sebagai jerat rattus Pasaman atau jerat babi Pasaman.</p>



<p>&#8220;Kami akan sosialiasikan ke masyarakat melalui pemerintah nagari atau desa. Surat edaran itu keluar setelah harimau terkena jerat di Pasaman pada Kamis (21/5/2026) lalu,&#8221; katanya.</p>



<p>Melalui surat edaran tersebut, BKSDA Sumbar menegaskan larangan membuat, memasang, memiliki, memperjualbelikan, maupun menggunakan jerat berbahaya berupa sling atau kawat baja untuk menangkap satwa liar.</p>



<p>Larangan juga mencakup penggunaan jerat rattus Pasaman di kawasan hutan, perkebunan, ladang, dan wilayah penyangga habitat satwa liar. Selain itu, masyarakat dilarang memasang jerat di jalur lintasan satwa, kawasan konservasi, hutan lindung, maupun area yang diketahui menjadi habitat harimau sumatra dan satwa dilindungi lainnya.</p>



<p>BKSDA juga melarang pembiaran terhadap jerat aktif yang berpotensi melukai atau membunuh satwa liar. Selain mencegah luka dan kematian satwa dilindungi, kebijakan tersebut ditujukan untuk mengurangi praktik perburuan, serta penggunaan perangkap yang tidak selektif.</p>



<p>BKSDA Sumbar juga mendorong penerapan metode pengendalian hama babi hutan yang lebih aman dan ramah lingkungan, sekaligus meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam perlindungan satwa liar dan ekosistem hutan.</p>



<p>&#8220;Kami bersama aparat penegak hukum bakal melakukan patroli dan operasi penertiban, penyitaan jerat ilegal, penegakan hukum terhadap pelanggan yang ditemukan,&#8221; katanya.</p>



<p>Penindakan terhadap penggunaan jerat mengacu pada Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.</p>



<p>Dalam Pasal 21 disebutkan bahwa setiap orang dilarang memburu, menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, mengangkut, dan atau memperdagangkan satwa dilindungi.</p>



<p>Pengguna jerat yang mengakibatkan satwa dilindungi terluka atau mati dapat dikenakan sanksi pidana sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.<strong> (ICA)</strong></p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/empat-harimau-sumatra-terjerat-perangkap-babi-di-sumbar-dua-mati-hingga-bksda-larang-penggunaan-jerat-rattus/">Empat Harimau Sumatra Terjerat Perangkap Babi di Sumbar, Dua Mati hingga BKSDA Larang Penggunaan Jerat Rattus</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">248372</post-id>	</item>
		<item>
		<title>5 Fakta Harimau Sumatra Masuk Perangkap di Agam: Namanya Puti Batuah, Dibawa ke Kandi Sawahlunto</title>
		<link>https://langgam.id/5-fakta-harimau-sumatra-masuk-perangkap-di-agam-namanya-puti-batuah-dibawa-ke-kandi-sawahlunto/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 May 2026 07:25:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Harimau]]></category>
		<category><![CDATA[Harimau Sumatra]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Agam]]></category>
		<category><![CDATA[Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=247833</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Seekor harimau Sumatra masuk kandang jebak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Barat (Sumbar) di kawasan Batang Palupuh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Jumat (22/5/20226) dini hari. Harimau tersebut dilaporkan telah meresahkan warga sejak beberapa pekan terakhir. Satwa dilindungi bernama latin Panthera Tigris Sumatrae itu diduga harimau yang sebelumnya beberapa kali terlihat berkeliaran di wilayah Palembayan, Matur, hingga Palupuh dan sempat memicu kekhawatiran masyarakat. Setelah melalui serangkaian pemantauan dan upaya penanganan, petugas akhirnya mengevakuasi harimau tersebut untuk menjalani observasi kesehatan sebelum dipindahkan ke habitat yang lebih aman. Berikut lima fakta harimau Sumatra masuk perangkap BKSDA Sumbar di Agam.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/5-fakta-harimau-sumatra-masuk-perangkap-di-agam-namanya-puti-batuah-dibawa-ke-kandi-sawahlunto/">5 Fakta Harimau Sumatra Masuk Perangkap di Agam: Namanya Puti Batuah, Dibawa ke Kandi Sawahlunto</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Seekor harimau Sumatra masuk kandang jebak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Barat (Sumbar) di kawasan Batang Palupuh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Jumat (22/5/20226) dini hari. Harimau tersebut dilaporkan telah meresahkan warga sejak beberapa pekan terakhir.</p>



<p>Satwa dilindungi bernama latin Panthera Tigris Sumatrae itu diduga harimau yang sebelumnya beberapa kali terlihat berkeliaran di wilayah Palembayan, Matur, hingga Palupuh dan sempat memicu kekhawatiran masyarakat.</p>



<p>Setelah melalui serangkaian pemantauan dan upaya penanganan, petugas akhirnya mengevakuasi harimau tersebut untuk menjalani observasi kesehatan sebelum dipindahkan ke habitat yang lebih aman.</p>



<p>Berikut lima fakta harimau Sumatra masuk perangkap BKSDA Sumbar di Agam.</p>



<ol class="wp-block-list">
<li><strong>Masuk Kandang Jebak Dini Hari</strong></li>
</ol>



<p>Harimau Sumatra itu masuk ke dalam kandang jebak yang dipasang tim BKSDA Sumbar bersama Patroli Anak Nagari (Pagari) dan warga sejak Rabu (20/5/2026). Berdasarkan rekaman kamera jebak, satwa tersebut terdeteksi masuk sekitar pukul 02.30 WIB.</p>



<p>Petugas baru memastikan keberadaan harimau di dalam kandang saat melakukan pengecekan lapangan pada pagi harinya. Dalam perjalanan menuju lokasi, tim menemukan banyak jejak kaki harimau di sekitar area hutan dan perkebunan warga.</p>



<p>Setibanya di lokasi, pintu kandang sudah tertutup rapat dengan seekor harimau muda berada di dalamnya.</p>



<ol start="2" class="wp-block-list">
<li><strong>Sering Muncul di Tiga Kecamatan</strong></li>
</ol>



<p>BKSDA Sumbar menduga harimau yang tertangkap merupakan individu yang sebelumnya berulang kali muncul di Kecamatan Palembayan, Matur, dan Palupuh.</p>



<p>Kemunculan satwa liar tersebut sempat membuat warga waswas karena beberapa kali terlihat berada dekat lahan pertanian dan kebun masyarakat.</p>



<p>Petugas konservasi sebelumnya telah melakukan berbagai langkah penanganan agar interaksi antara manusia dan harimau tidak semakin berisiko.</p>



<p>Evakuasi menggunakan kandang jebak disebut menjadi langkah terakhir untuk menjaga keselamatan satwa sekaligus memberikan rasa aman bagi warga sekitar.</p>



<ol start="3" class="wp-block-list">
<li><strong>Dievakuasi ke Kandi Sawahlunto</strong></li>
</ol>



<p>Proses evakuasi dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari BKSDA Sumbar, Pagari, aparat kepolisian, TNI, serta masyarakat setempat. Sebelum dipindahkan, harimau terlebih dahulu dibius agar proses evakuasi berjalan aman.</p>



<p>Satwa itu kemudian dibawa secara manual menggunakan kain sarung menuju akses pemukiman dengan jarak sekitar 200 meter dari lokasi kandang jebak.</p>



<p>Setelah berhasil dievakuasi, harimau langsung dibawa ke Kantor Seksi Wilayah I BKSDA Sumbar di Koto Bukittinggi untuk menjalani pemeriksaan kesehatan dan observasi lebih lanjut. Kemudian, di bawah ke Sawahlunto.</p>



<p>&#8220;Sudah dievakuasi ke Taman Wisata Kandi Sawahlunto,&#8221; kata Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar Ade Putra, kepada Langgam.id, Sabtu (23/5/2026).</p>



<p>Saat ini, kata Ade, harimau tersebut sudah pulih dari pembiusan. &#8220;Sekarang (harimau) sedang recovery di Kandi Sawahlunto,&#8221; katanya.</p>



<ol start="5" class="wp-block-list">
<li><strong>Diberi Nama Puti Batuah</strong></li>
</ol>



<p>Harimau Sumatra itu berjenin kelamin betina. Pihak BKSDA Sumbar memperkirakan usianya di bawah dua tahun. Lantaran betina, harimau itu diberi nama Puti Batuah.</p>



<p>Menurut Ade, nama tersebut diberikan masyarakat setempat saat akan mengevakuasi harimau dari Palupuah.</p>



<p>&#8220;Puti Batuah namanya. Diberi oleh wali nagari dan masyarakat sekitar saat evakuasi, katanya<strong>. (ICA)</strong></p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/5-fakta-harimau-sumatra-masuk-perangkap-di-agam-namanya-puti-batuah-dibawa-ke-kandi-sawahlunto/">5 Fakta Harimau Sumatra Masuk Perangkap di Agam: Namanya Puti Batuah, Dibawa ke Kandi Sawahlunto</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">247833</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Harimau Sumatra Kejutkan Warga Koto Sani Solok, Diduga Terkam Anjing dan Diusir BKSDA Sumbar Pakai Meriam Karbit</title>
		<link>https://langgam.id/harimau-sumatra-kejutkan-warga-koto-sani-solok-diduga-terkam-anjing-dan-diusir-bksda-sumbar-pakai-meriam-karbit/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2026 08:18:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Harimau Sumatra]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Solok]]></category>
		<category><![CDATA[Solok]]></category>
		<category><![CDATA[Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=245691</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Barat (Sumbar) melakukan pengusiranHarimau Sumatra usai dikabarkan muncul di Nagari Koto Sani, Kabupaten Solok. Kemunculan satwa dilindungi itu ditandai dengan bekas jejak di sekitar permukiman dan perladangan warga. Dari verifikasi yang dilakukan BKSDA Sumbar Resor Solok, ditemukan tanda-tanda bekas jejak Harimau Sumatra berukuran kurang lebih delapan sentimeter. Selain itu, tiga ekor anjing peliharaan warga diduga ikut diterkam. Kepala BKSDA Sumbar, Hartono mengatakan, berdasarkan sebaran ukuran jejak yang relatif seragam, diperkirakan Harimau Sumatra yang berkeliaran satu ekor berukuran dewasa. &#8220;Penanganan dilanjutkan dengan kegiatan penghalauan menggunakan meriam karbit dimulai dari area permukiman dan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/harimau-sumatra-kejutkan-warga-koto-sani-solok-diduga-terkam-anjing-dan-diusir-bksda-sumbar-pakai-meriam-karbit/">Harimau Sumatra Kejutkan Warga Koto Sani Solok, Diduga Terkam Anjing dan Diusir BKSDA Sumbar Pakai Meriam Karbit</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Barat (Sumbar) melakukan pengusiran<br>Harimau Sumatra usai dikabarkan muncul di Nagari Koto Sani, Kabupaten Solok.</p>



<p>Kemunculan satwa dilindungi itu ditandai dengan bekas jejak di sekitar permukiman dan perladangan warga.</p>



<p>Dari verifikasi yang dilakukan BKSDA Sumbar Resor Solok, ditemukan tanda-tanda bekas jejak Harimau Sumatra berukuran kurang lebih delapan sentimeter. Selain itu, tiga ekor anjing peliharaan warga diduga ikut diterkam.</p>



<p>Kepala BKSDA Sumbar, Hartono mengatakan, berdasarkan sebaran ukuran jejak yang relatif seragam, diperkirakan Harimau Sumatra yang berkeliaran satu ekor berukuran dewasa.</p>



<p>&#8220;Penanganan dilanjutkan dengan kegiatan penghalauan menggunakan meriam karbit dimulai dari area permukiman dan perladangan warga ke arah Suaka Margasatwa Barisan,&#8221; ujar Hartono, Selasa (21/4/2026).</p>



<p>Tim di lapangan, kata Hartono, juga melakukan sosisalisasi tentang upaya pencegahan mandiri yang dapat dilakukan oleh warga untuk mengurangi resiko interaksi negatif. Di antaranya melakukan aktifitas di luar rumah secara berkelompok.</p>



<p>&#8220;Beraktivitas ketika masih terang dan mengurangi atau tidak beraktifitas di malam hari. Warga diminta membuat bunyi-bunyian yang cukup keras ketika sedang beraktifitas di luar rumah serta menempatkan hewan peliharaan ternak di dalam kandang,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Menurut Hartono, sejak penghalauan yang dilakukan tim di lapangan sampai, saat ini belum ditemukan lagi tanda-tanda baru terkait aktifitas harimau sumatra di area sebelumnya.</p>



<p>&#8220;Jika ditemukan tanda-tanda keberadaan yang baru, akan dilakukan pemasangan kamera jebak di lokasi untuk memantau pola aktifitas harimau sumatra sebagai bahan pertimbangan untuk penanganan lebih lanjut,&#8221; tuturnya. <strong>(ICA)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/harimau-sumatra-kejutkan-warga-koto-sani-solok-diduga-terkam-anjing-dan-diusir-bksda-sumbar-pakai-meriam-karbit/">Harimau Sumatra Kejutkan Warga Koto Sani Solok, Diduga Terkam Anjing dan Diusir BKSDA Sumbar Pakai Meriam Karbit</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">245691</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Harimau Dilaporkan Muncul Melintasi Jalan di Palupuh, BKSDA Turunkan Tim Penanganan</title>
		<link>https://langgam.id/harimau-dilaporkan-muncul-melintasi-jalan-di-palupuh-bksda-turunkan-tim-penanganan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Oct 2025 07:41:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Agam]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Harimau Sumatra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=236190</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; BKSDA Sumbar menurunkan tim penanganan dari Resor Konservasi Wilayah (RKW) II Maninjau menindaklanjuti laporan adanya kemunculan harimau sumatra di Kecamatan Palupuh, Agam, Minggu (12/10/2025). &#8220;Menindaklanjuti adanya laporan Wali Nagari Koto Rantanf, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, tentang kemunculan satwa harimau diduga harimau sumatra, BKSDA turunkan tim penanganan dari RKW II Maninjau,&#8221; ujar Kepala BKSDA Sumbar, Hartono, dalam keterangan tertulisnya, Senin (13/10/2025). Ia mengungkapkan bahwa satwa harimau itu dilaporkan terlihat di sekitar areal sawah warga Jorong Batu Gadang dan sempat beberapa kali melintasi jalan yang menghubungkan Bukittinggi-Medan. Hartono menyebutkan, tim RKW II Maninjau bersama dengan tim Patroli Anak Nagari (Pagari)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/harimau-dilaporkan-muncul-melintasi-jalan-di-palupuh-bksda-turunkan-tim-penanganan/">Harimau Dilaporkan Muncul Melintasi Jalan di Palupuh, BKSDA Turunkan Tim Penanganan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> BKSDA Sumbar menurunkan tim penanganan dari Resor Konservasi Wilayah (RKW) II Maninjau menindaklanjuti laporan adanya kemunculan harimau sumatra di Kecamatan Palupuh, Agam, Minggu (12/10/2025).</p>



<p>&#8220;Menindaklanjuti adanya laporan Wali Nagari Koto Rantanf, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, tentang kemunculan satwa harimau diduga harimau sumatra, BKSDA turunkan tim penanganan dari  RKW II Maninjau,&#8221; ujar Kepala BKSDA Sumbar, Hartono, dalam keterangan tertulisnya, Senin (13/10/2025).</p>



<p>Ia mengungkapkan bahwa satwa harimau itu dilaporkan terlihat di sekitar areal sawah warga Jorong Batu Gadang dan sempat beberapa kali melintasi jalan yang menghubungkan Bukittinggi-Medan.</p>



<p>Hartono menyebutkan, tim RKW II Maninjau bersama dengan tim Patroli Anak Nagari (Pagari) Pasia Laweh, Baringin dan Salareh Aia serta juga mahasiswa magang dari Jurusan Kehutanan Universitas Riau melaksanakan kegiatan penanganan.</p>



<p>Penanganan tersebut yaitu berupa wawancara saksi mata, identifikasi lapangan, pemantauan, patroli dan penghalauan.</p>



<p>&#8220;Selain itu, tim juga sudah berkoordinasi dengan aparat pemerintahan nagari setempat, Kepolisian Sektor Palupuah dan Babinsa,&#8221; sebut Hartono. </p>



<p>Ia mengimbau kepada warga setempat untuk sementara waktu tidak beraktivitas sendirian di ladang/kebun. Kemudian mengamankan ternak peliharaan dan membatasi waktu pada malam hari. </p>



<p>&#8220;Dan kepada pengendara yang melintas jalur jalan raya sekitar Palupuh diimbau untuk selalu waspada dan berhati-hati terutama pada malam hari,&#8221; ungkap Hartono. <strong>(*/y)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/harimau-dilaporkan-muncul-melintasi-jalan-di-palupuh-bksda-turunkan-tim-penanganan/">Harimau Dilaporkan Muncul Melintasi Jalan di Palupuh, BKSDA Turunkan Tim Penanganan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">236190</post-id>	</item>
		<item>
		<title>BKSDA dan Polda Sumbar Ungkap Perdagangan Puluhan Kilogram Sisik Trenggiling di Padang</title>
		<link>https://langgam.id/bksda-dan-polda-sumbar-ungkap-perdagangan-puluhan-kilogram-sisik-trenggiling-di-padang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Sep 2025 06:41:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Polda Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[trenggiling]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=234838</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Tim gabungan BKSDA Sumatra Barat dan Ditreskrimsus Polda Sumbar berhasil mengungkap kasus perdagangan puluhan kilogram sisik trenggiling (manis javanica) di Padang, Selasa (23/9/2025). Kepala BKSDA Sumbar, Hartono mengatakan bahwa dalam operasi tersebut, tim berhasil mengamankan tiga orang pelaku yang diduga merupakan jaringan perdagangan bagian tubuh satwa dilindungi dengan kategori appendix I itu. Ketiga pelaku tersebut, terang Hartono, yaitu DW (53) warga Mentawai, BW (51) warga Pesisir Selatan dan RF (34) warga Pesisir Selatan. &#8220;Bersama pelaku turut diamankan satu karung plastik berisi trenggiling dengan berat lebih dari 25 kilogram,&#8221; ujar Hartono dilansir dari rilis BKSDA Sumbar, Rabu (23/9/2025). Selain</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bksda-dan-polda-sumbar-ungkap-perdagangan-puluhan-kilogram-sisik-trenggiling-di-padang/">BKSDA dan Polda Sumbar Ungkap Perdagangan Puluhan Kilogram Sisik Trenggiling di Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Tim gabungan BKSDA Sumatra Barat dan Ditreskrimsus Polda Sumbar berhasil mengungkap kasus perdagangan puluhan kilogram sisik trenggiling (manis javanica) di Padang, Selasa (23/9/2025).</p>



<p>Kepala BKSDA Sumbar, Hartono mengatakan bahwa dalam operasi tersebut, tim berhasil mengamankan tiga orang pelaku yang diduga merupakan jaringan perdagangan bagian tubuh satwa dilindungi dengan kategori appendix I itu.</p>



<p>Ketiga pelaku tersebut, terang Hartono, yaitu DW (53) warga Mentawai, BW (51) warga Pesisir Selatan dan RF (34) warga Pesisir Selatan.</p>



<p>&#8220;Bersama pelaku turut diamankan satu karung plastik berisi trenggiling dengan berat lebih dari 25 kilogram,&#8221; ujar Hartono dilansir dari rilis BKSDA Sumbar, Rabu (23/9/2025).</p>



<p>Selain itu, terang Hartono, juga diamankan kendaraan roda empat yang digunakan para pelaku dalam aksinya.</p>



<p>Selanjutnya, para pelaku beserta barang bukti dibawa ke Polda Sumbar untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut.</p>



<p>Hartono menyebutkan bahwa para pelaku ini diduga melakukan menyimpan, memiliki, mengangkut dan memperdagangkan specimen, bagian barang atau barang-barang yang dibuat dari bagian satwa-satwa yang dilindungi.</p>



<p>&#8220;Hal ini sebagaimana dimaksud dalam pasal 40 A ayat (1) Huruf F Jo Pasal 21 ayat (2) huruf C Undang-undang Nomr 32 tahun 2024 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Selain itu, kata Hartono, pelaku juga diduga melanggar Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Nomor 106 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua Atas Permen LHK Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satrwa yang Dilindungi dengan ancaman pidana penjara paling singkat tiga tahun dan paling lama 15 tahun. <strong>(*/y)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bksda-dan-polda-sumbar-ungkap-perdagangan-puluhan-kilogram-sisik-trenggiling-di-padang/">BKSDA dan Polda Sumbar Ungkap Perdagangan Puluhan Kilogram Sisik Trenggiling di Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">234838</post-id>	</item>
		<item>
		<title>BKSDA Sumbar Sebut Konflik Harimau dan Manusia Karena Jumlah Pakan Berkurang</title>
		<link>https://langgam.id/bksda-sumbar-sebut-konflik-harimau-dan-manusia-karena-jumlah-pakan-berkurang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Jan 2025 11:21:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Harimau]]></category>
		<category><![CDATA[Konflik Satwa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=220724</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Balai Konsevasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Barat (Sumbar) menyebut konflik satwa dengan manusia meningkat lantaran jumlah pakan di habitatnya berkurang. &#8220;Konflik harimau biasanya terkait dengan pakan yang lebih utama, tidak serta-merta berkaitan dengan kerusakan habitat,&#8221; ujar Kepala BKSDA Sumbar, Lugi Hartanto, Kamis (30/1/2025). Lugi menjelaskan bahwa daerah yang paling banyak kasus konflik ini antara lain di Pasaman, Pasaman Barat dan Solok. Ia menuturkan bahwa salah satu pakan harimau adalah babi, di samping rusa, kijang dan tapir. Kendati demikian, pakan tersebut sering diburu oleh manusia sehingga mengalami kelangkaan. &#8220;Jadi memang kita mengimbau terkait perburuan babi itu. Kadang walaupun</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bksda-sumbar-sebut-konflik-harimau-dan-manusia-karena-jumlah-pakan-berkurang/">BKSDA Sumbar Sebut Konflik Harimau dan Manusia Karena Jumlah Pakan Berkurang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Balai Konsevasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Barat (Sumbar) menyebut konflik satwa dengan manusia meningkat lantaran jumlah pakan di habitatnya berkurang.</p>



<p>&#8220;Konflik harimau biasanya terkait dengan pakan yang lebih utama, tidak serta-merta berkaitan dengan kerusakan habitat,&#8221; ujar Kepala BKSDA Sumbar, Lugi Hartanto, Kamis (30/1/2025).</p>



<p>Lugi menjelaskan bahwa daerah yang paling banyak kasus konflik ini antara lain di Pasaman, Pasaman Barat dan Solok.</p>



<p>Ia menuturkan bahwa salah satu pakan harimau adalah babi, di samping rusa, kijang dan tapir. Kendati demikian, pakan tersebut sering diburu oleh manusia sehingga mengalami kelangkaan.</p>



<p>&#8220;Jadi memang kita mengimbau terkait perburuan babi itu. Kadang walaupun habitatnya terganggu, namun pakan di habitatnya tercukupi, dia tidak akan sampai keluar,&#8221; beber Lugi.</p>



<p>Lugi mengungkapkan bahwa oleh sebab itulah harimau masuk ke permukiman warga untuk mencari mangsanya.</p>



<p>&#8220;Kenapa sampai nyerang ternak, dan sebagainya. Karena populasi pakan di habitatnya mungkin berkurang,&#8221; tegasnya.</p>



<p><strong><a href="https://langgam.id/bksda-sumbar-konflik-satwa-dan-manusia-meningkat-didominasi-harimau-sumatra/">Baca juga: BKSDA Sumbar: Konflik Satwa dan Manusia Meningkat, Didominasi Harimau Sumatra</a></strong></p>



<p>Dalam mengatasi konflik harimau dengan manusia yang terus meningkat, Lugi menjelaskan pentingnya peran berbagai pihak dalam menjaga kelestarian satwa tersebut. Di mana daerah kewenangan BKSDA Sumbar cukup terbatas di samping luasnya hutan Sumbar.</p>



<p>&#8220;Dari total 2,3 juta hektare hutan di Sumbar, wilayah keja BKSDA Sumbar hanya 247.000. Sementara 1,9 hektare dari total keseluruhan merupakan habitat harimau,&#8221; jelasnya.</p>



<p>&#8220;Di samping itu, pembangunan yang cukup tinggi dan perburuan di kawasan hutan perlu dikurangi dalam menjaga pakan harimau tetap tersedia,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Sebelumnya, BKSDA Sumbar mencatat dalam empat tahun terakhir konflik satwa dengan manusia menyentuh 109 hingga 113 kasus. Pada tahun 2021 terjadi sebanyak 21 kasus, 2022 berada di angka 33 kasus.</p>



<p>Kemudian pada tahun 2023 mengalami peningkatan kembali menjadi 34 kasus, dan 2024 menurun menjadi 21 hingga 25 kasus.<strong> (Iqbal/yki)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bksda-sumbar-sebut-konflik-harimau-dan-manusia-karena-jumlah-pakan-berkurang/">BKSDA Sumbar Sebut Konflik Harimau dan Manusia Karena Jumlah Pakan Berkurang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220724</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gunung Marapi Ditutup, BKSDA Sumbar Bakal Buka Jalur Pendakian 3 Gunung Lainnya Tahun Ini</title>
		<link>https://langgam.id/gunung-marapi-ditutup-bksda-sumbar-bakal-buka-jalur-pendakian-3-gunung-lainnya-tahun-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Jan 2025 07:36:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=220577</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar berencana buka kembali beberapa gunung di Sumbar yang di bawah pengawasannya pada tahun 2025. Gunung yang di bawah pengawasan BKSDA Sumbar antara lain, gunung Marapi, gunung Singgalang, gunung Sago dan gunung Tandikat. Beberapa gunung tersebut sebelumnya ditutup oleh BKSDA Sumbar sejak ada aktivitas erupsi dari gunung Marapi pada 2023 hingga 2024 lalu. Kepala BKSDA Sumbar, Lugi Hartanto menyebut rencana pembukaan beberapa gunung pada tahun 2025 yang di bawah pengawasan BKSDA Sumbar benar adanya, mengingat adanya usulan dari kelompok masyarakat. &#8220;Benar akan dibuka lagi tapi masih dalam kajian kami, kita koordinasikan dengan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/gunung-marapi-ditutup-bksda-sumbar-bakal-buka-jalur-pendakian-3-gunung-lainnya-tahun-ini/">Gunung Marapi Ditutup, BKSDA Sumbar Bakal Buka Jalur Pendakian 3 Gunung Lainnya Tahun Ini</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar berencana buka kembali beberapa gunung di Sumbar yang di bawah pengawasannya pada tahun 2025.</p>



<p>Gunung yang di bawah pengawasan BKSDA Sumbar antara lain, gunung Marapi, gunung Singgalang, gunung Sago dan gunung Tandikat. Beberapa gunung tersebut sebelumnya ditutup oleh BKSDA Sumbar sejak ada aktivitas erupsi dari gunung Marapi pada 2023 hingga 2024 lalu.</p>



<p>Kepala BKSDA Sumbar, Lugi Hartanto menyebut rencana pembukaan beberapa gunung pada tahun 2025 yang di bawah pengawasan BKSDA Sumbar benar adanya, mengingat adanya usulan dari kelompok masyarakat.</p>



<p>&#8220;Benar akan dibuka lagi tapi masih dalam kajian kami, kita koordinasikan dengan pemerintah daerah dulu. Karena memang ada usulan juga dari kelompok masyarakat untuk membuka itu,&#8221; ujar Lugi, Senin (27/01/2025).</p>



<p>&#8220;Tidak hanya itu, pembukaan jalur pendakian tersebut juga menjadi obat kerinduan para pendaki, meningkatkan ekonomi masyarakat dan pengembangan wisata daerah juga,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Lugi melanjutkan bahwa pihaknya bakal melakukan koordinasi dengan stakeholder terkait termasuk Pemerintahan Kabupaten Limapuluh Kota dan Tanah Datar.</p>



<p>&#8220;Untuk Kabupaten Tanah Datar, sudah mendapatkan dukungan. Namun, untuk Kabupaten Limapuluh Kota bakal dikoordinasikan lagi,&#8221; sebutnya.</p>



<p>&#8220;Semoga pemerintah menyambut terkait dengan kesiapan pembukaan itu, termasuk dengan stakeholder yang lain, polisi dan sebagainya,&#8221; harapnya.</p>



<p>Kendati demikian, kata Lugi pembukaan beberapa gunung yang sempat ditutup tentu harus memperhatikan aspek-aspek mitigasinya meski statusnya saat ini normal. Mulai dari Standar Operasional Prosedur (SOP), kelengkapan hingga jalur evakuasinya.</p>



<p>&#8220;Tentu kita lihat dulu, karena banyak aspek yang harus diperhatikan termasuk menyiapkan SOP-nya. Kelengkapan dasarnya minimal apa, seperti papan petunjuk, jalur evakuasi itu kan harus disiapkan dulu.&#8221; bebernya.</p>



<p>Lugi menuturkan, jika izin sudah didapatkan dari beberapa stakeholder terkait, namun kondisinya tidak memungkinkan maka rencana pembukaan jalur pendakian tersebut tidak akan dilakukan.</p>



<p>&#8220;Kalau tidak memungkinkan, walaupun didukung pemerintah daerah namun berbahaya ketika nggak ada sarana dasarnya, ya tidak akan dibuka,&#8221; jelasnya.</p>



<p>&#8220;Semoga tidak ada masalah, pemerintah sudah dukung, sarana dasar kita siapkan, dan pendakian ini cukup aman, ekonomi masyarakat nanti insyaAllah bisa bergerak kembali,&#8221; sebutnya. (Iqbal/Fs).</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/gunung-marapi-ditutup-bksda-sumbar-bakal-buka-jalur-pendakian-3-gunung-lainnya-tahun-ini/">Gunung Marapi Ditutup, BKSDA Sumbar Bakal Buka Jalur Pendakian 3 Gunung Lainnya Tahun Ini</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220577</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tiga Pendaki Ilegal Gunung Marapi Akui Kesalahan, BKSDA Beri Sanksi Tegas</title>
		<link>https://langgam.id/tiga-pendaki-ilegal-gunung-marapi-akui-kesalahan-bksda-beri-sanksi-tegas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Jan 2025 13:58:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Marapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=220410</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar memanggil para remaja yang melakukan pendakian secara ilegal di Gunung Marapi, Sumbar pada 19 Januari 2025 lalu. Kepala BKSDA Sumbar, Lugi Hartanto mengatakan bahwa para remaja tersebut dipanggil untuk dimintai keterangan dan telah datang ke BKSDA Sumbar pada Jumat (24/1/2025). &#8220;Tiga dari sembilan pendaki telah mendatangi kantor kami, di antaranya SPP, FA, dan RFA. Mereka adalah warga Pariaman, Padang, dan Tanah datar,&#8221; ujar Lugi dalam keterangannya. Lugi menjelaskan bahwa para pendaki tersebut mengakui kesalahannya telah menaiki Gunung Marapi pada 19 Januari 2025 dan menyampaikan permohonan maaf secara tertulis maupun lisan. &#8220;Mereka</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tiga-pendaki-ilegal-gunung-marapi-akui-kesalahan-bksda-beri-sanksi-tegas/">Tiga Pendaki Ilegal Gunung Marapi Akui Kesalahan, BKSDA Beri Sanksi Tegas</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar memanggil para remaja yang melakukan pendakian secara ilegal di Gunung Marapi, Sumbar pada 19 Januari 2025 lalu.</p>



<p>Kepala BKSDA Sumbar, Lugi Hartanto mengatakan bahwa para remaja tersebut dipanggil untuk dimintai keterangan dan telah datang ke BKSDA Sumbar pada Jumat (24/1/2025).</p>



<p>&#8220;Tiga dari sembilan pendaki telah mendatangi kantor kami, di antaranya SPP, FA, dan RFA. Mereka adalah warga Pariaman, Padang, dan Tanah datar,&#8221; ujar Lugi dalam keterangannya.</p>



<p>Lugi menjelaskan bahwa para pendaki tersebut mengakui kesalahannya telah menaiki Gunung Marapi pada 19 Januari 2025 dan menyampaikan permohonan maaf secara tertulis maupun lisan.</p>



<p>&#8220;Mereka juga menandatangani berita acara seusai dimintai keterangan,&#8221; ucap Lugi.</p>



<p>Kepala Sub Bagian Tata Usaha BKSDA Sumbar Dian Indriati, menyebut para remaja tersebut mendaki sampai ke Tugu Abel serta diantar oleh warga Tempatan atas nama Roni dan Karim.</p>



<p>Kemudian, Dian mengatakan kepada para pendaki lainnya masih ditunggu klarifikasinya di Kantor BKSDA Sumbar.</p>



<p>&#8220;Kemudian kepada para pendaki yang belum memberikan atau tidak akan memberikan klarifikasi, kami menunggu klarifikasinya pada hari Kamis dan Jumat depan,&#8221; beber Dian.</p>



<p>Dian menyebutkan bahwa akan bersurat kepada seluruh BKSDA maupun Taman Nasional&nbsp;yang mempunyai gunung-gunung berapi agar mereka dilarang untuk mendaki gunung tersebut.</p>



<p>&#8220;Mereka juga tidak diperkenankan untuk menaiki gunung yang berada pada pengelolaan kami, Gunung Marapi, Singgalang, Tandikat, dan Sagoma Lintang untuk 1 tahun ke depan,&#8221; bebernya. <strong>(Iqbal/yki)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tiga-pendaki-ilegal-gunung-marapi-akui-kesalahan-bksda-beri-sanksi-tegas/">Tiga Pendaki Ilegal Gunung Marapi Akui Kesalahan, BKSDA Beri Sanksi Tegas</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220410</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Viral di Medsos Pendakian Ilegal ke Gunung Marapi, Ini Kata BKSDA Sumbar</title>
		<link>https://langgam.id/viral-di-medsos-pendakian-ilegal-ke-gunung-marapi-ini-kata-bksda-sumbar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Jan 2025 07:37:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Marapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=220388</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; BKSDA Sumbar melakukan pemeriksaan terkait enam orang pendaki ilegal pasca beredarnya video beberapa orang remaja melakukan pendakian ke Gunung Marapi, Sumbar. Diketahui sebelumnya, beberapa orang remaja viral di media sosial yang melakukan pendakian ilegal ke Gunung Marapi, Sumbar. Video tersebut diunggah oleh akun @rhmdfdil_ dan @fvel_oz. Staf Humas BKSDA Sumbar, Hamzah membenarkan video pendakian yang dilakukan oleh para remaja yang viral di media sosial tersebut dan sedang dalam tahap pemeriksaan. &#8220;Benar, mereka tadi sudah kami periksa dan saat ini pihak BKSDA sedang menyiapkan keterangannya,&#8221; ujar Hamzah saat memberikan keterangan. &#8220;Kami akan melakukan pendalaman terkait apa motif mereka melakukan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/viral-di-medsos-pendakian-ilegal-ke-gunung-marapi-ini-kata-bksda-sumbar/">Viral di Medsos Pendakian Ilegal ke Gunung Marapi, Ini Kata BKSDA Sumbar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> BKSDA Sumbar melakukan pemeriksaan terkait enam orang pendaki ilegal pasca beredarnya video beberapa orang remaja melakukan pendakian ke Gunung Marapi, Sumbar.</p>



<p>Diketahui sebelumnya, beberapa orang remaja viral di media sosial yang melakukan pendakian ilegal ke Gunung Marapi, Sumbar. Video tersebut diunggah oleh akun @rhmdfdil_ dan @fvel_oz.</p>



<p>Staf Humas BKSDA Sumbar, Hamzah membenarkan video pendakian yang dilakukan oleh para remaja yang viral di media sosial tersebut dan sedang dalam tahap pemeriksaan.</p>



<p>&#8220;Benar, mereka tadi sudah kami periksa dan saat ini pihak BKSDA sedang menyiapkan keterangannya,&#8221; ujar Hamzah saat memberikan keterangan.</p>



<p>&#8220;Kami akan melakukan pendalaman terkait apa motif mereka melakukan pendakian, bagaimana hasilnya nanti akan diinfokan,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Hamzah mengonfirmasi bahwa para remaja tersebut melakukan pendakian pada 19 Januari 2025 ke Gunung Marapi dengan total sebanyak enam orang.</p>



<p>&#8220;Pendaki kemarin itu mereka ada enam orang dan dilakukan pada tanggal 19 Januari 2025,&#8221; sebutnya.</p>



<p>Ia juga menegaskan bahwa Gunung Marapi saat ini sedang dalam status level II (waspada) dan jalur pendakian ditutup sejak peningkatan aktivitas vulkanik.</p>



<p>&#8220;Jadi status siapapun yang melakukan pendakian itu berarti ilegal sepanjang tidak ada izin dari BKSDA,&#8221; bebernya. <strong>(Iqbal/yki)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/viral-di-medsos-pendakian-ilegal-ke-gunung-marapi-ini-kata-bksda-sumbar/">Viral di Medsos Pendakian Ilegal ke Gunung Marapi, Ini Kata BKSDA Sumbar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220388</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sempat Buat Warga Khawatir, Akhirnya Harimau Sumatra Masuk Perangkap di Solok</title>
		<link>https://langgam.id/sempat-buat-warga-khawatir-akhirnya-harimau-sumatra-masuk-perangkap-di-solok/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dharma Harisa]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Nov 2024 11:34:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Harimau Sumatra]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Solok]]></category>
		<category><![CDATA[Konflik Satwa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=215850</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id – Seekor harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) berhasil terperangkap dalam kandang jebak yang dipasang oleh Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar di Mudiak Aia, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, pada Kamis (14/11/2024) pagi, sekitar pukul 07.00 WIB. Saat ini harimau telah dibawa Lembaga Konservasi Kinantan Bukittinggi. Kapolsek Gunung Talang, AKP Defrianto mengonfirmasi penangkapan harimau tersebut dan menyebutkan bahwa perangkap telah dipasang sejak 30 Oktober 2024. &#8220;Harimau ini diketahui masuk perangkap sekitar pukul 07.00 WIB. Setelah itu, tim BKSDA bersama perangkat nagari dan aparat kepolisian segera menuju lokasi untuk memastikan keadaan,&#8221; ujar Defrianto. Ia menjelaskan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sempat-buat-warga-khawatir-akhirnya-harimau-sumatra-masuk-perangkap-di-solok/">Sempat Buat Warga Khawatir, Akhirnya Harimau Sumatra Masuk Perangkap di Solok</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id –</strong> Seekor harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) berhasil terperangkap dalam kandang jebak yang dipasang oleh Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar di Mudiak Aia, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, pada Kamis (14/11/2024) pagi, sekitar pukul 07.00 WIB. Saat ini harimau telah dibawa Lembaga Konservasi Kinantan Bukittinggi.</p>



<p>Kapolsek Gunung Talang, AKP Defrianto mengonfirmasi penangkapan harimau tersebut dan menyebutkan bahwa perangkap telah dipasang sejak 30 Oktober 2024. </p>



<p>&#8220;Harimau ini diketahui masuk perangkap sekitar pukul 07.00 WIB. Setelah itu, tim BKSDA bersama perangkat nagari dan aparat kepolisian segera menuju lokasi untuk memastikan keadaan,&#8221; ujar Defrianto.</p>



<p>Ia menjelaskan bahwa penangkapan harimau ini tidak lepas dari serangkaian insiden yang melibatkan satwa liar tersebut sejak awal Oktober 2024. Harimau yang terperangkap tersebut telah dilaporkan beberapa kali menampakkan diri di sekitar permukiman warga dan memangsa anjing-anjing peliharaan. </p>



<p>Selain itu, terang Defrianto, masyarakat setempat juga sering menemukan jejak harimau di ladang atau jalan yang biasa dilalui oleh warga.</p>



<p>“Laporan mengenai kemunculan harimau ini sudah kami terima sejak awal Oktober 2024. Selain menampakkan diri, harimau ini beberapa kali memangsa ternak warga, termasuk anjing yang menjadi hewan peliharaan,” beber Defrianto.</p>



<p>Ia menyebutkan, harimau sumatra yang tertangkap di kawasan Mudiak Aia ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang BKSDA Sumbar untuk mengurangi konflik antara satwa liar dan manusia. </p>



<p>Sejak pertama kali muncul di permukiman, BKSDA bersama Tim Pagari (Patroli Anak Nagari) Batang Barus telah memasang perangkap untuk menangkap harimau tersebut.</p>



<p>Setelah ditangkap, harimau ini rencananya akan dibawa ke Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatra di Dharmasraya, setelah sebelumnya dibius oleh tim dokter hewan. Namun saat ini diketahui, harimau tersebut dibawa Lembaga Konservasi Kinantan Bukittinggi.</p>



<p>&#8220;Karena harimau sumatra termasuk satwa yang dilindungi dan terancam punah, proses evakuasi dan transportasi akan dikawal oleh pihak kepolisian,&#8221; tutur Defrianto. </p>



<p>Ia menambahkan bahwa sekitar lokasi perangkap akan disterilkan dan dijaga untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk mengurangi risiko bagi warga yang mungkin mendekat.</p>



<p>Warga sekitar yang mengetahui keberadaan harimau, terang Defrianto, diminta untuk menjauh dari lokasi perangkap guna menghindari risiko saat proses evakuasi dilakukan. Tim BKSDA bersama aparat keamanan akan terus melakukan pemantauan dan menjaga situasi agar tetap terkendali.</p>



<p>Pj Wali Nagari Batang Barus, Banta Bransyah mengungkapkan, meskipun belum ada laporan langsung mengenai harimau yang muncul di permukiman, jejak-jejak harimau sering ditemukan di dekat area pertanian dan pemukiman warga. </p>



<p>&#8220;Jejak harimau ini sering kami temui di ladang dan jalan-jalan yang biasa dilewati warga. Hal ini menjadi tanda bahwa harimau tersebut sering berada di dekat pemukiman,&#8221; ujar Banta.</p>



<p>Pada Mei 2024, kata Banta, sebuah rekaman CCTV yang terpasang di Masjid Alisma Alius, Nagari Batang Barus, sempat menangkap gambar harimau sumatra yang melintas pada dini hari. </p>



<p>Kejadian ini membuat masyarakat khawatir. Setelah kejadian tersebut, pihak BKSDA langsung merespons dengan memasang perangkap dan melakukan pemantauan intensif.</p>



<p>Banta berharap, dengan penangkapan harimau ini, konflik antara satwa liar dan manusia dapat diminimalisir. </p>



<p>&#8220;Semoga setelah dipindahkan ke pusat rehabilitasi, harimau ini bisa hidup dengan lebih aman di habitat aslinya,&#8221; ucap Banta. <strong>(*/yki)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sempat-buat-warga-khawatir-akhirnya-harimau-sumatra-masuk-perangkap-di-solok/">Sempat Buat Warga Khawatir, Akhirnya Harimau Sumatra Masuk Perangkap di Solok</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215850</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 27/85 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-06-09 09:48:25 by W3 Total Cache
-->