<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita BKSDA Sumbar Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/bksda-sumbar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/bksda-sumbar/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Mon, 13 Oct 2025 09:05:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita BKSDA Sumbar Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/bksda-sumbar/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Harimau Dilaporkan Muncul Melintasi Jalan di Palupuh, BKSDA Turunkan Tim Penanganan</title>
		<link>https://langgam.id/harimau-dilaporkan-muncul-melintasi-jalan-di-palupuh-bksda-turunkan-tim-penanganan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Oct 2025 07:41:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Agam]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Harimau Sumatra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=236190</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; BKSDA Sumbar menurunkan tim penanganan dari Resor Konservasi Wilayah (RKW) II Maninjau menindaklanjuti laporan adanya kemunculan harimau sumatra di Kecamatan Palupuh, Agam, Minggu (12/10/2025). &#8220;Menindaklanjuti adanya laporan Wali Nagari Koto Rantanf, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, tentang kemunculan satwa harimau diduga harimau sumatra, BKSDA turunkan tim penanganan dari RKW II Maninjau,&#8221; ujar Kepala BKSDA Sumbar, Hartono, dalam keterangan tertulisnya, Senin (13/10/2025). Ia mengungkapkan bahwa satwa harimau itu dilaporkan terlihat di sekitar areal sawah warga Jorong Batu Gadang dan sempat beberapa kali melintasi jalan yang menghubungkan Bukittinggi-Medan. Hartono menyebutkan, tim RKW II Maninjau bersama dengan tim Patroli Anak Nagari (Pagari)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/harimau-dilaporkan-muncul-melintasi-jalan-di-palupuh-bksda-turunkan-tim-penanganan/">Harimau Dilaporkan Muncul Melintasi Jalan di Palupuh, BKSDA Turunkan Tim Penanganan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> BKSDA Sumbar menurunkan tim penanganan dari Resor Konservasi Wilayah (RKW) II Maninjau menindaklanjuti laporan adanya kemunculan harimau sumatra di Kecamatan Palupuh, Agam, Minggu (12/10/2025).</p>



<p>&#8220;Menindaklanjuti adanya laporan Wali Nagari Koto Rantanf, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, tentang kemunculan satwa harimau diduga harimau sumatra, BKSDA turunkan tim penanganan dari  RKW II Maninjau,&#8221; ujar Kepala BKSDA Sumbar, Hartono, dalam keterangan tertulisnya, Senin (13/10/2025).</p>



<p>Ia mengungkapkan bahwa satwa harimau itu dilaporkan terlihat di sekitar areal sawah warga Jorong Batu Gadang dan sempat beberapa kali melintasi jalan yang menghubungkan Bukittinggi-Medan.</p>



<p>Hartono menyebutkan, tim RKW II Maninjau bersama dengan tim Patroli Anak Nagari (Pagari) Pasia Laweh, Baringin dan Salareh Aia serta juga mahasiswa magang dari Jurusan Kehutanan Universitas Riau melaksanakan kegiatan penanganan.</p>



<p>Penanganan tersebut yaitu berupa wawancara saksi mata, identifikasi lapangan, pemantauan, patroli dan penghalauan.</p>



<p>&#8220;Selain itu, tim juga sudah berkoordinasi dengan aparat pemerintahan nagari setempat, Kepolisian Sektor Palupuah dan Babinsa,&#8221; sebut Hartono. </p>



<p>Ia mengimbau kepada warga setempat untuk sementara waktu tidak beraktivitas sendirian di ladang/kebun. Kemudian mengamankan ternak peliharaan dan membatasi waktu pada malam hari. </p>



<p>&#8220;Dan kepada pengendara yang melintas jalur jalan raya sekitar Palupuh diimbau untuk selalu waspada dan berhati-hati terutama pada malam hari,&#8221; ungkap Hartono. <strong>(*/y)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/harimau-dilaporkan-muncul-melintasi-jalan-di-palupuh-bksda-turunkan-tim-penanganan/">Harimau Dilaporkan Muncul Melintasi Jalan di Palupuh, BKSDA Turunkan Tim Penanganan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">236190</post-id>	</item>
		<item>
		<title>BKSDA dan Polda Sumbar Ungkap Perdagangan Puluhan Kilogram Sisik Trenggiling di Padang</title>
		<link>https://langgam.id/bksda-dan-polda-sumbar-ungkap-perdagangan-puluhan-kilogram-sisik-trenggiling-di-padang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Sep 2025 06:41:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Polda Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[trenggiling]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=234838</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Tim gabungan BKSDA Sumatra Barat dan Ditreskrimsus Polda Sumbar berhasil mengungkap kasus perdagangan puluhan kilogram sisik trenggiling (manis javanica) di Padang, Selasa (23/9/2025). Kepala BKSDA Sumbar, Hartono mengatakan bahwa dalam operasi tersebut, tim berhasil mengamankan tiga orang pelaku yang diduga merupakan jaringan perdagangan bagian tubuh satwa dilindungi dengan kategori appendix I itu. Ketiga pelaku tersebut, terang Hartono, yaitu DW (53) warga Mentawai, BW (51) warga Pesisir Selatan dan RF (34) warga Pesisir Selatan. &#8220;Bersama pelaku turut diamankan satu karung plastik berisi trenggiling dengan berat lebih dari 25 kilogram,&#8221; ujar Hartono dilansir dari rilis BKSDA Sumbar, Rabu (23/9/2025). Selain</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bksda-dan-polda-sumbar-ungkap-perdagangan-puluhan-kilogram-sisik-trenggiling-di-padang/">BKSDA dan Polda Sumbar Ungkap Perdagangan Puluhan Kilogram Sisik Trenggiling di Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Tim gabungan BKSDA Sumatra Barat dan Ditreskrimsus Polda Sumbar berhasil mengungkap kasus perdagangan puluhan kilogram sisik trenggiling (manis javanica) di Padang, Selasa (23/9/2025).</p>



<p>Kepala BKSDA Sumbar, Hartono mengatakan bahwa dalam operasi tersebut, tim berhasil mengamankan tiga orang pelaku yang diduga merupakan jaringan perdagangan bagian tubuh satwa dilindungi dengan kategori appendix I itu.</p>



<p>Ketiga pelaku tersebut, terang Hartono, yaitu DW (53) warga Mentawai, BW (51) warga Pesisir Selatan dan RF (34) warga Pesisir Selatan.</p>



<p>&#8220;Bersama pelaku turut diamankan satu karung plastik berisi trenggiling dengan berat lebih dari 25 kilogram,&#8221; ujar Hartono dilansir dari rilis BKSDA Sumbar, Rabu (23/9/2025).</p>



<p>Selain itu, terang Hartono, juga diamankan kendaraan roda empat yang digunakan para pelaku dalam aksinya.</p>



<p>Selanjutnya, para pelaku beserta barang bukti dibawa ke Polda Sumbar untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut.</p>



<p>Hartono menyebutkan bahwa para pelaku ini diduga melakukan menyimpan, memiliki, mengangkut dan memperdagangkan specimen, bagian barang atau barang-barang yang dibuat dari bagian satwa-satwa yang dilindungi.</p>



<p>&#8220;Hal ini sebagaimana dimaksud dalam pasal 40 A ayat (1) Huruf F Jo Pasal 21 ayat (2) huruf C Undang-undang Nomr 32 tahun 2024 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Selain itu, kata Hartono, pelaku juga diduga melanggar Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Nomor 106 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua Atas Permen LHK Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satrwa yang Dilindungi dengan ancaman pidana penjara paling singkat tiga tahun dan paling lama 15 tahun. <strong>(*/y)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bksda-dan-polda-sumbar-ungkap-perdagangan-puluhan-kilogram-sisik-trenggiling-di-padang/">BKSDA dan Polda Sumbar Ungkap Perdagangan Puluhan Kilogram Sisik Trenggiling di Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">234838</post-id>	</item>
		<item>
		<title>BKSDA Sumbar Sebut Konflik Harimau dan Manusia Karena Jumlah Pakan Berkurang</title>
		<link>https://langgam.id/bksda-sumbar-sebut-konflik-harimau-dan-manusia-karena-jumlah-pakan-berkurang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Jan 2025 11:21:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Harimau]]></category>
		<category><![CDATA[Konflik Satwa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=220724</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Balai Konsevasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Barat (Sumbar) menyebut konflik satwa dengan manusia meningkat lantaran jumlah pakan di habitatnya berkurang. &#8220;Konflik harimau biasanya terkait dengan pakan yang lebih utama, tidak serta-merta berkaitan dengan kerusakan habitat,&#8221; ujar Kepala BKSDA Sumbar, Lugi Hartanto, Kamis (30/1/2025). Lugi menjelaskan bahwa daerah yang paling banyak kasus konflik ini antara lain di Pasaman, Pasaman Barat dan Solok. Ia menuturkan bahwa salah satu pakan harimau adalah babi, di samping rusa, kijang dan tapir. Kendati demikian, pakan tersebut sering diburu oleh manusia sehingga mengalami kelangkaan. &#8220;Jadi memang kita mengimbau terkait perburuan babi itu. Kadang walaupun</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bksda-sumbar-sebut-konflik-harimau-dan-manusia-karena-jumlah-pakan-berkurang/">BKSDA Sumbar Sebut Konflik Harimau dan Manusia Karena Jumlah Pakan Berkurang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Balai Konsevasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Barat (Sumbar) menyebut konflik satwa dengan manusia meningkat lantaran jumlah pakan di habitatnya berkurang.</p>



<p>&#8220;Konflik harimau biasanya terkait dengan pakan yang lebih utama, tidak serta-merta berkaitan dengan kerusakan habitat,&#8221; ujar Kepala BKSDA Sumbar, Lugi Hartanto, Kamis (30/1/2025).</p>



<p>Lugi menjelaskan bahwa daerah yang paling banyak kasus konflik ini antara lain di Pasaman, Pasaman Barat dan Solok.</p>



<p>Ia menuturkan bahwa salah satu pakan harimau adalah babi, di samping rusa, kijang dan tapir. Kendati demikian, pakan tersebut sering diburu oleh manusia sehingga mengalami kelangkaan.</p>



<p>&#8220;Jadi memang kita mengimbau terkait perburuan babi itu. Kadang walaupun habitatnya terganggu, namun pakan di habitatnya tercukupi, dia tidak akan sampai keluar,&#8221; beber Lugi.</p>



<p>Lugi mengungkapkan bahwa oleh sebab itulah harimau masuk ke permukiman warga untuk mencari mangsanya.</p>



<p>&#8220;Kenapa sampai nyerang ternak, dan sebagainya. Karena populasi pakan di habitatnya mungkin berkurang,&#8221; tegasnya.</p>



<p><strong><a href="https://langgam.id/bksda-sumbar-konflik-satwa-dan-manusia-meningkat-didominasi-harimau-sumatra/">Baca juga: BKSDA Sumbar: Konflik Satwa dan Manusia Meningkat, Didominasi Harimau Sumatra</a></strong></p>



<p>Dalam mengatasi konflik harimau dengan manusia yang terus meningkat, Lugi menjelaskan pentingnya peran berbagai pihak dalam menjaga kelestarian satwa tersebut. Di mana daerah kewenangan BKSDA Sumbar cukup terbatas di samping luasnya hutan Sumbar.</p>



<p>&#8220;Dari total 2,3 juta hektare hutan di Sumbar, wilayah keja BKSDA Sumbar hanya 247.000. Sementara 1,9 hektare dari total keseluruhan merupakan habitat harimau,&#8221; jelasnya.</p>



<p>&#8220;Di samping itu, pembangunan yang cukup tinggi dan perburuan di kawasan hutan perlu dikurangi dalam menjaga pakan harimau tetap tersedia,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Sebelumnya, BKSDA Sumbar mencatat dalam empat tahun terakhir konflik satwa dengan manusia menyentuh 109 hingga 113 kasus. Pada tahun 2021 terjadi sebanyak 21 kasus, 2022 berada di angka 33 kasus.</p>



<p>Kemudian pada tahun 2023 mengalami peningkatan kembali menjadi 34 kasus, dan 2024 menurun menjadi 21 hingga 25 kasus.<strong> (Iqbal/yki)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bksda-sumbar-sebut-konflik-harimau-dan-manusia-karena-jumlah-pakan-berkurang/">BKSDA Sumbar Sebut Konflik Harimau dan Manusia Karena Jumlah Pakan Berkurang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220724</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gunung Marapi Ditutup, BKSDA Sumbar Bakal Buka Jalur Pendakian 3 Gunung Lainnya Tahun Ini</title>
		<link>https://langgam.id/gunung-marapi-ditutup-bksda-sumbar-bakal-buka-jalur-pendakian-3-gunung-lainnya-tahun-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Jan 2025 07:36:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=220577</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar berencana buka kembali beberapa gunung di Sumbar yang di bawah pengawasannya pada tahun 2025. Gunung yang di bawah pengawasan BKSDA Sumbar antara lain, gunung Marapi, gunung Singgalang, gunung Sago dan gunung Tandikat. Beberapa gunung tersebut sebelumnya ditutup oleh BKSDA Sumbar sejak ada aktivitas erupsi dari gunung Marapi pada 2023 hingga 2024 lalu. Kepala BKSDA Sumbar, Lugi Hartanto menyebut rencana pembukaan beberapa gunung pada tahun 2025 yang di bawah pengawasan BKSDA Sumbar benar adanya, mengingat adanya usulan dari kelompok masyarakat. &#8220;Benar akan dibuka lagi tapi masih dalam kajian kami, kita koordinasikan dengan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/gunung-marapi-ditutup-bksda-sumbar-bakal-buka-jalur-pendakian-3-gunung-lainnya-tahun-ini/">Gunung Marapi Ditutup, BKSDA Sumbar Bakal Buka Jalur Pendakian 3 Gunung Lainnya Tahun Ini</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar berencana buka kembali beberapa gunung di Sumbar yang di bawah pengawasannya pada tahun 2025.</p>



<p>Gunung yang di bawah pengawasan BKSDA Sumbar antara lain, gunung Marapi, gunung Singgalang, gunung Sago dan gunung Tandikat. Beberapa gunung tersebut sebelumnya ditutup oleh BKSDA Sumbar sejak ada aktivitas erupsi dari gunung Marapi pada 2023 hingga 2024 lalu.</p>



<p>Kepala BKSDA Sumbar, Lugi Hartanto menyebut rencana pembukaan beberapa gunung pada tahun 2025 yang di bawah pengawasan BKSDA Sumbar benar adanya, mengingat adanya usulan dari kelompok masyarakat.</p>



<p>&#8220;Benar akan dibuka lagi tapi masih dalam kajian kami, kita koordinasikan dengan pemerintah daerah dulu. Karena memang ada usulan juga dari kelompok masyarakat untuk membuka itu,&#8221; ujar Lugi, Senin (27/01/2025).</p>



<p>&#8220;Tidak hanya itu, pembukaan jalur pendakian tersebut juga menjadi obat kerinduan para pendaki, meningkatkan ekonomi masyarakat dan pengembangan wisata daerah juga,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Lugi melanjutkan bahwa pihaknya bakal melakukan koordinasi dengan stakeholder terkait termasuk Pemerintahan Kabupaten Limapuluh Kota dan Tanah Datar.</p>



<p>&#8220;Untuk Kabupaten Tanah Datar, sudah mendapatkan dukungan. Namun, untuk Kabupaten Limapuluh Kota bakal dikoordinasikan lagi,&#8221; sebutnya.</p>



<p>&#8220;Semoga pemerintah menyambut terkait dengan kesiapan pembukaan itu, termasuk dengan stakeholder yang lain, polisi dan sebagainya,&#8221; harapnya.</p>



<p>Kendati demikian, kata Lugi pembukaan beberapa gunung yang sempat ditutup tentu harus memperhatikan aspek-aspek mitigasinya meski statusnya saat ini normal. Mulai dari Standar Operasional Prosedur (SOP), kelengkapan hingga jalur evakuasinya.</p>



<p>&#8220;Tentu kita lihat dulu, karena banyak aspek yang harus diperhatikan termasuk menyiapkan SOP-nya. Kelengkapan dasarnya minimal apa, seperti papan petunjuk, jalur evakuasi itu kan harus disiapkan dulu.&#8221; bebernya.</p>



<p>Lugi menuturkan, jika izin sudah didapatkan dari beberapa stakeholder terkait, namun kondisinya tidak memungkinkan maka rencana pembukaan jalur pendakian tersebut tidak akan dilakukan.</p>



<p>&#8220;Kalau tidak memungkinkan, walaupun didukung pemerintah daerah namun berbahaya ketika nggak ada sarana dasarnya, ya tidak akan dibuka,&#8221; jelasnya.</p>



<p>&#8220;Semoga tidak ada masalah, pemerintah sudah dukung, sarana dasar kita siapkan, dan pendakian ini cukup aman, ekonomi masyarakat nanti insyaAllah bisa bergerak kembali,&#8221; sebutnya. (Iqbal/Fs).</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/gunung-marapi-ditutup-bksda-sumbar-bakal-buka-jalur-pendakian-3-gunung-lainnya-tahun-ini/">Gunung Marapi Ditutup, BKSDA Sumbar Bakal Buka Jalur Pendakian 3 Gunung Lainnya Tahun Ini</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220577</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tiga Pendaki Ilegal Gunung Marapi Akui Kesalahan, BKSDA Beri Sanksi Tegas</title>
		<link>https://langgam.id/tiga-pendaki-ilegal-gunung-marapi-akui-kesalahan-bksda-beri-sanksi-tegas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Jan 2025 13:58:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Marapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=220410</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar memanggil para remaja yang melakukan pendakian secara ilegal di Gunung Marapi, Sumbar pada 19 Januari 2025 lalu. Kepala BKSDA Sumbar, Lugi Hartanto mengatakan bahwa para remaja tersebut dipanggil untuk dimintai keterangan dan telah datang ke BKSDA Sumbar pada Jumat (24/1/2025). &#8220;Tiga dari sembilan pendaki telah mendatangi kantor kami, di antaranya SPP, FA, dan RFA. Mereka adalah warga Pariaman, Padang, dan Tanah datar,&#8221; ujar Lugi dalam keterangannya. Lugi menjelaskan bahwa para pendaki tersebut mengakui kesalahannya telah menaiki Gunung Marapi pada 19 Januari 2025 dan menyampaikan permohonan maaf secara tertulis maupun lisan. &#8220;Mereka</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tiga-pendaki-ilegal-gunung-marapi-akui-kesalahan-bksda-beri-sanksi-tegas/">Tiga Pendaki Ilegal Gunung Marapi Akui Kesalahan, BKSDA Beri Sanksi Tegas</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar memanggil para remaja yang melakukan pendakian secara ilegal di Gunung Marapi, Sumbar pada 19 Januari 2025 lalu.</p>



<p>Kepala BKSDA Sumbar, Lugi Hartanto mengatakan bahwa para remaja tersebut dipanggil untuk dimintai keterangan dan telah datang ke BKSDA Sumbar pada Jumat (24/1/2025).</p>



<p>&#8220;Tiga dari sembilan pendaki telah mendatangi kantor kami, di antaranya SPP, FA, dan RFA. Mereka adalah warga Pariaman, Padang, dan Tanah datar,&#8221; ujar Lugi dalam keterangannya.</p>



<p>Lugi menjelaskan bahwa para pendaki tersebut mengakui kesalahannya telah menaiki Gunung Marapi pada 19 Januari 2025 dan menyampaikan permohonan maaf secara tertulis maupun lisan.</p>



<p>&#8220;Mereka juga menandatangani berita acara seusai dimintai keterangan,&#8221; ucap Lugi.</p>



<p>Kepala Sub Bagian Tata Usaha BKSDA Sumbar Dian Indriati, menyebut para remaja tersebut mendaki sampai ke Tugu Abel serta diantar oleh warga Tempatan atas nama Roni dan Karim.</p>



<p>Kemudian, Dian mengatakan kepada para pendaki lainnya masih ditunggu klarifikasinya di Kantor BKSDA Sumbar.</p>



<p>&#8220;Kemudian kepada para pendaki yang belum memberikan atau tidak akan memberikan klarifikasi, kami menunggu klarifikasinya pada hari Kamis dan Jumat depan,&#8221; beber Dian.</p>



<p>Dian menyebutkan bahwa akan bersurat kepada seluruh BKSDA maupun Taman Nasional&nbsp;yang mempunyai gunung-gunung berapi agar mereka dilarang untuk mendaki gunung tersebut.</p>



<p>&#8220;Mereka juga tidak diperkenankan untuk menaiki gunung yang berada pada pengelolaan kami, Gunung Marapi, Singgalang, Tandikat, dan Sagoma Lintang untuk 1 tahun ke depan,&#8221; bebernya. <strong>(Iqbal/yki)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tiga-pendaki-ilegal-gunung-marapi-akui-kesalahan-bksda-beri-sanksi-tegas/">Tiga Pendaki Ilegal Gunung Marapi Akui Kesalahan, BKSDA Beri Sanksi Tegas</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220410</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Viral di Medsos Pendakian Ilegal ke Gunung Marapi, Ini Kata BKSDA Sumbar</title>
		<link>https://langgam.id/viral-di-medsos-pendakian-ilegal-ke-gunung-marapi-ini-kata-bksda-sumbar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Jan 2025 07:37:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Marapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=220388</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; BKSDA Sumbar melakukan pemeriksaan terkait enam orang pendaki ilegal pasca beredarnya video beberapa orang remaja melakukan pendakian ke Gunung Marapi, Sumbar. Diketahui sebelumnya, beberapa orang remaja viral di media sosial yang melakukan pendakian ilegal ke Gunung Marapi, Sumbar. Video tersebut diunggah oleh akun @rhmdfdil_ dan @fvel_oz. Staf Humas BKSDA Sumbar, Hamzah membenarkan video pendakian yang dilakukan oleh para remaja yang viral di media sosial tersebut dan sedang dalam tahap pemeriksaan. &#8220;Benar, mereka tadi sudah kami periksa dan saat ini pihak BKSDA sedang menyiapkan keterangannya,&#8221; ujar Hamzah saat memberikan keterangan. &#8220;Kami akan melakukan pendalaman terkait apa motif mereka melakukan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/viral-di-medsos-pendakian-ilegal-ke-gunung-marapi-ini-kata-bksda-sumbar/">Viral di Medsos Pendakian Ilegal ke Gunung Marapi, Ini Kata BKSDA Sumbar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> BKSDA Sumbar melakukan pemeriksaan terkait enam orang pendaki ilegal pasca beredarnya video beberapa orang remaja melakukan pendakian ke Gunung Marapi, Sumbar.</p>



<p>Diketahui sebelumnya, beberapa orang remaja viral di media sosial yang melakukan pendakian ilegal ke Gunung Marapi, Sumbar. Video tersebut diunggah oleh akun @rhmdfdil_ dan @fvel_oz.</p>



<p>Staf Humas BKSDA Sumbar, Hamzah membenarkan video pendakian yang dilakukan oleh para remaja yang viral di media sosial tersebut dan sedang dalam tahap pemeriksaan.</p>



<p>&#8220;Benar, mereka tadi sudah kami periksa dan saat ini pihak BKSDA sedang menyiapkan keterangannya,&#8221; ujar Hamzah saat memberikan keterangan.</p>



<p>&#8220;Kami akan melakukan pendalaman terkait apa motif mereka melakukan pendakian, bagaimana hasilnya nanti akan diinfokan,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Hamzah mengonfirmasi bahwa para remaja tersebut melakukan pendakian pada 19 Januari 2025 ke Gunung Marapi dengan total sebanyak enam orang.</p>



<p>&#8220;Pendaki kemarin itu mereka ada enam orang dan dilakukan pada tanggal 19 Januari 2025,&#8221; sebutnya.</p>



<p>Ia juga menegaskan bahwa Gunung Marapi saat ini sedang dalam status level II (waspada) dan jalur pendakian ditutup sejak peningkatan aktivitas vulkanik.</p>



<p>&#8220;Jadi status siapapun yang melakukan pendakian itu berarti ilegal sepanjang tidak ada izin dari BKSDA,&#8221; bebernya. <strong>(Iqbal/yki)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/viral-di-medsos-pendakian-ilegal-ke-gunung-marapi-ini-kata-bksda-sumbar/">Viral di Medsos Pendakian Ilegal ke Gunung Marapi, Ini Kata BKSDA Sumbar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220388</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sempat Buat Warga Khawatir, Akhirnya Harimau Sumatra Masuk Perangkap di Solok</title>
		<link>https://langgam.id/sempat-buat-warga-khawatir-akhirnya-harimau-sumatra-masuk-perangkap-di-solok/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dharma Harisa]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Nov 2024 11:34:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Harimau Sumatra]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Solok]]></category>
		<category><![CDATA[Konflik Satwa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=215850</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id – Seekor harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) berhasil terperangkap dalam kandang jebak yang dipasang oleh Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar di Mudiak Aia, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, pada Kamis (14/11/2024) pagi, sekitar pukul 07.00 WIB. Saat ini harimau telah dibawa Lembaga Konservasi Kinantan Bukittinggi. Kapolsek Gunung Talang, AKP Defrianto mengonfirmasi penangkapan harimau tersebut dan menyebutkan bahwa perangkap telah dipasang sejak 30 Oktober 2024. &#8220;Harimau ini diketahui masuk perangkap sekitar pukul 07.00 WIB. Setelah itu, tim BKSDA bersama perangkat nagari dan aparat kepolisian segera menuju lokasi untuk memastikan keadaan,&#8221; ujar Defrianto. Ia menjelaskan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sempat-buat-warga-khawatir-akhirnya-harimau-sumatra-masuk-perangkap-di-solok/">Sempat Buat Warga Khawatir, Akhirnya Harimau Sumatra Masuk Perangkap di Solok</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id –</strong> Seekor harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) berhasil terperangkap dalam kandang jebak yang dipasang oleh Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar di Mudiak Aia, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, pada Kamis (14/11/2024) pagi, sekitar pukul 07.00 WIB. Saat ini harimau telah dibawa Lembaga Konservasi Kinantan Bukittinggi.</p>



<p>Kapolsek Gunung Talang, AKP Defrianto mengonfirmasi penangkapan harimau tersebut dan menyebutkan bahwa perangkap telah dipasang sejak 30 Oktober 2024. </p>



<p>&#8220;Harimau ini diketahui masuk perangkap sekitar pukul 07.00 WIB. Setelah itu, tim BKSDA bersama perangkat nagari dan aparat kepolisian segera menuju lokasi untuk memastikan keadaan,&#8221; ujar Defrianto.</p>



<p>Ia menjelaskan bahwa penangkapan harimau ini tidak lepas dari serangkaian insiden yang melibatkan satwa liar tersebut sejak awal Oktober 2024. Harimau yang terperangkap tersebut telah dilaporkan beberapa kali menampakkan diri di sekitar permukiman warga dan memangsa anjing-anjing peliharaan. </p>



<p>Selain itu, terang Defrianto, masyarakat setempat juga sering menemukan jejak harimau di ladang atau jalan yang biasa dilalui oleh warga.</p>



<p>“Laporan mengenai kemunculan harimau ini sudah kami terima sejak awal Oktober 2024. Selain menampakkan diri, harimau ini beberapa kali memangsa ternak warga, termasuk anjing yang menjadi hewan peliharaan,” beber Defrianto.</p>



<p>Ia menyebutkan, harimau sumatra yang tertangkap di kawasan Mudiak Aia ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang BKSDA Sumbar untuk mengurangi konflik antara satwa liar dan manusia. </p>



<p>Sejak pertama kali muncul di permukiman, BKSDA bersama Tim Pagari (Patroli Anak Nagari) Batang Barus telah memasang perangkap untuk menangkap harimau tersebut.</p>



<p>Setelah ditangkap, harimau ini rencananya akan dibawa ke Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatra di Dharmasraya, setelah sebelumnya dibius oleh tim dokter hewan. Namun saat ini diketahui, harimau tersebut dibawa Lembaga Konservasi Kinantan Bukittinggi.</p>



<p>&#8220;Karena harimau sumatra termasuk satwa yang dilindungi dan terancam punah, proses evakuasi dan transportasi akan dikawal oleh pihak kepolisian,&#8221; tutur Defrianto. </p>



<p>Ia menambahkan bahwa sekitar lokasi perangkap akan disterilkan dan dijaga untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk mengurangi risiko bagi warga yang mungkin mendekat.</p>



<p>Warga sekitar yang mengetahui keberadaan harimau, terang Defrianto, diminta untuk menjauh dari lokasi perangkap guna menghindari risiko saat proses evakuasi dilakukan. Tim BKSDA bersama aparat keamanan akan terus melakukan pemantauan dan menjaga situasi agar tetap terkendali.</p>



<p>Pj Wali Nagari Batang Barus, Banta Bransyah mengungkapkan, meskipun belum ada laporan langsung mengenai harimau yang muncul di permukiman, jejak-jejak harimau sering ditemukan di dekat area pertanian dan pemukiman warga. </p>



<p>&#8220;Jejak harimau ini sering kami temui di ladang dan jalan-jalan yang biasa dilewati warga. Hal ini menjadi tanda bahwa harimau tersebut sering berada di dekat pemukiman,&#8221; ujar Banta.</p>



<p>Pada Mei 2024, kata Banta, sebuah rekaman CCTV yang terpasang di Masjid Alisma Alius, Nagari Batang Barus, sempat menangkap gambar harimau sumatra yang melintas pada dini hari. </p>



<p>Kejadian ini membuat masyarakat khawatir. Setelah kejadian tersebut, pihak BKSDA langsung merespons dengan memasang perangkap dan melakukan pemantauan intensif.</p>



<p>Banta berharap, dengan penangkapan harimau ini, konflik antara satwa liar dan manusia dapat diminimalisir. </p>



<p>&#8220;Semoga setelah dipindahkan ke pusat rehabilitasi, harimau ini bisa hidup dengan lebih aman di habitat aslinya,&#8221; ucap Banta. <strong>(*/yki)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sempat-buat-warga-khawatir-akhirnya-harimau-sumatra-masuk-perangkap-di-solok/">Sempat Buat Warga Khawatir, Akhirnya Harimau Sumatra Masuk Perangkap di Solok</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215850</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sempat Resahkan Warga, Seekor Beruang Madu Masuk Perangkap di Solok Selatan</title>
		<link>https://langgam.id/sempah-resahkan-warga-seekor-beruang-madu-masuk-perangkap-di-solok-selatan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 May 2024 00:31:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Beruang Madu]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=202884</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Seekor beruang Madu kembali terlihat memasuki area perumahan staf PT Mitra Kerinci di Nagari Lubuk Gadang Selatan, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan. Beruang madu itu terlihat pada Kamis (2/5/2024) sekitar pukul 08.00 WIB sedang memakan buah durian di belakang rumah Sandi. Dilansir dari laman Facebook BKSDA Sumbar pada Sabtu (11/5/2024), bahwa kejadian ini menambah kekhawatiran warga. Hal ini mengingat sebelumnya pada 30 April 2024, beruang madu juga terlihat di perumahan Afdeling D sedang memakan buah nangka. &#8220;Tim WRU SKW III segera merespon laporan warga. Bersama masyarakat dan petugas keamanan PT Mitra Kerinci, tim melakukan upaya untuk mengusir beruang</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sempah-resahkan-warga-seekor-beruang-madu-masuk-perangkap-di-solok-selatan/">Sempat Resahkan Warga, Seekor Beruang Madu Masuk Perangkap di Solok Selatan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Seekor beruang Madu kembali terlihat memasuki area perumahan staf PT Mitra Kerinci di Nagari Lubuk Gadang Selatan, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan. </p>



<p>Beruang madu itu terlihat pada Kamis (2/5/2024) sekitar pukul 08.00 WIB sedang memakan buah durian di belakang rumah Sandi. </p>



<p>Dilansir dari laman Facebook BKSDA Sumbar pada Sabtu (11/5/2024), bahwa kejadian ini menambah kekhawatiran warga. Hal ini mengingat sebelumnya pada 30 April 2024, beruang madu juga terlihat di perumahan Afdeling D sedang memakan buah nangka.</p>



<p>&#8220;Tim WRU SKW III segera merespon laporan warga. Bersama masyarakat dan petugas keamanan PT Mitra Kerinci, tim melakukan upaya untuk mengusir beruang madu dari Afdeling E menggunakan meriam karbit dan patroli bersama,&#8221; ungkap BKSDA Sumbar.</p>



<p>BKSDA Sumbar menyebutkan, bahwa Tim WRU SKW III bersama masyarakat dan petugas keamanan PT Mitra Kerinci melakukan identifikasi dan verifikasi di lokasi kemunculan Beruang Madu di perumahan staf dan Afdeling D. </p>



<p>&#8220;Tim juga berkoordinasi dengan pemerintah Nagari Lubuk Gadang Selatan untuk merumuskan strategi penanganan yang tepat,&#8221; tulis BKSDA Sumbar.</p>



<p>Berdasarkan hasil identifikasi, tim WRU SKW III memasang perangkap di lokasi kemunculan beruang madu. Upaya ini dilakukan dengan hati-hati dan memperhatikan keselamatan satwa liar dan manusia.</p>



<p>&#8220;Tim WRU SKW III memberikan imbauan dan edukasi kepada warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan keamanan,&#8221; sebut BKSDA Sumbar.</p>



<p>BKSDA Sumbar mengungkapkan bahwa pada Selasa (7/5/2024) sekitar pukul 12.00 malam, tim WRU SKW III menerima laporan bahwa seekor beruang madu telah berhasil masuk ke dalam perangkap (kerangkeng). </p>



<p>Tim segera melakukan evakuasi dengan melibatkan dokter hewan dan tim dari PR-HSD. Beruang madu dibius untuk pemeriksaan dan perawatan kesehatan.</p>



<p>Hasil pemeriksaan, ungkap BKSDA Sumbar, menunjukkan beruang madu mengalami luka serius akibat jerat di bagian pergelangan tangan. Oleh karena itu, beruang madu perlu dirawat terlebih dahulu. </p>



<p>&#8220;Tim kemudian mentranslokasi beruang madu ke PR-HSD untuk mendapatkan perawatan intensif,&#8221; tulis BKSDA Sumbar.</p>



<p>BKSDA Sumbar menyebutkan, petugas keamanan dan warga sekitar PT Mitra Kerinci sangat berterima kasih dan memberikan apresiasi kepada tim BKSDA atas penanganan sigap dan profesional dalam menangani konflik satwa liar ini. </p>



<p>Hal ini dikarenakan upaya BKSDA telah membantu mengurangi rasa was-was dan meningkatkan rasa aman bagi masyarakat. <strong>(*/yki)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sempah-resahkan-warga-seekor-beruang-madu-masuk-perangkap-di-solok-selatan/">Sempat Resahkan Warga, Seekor Beruang Madu Masuk Perangkap di Solok Selatan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">202884</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Seekor Tapir Terjebak di Bendungan di Pasbar, BKSDA Sumbar Lakukan Verifikasi di Lokasi</title>
		<link>https://langgam.id/seekor-tapir-terjebak-di-bendungan-di-pasbar-bksda-sumbar-lakukan-verifikasi-di-lokasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Apr 2024 13:07:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Pasaman Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Tapir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=201772</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Tim Balai KSDA Sumbar mendatangi Bendungan PLTMH Tango di Pasaman Barat pada Selasa (23/4/2024). Kedatangan ini karena adanya informasi dari masyarakat Nagari Kajai Selatan mengenai seekor tapir terjebak di bendungan tersebut pada Senin (22/4/2024). Dilansir dari akun Instagram BKSDA Sumbar pada Rabu (24/4/2024), bahwa berdasarkan keterangan dari pihak nagari, ini merupakan kejadian kedua kalinya satwa liar dilindungi masuk ke dalam bendungan tersebut. &#8220;Beberapa bulan lalu, seekor harimau sumatra juga terjebak di tempat yang sama. Namun tidak hanya itu saja, beberapa hewan lain pun terpantau pernah terjebak di lokasi yang sama,&#8221; tulis BKSDA Sumbar. Tim BKSDA Sumbar bersama pihak</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/seekor-tapir-terjebak-di-bendungan-di-pasbar-bksda-sumbar-lakukan-verifikasi-di-lokasi/">Seekor Tapir Terjebak di Bendungan di Pasbar, BKSDA Sumbar Lakukan Verifikasi di Lokasi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Tim Balai KSDA Sumbar mendatangi Bendungan PLTMH Tango di Pasaman Barat pada Selasa (23/4/2024). Kedatangan ini karena adanya informasi dari masyarakat Nagari Kajai Selatan mengenai seekor tapir terjebak di bendungan tersebut pada Senin (22/4/2024).</p>



<p>Dilansir dari akun Instagram BKSDA Sumbar pada Rabu (24/4/2024), bahwa berdasarkan keterangan dari pihak nagari, ini merupakan kejadian kedua kalinya satwa liar dilindungi masuk ke dalam bendungan tersebut. </p>



<p>&#8220;Beberapa bulan lalu, seekor harimau sumatra juga terjebak di tempat yang sama. Namun tidak hanya itu saja, beberapa hewan lain pun terpantau pernah terjebak di lokasi yang sama,&#8221; tulis BKSDA Sumbar.</p>



<p>Tim BKSDA Sumbar bersama pihak nagari dan PLTMH Tangor melakukan koordinasi dan pengecekan lokasi kejadian pada Rabu (24/4/2024). </p>



<p>BKSDA menyebutkan, saat pengecekan tersebut ditemukan bahwa sepanjang irigasi hingga bendungan tidak terdapat pagar batas atau pagar pelindung, serta tidak ada tangga darurat untuk evakuasi satwa. </p>



<p>&#8220;Dari hasil verifikasi Balai KSDA Sumatra Barat, akan segera meminta kepada pihak PLTMH Tangor untuk memasang pagar pembatas sepanjang jalur irigasi dan tangga darurat untuk evakuasi satwa,&#8221; tulis BKSDA Sumbar lagi.</p>



<p>Tim BKSDA Sumbar menduga bahwa aktivitas perburuan babi yang dilakukan oleh masyarakat di sekitar kawasan hutan lindung Tangor memicu satwa liar keluar dari habitatnya. Sehingga tim juga memberikan edukasi kepada masyarakat terkait aktivitas perburuan babi. (<strong>*/yki)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/seekor-tapir-terjebak-di-bendungan-di-pasbar-bksda-sumbar-lakukan-verifikasi-di-lokasi/">Seekor Tapir Terjebak di Bendungan di Pasbar, BKSDA Sumbar Lakukan Verifikasi di Lokasi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">201772</post-id>	</item>
		<item>
		<title>2 Warga Simanau Kabupaten Solok Diserang Beruang Madu, 1 Luka Parah</title>
		<link>https://langgam.id/2-warga-simanau-kabupaten-solok-diserang-beruang-madu-1-luka-parah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Apr 2024 07:04:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Beruang Madu]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=201396</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Dua warga Nagari Simanau, Kecamatan Tiga Lurah, Kabupaten Solok, Sumatra Barat, diserang beruang madu pada Minggu (14/4/2024). Kedua warga tersebut yaitu Roslaini dan anaknya Wilati Sari Ramadan. Roslaini mengalami luka robek di bagian kepala dan wajah, sementara Wilati mengalami luka robek di tangan kanan. Menurut informasi dari Bhabinkamtibmas setempat, Fauzi, peristiwa ini terjadi saat Roslaini dan anaknya Wilati hendak pergi ke ladang mereka pada pukul 07.30 WIB. &#8220;Di tengah perjalanan, mereka bertemu dengan beruang madu yang langsung menyerang Roslaini. Wilati berusaha menghalau beruang dengan melempari batu, namun dia juga diserang dan mengalami luka,&#8221; tulis BKSDA Sumbar dalam keterangan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/2-warga-simanau-kabupaten-solok-diserang-beruang-madu-1-luka-parah/">2 Warga Simanau Kabupaten Solok Diserang Beruang Madu, 1 Luka Parah</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Dua warga Nagari Simanau, Kecamatan Tiga Lurah, Kabupaten Solok, Sumatra Barat, diserang beruang madu pada Minggu (14/4/2024).</p>



<p>Kedua warga tersebut yaitu Roslaini dan anaknya Wilati Sari Ramadan. Roslaini mengalami luka robek di bagian kepala dan wajah, sementara Wilati mengalami luka robek di tangan kanan.</p>



<p>Menurut informasi dari Bhabinkamtibmas setempat, Fauzi, peristiwa ini terjadi saat Roslaini dan anaknya Wilati hendak pergi ke ladang mereka pada pukul 07.30 WIB. </p>



<p>&#8220;Di tengah perjalanan, mereka bertemu dengan beruang madu yang langsung menyerang Roslaini. Wilati berusaha menghalau beruang dengan melempari batu, namun dia juga diserang dan mengalami luka,&#8221; tulis BKSDA Sumbar dalam keterangan tertulisnya, Jumat (19/4/2024).</p>



<p>Kedua korban dilarikan ke Puskesmas, namun Roslaini dirujuk ke rumah sakit M Natsir Solok karena lukanya yang parah. Dia menjalani operasi pada tanggal 16 April 2024.</p>



<p>Tim Konservasi Wilayah (SKW) 3 Balai KSDA Sumbar sudah turun ke lokasi kejadian untuk melakukan penanganan. Mereka berkoordinasi dengan pemerintah nagari dan masyarakat setempat untuk mencegah terjadinya konflik beruang madu di masa depan.</p>



<p>&#8220;Tim SKW 3 juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang perilaku beruang madu dan cara untuk menghindari konflik dengan satwa liar tersebut,&#8221; tulis BKSDA Sumbar. </p>



<p>BKSDA Sumbar mengimbau masyarakat untuk tidak membuang minyak goreng sisa sembarangan karena dapat mengundang beruang madu. </p>



<p>&#8220;Penghalauan beruang juga dapat dilakukan dengan bunyi-bunyian seperti meriam karbit,&#8221; tulis BKSDA Sumbar lagi. <strong>(*/yki)</strong></p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/2-warga-simanau-kabupaten-solok-diserang-beruang-madu-1-luka-parah/">2 Warga Simanau Kabupaten Solok Diserang Beruang Madu, 1 Luka Parah</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">201396</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 28/29 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-04-10 02:03:51 by W3 Total Cache
-->