<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita BKSDA Riau Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/bksda-riau/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/bksda-riau/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Wed, 03 Nov 2021 04:46:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita BKSDA Riau Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/bksda-riau/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Sempat Diobati karena Infeksi Pencernaan, Gajah di Pelalawan Riau Akhirnya Mati</title>
		<link>https://langgam.id/sempat-diobati-karena-infeksi-pencernaan-gajah-di-pelalawan-riau-akhirnya-mati/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Nov 2021 04:46:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA Riau]]></category>
		<category><![CDATA[Riau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=136756</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Gajah betina dewasa yang sebelumnya sempat mendapatkan perawatan oleh tim medis BBKSDA Riau, ditemukan mati di Bukit Apolo, Desa Bagan Limau, Ukui, Pelalawan. Plt. Kepala Besar KSDA Riau, Fifin Arfiana Jogasara mengatakan, pihaknya mendapat informasi dari warga bahwa adanya 1 ekor gajah mati di Bukit Apolo. &#8220;Gajah tersebut kita temukan mati pada 27 Oktober 2021,&#8221; ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (3/11/2021). Fifin mengatakan, gajah betina itu sebelumnya mendapatkan perawatan medis lantaran mengalami peradangan di bagian reproduksinya. &#8220;Tim gabungan langsung melakukan nekropsi di lokasi untuk memastikan penyebab kematian,&#8221; ujarnya. Dari nekropsi itu, didapatkan data bahwa gajah berjenis kelamin betina</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sempat-diobati-karena-infeksi-pencernaan-gajah-di-pelalawan-riau-akhirnya-mati/">Sempat Diobati karena Infeksi Pencernaan, Gajah di Pelalawan Riau Akhirnya Mati</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id </strong>&#8211; Gajah betina dewasa yang sebelumnya sempat mendapatkan perawatan oleh tim medis BBKSDA Riau, ditemukan mati di Bukit Apolo, Desa Bagan Limau, Ukui, Pelalawan.</p>
<p>Plt. Kepala Besar KSDA Riau, Fifin Arfiana Jogasara mengatakan, pihaknya mendapat informasi dari warga bahwa adanya 1 ekor gajah mati di Bukit Apolo.</p>
<p>&#8220;Gajah tersebut kita temukan mati pada 27 Oktober 2021,&#8221; ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (3/11/2021).</p>
<p>Fifin mengatakan, gajah betina itu sebelumnya mendapatkan perawatan medis lantaran mengalami peradangan di bagian reproduksinya.</p>
<p>&#8220;Tim gabungan langsung melakukan nekropsi di lokasi untuk memastikan penyebab kematian,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dari nekropsi itu, didapatkan data bahwa gajah berjenis kelamin betina itu memiliki tinggi badan 2,17 meter, berat badan 2 ton, tebal kulit perut 0,4 centimeter, dan tebal kulit punggung 1,2 centimeter.</p>
<p>&#8220;Kita perkirakan gajah itu sudah mati sehari sebelumnya karena infeksi organ pencernaan, malnutrisi dan dehidrasi,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, gajah itu pertama kali ditemukan sakit di Desa Pontian Mekar, Lubuk Batu Jaya, Indragiri Hulu (Inhu).</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/beruang-dilaporkan-muncul-di-pemukiman-dan-kebun-warga-di-agam/">Beruang Dilaporkan Muncul di Pemukiman dan Kebun Warga di Agam</a></strong></p>
<p>Pada Kamis (21/10/2021) tim mendapat laporan adanya gajah liar berjenis kelamin betina memasuki perkebunan sawit dalam keadaan sakit. Wilayah itu sendiri berdekatan dengan kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN).</p>
<p>Keesokan harinya, tim menemukan gajah itu dengan kondisi badan kurus dan lemah. Di sekitar lokasi tampak gajah tersebut memuntahkan batang dan pelepah sawit yang dimakannya. </p>
<p>&#8220;Sabtu (23/10/2021) tim langsung melakukan pengobatan terhadap gajah tersebut berupa pembiusan, identifikasi dan pemeriksaan,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Dari pemeriksaan, gajah itu mengalami radang atau pembekakan dan luka terbuka pada bagian organ reproduksi luar yang telah ada larva ulat di bagian tersebut. </p>
<p>Tim kemudian melakukan pembersihan luka dan pemberian obat topikal pada daerah luka. Pengambilan sampel darah juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan gajah secara umum.</p>
<p>Usai dilakukan pengobatan, tim melepasliarkan gajah kembali ke habitatnya. Hingga akhirnya ditemukan mati di kawasan Bukit Apolo. (Mg Lisa)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sempat-diobati-karena-infeksi-pencernaan-gajah-di-pelalawan-riau-akhirnya-mati/">Sempat Diobati karena Infeksi Pencernaan, Gajah di Pelalawan Riau Akhirnya Mati</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">136756</post-id>	</item>
		<item>
		<title>BBKSDA Riau Cegat Sopir Travel Pengangkut Burung Dilindungi dari Pasaman</title>
		<link>https://langgam.id/bbksda-riau-cegat-sopir-travel-pengangkut-burung-dilindungi-dari-pasaman/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Oct 2021 07:48:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA Riau]]></category>
		<category><![CDATA[Satwa Dilindungi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=135836</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Petugas BBKSDA Riau bersama pemerhati burung (Flight) menangkap sopir travel pengangkut satwa burung asal Pasaman, Sumatera Barat. Sopir travel itu ditangkap di kawasan Palas, Kota Pekanbaru. Penyergapan dilakukan pada Kamis 28 Oktober 2021. Dari penangkapan tersebut tim menemukan delapan kardus berisi burung. Sopir travel dan barang temuan itu kemudian dibawa ke kantor BBKSDA Riau. Dari keterangannya sopir, burung tersebut merupakan milik seseorang yang beralamat di Pasaman, Sumatera Barat dan akan dikirim ke seseorang yang hanya diketahui nomor telponnya. &#8220;Dari keterangan driver, ia sama sekali tidak mengetahui jenis burung yang dibawanya dan hanya menerima ongkos mengantar sebesar Rp200 ribu,&#8221;</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bbksda-riau-cegat-sopir-travel-pengangkut-burung-dilindungi-dari-pasaman/">BBKSDA Riau Cegat Sopir Travel Pengangkut Burung Dilindungi dari Pasaman</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Petugas BBKSDA Riau bersama pemerhati burung (Flight) menangkap sopir travel pengangkut satwa burung asal Pasaman, Sumatera Barat. Sopir travel itu ditangkap di kawasan Palas, Kota Pekanbaru.</p>
<p>Penyergapan dilakukan pada Kamis 28 Oktober 2021. Dari penangkapan tersebut tim menemukan delapan kardus berisi burung.</p>
<p>Sopir travel dan barang temuan itu kemudian dibawa ke kantor BBKSDA Riau. Dari keterangannya sopir, burung tersebut merupakan milik seseorang yang beralamat di Pasaman, Sumatera Barat dan akan dikirim ke seseorang yang hanya diketahui nomor telponnya. <br /><br />&#8220;Dari keterangan driver, ia sama sekali tidak mengetahui jenis burung yang dibawanya dan hanya menerima ongkos mengantar sebesar Rp200 ribu,&#8221; kata BBKSDA Riau dalam keterangan tertulis, Jumat (29/10/2021). <br /><br />Berdasarkan hasil identifikasi, terdapat jenis burung yang dilindungi di antaranya adalah jenis Cica daun sayap biru (chloropsis cochinchinensis) dan Cica daun besar (Chloropsis sonnerati). Dari 39 ekor burung yang ditemukan, sebanyak 37 masih hidup dan 2 ekor mati.</p>
<p>Setelah proses identifikasi selesai, BBKSDA Riau akan segera melepasliarkan burung tersebut ke habitatnya di sebuah kawasan konservasi. BBKSDA juga berkoordinasi dengan BKSDA Sumbar terkait asal usul burung tersebut.</p>
<p>Sementara terhadap driver travel akan dilakukan pembinaan dan penandatanganan pernyataan tidak mengulangi perbuatannya. (Mg Lisa)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bbksda-riau-cegat-sopir-travel-pengangkut-burung-dilindungi-dari-pasaman/">BBKSDA Riau Cegat Sopir Travel Pengangkut Burung Dilindungi dari Pasaman</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">135836</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hasil Nekropsi BBKSDA Riau: Harimau Sumatra Mati Terjerat Seling Belum Pernah Punya Anak</title>
		<link>https://langgam.id/hasil-nekropsi-bbksda-riau-harimau-sumatera-mati-terjerat-seling-belum-pernah-punya-anak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Oct 2021 07:06:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA Riau]]></category>
		<category><![CDATA[Harimau Sumatra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=135205</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id&#8211; Berdasarkan hasil nekropsi yang dilakukan tim medis Balai Besar KSDA Riau menyatakan bahwa harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatera) berjenis kelamin betina yang mati terjerat seling pada Minggu (17/10) lalu masih remaja dan belum pernah punya anak. &#8220;Harimau Sumatera kurang lebih berumur empat sampai dengan lima tahun, masih remaja dan belum pernah punya anak. Penyebab kematian diduga dehidrasi berat, kekurangan nutrisi, serta infeksi pada kaki depan sebelah kiri,&#8221; tulis akun resmi idvoluntering dikutip langgam.id Selasa (26/10/2021). Tali seling yang melilit pada bagian kaki depan sebelah kiri harimau tersebut mengakibatkan luka yang dalam hingga nampak tulang. Diperkirakan harimau tersebut terjerat lebih</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/hasil-nekropsi-bbksda-riau-harimau-sumatera-mati-terjerat-seling-belum-pernah-punya-anak/">Hasil Nekropsi BBKSDA Riau: Harimau Sumatra Mati Terjerat Seling Belum Pernah Punya Anak</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong>&#8211; Berdasarkan hasil nekropsi yang dilakukan tim medis Balai Besar KSDA Riau menyatakan bahwa harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatera) berjenis kelamin betina yang mati terjerat seling pada Minggu (17/10) lalu masih remaja dan belum pernah punya anak.<br /><br />&#8220;Harimau Sumatera kurang lebih berumur empat sampai dengan lima tahun, masih remaja dan belum pernah punya anak. Penyebab kematian diduga dehidrasi berat, kekurangan nutrisi, serta infeksi pada kaki depan sebelah kiri,&#8221; tulis akun resmi idvoluntering dikutip langgam.id Selasa (26/10/2021).<br /><br />Tali seling yang melilit pada bagian kaki depan sebelah kiri harimau tersebut mengakibatkan luka yang dalam hingga nampak tulang. Diperkirakan harimau tersebut terjerat lebih dari 5 hari dan sudah mati kurang dari 24 jam. <br /><br />Diketahui bahwa Harimau Sumatera itu ditemukan mati di kawasan Hutan Produksi yang dapat Dikonversi (HPK) di Desa Tanjung Leban Kecamatan Bandar Laksamana, Bengkalis Provinsi Riau yang berupa perladangan masyarakat berjarak 21,85 kilometer dari kawasan Bukit Batu. <br /><br />Pelarangan terhadap satwa yang dilindungi terjerat Pasal 40 UU RI No.5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Berdasarkan peristiwa itu BBKSDA menghimbau kepada masyarakat agar tidak memasang jerat dengan alasan apapun. (mg-Lisa)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/hasil-nekropsi-bbksda-riau-harimau-sumatera-mati-terjerat-seling-belum-pernah-punya-anak/">Hasil Nekropsi BBKSDA Riau: Harimau Sumatra Mati Terjerat Seling Belum Pernah Punya Anak</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">135205</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 24/46 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-06-09 00:10:39 by W3 Total Cache
-->