<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Beruang Madu Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/beruang-madu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/beruang-madu/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Sat, 11 May 2024 03:07:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Beruang Madu Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/beruang-madu/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Sempat Resahkan Warga, Seekor Beruang Madu Masuk Perangkap di Solok Selatan</title>
		<link>https://langgam.id/sempah-resahkan-warga-seekor-beruang-madu-masuk-perangkap-di-solok-selatan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 May 2024 00:31:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Beruang Madu]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=202884</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Seekor beruang Madu kembali terlihat memasuki area perumahan staf PT Mitra Kerinci di Nagari Lubuk Gadang Selatan, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan. Beruang madu itu terlihat pada Kamis (2/5/2024) sekitar pukul 08.00 WIB sedang memakan buah durian di belakang rumah Sandi. Dilansir dari laman Facebook BKSDA Sumbar pada Sabtu (11/5/2024), bahwa kejadian ini menambah kekhawatiran warga. Hal ini mengingat sebelumnya pada 30 April 2024, beruang madu juga terlihat di perumahan Afdeling D sedang memakan buah nangka. &#8220;Tim WRU SKW III segera merespon laporan warga. Bersama masyarakat dan petugas keamanan PT Mitra Kerinci, tim melakukan upaya untuk mengusir beruang</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sempah-resahkan-warga-seekor-beruang-madu-masuk-perangkap-di-solok-selatan/">Sempat Resahkan Warga, Seekor Beruang Madu Masuk Perangkap di Solok Selatan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Seekor beruang Madu kembali terlihat memasuki area perumahan staf PT Mitra Kerinci di Nagari Lubuk Gadang Selatan, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan. </p>



<p>Beruang madu itu terlihat pada Kamis (2/5/2024) sekitar pukul 08.00 WIB sedang memakan buah durian di belakang rumah Sandi. </p>



<p>Dilansir dari laman Facebook BKSDA Sumbar pada Sabtu (11/5/2024), bahwa kejadian ini menambah kekhawatiran warga. Hal ini mengingat sebelumnya pada 30 April 2024, beruang madu juga terlihat di perumahan Afdeling D sedang memakan buah nangka.</p>



<p>&#8220;Tim WRU SKW III segera merespon laporan warga. Bersama masyarakat dan petugas keamanan PT Mitra Kerinci, tim melakukan upaya untuk mengusir beruang madu dari Afdeling E menggunakan meriam karbit dan patroli bersama,&#8221; ungkap BKSDA Sumbar.</p>



<p>BKSDA Sumbar menyebutkan, bahwa Tim WRU SKW III bersama masyarakat dan petugas keamanan PT Mitra Kerinci melakukan identifikasi dan verifikasi di lokasi kemunculan Beruang Madu di perumahan staf dan Afdeling D. </p>



<p>&#8220;Tim juga berkoordinasi dengan pemerintah Nagari Lubuk Gadang Selatan untuk merumuskan strategi penanganan yang tepat,&#8221; tulis BKSDA Sumbar.</p>



<p>Berdasarkan hasil identifikasi, tim WRU SKW III memasang perangkap di lokasi kemunculan beruang madu. Upaya ini dilakukan dengan hati-hati dan memperhatikan keselamatan satwa liar dan manusia.</p>



<p>&#8220;Tim WRU SKW III memberikan imbauan dan edukasi kepada warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan keamanan,&#8221; sebut BKSDA Sumbar.</p>



<p>BKSDA Sumbar mengungkapkan bahwa pada Selasa (7/5/2024) sekitar pukul 12.00 malam, tim WRU SKW III menerima laporan bahwa seekor beruang madu telah berhasil masuk ke dalam perangkap (kerangkeng). </p>



<p>Tim segera melakukan evakuasi dengan melibatkan dokter hewan dan tim dari PR-HSD. Beruang madu dibius untuk pemeriksaan dan perawatan kesehatan.</p>



<p>Hasil pemeriksaan, ungkap BKSDA Sumbar, menunjukkan beruang madu mengalami luka serius akibat jerat di bagian pergelangan tangan. Oleh karena itu, beruang madu perlu dirawat terlebih dahulu. </p>



<p>&#8220;Tim kemudian mentranslokasi beruang madu ke PR-HSD untuk mendapatkan perawatan intensif,&#8221; tulis BKSDA Sumbar.</p>



<p>BKSDA Sumbar menyebutkan, petugas keamanan dan warga sekitar PT Mitra Kerinci sangat berterima kasih dan memberikan apresiasi kepada tim BKSDA atas penanganan sigap dan profesional dalam menangani konflik satwa liar ini. </p>



<p>Hal ini dikarenakan upaya BKSDA telah membantu mengurangi rasa was-was dan meningkatkan rasa aman bagi masyarakat. <strong>(*/yki)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sempah-resahkan-warga-seekor-beruang-madu-masuk-perangkap-di-solok-selatan/">Sempat Resahkan Warga, Seekor Beruang Madu Masuk Perangkap di Solok Selatan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">202884</post-id>	</item>
		<item>
		<title>2 Warga Simanau Kabupaten Solok Diserang Beruang Madu, 1 Luka Parah</title>
		<link>https://langgam.id/2-warga-simanau-kabupaten-solok-diserang-beruang-madu-1-luka-parah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Apr 2024 07:04:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Beruang Madu]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=201396</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Dua warga Nagari Simanau, Kecamatan Tiga Lurah, Kabupaten Solok, Sumatra Barat, diserang beruang madu pada Minggu (14/4/2024). Kedua warga tersebut yaitu Roslaini dan anaknya Wilati Sari Ramadan. Roslaini mengalami luka robek di bagian kepala dan wajah, sementara Wilati mengalami luka robek di tangan kanan. Menurut informasi dari Bhabinkamtibmas setempat, Fauzi, peristiwa ini terjadi saat Roslaini dan anaknya Wilati hendak pergi ke ladang mereka pada pukul 07.30 WIB. &#8220;Di tengah perjalanan, mereka bertemu dengan beruang madu yang langsung menyerang Roslaini. Wilati berusaha menghalau beruang dengan melempari batu, namun dia juga diserang dan mengalami luka,&#8221; tulis BKSDA Sumbar dalam keterangan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/2-warga-simanau-kabupaten-solok-diserang-beruang-madu-1-luka-parah/">2 Warga Simanau Kabupaten Solok Diserang Beruang Madu, 1 Luka Parah</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Dua warga Nagari Simanau, Kecamatan Tiga Lurah, Kabupaten Solok, Sumatra Barat, diserang beruang madu pada Minggu (14/4/2024).</p>



<p>Kedua warga tersebut yaitu Roslaini dan anaknya Wilati Sari Ramadan. Roslaini mengalami luka robek di bagian kepala dan wajah, sementara Wilati mengalami luka robek di tangan kanan.</p>



<p>Menurut informasi dari Bhabinkamtibmas setempat, Fauzi, peristiwa ini terjadi saat Roslaini dan anaknya Wilati hendak pergi ke ladang mereka pada pukul 07.30 WIB. </p>



<p>&#8220;Di tengah perjalanan, mereka bertemu dengan beruang madu yang langsung menyerang Roslaini. Wilati berusaha menghalau beruang dengan melempari batu, namun dia juga diserang dan mengalami luka,&#8221; tulis BKSDA Sumbar dalam keterangan tertulisnya, Jumat (19/4/2024).</p>



<p>Kedua korban dilarikan ke Puskesmas, namun Roslaini dirujuk ke rumah sakit M Natsir Solok karena lukanya yang parah. Dia menjalani operasi pada tanggal 16 April 2024.</p>



<p>Tim Konservasi Wilayah (SKW) 3 Balai KSDA Sumbar sudah turun ke lokasi kejadian untuk melakukan penanganan. Mereka berkoordinasi dengan pemerintah nagari dan masyarakat setempat untuk mencegah terjadinya konflik beruang madu di masa depan.</p>



<p>&#8220;Tim SKW 3 juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang perilaku beruang madu dan cara untuk menghindari konflik dengan satwa liar tersebut,&#8221; tulis BKSDA Sumbar. </p>



<p>BKSDA Sumbar mengimbau masyarakat untuk tidak membuang minyak goreng sisa sembarangan karena dapat mengundang beruang madu. </p>



<p>&#8220;Penghalauan beruang juga dapat dilakukan dengan bunyi-bunyian seperti meriam karbit,&#8221; tulis BKSDA Sumbar lagi. <strong>(*/yki)</strong></p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/2-warga-simanau-kabupaten-solok-diserang-beruang-madu-1-luka-parah/">2 Warga Simanau Kabupaten Solok Diserang Beruang Madu, 1 Luka Parah</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">201396</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Beruang Madu Serang Warga di Pesisir Selatan, Kaki Korban Luka Parah</title>
		<link>https://langgam.id/beruang-madu-serang-warga-di-pesisir-selatan-kaki-korban-luka-parah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Sep 2021 12:22:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Beruang Madu]]></category>
		<category><![CDATA[Konflik Satwa]]></category>
		<category><![CDATA[Pesisir Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=128969</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Konflik antara manusia dan hewan kembali terjadi di Kabupaten Pesisir Selatan. Salah seorang warga tiba-tiba diserang beruang madu, Senin (27/9/2021). Kepala Resort Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pesisir Selatan, Bilmar mengatakan korban diketahui bernama Ali Imran (67) warga Nagari Kapelgam, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan. Konflik terjadi saat korban hendak pulang dari ladang. Korban tidak menyadari kehadiran beruang sebab muncul secara tiba-tiba. Akibat kejadian itu korban mengalami luka sobek sebanyak 50 jahitan. &#8220;Berdasarkan laporan dari pihak kenagarian setempat, peristiwa serangan beruang madu tersebut terjadi pada Senin,&#8221; kata Bilmar. Dijelaskan, saat diserang korban sempat berusaha untuk menghalau beruang.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/beruang-madu-serang-warga-di-pesisir-selatan-kaki-korban-luka-parah/">Beruang Madu Serang Warga di Pesisir Selatan, Kaki Korban Luka Parah</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Konflik antara manusia dan hewan kembali terjadi di Kabupaten Pesisir Selatan. Salah seorang warga tiba-tiba diserang beruang madu, Senin (27/9/2021).</p>
<p>Kepala Resort Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pesisir Selatan, Bilmar mengatakan korban diketahui bernama Ali Imran (67) warga Nagari Kapelgam, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan. Konflik terjadi saat korban hendak pulang dari ladang.</p>
<p>Korban tidak menyadari kehadiran beruang sebab muncul secara tiba-tiba.<br />
Akibat kejadian itu korban mengalami luka sobek sebanyak 50 jahitan.<br />
&#8220;Berdasarkan laporan dari pihak kenagarian setempat, peristiwa serangan beruang madu tersebut terjadi pada Senin,&#8221; kata Bilmar.</p>
<p>Dijelaskan, saat diserang korban sempat berusaha untuk menghalau beruang. Namun, beruang tetap menggigit kaki korban hingga alami luka serius. Luka jahitan, lanjutnya, akibat gigitan di kaki kiri korban.</p>
<p>&#8220;Karena sudah digigit akhirnya korban berusaha melawan dengan peralatan seadanya. Perlawanan korban berhasil mengusir beruangnya kabur dan korban juga berhasil selamat,&#8221; kata Bilmar</p>
<p>Usai kejadian, BKSDA mengajak masyarakat secara bersamaan-sama untuk mengusir beruang madu sampai kembali ke habitatnya. Upaya mudah dapat dilakukan namun tidak menyakiti hewan tersebut.</p>
<p>&#8220;Menggunakan mariam karbit rakitan. Suara letusannya cukup keras dan itu dapat membuatnya kabur,&#8221; ujarnya.</p>
<p>BKSDA Pesisir Selatan mengaku sudah berkoordinasi dan melaporkan kejadian kepada BKSDA Sumbar.</p>
<p>&#8220;Sudah kami laporkan. Kami bersama masyarakat, BKSDA Sumbar akan berupaya melakukan alternatif pengusiran sehingga tidak terjadi lagi serangan serupa kepada masyarakat,&#8221; tutupnya. (debi virnando)</p>
<p><iframe title="3 Harimau Muncul di Solok Selatan, BKSDA Sumbar Lakukan Pengecekan" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/FMC2EPJcWsU?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/beruang-madu-serang-warga-di-pesisir-selatan-kaki-korban-luka-parah/">Beruang Madu Serang Warga di Pesisir Selatan, Kaki Korban Luka Parah</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">128969</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Beruang Madu Muncul di Agam, BKSDA Pasang Perangkap</title>
		<link>https://langgam.id/beruang-madu-muncul-di-agam-bksda-pasang-perangkap/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Aug 2021 07:44:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Agam]]></category>
		<category><![CDATA[Beruang Madu]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA Agam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=121105</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Balai Konservasi Sumber Alam (BKSDA) Wilayah Agam memasang perangkap usai munculnya beruang madu di Jorong Pincuran Gadang, Nagari Bayur, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat (Sumbar). Kepala BKSDA Agam Ade Putra mengatakan, awal kemunculan satwa beruang ini diterima oleh Resor Agam dari masyarakat Jorong Pincuran Gadang pada Kamis (5/8/2021) pukul 10.00 WIB. &#8220;Menanggapi laporan dari masyarakat tersebut, tim Resor Agam langsung ke lokasi dan melakukan wawancara dengan saksi mata dan identifikasi lapangan untuk melihat tanda-tanda keberadaan satwa,&#8221; katanya, Sabtu (7/8/2021). Ia menjelaskan, berdasarkan hasil wawancara dengan saksi mata, Aziz (40), diketahui satwa terlihat pada Rabu (4/8/2021) sekitar</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/beruang-madu-muncul-di-agam-bksda-pasang-perangkap/">Beruang Madu Muncul di Agam, BKSDA Pasang Perangkap</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Balai Konservasi Sumber Alam (BKSDA) Wilayah Agam memasang perangkap usai munculnya beruang madu di Jorong Pincuran Gadang, Nagari Bayur, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat (Sumbar).</p>
<p>Kepala BKSDA Agam Ade Putra mengatakan, awal kemunculan satwa beruang ini diterima oleh Resor Agam dari masyarakat Jorong Pincuran Gadang pada Kamis (5/8/2021) pukul 10.00 WIB.</p>
<p>&#8220;Menanggapi laporan dari masyarakat tersebut, tim Resor Agam langsung ke lokasi dan melakukan wawancara dengan saksi mata dan identifikasi lapangan untuk melihat tanda-tanda keberadaan satwa,&#8221; katanya, Sabtu (7/8/2021).</p>
<p>Ia menjelaskan, berdasarkan hasil wawancara dengan saksi mata, Aziz (40), diketahui satwa terlihat pada Rabu (4/8/2021) sekitar pukul 17.00 WIB dan pukul 23.00 WIB di sekitar kebun durian miliknya.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/beruang-dilaporkan-muncul-di-kebun-durian-bksda-agam-lakukan-penghalauan/">Beruang Dilaporkan Muncul di Kebun Durian, BKSDA Agam Lakukan Penghalauan</a></strong></p>
<p>Saksi mata yang akan pergi kebun melihat kemunculan beruang dari semak-semak terlihat berwarna hitam dan berukuran besar. Saksi yang terkejut langsung pergi menjauh dari lokasi itu.</p>
<p>&#8220;Hasil identifikasi lapangan ditemukan tanda-tanda keberadaan satwa berupa cakaran satwa beruang madu pada pohon dan sisa buah durian yang dimakan oleh satwa,&#8221; katanya.</p>
<p>Ade mengatakan, satwa beruang ini diduga merupakan individu yang sama yang telah ditangani BKSDA Resor Agam sebelumnya. Tercatat sudah beberapa kali penanganan konflik satwa beruang di beberapa titik kawasan Kelok 44 sejak Oktober 2020 lalu.</p>
<p>Pihaknya juga melakukan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi kemunculan. Yaitu, penghalauan penggiringan satwa dengan menggunakan bunyi-bunyian ke arah dalam hutan lindung.</p>
<p>Selain itu terang Ade, pihaknya juga memutuskan memasang perangkap sejak Jumat (7/8/2021) karena beruang muncul kembali. Selain perangkap, juga dipasang kamera trap sebanyak tiga unit.</p>
<p>&#8220;Kemaren sudah kita pasang satu unit perangkap dan kamera karena satwa muncul kembali kemarin pagi,&#8221; katanya.</p>
<p>Ade mengimbau kepada masyarakat, agar melaporkan seandainya ada kejadian konflik satwa yang dilindungi kepada Resor KSDA setempat.  Atau bisa menghubungi call center BKSDA Sumbar di 081266131222.</p>
<p><iframe title="Mengenal Surya Tri Harto Kandidat Ketum IKA Unand" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/P6cNBd3RiMI?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/beruang-madu-muncul-di-agam-bksda-pasang-perangkap/">Beruang Madu Muncul di Agam, BKSDA Pasang Perangkap</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">121105</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Akibat Bau Minyak Goreng, Seekor Beruang Masuk Pemukiman Warga di Solok</title>
		<link>https://langgam.id/akibat-bau-minyak-goreng-seekor-beruang-berkeliaran-di-pemukiman-warga-solok/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Apr 2021 04:15:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Beruang Madu]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=99617</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id-Seekor beruang madu atau dengan nama latin Helarctos Malayanus turun dari hutan mendatangi rumah warga di Jorong Lubuk Selasih, Nagari Batang Barus, Kabupaten Solok, Sumatra Barat (Sumbar) Jumat (16/4/2021) sekitar pukul 21:00 WIB. Momen turunnya beruang itu berhasil direkam dan videonya beredar di media sosial. Pada video tersebut tampak seekor beruang mendekati panci yang diduga berisi minyak goreng. Beruang tampak menjilati dan minum dari panci tersebut. Tidak berapa lama, seorang meneriaki beruang tersebut sehingga membuat hewan dilindungi itu kabur. Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Solok Afrilius mengatakan kemunculan satwa tersebut bukan hanya saat itu saja, tetapi sudah terjadi</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/akibat-bau-minyak-goreng-seekor-beruang-berkeliaran-di-pemukiman-warga-solok/">Akibat Bau Minyak Goreng, Seekor Beruang Masuk Pemukiman Warga di Solok</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><a href="http://langgam.id"><strong>Langgam.id</strong></a>-Seekor beruang madu atau dengan nama latin Helarctos Malayanus turun dari hutan mendatangi rumah warga di Jorong Lubuk Selasih, Nagari Batang Barus, Kabupaten Solok, Sumatra Barat (<a href="http://sumbarprov.go.id">Sumbar</a>) Jumat (16/4/2021) sekitar pukul 21:00 WIB.</p>
<p dir="ltr">Momen turunnya beruang itu berhasil direkam dan videonya beredar di media sosial. Pada video tersebut tampak seekor beruang mendekati panci yang diduga berisi minyak goreng.</p>
<p dir="ltr">Beruang tampak menjilati dan minum dari panci tersebut. Tidak berapa lama, seorang meneriaki beruang tersebut sehingga membuat hewan dilindungi itu kabur.</p>
<p dir="ltr">Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Solok Afrilius mengatakan kemunculan satwa tersebut bukan hanya saat itu saja, tetapi sudah terjadi sejak tanggal (31/3/2021). Kemunculan sudah sering di beberapa lokasi dan selalu berpindah-pindah.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Kemunculannya sejak (31/3/2021) malam. Kemudian berpindah pindah sesuai rumah yang tercium bau minyak bekas gorengan di dapurnya,&#8221; katanya, Sabtu (17/4/2021).</p>
<p dir="ltr">Dijelaskannya, kemunculan kembali pada Selasa (13/4/2021)  mendatangi dapur salah seorang rumah warga bernama Ifkar. Ia menyebutkan, saat beruang tersebut menemukan minyak goreng bekas, maka akan diminum semuanya sampai habis.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Karena beruang madu memang suka mengkonsumsi minyak bekas tersebut,&#8221; ujarnya.</p>
<p dir="ltr">Ia menyebutkan, pada tanggal (5-6/4/2021) satwa beruang madu sudah tidak menampakkan diri lagi. Saat itu BKSDA sudah mengimbau agar warga menutup tempat penyimpanan minyak goreng warga.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Beruang madu tidak muncul karena warga patuh terhadap himbauan kita, yaitu menyimpan minyak bekas gorengan,&#8221; katanya.</p>
<p dir="ltr">Namun, salah satu warga bernama Ifkar tidak mengindahkan himbauan tersebut sehingga beruang madu kembali muncul dan mendatangi dapurnya. Pihaknya kemudian melakukan pengamanan konflik satwa berupa beruang madu tersebut.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Konflik ini berada dalam kawasan Resort Konservasi Solok, BKSDASumbar,&#8221; katanya.</p>
<p dir="ltr">Selain itu, dirinya mengimbau agar warga yang memiliki usaha membuat makanan yang di goreng atau gorengan, supaya menyimpan minyak bekas gorengannya dengan baik.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Mohon dan tolong, minyak bekas gorengan disimpan. Alat  gorengan yang digunakan dicuci bersih,&#8221; katanya.</p>
<p dir="ltr">Diharapkan dengan melakukan itu tidak akan mengundang beruang madu lagi, karena tidak ada bau yang tercium oleh beruang madu tersebut. Kalau masyarakat melakukan itu, mudah-mudahan tidak ada lagi konflik satwa liar di Jorong Lubuk Selasih.<strong>(Rahmadi/Ela)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/akibat-bau-minyak-goreng-seekor-beruang-berkeliaran-di-pemukiman-warga-solok/">Akibat Bau Minyak Goreng, Seekor Beruang Masuk Pemukiman Warga di Solok</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">99617</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Beruang Muncul di Pohon Durian Kawasan Kelok 44, BKSDA Pasang Perangkap</title>
		<link>https://langgam.id/beruang-muncul-di-pohon-durian-kawasan-kelok-44-bksda-pasang-perangkap/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Nov 2020 05:19:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Agam]]></category>
		<category><![CDATA[Beruang Madu]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA Agam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=75725</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Satwa dilindungi beruang madu kembali muncul di kawasan jalan raya kelok 44, tepatnya di Kubuak, Jorong Kuok Tigo Koto, Nagari Matur Mudiak Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, pada Minggu (16/11/2020). Pengendali Ekosistem Hutan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam, Ade Putra, mengatakan hewan dengan nama latin Helarctos malayanus itu sempat muncul pada siang dan malam hari. Informasi itu berdasarkan keterangan salah seorang warga setempat, Novrizal (28). Ia menceritakan bahwa satwa langka itu sedang berada di atas pohon durian yang sedang berbuah. Melihat ada warga, beruang tersebut bergegas turun dari batang dan berlari ke arah sawah</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/beruang-muncul-di-pohon-durian-kawasan-kelok-44-bksda-pasang-perangkap/">Beruang Muncul di Pohon Durian Kawasan Kelok 44, BKSDA Pasang Perangkap</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Satwa dilindungi beruang madu kembali muncul di kawasan jalan raya kelok 44, tepatnya di Kubuak, Jorong Kuok Tigo Koto, Nagari Matur Mudiak Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, pada Minggu (16/11/2020).</p>
<p>Pengendali Ekosistem Hutan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (<a href="http://bksdasumbar.org/">BKSDA</a>) Resor Agam, Ade Putra, mengatakan hewan dengan nama latin Helarctos malayanus itu sempat muncul pada siang dan malam hari.</p>
<p>Informasi itu berdasarkan keterangan salah seorang warga setempat, Novrizal (28). Ia menceritakan bahwa satwa langka itu sedang berada di atas pohon durian yang sedang berbuah. Melihat ada warga, beruang tersebut bergegas turun dari batang dan berlari ke arah sawah disekitar lokasi.</p>
<p>&#8220;Novrizal selanjutnya memberitahukan kepada warga lainnya untuk tidak melintas dilokasi kemunculan satwa,&#8221; kata Ade, Selasa (17/11/2020).</p>
<h4>Baca juga: <a href="https://langgam.id/jangan-diburu-begini-cara-menghadapi-beruang-agar-tak-diserang/">Jangan Diburu, Begini Cara Menghadapi Beruang Agar Tak Diserang</a></h4>
<p>Atas kejadian tersebut, warga melaporkan kepada BKSDA Resor Agam. Berdasarkan hasil identifikasi dan keterangan saksi mata, maka diputuskan untuk memasang perangkap untuk mengevakuasi satwa yang diduga masih berada disekitar pemukiman warga.</p>
<p>Pada hari jumat, (13/11/2020) wali nagari setempat juga melaporkan munculnya keberadaan satwa beruang di kampung Ambalau Jorong Sidang Tangah nagari yang sama.</p>
<p>BKSDA menduga berdasarkan jejak, cakaran dan keterangan warga, maka satwa tersebut sama dengan beruang yang muncul di lokasi kelok 35 Nagari Matur Mudiak, Kecamatan Matur, Agam pada minggu (05/10/2020) lalu dan video kemunculannya sempat viral di media sosial.</p>
<p>&#8220;BKSDA menghimbau kepada warga agar dapat berhati-hati dan waspada ketika beraktivitas di ladang ataupun di sawah,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Perangkap dipasang untuk 7 hari ke depan, dengan umpan berupa buah nangka dan durian. Dan akan terus dipantau oleh tim bksda setiap harinya.</p>
<p>Sebelumnya, diketahui sejak padai (5/10/2020) beredar video di media sosial tentang kemunculan beruang madu di kelok 35. Dalam video berdurasi 42 detik tersebut terlihat beruang muncul dilokasi jalan beton Jorong Kuok Tigo Koto Nagari Matur Mudiak. Beruang mendekati jalan dan kemudian berlari di area persawahan milik warga setempat. <strong>(Rahmadi/ABW)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/beruang-muncul-di-pohon-durian-kawasan-kelok-44-bksda-pasang-perangkap/">Beruang Muncul di Pohon Durian Kawasan Kelok 44, BKSDA Pasang Perangkap</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">75725</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jangan Diburu, Begini Cara Menghadapi Beruang Agar Tak Diserang</title>
		<link>https://langgam.id/jangan-diburu-begini-cara-menghadapi-beruang-agar-tak-diserang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2020 08:42:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Beruang Madu]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=71579</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id – Dalam satu minggu terakhir, warga Sumbar sempat dikagetkan dengan kemunculan beruang madu di Kelok 44 dan Solok Selatan. Seorang warga di Solok Selatan bahkan sempat diserang beruang ketika sedang mencari sayuran. Kepala BKSDA Kabupaten Solok, Afrilius menerangkan apabila bertemu denan beruang maka hendaklah secepat mungkin menjauh dari lokasi. Walaupun secara insting, beruang itu juga takut dan akan segera menjauh. &#8220;Sepanjang dia tidak luka, tidak diserang, tidak diburu, kalau hanya cari makan dia tidak akan menyerang. Tapi kalau dikepung diburu nanti dia merasa terdesak saat itulah menyerang, bisa robek-robek dibuatnya karena badannya besar dan kukunya tajam,&#8221; ujar Afrilius kepada</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/jangan-diburu-begini-cara-menghadapi-beruang-agar-tak-diserang/">Jangan Diburu, Begini Cara Menghadapi Beruang Agar Tak Diserang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id –</strong> Dalam satu minggu terakhir, warga Sumbar sempat dikagetkan dengan kemunculan beruang madu di Kelok 44 dan Solok Selatan. Seorang warga di Solok Selatan bahkan sempat diserang beruang ketika sedang mencari sayuran.</p>
<p>Kepala BKSDA Kabupaten Solok, Afrilius menerangkan apabila bertemu denan beruang maka hendaklah secepat mungkin menjauh dari lokasi. Walaupun secara insting, beruang itu juga takut dan akan segera menjauh.</p>
<p>&#8220;Sepanjang dia tidak luka, tidak diserang, tidak diburu, kalau hanya cari makan dia tidak akan menyerang. Tapi kalau dikepung diburu nanti dia merasa terdesak saat itulah menyerang, bisa robek-robek dibuatnya karena badannya besar dan kukunya tajam,&#8221; ujar Afrilius kepada langgam.id, Jumat (23/10/2020).</p>
<h4>Baca juga: <a href="https://langgam.id/kemunculan-beruang-di-agam-dan-solsel-diduga-karena-habitatnya-terganggu/">Kemunculan Beruang di Agam dan Solsel Diduga Karena Habitatnya Terganggu</a></h4>
<p>Menurutnya, masyarakat juga harus bisa hidup berdampingan dengan hewan liar termasuk sekaligus memahami bagaimana sifat beruang. Pihaknya juga telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk pemahaman hal tersebut.</p>
<p>&#8220;Jangankan beruang dewasa, anak beruang saja bisa membunuh kita kalau dia disakiti dan diserang,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Pihak BKSDA juga melakukan himbauan kepada masyarakat, apabila melihat kembali kemunculan beruang tersebut, warga diminta segera membuat bunyi-bunyian, karena hal itu dapat membuat beruang menjauh.</p>
<p>Terkait kemunculan beruang di Kelok 44 dan Solok Selatan, BKSDA sudah menerima laporan dan sudah menanggapi. Beruang yang dikabarkan sempat menyerang warga di Solok Selatan juga sudah dihalau ke Hutan Lindung. (Rahmadi/Tasya/ABW)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/jangan-diburu-begini-cara-menghadapi-beruang-agar-tak-diserang/">Jangan Diburu, Begini Cara Menghadapi Beruang Agar Tak Diserang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">71579</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kemunculan Beruang di Agam dan Solsel Diduga Karena Habitatnya Terganggu</title>
		<link>https://langgam.id/kemunculan-beruang-di-agam-dan-solsel-diduga-karena-habitatnya-terganggu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2020 07:40:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Beruang Madu]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA Agam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=71554</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Beruang madu muncul di di wilayah pemukiman warga di dekat hutan Agam dan Solok Selatan (Solsel), Sumatra Barat (Sumbar) dalam beberapa waktu belakangan. Kemunculan hewan dilindungi tersebut diduga karena habitatnya di alam telah terganggu. Kepala BKSDA Kabupaten Solok Afrilius menjelaskan, kemunculan beruang diduga karena habitatnya ada gangguan sehingga dia tidak nyaman. Bisa saja ada kebisingan karena penebangan kayu pakai mesin di dalam hutan, atau ada yang warga berladang, atau ada yang membuat kebisingan lainnya. &#8220;Bisa juga sedang tidak ada makanannya karena tidak sedang musim, secara jelas belum kita pastikan, tetapi pasti ada gangguan,&#8221; katanya Afrilius, Jumat (23/10/2020). Baca</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kemunculan-beruang-di-agam-dan-solsel-diduga-karena-habitatnya-terganggu/">Kemunculan Beruang di Agam dan Solsel Diduga Karena Habitatnya Terganggu</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Beruang madu muncul di di wilayah pemukiman warga di dekat hutan Agam dan Solok Selatan (Solsel), Sumatra Barat (Sumbar) dalam beberapa waktu belakangan. Kemunculan hewan dilindungi tersebut diduga karena habitatnya di alam telah terganggu.</p>
<p>Kepala BKSDA Kabupaten Solok Afrilius menjelaskan, kemunculan beruang diduga karena habitatnya ada gangguan sehingga dia tidak nyaman. Bisa saja ada kebisingan karena penebangan kayu pakai mesin di dalam hutan, atau ada yang warga berladang, atau ada yang membuat kebisingan lainnya.</p>
<p>&#8220;Bisa juga sedang tidak ada makanannya karena tidak sedang musim, secara jelas belum kita pastikan, tetapi pasti ada gangguan,&#8221; katanya Afrilius, Jumat (23/10/2020).</p>
<h4>Baca juga:<a href="https://langgam.id/warga-solok-selatan-diserang-beruang-madu-saat-cari-sayuran/"> Warga Solok Selatan Diserang Beruang Madu Saat Cari Sayuran</a></h4>
<p>Beruang merupakan hewan pemakan buah-buahan seperti kelapa. Hewan itu  kadang juga makan jenis rumput tertentu. Dia meyebut beruang juga tidak akan menyerang manusia selama beruang itu tidak diganggu.</p>
<p>&#8220;Sepanjang dia tidak luka, tidak diserang, tidak diburu, kalau hanya cari makan dia tidak akan menyerang,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Dihubungi terpisah, Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Resor Agam, Ade Putra mengatakan dugaan sementara beruang yang muncul di kawasan Kelok 44 beberapa waktu lalu juga karena habitatnya terganggu akibat penyempitan. Hutan dijadikan sebagai lahan pertanian.</p>
<p>&#8220;Habitatnya memang sudah menyempit akibat alih fungsi penggunaan lahan menjadi lahan pertanian,&#8221; ujarnya.</p>
<h4>Baca juga: <a href="https://langgam.id/beredar-video-beruang-muncul-di-kawasan-kelok-44-ini-penelusuran-bksda-agam/">Beredar Video Beruang Muncul di Kawasan Kelok 44, Ini Penelusuran BKSDA Agam</a></h4>
<p>&#8220;Hewan tersebut muncul tidak jauh dari kawasan hutan lindung yang berjarak kurang lebih 1 kilometer dari lokasi kemunculan,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Sebelumnya, Sebelumnya, seekor beruang  muncul di jalan pemukiman masyarakat jorong Kuok Tigo Koto nagari Matur Mudiak pada hari awal bulan Oktober tepatnya Senin (05/10/2020) sekitar pukul 13.00 WIB.</p>
<p>Petugas dari Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Sumbar Resort Agam kemudian melakukan peninjauan ke lokasi pada Minggu (18/10/2020) lalu. Namun jejak keberadaan hewan tersebut tidak lagi ditemukan.</p>
<p>Kemunculan lainnya juga terjadi di Kabupaten Solok Selatan. Diketahui seorang warga Jorong Durian, Nagari Alam Pauh Duo, Kecamatan Pauh Duo, Kabupaten Solok Selatan, Basrial (59) mendapat serangan dari seekor beruang madu. Ia diserang oleh hewan tersebut saat berada di kawasan ladang mencari sayur paku.<strong> (Rahmadi/ABW)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kemunculan-beruang-di-agam-dan-solsel-diduga-karena-habitatnya-terganggu/">Kemunculan Beruang di Agam dan Solsel Diduga Karena Habitatnya Terganggu</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">71554</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Beruang Madu yang Serang Warga di Solok Selatan Dihalau ke Hutan Lindung</title>
		<link>https://langgam.id/beruang-madu-yang-serang-warga-di-solok-selatan-dihalau-ke-hutan-lindung/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Oct 2020 09:26:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Beruang Madu]]></category>
		<category><![CDATA[Solok Selatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=71400</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Seekor beruang madu sempat menyerang warga yang sedang mencari sayuran di Jorong Alam Pauh Duo, Kecamatan Pauh Duo, Kabupaten Solok Selatan. Beruang itu kini sudah dihalau ke habitatnya di hutan lindung. Kepala Resor Konservasi Wilayah (RKW) BKSDA Kabupaten Solok Afrilius mengatakan, awalnya beruang itu akan ditangkap. Rencabana itu batal karena di kawasan tersebut terdapat akses jalan untuk beruang itu menuju hutan lindung. Sehingga beruang itu dihalau ke dalam hutan dengan melakukan pegusiran. &#8220;Jadi kita lakukan bunyi-bunyian, kapolsek juga ada pakai suara senjata, warga juga membantu dengan bunyi-bunyian, hari ini kita baru kembali dari lokasi,&#8221; kata Afrilius, Kamis (22/10/2020).</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/beruang-madu-yang-serang-warga-di-solok-selatan-dihalau-ke-hutan-lindung/">Beruang Madu yang Serang Warga di Solok Selatan Dihalau ke Hutan Lindung</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Seekor beruang madu sempat menyerang warga yang sedang mencari sayuran di Jorong Alam Pauh Duo, Kecamatan Pauh Duo, Kabupaten <a href="https://www.solselkab.go.id/">Solok Selatan</a>. Beruang itu kini sudah dihalau ke habitatnya di hutan lindung.</p>
<p>Kepala Resor Konservasi Wilayah (RKW) BKSDA Kabupaten Solok Afrilius mengatakan, awalnya beruang itu akan ditangkap. Rencabana itu batal karena di kawasan tersebut terdapat akses jalan untuk beruang itu menuju hutan lindung. Sehingga beruang itu dihalau ke dalam hutan dengan melakukan pegusiran.</p>
<p>&#8220;Jadi kita lakukan bunyi-bunyian, kapolsek juga ada pakai suara senjata, warga juga membantu dengan bunyi-bunyian, hari ini kita baru kembali dari lokasi,&#8221; kata Afrilius, Kamis (22/10/2020).</p>
<h4>Baca juga:<a href="https://langgam.id/warga-solok-selatan-diserang-beruang-madu-saat-cari-sayuran/"> Warga Solok Selatan Diserang Beruang Madu Saat Cari Sayuran</a></h4>
<p>Pada lokasi kejadian tampak telah banyak jejak cakaran beruang di pohon kelapa. Beruang itu diperkirakan berpindah-pindah di dua nagari, yaitu Nagari Alam Pauh Duo dan Nagari Janjang Kambiang.</p>
<p>Penghalauan beruang ke hutan lindung itu melibatkan beberapa instansi di antaranya KPH Batanghari, Polsek Sungai Pagu, Camat serta wali Nagari Pauah Duo dan TNKS. Menurut Afrilius, penanganan konflik satwa yang berada di Kabupaten Solok Selatan itu tetap berada dalam wewenangnya, meskipun wilayahnya di Kabupaten Solok.</p>
<p>&#8220;Diluar kawasan pengelolaan kita, tetapi kalau penanganan konflik tetap berada di kita,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sebelumnya, warga bernama Basrial (59) diserang seekor beruang madu pada (13/10/2020). Ia diserang oleh hewan tersebut saat berada di kawasan ladang mencari sayur paku atau tumbuhan pakis.</p>
<p>Basrial mengalami luka cakaran di bagian bahu kirinya. Namun pada saat itu Basrial tidak langsung melapor. Dua hari kemudian Basrial baru melaporkan kepada wali nagari. Kemudian petugas melihat ke rumahnya pada Kamis (15/10/2020). Kondisinya waktu itu membaik dan sudah berobat ke rumah sakit.<strong> (Rahmadi/ABW)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/beruang-madu-yang-serang-warga-di-solok-selatan-dihalau-ke-hutan-lindung/">Beruang Madu yang Serang Warga di Solok Selatan Dihalau ke Hutan Lindung</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">71400</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Warga Solok Selatan Diserang Beruang Madu Saat Cari Sayuran</title>
		<link>https://langgam.id/warga-solok-selatan-diserang-beruang-madu-saat-cari-sayuran/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Oct 2020 09:01:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Beruang Madu]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA]]></category>
		<category><![CDATA[Solok Selatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=71391</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Seorang warga Jorong Durian, Nagari Alam Pauh Duo, Kecamatan Pauh Duo, Kabupaten Solok Selatan, Basrial (59) diserang seekor beruang madu. Ia diserang oleh hewan tersebut saat berada di kawasan ladang mencari sayur paku atau tumbuhan pakis. Kepala Resor Konservasi Wilayah (RKW) BKSDA Kabupaten Solok Afrilius mengatakan konflik dengan hewan bernama latin helarctos malayanus terjadi sekitar tanggal 7 sampai 10 Oktober 2020. Masyarakat pernah melihat kemunculan hewan itu di sekitar lokasi. &#8220;Kejadian konflik saat itu masyarakat memang pernah nampak beruang disana, nampak hewan itu makan daun kelapa, makan ayam dan lainnya, tapi masyarakat tidak mengerti dan tidak ada yang</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/warga-solok-selatan-diserang-beruang-madu-saat-cari-sayuran/">Warga Solok Selatan Diserang Beruang Madu Saat Cari Sayuran</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Seorang warga Jorong Durian, Nagari Alam Pauh Duo, Kecamatan Pauh Duo, Kabupaten <a href="https://www.solselkab.go.id/">Solok Selatan</a>, Basrial (59) diserang seekor beruang madu. Ia diserang oleh hewan tersebut saat berada di kawasan ladang mencari sayur paku atau tumbuhan pakis.</p>
<p>Kepala Resor Konservasi Wilayah (RKW) BKSDA Kabupaten Solok Afrilius mengatakan konflik dengan hewan bernama latin helarctos malayanus terjadi sekitar tanggal 7 sampai 10 Oktober 2020. Masyarakat pernah melihat kemunculan hewan itu di sekitar lokasi.</p>
<p>&#8220;Kejadian konflik saat itu masyarakat memang pernah nampak beruang disana, nampak hewan itu makan daun kelapa, makan ayam dan lainnya, tapi masyarakat tidak mengerti dan tidak ada yang memberi tahu,&#8221; katanya Kamis (22/10/2020).</p>
<h4>Baca juga: <a href="https://langgam.id/beredar-video-beruang-muncul-di-kawasan-kelok-44-ini-penelusuran-bksda-agam/">Beredar Video Beruang Muncul di Kawasan Kelok 44, Ini Penelusuran BKSDA Agam</a></h4>
<p>Karena tidak ada yang tahu, pada Selasa (13/10/2020) seorang warga yang bernama Basrial pergi ke ladangnya mencari sayur paku. Warga ini tidak mengetahui bahwa di kawasan itu ada beruang yang berkeliaran. Saat itu dia bertemu dengan beruang.</p>
<p>&#8220;Beliau ini tidak nampak beruang, beruang ini mungkin juga tidak nampak ada orang dan dia mungkin sedang tidur-tiduran di semak, lalu karena terkejut, kemudian beruang bangun dan terkena cakaranlah beliau ini,&#8221; katanya.</p>
<p>Menurutnya beruang saat itu kemungkinan juga takut dan mencakar karena ingin menyelamatkan diri. Sifat beruang memang seperti itu. Luka warga tersebut  saat ini sudah mulai mengering.</p>
<p>Basrial mengalami luka cakaran di bagian bahu kirinya. Menurutnya beruang juga tidak makan daging. Beruang hanya makan buah-buahan, sedangkan  mencakar dilakukannya karena ingin menyelamatkan diri.</p>
<p>Namun pada saat itu Basrial tidak langsung melapor. Dua hari kemudian baru dia melaporkan kepada wali nagari. Kemudian petugas melihat ke rumahnya pada Kamis (15/10/2020). Kondisinya waktu itu membaik dan sudah berobat ke rumah sakit.</p>
<p>&#8220;Saat itulah beliau bercerita tentang itu, maka saat itu kita mulai minta bantuan tenaga penanganan di lapangan,&#8221; katanya. <strong>(Rahmadi/ABW)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/warga-solok-selatan-diserang-beruang-madu-saat-cari-sayuran/">Warga Solok Selatan Diserang Beruang Madu Saat Cari Sayuran</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">71391</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 26/81 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-06-15 00:43:46 by W3 Total Cache
-->