<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Beras Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/beras/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/beras/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Mon, 18 May 2026 16:25:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Beras Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/beras/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Saat Galodo Melahirkan Krisis, Bulog Menjaga Harapan</title>
		<link>https://langgam.id/saat-galodo-melahirkan-krisis-bulog-menjaga-harapan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yose Hendra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 May 2026 15:21:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Beras]]></category>
		<category><![CDATA[Bulog]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=247320</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Suara air bah itu masih terngiang di kepala Yusra. Kamis, 27 November 2025 itu, sekelebat kampungnya Jorong Labuah, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, berubah menjadi hamparan lumpur dan batu. Hujan turun deras sejak sore, 26 November 2025. Sungai yang biasanya tenang mendadak mengaum. Subuh, 27 November 2025, material kayu, batu, dan lumpur datang menghantam permukiman. Orang-orang berlari menyelamatkan diri. Di tengah kepanikan, sawah yang selama ini menjadi sumber hidup masyarakat ikut hilang disapu galodo. Beberapa hari setelah bencana, dapur-dapur warga mulai sunyi. Persediaan beras menipis. Banyak keluarga kehilangan penghasilan sekaligus kehilangan lahan pertanian.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/saat-galodo-melahirkan-krisis-bulog-menjaga-harapan/">Saat Galodo Melahirkan Krisis, Bulog Menjaga Harapan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Suara air bah itu masih terngiang di kepala Yusra.  Kamis, 27 November 2025 itu, sekelebat kampungnya Jorong Labuah, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, berubah menjadi hamparan lumpur dan batu.</p>



<p>Hujan turun deras sejak sore, 26 November 2025. Sungai yang biasanya tenang mendadak mengaum. Subuh, 27 November 2025, material kayu, batu, dan lumpur datang menghantam permukiman. Orang-orang berlari menyelamatkan diri. Di tengah kepanikan, sawah yang selama ini menjadi sumber hidup masyarakat ikut hilang disapu galodo.</p>



<p>Beberapa hari setelah bencana, dapur-dapur warga mulai sunyi. Persediaan beras menipis. Banyak keluarga kehilangan penghasilan sekaligus kehilangan lahan pertanian. Sawah yang biasanya hijau berubah menjadi aliran sungai baru yang dipenuhi batu dan pasir.</p>



<p>Dalam situasi itulah, bantuan beras berukuran 5 kg dengan karung bercitra warna kuning hijau bertuliskan SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) datang ke kampung mereka. Beras yang didistribusikan Perum Bulog itu menjadi andalan baik oleh relawan, organisasi masyarakat, kelembagaan maupun pemerintah untuk disalurkan kepada korban bencana.</p>



<p>Bagi Yusra, beras itu bukan sekadar bantuan pangan. Ia adalah penanda bahwa cadangan beras yang dikelola Bulog hadir di tengah krisis.</p>



<p>“Waktu itu kami benar-benar susah. Sawah habis, tidak bisa ditanami lagi. Beras bantuan itu sangat berarti, setidaknya kami masih bisa makan nasi,” tutur Yusra pelan, Sabtu (2/5/2026).</p>



<p>Di rumah-rumah pengungsian dan hunian sementara, karung-karung beras Bulog mulai dibagikan kepada warga terdampak. Banyak keluarga menggantungkan kebutuhan pangan dari bantuan tersebut karena mata pencaharian mereka lumpuh total.</p>



<p>Wali Jorong Labuah, Elbama, masih mengingat bagaimana bantuan pangan mulai berdatangan ke nagari mereka. Salah satu yang paling dirasakan manfaatnya adalah beras Bulog.</p>



<p>“Masuk bantuan beras Bulog ke kenagarian. Dipakai masyarakat. Kuotanya sekitar tiga ton untuk 310 kepala keluarga,” katanya.</p>



<p>Menurut Elbama, bantuan itu sangat membantu warga yang hingga kini masih kesulitan memulihkan sawah mereka.</p>



<p>“Berasnya bagus, tidak bergetah, dan gratis. Kalau ada bantuan seperti itu lagi, kami sangat membutuhkan. Sebab sawah masyarakat belum bisa diolah. Banyak yang sudah berubah jadi batu semua,” ujarnya.</p>



<p>Galodo yang menghantam Kabupaten Agam pada 2025 bukan sekadar bencana biasa. Dampaknya memukul sendi pangan masyarakat. Bukan hanya rumah yang rusak, tetapi juga lahan produksi pangan yang selama ini menopang kehidupan ribuan warga.</p>



<p>Data Pemerintah Kabupaten Agam mencatat, hingga 22 Desember 2025, sedikitnya 2.044,84 hektar areal pertanian terdampak bencana hidrometeorologi tersebut. Total kerugian ditaksir mencapai lebih dari Rp83,2 miliar.</p>



<p>Sawah, perkebunan, lahan hortikultura, hingga jaringan irigasi rusak berat. Bahkan lebih dari 500 hektar lahan pertanian dinyatakan tidak lagi berfungsi karena tertimbun material banjir bandang dan berubah menjadi aliran sungai.</p>



<p>Di sejumlah lokasi terdampak parah, masyarakat kehilangan sumber pangan sekaligus sumber penghasilan. Dalam kondisi seperti itu, bantuan pangan menjadi penyangga kehidupan.</p>



<p>Di balik distribusi bantuan itu, ada peran penting Cadangan Pangan Pemerintah yang dikelola Bulog.</p>



<p>Pimpinan Cabang Bulog Bukittinggi, Romi Victa Rose, menjelaskan bahwa penguatan stok cadangan pangan pemerintah merupakan bagian dari program strategis nasional untuk memperkuat ketahanan pangan.</p>



<p>“Ini bagian dari roadmap Asta Cita Presiden, terutama terkait pertahanan dan kemandirian bangsa melalui swasembada pangan,” katanya.</p>



<p>Bulog, kata Romi, menjalankan fungsi penyerapan, penyimpanan, dan penyaluran pangan berdasarkan ketentuan pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas).</p>



<p>Pemerintah menetapkan harga pembelian gabah kering panen sebesar Rp6.500 per kilogram dan harga beras Rp12.000 per kilogram untuk memperkuat stok cadangan pangan nasional.</p>



<p>Dari Sumatra Barat, daerah yang menjadi tumpuan serapan gabah dan beras pemerintah antara lain Kabupaten Pasaman, Pesisir Selatan, dan Dharmasraya. Dari daerah-daerah itulah stok pangan pemerintah diperkuat.</p>



<p>Menariknya, beras hasil serapan dari petani lokal tersebut kemudian kembali disalurkan ke daerah-daerah terdampak bencana di Sumatra Barat, termasuk Agam, Padang, Solok, dan Tanah Datar.</p>



<p>“Beras serapan pemerintah oleh Bulog menjadi stok cadangan pemerintah yang kemudian disalurkan ke daerah-daerah yang terkena bencana,” ujar Romi.</p>



<p>Di sinilah rantai ketahanan pangan bekerja. Dari sawah petani, masuk ke gudang Bulog, lalu kembali ke masyarakat saat keadaan darurat.</p>



<p>Peran itu menjadi sangat penting ketika bencana datang menghantam sentra produksi pangan.</p>



<p>Bagi masyarakat korban galodo, bantuan pangan bukan hanya soal bertahan hidup dalam hitungan hari. Bantuan itu juga memberi ruang bagi warga untuk bangkit perlahan tanpa dihantui ancaman kelaparan.</p>



<p>Kepala Dinas Sosial Kabupaten Agam, Villa Erdi, mengatakan selama masa tanggap darurat hingga pasca-bencana, kebutuhan pangan masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah.</p>



<p>Tercatat, sekitar 272,5 ton beras dari berbagai sumber disalurkan untuk warga terdampak. Bantuan datang dari donasi masyarakat, Kementerian Sosial, Badan Pangan Nasional, Dinas Sosial Provinsi Sumatra Barat, hingga pengadaan dari dana donasi.</p>



<p>Distribusi bantuan bahkan dilakukan melalui udara menggunakan helikopter untuk menjangkau daerah yang sempat terisolasi akibat putusnya akses jalan.</p>



<p>Di antara berbagai bantuan tersebut, Cadangan Pangan Pemerintah yang dikelola Bulog menjadi salah satu penopang utama.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img data-recalc-dims="1" fetchpriority="high" decoding="async" width="1200" height="675" src="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2026/05/beras-bulog-doterima-penyintas.jpg?resize=1200%2C675&#038;ssl=1" alt="Lampiran Gambar" class="wp-image-247328" srcset="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2026/05/beras-bulog-doterima-penyintas.jpg?resize=1200%2C675&amp;ssl=1 1200w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2026/05/beras-bulog-doterima-penyintas.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2026/05/beras-bulog-doterima-penyintas.jpg?resize=768%2C432&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2026/05/beras-bulog-doterima-penyintas.jpg?resize=1536%2C864&amp;ssl=1 1536w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2026/05/beras-bulog-doterima-penyintas.jpg?resize=800%2C450&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2026/05/beras-bulog-doterima-penyintas.jpg?resize=640%2C360&amp;ssl=1 640w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2026/05/beras-bulog-doterima-penyintas.jpg?w=1600&amp;ssl=1 1600w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><figcaption class="wp-element-caption">Beras SPHP produk Bulog sampai ke tangan posko tanggap darurat Jorong Labuah sebelum disalurkan kepada penyintas galodo. Foto: Yose Hendra</figcaption></figure>



<p>“Beras Bulog yang merupakan cadangan pangan daerah sebanyak 22 ton, ditambah penyaluran CPP dari Badan Pangan Nasional sebanyak 449.181 kilogram pada awal Ramadan,” ujar Villa Erdi.</p>



<p>Secara keseluruhan, total beras yang disalurkan mencapai 721.681 kilogram.</p>



<p>Menurut Villa, keberadaan beras Bulog sangat membantu masyarakat yang kehilangan harta benda dan mata pencaharian akibat bencana.</p>



<p>“Iya, sangat membantu, karena hal ini sangat dibutuhkan korban bencana dan warga terdampak saat mereka kehilangan harta dan mata pencaharian akibat bencana,” katanya.</p>



<p>Yang paling penting, kata dia, selama masa tanggap darurat hingga pasca-bencana, hampir tidak terdengar keluhan masyarakat kekurangan sembako.</p>



<p>“Dalam masa tanggap dan pasca tanggap bencana, kita tidak mendengar keluhan masyarakat kekurangan sembako,” ujarnya.</p>



<p>Pernyataan itu mungkin terdengar sederhana. Namun di tengah lumpuhnya lahan pertanian dan rusaknya akses ekonomi masyarakat, keberhasilan menjaga pasokan pangan adalah hal yang sangat menentukan.</p>



<p>Sebab bencana tidak hanya menghancurkan rumah dan sawah, tetapi juga rasa aman.</p>



<p>Kini, beberapa bulan setelah galodo menerjang, kehidupan di Nagari Sungai Batang perlahan mulai bergerak kembali. Namun bekas luka bencana masih nyata terlihat. Batu-batu besar masih menumpuk di bekas sawah. Saluran irigasi banyak yang belum pulih. Sebagian lahan bahkan diperkirakan tidak lagi bisa ditanami.</p>



<p>Di tengah kondisi itu, ketahanan pangan menjadi isu yang sangat nyata bagi masyarakat.</p>



<p>Bagi Yusra dan ratusan keluarga lainnya, bantuan beras Bulog mungkin datang dalam bentuk sederhana: karung putih berisi beras. Namun maknanya jauh lebih besar.</p>



<p>Beras itu adalah penghubung antara negara, petani, dan masyarakat yang sedang bertahan dari bencana.</p>



<p>Di satu sisi, Bulog menyerap hasil panen petani untuk menjaga harga dan memperkuat stok nasional. Di sisi lain, stok itu menjadi penyelamat ketika bencana memutus rantai produksi pangan masyarakat.</p>



<p>Di tengah ancaman perubahan iklim dan meningkatnya bencana hidrometeorologi, peran cadangan pangan pemerintah menjadi semakin penting. Ketahanan pangan tidak lagi hanya berbicara soal produksi, tetapi juga kesiapan menghadapi krisis.</p>



<p>Dan di Jorong Labuah, pelajaran itu terasa begitu nyata.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/saat-galodo-melahirkan-krisis-bulog-menjaga-harapan/">Saat Galodo Melahirkan Krisis, Bulog Menjaga Harapan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">247320</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Luas Panen Padi Turun, Produksi Beras Sumbar 2025 Capai 800.613 Ton</title>
		<link>https://langgam.id/luas-panen-padi-turun-produksi-beras-sumbar-2025-capai-800-613-ton/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Feb 2026 09:38:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Beras]]></category>
		<category><![CDATA[BPS]]></category>
		<category><![CDATA[Padi]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=242856</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat luas panen padi pada 2025 mencapai 284.076 hektare (Ha). Angka ini mengalami penurunan sebesar 11.203 hektare atau 3,79 persen dibandingkan luas panen padi di 2024 yang sebesar 295.279 hektare. Kepala BPS Sumbar, Nurul Hasanudin mengatakan puncak panen padi pada 2025 sama dengan 2024 yaitu terjadi pada Maret. Luas panen padi pada Maret 2025 adalah sebesar 32.645 hektare, sedangkan pada Maret 2024 luas panen padi mencapai 36.840 hektare. &#8220;Sementara itu, potensi luas panen padi pada Januari−Maret 2026 diperkirakan mencapai 83.527 hektare, atau mengalami penurunan sekitar 9.805 hektare (10,51 persen) dibandingkan luas panen padi pada</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/luas-panen-padi-turun-produksi-beras-sumbar-2025-capai-800-613-ton/">Luas Panen Padi Turun, Produksi Beras Sumbar 2025 Capai 800.613 Ton</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat luas panen padi pada 2025 mencapai 284.076 hektare (Ha). Angka ini mengalami penurunan sebesar 11.203 hektare atau 3,79 persen dibandingkan luas panen padi di 2024 yang sebesar 295.279 hektare.</p>



<p>Kepala BPS Sumbar, Nurul Hasanudin mengatakan puncak panen padi pada 2025 sama dengan 2024 yaitu  terjadi pada Maret. Luas panen padi pada Maret 2025 adalah sebesar 32.645 hektare, sedangkan pada Maret 2024 luas panen padi mencapai 36.840 hektare.</p>



<p>&#8220;Sementara itu, potensi luas panen padi pada Januari−Maret 2026 diperkirakan mencapai 83.527 hektare, atau mengalami penurunan sekitar 9.805 hektare (10,51 persen) dibandingkan luas panen padi pada Januari−Maret 2025 yang sebesar 93.331 hektare,&#8221; ujar Nurul dalam rilis BPS Sumbar pada Senin (2/2/2026).</p>



<p>Kemudian, kata Nurul, produksi padi di Sumbar sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai sekitar 1.591.883 ton GKP, atau mengalami kenaikan sebanyak 30.197 ton GKP (1,93 persen) dibandingkan 2024 yang sebesar 1.561.686 ton GKP. </p>



<p>Produksi padi tertinggi pada 2025 terjadi pada Maret, yaitu sebesar 186.584 ton GKP. Sementara produksi terendah terjadi pada November, yaitu sekitar 77.243 ton GKP.</p>



<p>&#8220;Sementara itu, potensi produksi padi pada Januari−Maret 2026 diperkirakan mencapa 450.530 ton GKP, atau mengalami penurunan sekitar 80.559 ton GKP (15,17 persen) dibandingkan produksi padi pada Januari−Maret 2025 yang sebesar 531.089 ton GKP,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Nurul menyebutkan, jika produksi padi dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, maka produksi padi sepanjang Januari hingga Desember 2025 setara dengan 800.613 ton beras.</p>



<p>&#8220;Atau mengalami peningkatan sebesar 15.187 ton (1,93 persen) dibandingkan 2024 yang sebesar 785.426 ton,&#8221; bebernya. </p>



<p>Nurul mengatakan, produksi beras tertinggi pada 2025 terjadi pada Maret, yaitu sebesar 93.839 ton. Sementara itu, produksi beras terendah terjadi pada November, yaitu sebesar 38.848 ton.</p>



<p>Sedangkan potensi produksi beras pada Januari−Maret 2026 diperkirakan mencapai 226.587 ton, atau mengalami penurunan sekitar 40.516 ton (15,17 persen) dibandingkan produksi beras pada Januari−Maret 2025 yang sebesar 267.103 ton. <strong>(*/y)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/luas-panen-padi-turun-produksi-beras-sumbar-2025-capai-800-613-ton/">Luas Panen Padi Turun, Produksi Beras Sumbar 2025 Capai 800.613 Ton</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">242856</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bulog Sudah Salurkan 725,8 Ton Beras CBP ke Daerah Terdampak Bencana di Sumbar</title>
		<link>https://langgam.id/bulog-sudah-salurkan-7258-ton-beras-cbp-ke-daerah-terdampak-bencana-di-sumbar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Dec 2025 10:26:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Beras]]></category>
		<category><![CDATA[Bulog]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=239938</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Perusahaan Umum Bulog Kanwil Sumatra Barat (Sumbar) menyalurkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 269,5 ton pada Selasa (9/12/2025). Penyaluran beras CBP ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan logistik pangan bagi masyarakat di tujuh kabupaten/kota yang terdampak bencana alam di Sumbar. Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan, Dinas Pangan Sumbar, Donna Gracia Jorie, mengungkapkan bahwa penyaluran ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memastikan ketersediaan logistik pangan bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama di daerah terdampak bencana. Donna menyebutkan, berdasarkan data penyaluran, Pesisir Selatan (Pessel) menjadi penerima alokasi terbesar dengan jumlah mencapai 163,8 ton, seluruhnya disalurkan melalui jalur darat. &#8220;Kami</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bulog-sudah-salurkan-7258-ton-beras-cbp-ke-daerah-terdampak-bencana-di-sumbar/">Bulog Sudah Salurkan 725,8 Ton Beras CBP ke Daerah Terdampak Bencana di Sumbar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Perusahaan Umum Bulog Kanwil Sumatra Barat (Sumbar) menyalurkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 269,5 ton pada Selasa (9/12/2025).</p>



<p>Penyaluran beras CBP ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan logistik pangan bagi masyarakat di tujuh kabupaten/kota yang terdampak bencana alam di Sumbar.</p>



<p>Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan, Dinas Pangan Sumbar, Donna Gracia Jorie, mengungkapkan bahwa penyaluran ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memastikan ketersediaan logistik pangan bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama di daerah terdampak bencana.</p>



<p>Donna menyebutkan, berdasarkan data penyaluran, Pesisir Selatan (Pessel) menjadi penerima alokasi terbesar dengan jumlah mencapai 163,8 ton, seluruhnya disalurkan melalui jalur darat.</p>



<p>&#8220;Kami fokus memastikan distribusi berjalan lancar, baik melalui jalur darat maupun laut, agar beras dapat segera diterima oleh masyarakat di lokasi bencana,&#8221; ungkap Donna dalam keterangannya.</p>



<p>Donna menyebutkan, daerah lainnya yang menerima penyaluran beras CBP adalah Padang 37,5 ton, Pariaman 24 ton, Kabupaten Solok 11,8 ton, Tanah Datar 7,7 ton, Pasaman 3,6 ton, dan Kepulauan Mentawai 21 ton.</p>



<p>&#8220;Secara keseluruhan, mayoritas penyaluran dilakukan melalui jalur darat. Namun, Bulog menggunakan jalur laut khusus untuk menjangkau Kabupaten Kepulauan Mentawai, yang menerima alokasi sebesar 21 ton,&#8221; bebernya.</p>



<p>Donna menambahkan, dengan total penyaluran hari ini sebesar 269,5 ton, Bulog telah berhasil menyalurkan 725.841 kg dari total alokasi bencana sebesar 795.743 kg. </p>



<p>&#8220;Penyaluran ini diharapkan dapat segera memenuhi stok pangan di wilayah-wilayah yang membutuhkan, sekaligus meringankan beban masyarakat yang tertimpa musibah,&#8221; tuturnya. <strong>(*/y)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bulog-sudah-salurkan-7258-ton-beras-cbp-ke-daerah-terdampak-bencana-di-sumbar/">Bulog Sudah Salurkan 725,8 Ton Beras CBP ke Daerah Terdampak Bencana di Sumbar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">239938</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mewacanai Pembuatan Museum Agraris Bareh Solok Centre</title>
		<link>https://langgam.id/mewacanai-pembuatan-museum-agraris-bareh-solok-centre/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Oct 2025 02:44:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[Beras]]></category>
		<category><![CDATA[Solok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=235423</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ahmad Kusasi &#124; PB Muda BPK Wilayah III Sumatera Barat Bareh Solok tanak didandangDipagatok ulam parioBunyi kulek cando badendangDek ditingkah (hmm) si samba ladoUrang Sumpu jalan barampekDi Singkarak singgah dahuluBareh baru makan jo pangekIndak tampak (ondeh mak) mintuo laluBareh Solok bareh tanamoBareh Solok lamak rasonyoBareh Solok bareh tanamoBareh Solok lamak rasonyo Begitu lirik lagu ciptaan Nuskan Syarief yang dibawakan oleh penyanyi legendaris Elly Kasim. Lagu ini sangat populer pada tahun 60-an bahkan hingga hari ini. Diiringi dengan musik ria, kebanyakannya membuat orang sedikit bergoyang secara reflek. Bukan tanpa tujuan lagu ini memilih “Bareh Solok” sebagai bagian liriknya. Bareh Solok adalah</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/mewacanai-pembuatan-museum-agraris-bareh-solok-centre/">Mewacanai Pembuatan Museum Agraris Bareh Solok Centre</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Ahmad Kusasi | PB Muda BPK Wilayah III Sumatera Barat</strong></p>



<p>Bareh Solok tanak didandang<br>Dipagatok ulam pario<br>Bunyi kulek cando badendang<br>Dek ditingkah (hmm) si samba lado<br>Urang Sumpu jalan barampek<br>Di Singkarak singgah dahulu<br>Bareh baru makan jo pangek<br>Indak tampak (ondeh mak) mintuo lalu<br>Bareh Solok bareh tanamo<br>Bareh Solok lamak rasonyo<br>Bareh Solok bareh tanamo<br>Bareh Solok lamak rasonyo</p>



<p>Begitu lirik lagu ciptaan Nuskan Syarief yang dibawakan oleh penyanyi legendaris Elly Kasim. Lagu ini sangat populer pada tahun 60-an bahkan hingga hari ini. Diiringi dengan musik ria, kebanyakannya membuat orang sedikit bergoyang secara reflek.</p>



<p>Bukan tanpa tujuan lagu ini memilih “Bareh Solok” sebagai bagian liriknya. Bareh Solok adalah salah satu komoditi pangan terkenal yang ditanam di lembah-lembah dan dataran Kubuang, III, bahkan lebih jauh ke arah selatan yakni ke wilayah Alam Surambi Sungai Pagu dan Rantau XII Koto.</p>



<p>Berasnya bersih, dan sangat lembut manakala dimasak menjadi nasi. Di lidah, nasi yang dihasilkan agak manis dengan aroma harum berwarna putih bersih. Rasanya tidak berlebihan ketika si pencipta lagu mengglorifkasi nasi dari Bareh Solok, bila dipadukan dengan samba lado dapat membuat seorang yang menikmatinya buta, sehingga tidak menyadari keberadaan mertua didekatnya. Aduhai</p>



<p>Sekalipun demikian, produk beras yang dihasilkan dari dataran tinggi Sumatera Barat, terutama dari sekitar wilayah pegunungan, umumnya memiliki kualitas bagus dan enak untuk dikonsumsi.</p>



<p>Bareh Solok menghasilkan nasi yang menggugah selera, hal tersebut semakin populer manakala terpromosikan oleh seorang penyanyi berpengaruh dan sedang naik daun, Elly Kasim.</p>



<p>Popularitas Bareh Solok, tentu berproses dari kelindan dua hal tersebut. Tanpa keduanya, lagu dan beras jenis Bareh Solok tak akan sepopuler sekarang.</p>



<p>Hingga hari ini, lagu maupun komoditi Bareh Solok tetap populer. Tetapi, sebagai masyarakat dan konsumen Bareh Solok, kita dihadapkan pada kenyataan bahwa Bareh Solok sepi sendirian.</p>



<p>Tidak begitu terang ukuran yang kita dapatkan tentang seberapa maksimal upaya yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Solok, Kota Solok maupun Solok Selatan untuk peningkatan produksi.</p>



<p>Apakah verietasnya bertambah, apakah mutu Beras Solok sudah di bawah varietas beras daerah lain, apakah produksinya meningkat atau malah berkurang, dan banyak pertanyaan lain yang perlu diajukan.</p>



<p>Kerisauan kecil yang mungkin saja tidak masuk akal ini harus kita tumpangkan ke pihak pemerintah daerah terutama yang membidangi masalah pertanian. Ingatan-ingatan tentang nikmatnya Beras Solok harus senantiasa dipelihara agar selalu lekat dalam memori orangorang Sumatra pada umumnya dan Sumatera Barat khususnya.</p>



<p>Hal praktis yang dapat dilakukan dalam upaya merawat ingatan tentang kenikmatan Bareh Solok itu antara lain:</p>



<ol class="wp-block-list">
<li>Mempertahankan Produksi Pada tahap awal, perlu pemetaan menyeluruh terhadap berapa total luas sawah yang ada di Kabupaten Solok, Kota Solok, maupun Kabupaten Solok Selatan. Upaya pencarian informasi utuh terkait total luasan sawah sebagai area yang digunakan untuk bercocok tanam padi tersebut mutlak perlu dilakukan. Selain itu berapa total produksi padi yang dihasilkan dalam satu tahun kalender.<br>Angka ini penting diketahui untuk mengukur naik dan turunnya produksi padi. Penurunan produksi padi selalu berkaitan erat dengan 3 hal saja, yakni bencana alam, hama dan kelaikan irigasi. Bencana Alam menjadi salah satu faktor yang tidak terprediksi.</li>
</ol>



<p>Ini bersifat ilahiah. Bencana alam dapat berupa gunung meletus, gempa bumi, dan kemarau panjang. Gunung Meletus dapat merusak tanaman padi pada saat menjalani masa produksi. Hal ini mungkin hanya berdampak pada sebagian kecil lahan.</p>



<p>Musim kemarau berdampak lebih luas, karena adanya ancaman kekeringan lahan. Demikian pula halnya dengan hama tikus yang relatif sulit dikendalikan ketimbang hama wereng. Akan tetapi hal yang paling penting adalah bagaimana infrastruktur irigasi dapat dibuat dan<br>dijaga dengan baik. Musim kemarau pun, sepanjang hulu sungai masih memiliki debit air, air masih bisa dialirkan menuju lahan sawah milik masyarakat di dataran tinggi.</p>



<p>Ada pun sumber air potensial pada saat musim kemarau panjang di daerah dataran rendah, yakni muara-muara sungai serta danau. Hanya saja perlu ongkos tambahan untuk kembali menaikkan air dari dataran rendah menuju ke dataran yang lebih tinggi. Tinggal memilih<br>teknologi apa yang paling praktis dan ekonomis dari segi pembiayaan.</p>



<p>Di ketiga daerah administratif ini, sumber air itu tersedia dengan sangat berlimpah. Jadi air adalah faktor utama dalam pengolahan sawah. Untuk memastikan kesediaan air, maka jaringan irigasi tentu perlu tersedia secara baik dan tidak mengalami kebocoran di mana-mana.</p>



<p>Harus ada upaya lebih modern untuk keluar dari hal ini, misalnya penggunaan pipa karet diameter besar untuk mengatasi irigasi yang selama ini selalu runtuh ditimpa hujan kecil. Kita harus keluar dari cara-cara penggunaan bahan dan pelaksanaan pekerjaan perbaikan irigasi yang terlalu konservatif untuk menyediakan infrastruktur irigasi yang tersebar di banyak nagari.</p>



<p>Jika sektor irigasi ini dapat dibenahi secara maksimal, program-program lain seperti intensifikasi lahan pertanian, pupuk gratis dan program di bidang pertanian lainnya untuk peningkatan produksi padi tentu akan menuai hasil bagus juga.</p>



<p>2.Bangun Museum Agraris Bareh Solok Centre<br>Untuk terus merawat ingatan tersebut, sekaligus sebagai salah satu kawasan unggul penghasil pangan, di Solok sangat perlu dibuat sebuah Museum Agraris Bareh Solok Centre. Selain berfungsi sebagai museum, gedung yang dibangun sekaligus juga dijadikan sebagai bareh solok center yang didesain untuk memberikan informasi akurat berbasis satelit dalam jaringan (online) untuk memantau seluruh areal persawahan secara live.</p>



<p>Harapannya, melalui penggunaan TI tersebut, kondisi termutakhir pengolahan lahan diseantero kabupaten Solok dapat dipantau secara mutakhir. Dengan kata lain, dimana orang bertanam, dimana padi sedang menguning, dimana sawah baru dipanen, dimana sawah mangkrak terketahui dari bareh solok centre ini. Informasi awal mengenai sawah mangkrak/keterlambatan menanam dapat diperoleh lebih dini sehingga upaya perbaikan penanganan lebih cepat dapat dilakukan. </p>



<p>Misal, di Nagari Dilam, pada areal persawahan seluas 5 hektar, setelah 2 bulan tidak ada tanda-tanda aktifitas pengolahan sawah berdasarkan pengamatan di map berbasis satelit yang dipantau petugas di Bareh Solok Centre, maka petugas (baik dari level pemerintah nagari, maupun level kabupaten) harus segera turun untuk mengecek penyebab belum diolahnya lahan tersebut. Kunjungan ke lapangan menemukan misalnya; irigasi runtuh.</p>



<p>Temuan ini ditindaklanjuti segera dalam bentuk perbaikan irigasi, apakah permanen maupun non permanen, tetapi para petani dapat memulai kembali pengolahan lahan. Dengan demikian, jarak antara sebuah kejadian dengan penyelesaiannya relatif dekat. Dampaknya apa? Kesejahteraan<br>masyarakat yang bergerak di bidang budidaya padi tentu mengalami peningkatan.</p>



<p>Selain itu, penting juga untuk membangun sebuah aplikasi berbasis website guna mencatat hasil produksi dari masing-masing nagari yang dikelola secara konsisten. Hari ini kita diuntungkan dengan administrasi berbasis digital sehingga proses pengawasan terhadap konsistensi pencatatan itu dapat dibuat sedemikian rupa.</p>



<p>Bahkan dapat dibuatkan reminder atau alarm pengingat apa bila seorang petugas lupa menginput hasil produksi padi pada lahan tertentu setelah melewati 4 bulan misalnya.</p>



<p>Lalu apa yang akan ditampilkan pada museum agraris yang berdampingan dengan Bareh Solok Centre itu?<br>Peradaban manusia tidak terlepas dari budaya bercocok tanam. Bahkan peradaban besar lahir atas adanya kemajuan dalam cara memproduksi bahan makanan. Tersedianya sumber pangan yang konsisten melahirkan masyarakat kelas pemikir.</p>



<p>Jaminan ketersediaan makanan memberi keleluasaan bagi manusia-manusia di awal peradaban untuk berkembang dan memikirkan hal hal seperti hunian tempat tinggal, pakaian, cara mewariskan pengetahuan, penciptaan alat-alat produksi yang lebih praktis, dan hal<br>lainnya.</p>



<p>Peradaban lahir dari adanya sebuah kebudayaan yang maju dan kebudayaan yang maju selalu berkelindan dengan konsistensi produksi sumber makanan. Pengetahuan inilah yang perlu dipelihara dan ditanamkan ke masyarakat umum secara kolektif.</p>



<p>Museum Agraris-Bareh Solok Centre dapat memajang:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Diorama areal persawahan dan bentang alam dan kincir air</li>



<li>Alat-alat yang digunakan seperti bajak dan jenisnya, sikek, lindih, cangkul, dll</li>



<li>Display tentang ritual terkait budaya agraris seperti mandarahi kapalo banda, maasok<br>banieh, tulak bala, ratik tulak bala (dalam bentuk foto bertakarir dan visualisasi video)</li>



<li>Display foto kebersamaan masyarakat dalam gotong royong pengolahan lahan,</li>



<li>Jenis-jenis padi (diawetkan dengan bentuk yang identik dan disimpan pada vitrin<br>menarik),</li>



<li>Visualisasi tentang hasil padi kabupaten solok dari waktu ke waktu,</li>



<li>Video interaktif berbasis satelit (online) tentang kondisi areal persawahan di<br>kabupaten solok.</li>



<li>Ragam kekayaan budaya Kabupaten Solok sebagai implementasi dampak dari<br>kemapanan pangan, tari piriang, pakaian, tutup kepala, dll. yang berkaitan</li>
</ul>



<p>Penutup<br>Pemikiran ini perlu segera direalisasikan sebagai bentuk upaya untuk menjaga dan mempertahankan Bareh Solok sebagai simbol urang Solok. Jika Kota Solok sudah memiliki Gedung Kubuang XIII, maka Kabupaten Solok harus segera memiliki museum ini.</p>



<p>Selain itu museum yang dibangun sekaligus mengintegrasikan model pengelolaan data produksi dan pengawasan atas proses budidaya padi di Solok dengan kekayaan warisan budaya di Solok.</p>



<p>Dengan demikian akan ada sinergi dan saling menguatkan antara kebudayaan dengan pertanian. Museum Bareh Solok menyajikan informasi tentang kebudayaan Solok, sementara Bareh Solok Centre menyediakan dengan informasi akurat mengenai kondisi budidaya padi termutakhir di Kabupaten Solok.</p>



<p>Jika ini benar-benar diwujudkan, maka pemerintah kabupaten Solok hari ini akan meninggalkan sebuah legacy yang akan dikenang oleh anak-cucu.</p>



<p>Percayalah</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/mewacanai-pembuatan-museum-agraris-bareh-solok-centre/">Mewacanai Pembuatan Museum Agraris Bareh Solok Centre</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">235423</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jaga Stabilitas Harga Beras, Pemko Padang Panjang Intens Lakukan Pengawasan</title>
		<link>https://langgam.id/jaga-stabilitas-harga-beras-pemko-padang-panjang-intens-lakukan-pengawasan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Sep 2025 12:18:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Beras]]></category>
		<category><![CDATA[Pemko Padang Panjang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=233447</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Wakil Wali Kota Padang Panjang, Allex Saputra mengungkapkan komitmennya dalam menjaga stabilisasi harga pangan, khususnya beras, di tengah potensi kenaikan harga yang dapat memengaruhi daya beli masyarakat. “Ketersediaan beras di Padang Panjang masih aman dan terkendali. Namun, kenaikan harga tetap harus diantisipasi karena beras merupakan komoditas strategis. Oleh sebab itu, Pemko akan lebih intens melakukan pengawasan agar harga tetap stabil,” ucapnya usai mengikuti rapat koordinasi secara virtual bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pertanian, Kamis (4/9/2025) di Rumah Dinas Wali Kota. Sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat, beras medium disalurkan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/jaga-stabilitas-harga-beras-pemko-padang-panjang-intens-lakukan-pengawasan/">Jaga Stabilitas Harga Beras, Pemko Padang Panjang Intens Lakukan Pengawasan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Wakil Wali Kota Padang Panjang, Allex Saputra mengungkapkan komitmennya dalam menjaga stabilisasi harga pangan, khususnya beras, di tengah potensi kenaikan harga yang dapat memengaruhi daya beli masyarakat.<br><br>“Ketersediaan beras di Padang Panjang masih aman dan terkendali. Namun, kenaikan harga tetap harus diantisipasi karena beras merupakan komoditas strategis. Oleh sebab itu, Pemko akan lebih intens melakukan pengawasan agar harga tetap stabil,” ucapnya usai mengikuti rapat koordinasi secara virtual bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pertanian, Kamis (4/9/2025) di Rumah Dinas Wali Kota.</p>



<p>Sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat, beras medium disalurkan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan harga Rp13.100 per kilogram.</p>



<p>Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Setdako Padang Panjang, Putra Dewangga mengatakan, Sumbar termasuk Padang Panjang masuk dalam zona dua penyaluran SPHP.</p>



<p>“Saat ini titik penyalurannya tersedia di Pasar Pusat dan Koperasi Polres,” ujar Putra.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Padang Panjang, Ade Nafrita Anas mengungkapkan bahwa Pemko sebelumnya telah menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) pada 30 Agustus lalu dengan harga beras yang sama.</p>



<p>“Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan mampu menjaga harga beras tetap stabil, sehingga kebutuhan pokok masyarakat dapat terpenuhi dengan harga terjangkau,” tutur Ade. <strong>(*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/jaga-stabilitas-harga-beras-pemko-padang-panjang-intens-lakukan-pengawasan/">Jaga Stabilitas Harga Beras, Pemko Padang Panjang Intens Lakukan Pengawasan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">233447</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Stok Beras Nasional Indonesia Capai 4,2 Juta Ton, Prabowo: Tertinggi dalam Sejarah</title>
		<link>https://langgam.id/stok-beras-nasional-indonesia-capai-42-juta-ton-prabowo-tertinggi-dalam-sejarah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Aug 2025 10:04:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Beras]]></category>
		<category><![CDATA[Kantor Komunikasi Kepresidenan]]></category>
		<category><![CDATA[PCO]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=231989</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Presiden Prabowo Subianto menyampaikan capaian pemerintah terkait swasembada pangan dalam pidato kenegaraan perdananya dalam sidang tahunan MPR-DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025). “Stok beras kita nasional mencapai 4,2 juta ton, tertinggi dalam sejarah kita. Untuk pertama kalinya dalam puluhan tahun, Indonesia kembali mengekspor beras dan jagung,” ujar Presiden Prabowo dalam pidatonya. Presiden mengungkapkan, bahwa tidak ada negara kuat yang tidak mampu memproduksi pangannya sendiri. Karena itulah pemerintah berupaya memutus ketergantungan pada impor beras dengan membuka 2 juta hektar sawah baru, khususnya di Merauke, Papua Selatan dan beberapa daerah lainnya. Pemerintah juga mendorong produksi pangan di desa-desa,</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/stok-beras-nasional-indonesia-capai-42-juta-ton-prabowo-tertinggi-dalam-sejarah/">Stok Beras Nasional Indonesia Capai 4,2 Juta Ton, Prabowo: Tertinggi dalam Sejarah</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Presiden Prabowo Subianto menyampaikan capaian pemerintah terkait swasembada pangan dalam pidato kenegaraan perdananya dalam sidang tahunan MPR-DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025).</p>



<p>“Stok beras kita nasional mencapai 4,2 juta ton, tertinggi dalam sejarah kita. Untuk pertama kalinya dalam puluhan tahun, Indonesia kembali mengekspor beras dan jagung,” ujar Presiden Prabowo dalam pidatonya.</p>



<p>Presiden mengungkapkan, bahwa tidak ada negara kuat yang tidak mampu memproduksi pangannya sendiri. Karena itulah pemerintah berupaya memutus ketergantungan pada impor beras dengan membuka 2 juta hektar sawah baru, khususnya di Merauke, Papua Selatan dan beberapa daerah lainnya.</p>



<p>Pemerintah juga mendorong produksi pangan di desa-desa, khususnya dengan meningkatkan harga beli gabah menjadi Rp6.500/kg, memotong birokrasi penyaluran pupuk, dan memberi bantuan alat dan mesin pertanian kepada para petani. </p>



<p>“Para petani tersenyum karena harga gabah stabil dan penghasilan mereka meningkat,” beber Presiden.</p>



<p>Merujuk data Perum Bulog, stok beras nasional Indonesia mencapai 4.251.259 ton, terdiri dari cadangan pemerintah sebesar sekitar 4.237.120 ton ditambah stok komersial sekitar 14.139 ton. </p>



<p>Ini adalah capaian tertinggi dalam sejarah Bulog sejak didirikan (tahun 1969), mencetak rekor cadangan pangan nasional.<strong> (*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/stok-beras-nasional-indonesia-capai-42-juta-ton-prabowo-tertinggi-dalam-sejarah/">Stok Beras Nasional Indonesia Capai 4,2 Juta Ton, Prabowo: Tertinggi dalam Sejarah</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231989</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pendiri Indah Group Arisal Aziz Bagikan 250 Ton Beras untuk Fakir Miskin di Sumbar</title>
		<link>https://langgam.id/pendiri-indah-group-arisal-aziz-bagikan-250-ton-beras-untuk-fakir-miskin-di-sumbar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Mar 2025 12:33:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Arisal Aziz]]></category>
		<category><![CDATA[Beras]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=223567</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Pendiri Indah Group yang juga anggota DPR RI Arisal Aziz mwmbagikan 250 ton beras untuk fakir miskin di Sumatra Barat pada momen bulan Ramadan ini sebagai bentuk syukur akan rezeki yang ia peroleh. Demikian disampaikan Arisal Aziz jelang keberangkatannya melaksanakan ibadah umrah ke Mekkah, memasuki pertengahan Ramadan ini. &#8220;Alhamdulillah, Allah telah kembali mempertemukan kita dengan bulan Ramadan yang penuh berkah. Sudah selayaknya kita mensyukuri nikmat Ramadan ini,&#8221; ujarnya, dalam keterangan Senin (10/3/2025). &#8220;Insya Allah kita akan menyebar total 250 ton beras untuk saudara-saudara kita yang kurang mampu di Sumatera Barat selama Ramadan ini. Semoga ini bisa melapangkan dan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pendiri-indah-group-arisal-aziz-bagikan-250-ton-beras-untuk-fakir-miskin-di-sumbar/">Pendiri Indah Group Arisal Aziz Bagikan 250 Ton Beras untuk Fakir Miskin di Sumbar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Pendiri Indah Group yang juga anggota DPR RI Arisal Aziz mwmbagikan 250 ton beras untuk fakir miskin di Sumatra Barat pada momen bulan Ramadan ini sebagai bentuk syukur akan rezeki yang ia peroleh.</p>



<p>Demikian disampaikan Arisal Aziz jelang keberangkatannya melaksanakan ibadah umrah ke Mekkah, memasuki pertengahan Ramadan ini.</p>



<p>&#8220;Alhamdulillah, Allah telah kembali mempertemukan kita dengan bulan Ramadan yang penuh berkah. Sudah selayaknya kita mensyukuri nikmat Ramadan ini,&#8221; ujarnya, dalam keterangan Senin (10/3/2025).</p>



<p>&#8220;Insya Allah kita akan menyebar total 250 ton beras untuk saudara-saudara kita yang kurang mampu di Sumatera Barat selama Ramadan ini. Semoga ini bisa melapangkan dan membantu ketersediaan pangan saudara-saudara kita tersebut selama puasa ini,&#8221; imbuh Anggota Komisi XIII itu.</p>



<p>Ditegaskannya kegiatan serupa telah rutin ia gelar sejak beberapa tahun terakhir dan khusus tahun ini ia niatkan untuk masyarakat di Sumatera Barat. Owner Josal FC ini menyebut, beras yang akan dibagikan tidak terbatas untuk Dapil 2 saja, namun juga untuk Dapil 1 Sumbar.</p>



<p>&#8220;Saya meyakini dalam setiap rezeki yang saya peroleh ada hak-hak orang lain dan itu harus saya salurkan. Dan ini tidak hanya untuk dapil saya saja (dapil 2), tapi untuk seluruh wilayah Sumatera Barat,&#8221; jelasnya.</p>



<p>&#8220;Dengan luasnya wilayah Sumatera Barat dan dengan jumlah beras yang kami bagikan, tentunya tidak semua titik bisa kami jangkau. Untuk itu kami mohon maaf dan mohon untuk selalu di do&#8217;akan agar bisa menolong lebih banyak saudara-saudara kita yang kurang mampu nantinya,&#8221; beber Arisal.</p>



<p>Di penghujung pembicaraan, Anggota Komisi XIII ini berharap, agenda yang ia gelar bisa juga menopang program pemerintah yang tengah giat-giatnya mewujudkan ketahanan pangan.</p>



<p>&#8220;Seperti apa yang dicita-citakan Presiden Prabowo, kami dari Fraksi PAN sangat mendukung program beliau terkait ketahanan pangan. Semoga kegiatan berbagi beras ini bisa membantu lancarnya program pemerintah tersebut,&#8221; pungkas Arisal. (*/Fs)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pendiri-indah-group-arisal-aziz-bagikan-250-ton-beras-untuk-fakir-miskin-di-sumbar/">Pendiri Indah Group Arisal Aziz Bagikan 250 Ton Beras untuk Fakir Miskin di Sumbar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223567</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Produksi Beras di Sumbar Capai 594.905 Ton Sepanjang Januari-September 2024</title>
		<link>https://langgam.id/produksi-beras-di-sumbar-capai-594-905-ton-sepanjang-januari-september-2024/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Nov 2024 08:30:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Beras]]></category>
		<category><![CDATA[BPS Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Produksi Padi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=215025</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi padi di Sumbar sepanjang Januari-September 2024 diperkirakan sebesar 1.027.429 ton gabah kering giling (GKG). Kepala BPS Sumbar, Sugeng Arianto mengungkapkan bahwa jika produksi padi dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, maka produksi padi sepanjang Januari−September 2024 diperkirakan setara dengan 594.905 ton beras. Jumlah produksi ini terang Sugeng, mengalami penurunan sebesar 45.471 ton (7,10 persen) dibandingkan Januari− September 2023 yang sebesar 640.376 ton. Sementara itu, terang Sugeng, potensi produksi beras sepanjang Oktober−Desember 2024 ialah sebesar 187.962 ton. &#8220;Dengan demikian, total produksi beras pada 2024 diperkirakan sekitar 782.867 ton, atau mengalami penurunan sebesar</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/produksi-beras-di-sumbar-capai-594-905-ton-sepanjang-januari-september-2024/">Produksi Beras di Sumbar Capai 594.905 Ton Sepanjang Januari-September 2024</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi padi di Sumbar sepanjang Januari-September 2024 diperkirakan sebesar 1.027.429 ton gabah kering giling (GKG). </p>



<p>Kepala BPS Sumbar, Sugeng Arianto mengungkapkan bahwa jika produksi padi dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, maka produksi padi sepanjang Januari−September 2024 diperkirakan setara dengan 594.905 ton beras.</p>



<p>Jumlah produksi ini terang Sugeng, mengalami penurunan sebesar 45.471 ton (7,10 persen) dibandingkan Januari− September 2023 yang sebesar 640.376 ton. </p>



<p>Sementara itu, terang Sugeng, potensi produksi beras sepanjang Oktober−Desember 2024 ialah sebesar 187.962 ton. </p>



<p>&#8220;Dengan demikian, total produksi beras pada 2024 diperkirakan sekitar 782.867 ton, atau mengalami penurunan sebesar 75.516 ton (8,80 persen) dibandingkan produksi beras pada 2023 yang sebesar 858.383 ton,&#8221; ujar Sugeng dalam keterangan tertulisnya, Jumat (1/11/2024).</p>



<p>Sugeng mengatakan, produksi beras tertinggi pada 2024 terjadi pada bulan Maret, yaitu sebesar 94.898 ton. Sementara itu, produksi beras terendah juga terjadi pada bulan Agustus, yaitu sebesar 33.011 ton. </p>



<p>&#8220;Kondisi ini mirip dengan tahun 2023, di mana produksi beras tertinggi terjadi pada bulan Maret dan produksi beras terendah juga terjadi pada bulan Agustus,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Sugeng menyebutkan, produksi padi tertinggi pada 2023 dan 2024 terjadi pada bulan Maret. Sementara produksi padi terendah pada 2024 terjadi di bulan Agustus. </p>



<p>&#8220;Produksi padi pada Maret 2024 yaitu sebesar 163.893 ton GKG, sedangkan produksi padi pada Agustus 2024 diperkirakan sebesar 57.011 ton GKG,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Tiga kabupaten/kota dengan total produksi padi (GKG) tertinggi pada 2024, kata Sugeng adalah Kabupaten Solok, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Pesisir Selatan. </p>



<p>Sementara itu, tiga kabupaten/kota dengan produksi padi terendah yaitu Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kota Bukittinggi, dan Kota Padang Panjang</p>



<p>Penurunan produksi padi yang cukup besar pada 2024, terang Sugeng, terjadi di wilayah sentra produksi padi yaitu Kabupaten Pesisir Selatan dan Kabupaten Tanah Datar. </p>



<p>&#8220;Di sisi lain, terdapat beberapa kabupaten/kota yang mengalami peningkatan produksi padi cukup besar, misalnya Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi,&#8221; bebernya. <strong>(*/yki)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/produksi-beras-di-sumbar-capai-594-905-ton-sepanjang-januari-september-2024/">Produksi Beras di Sumbar Capai 594.905 Ton Sepanjang Januari-September 2024</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215025</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kenaikan Tipis Harga Beras, PH Padang Panjang Kembali Fluktuatif Rendah</title>
		<link>https://langgam.id/kenaikan-tipis-harga-beras-ph-padang-panjang-kembali-fluktuatif-rendah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Aug 2024 03:16:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Beras]]></category>
		<category><![CDATA[Padang Panjang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=210573</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id – Harga beras di Kota Padang Panjang mengalami kenaikan tipis pada minggu keempat Agustus 2024. Beras kualitas I naik dari Rp17.167/kg menjadi Rp17.334/kg, sementara beras kualitas II dan III juga menunjukkan peningkatan. Kenaikan ini turut mempengaruhi Indeks Perkembangan Harga (IPH) yang berada pada angka -0,45, menandakan fluktuasi rendah di wilayah tersebut. Rapat Rutin Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar Kementerian Dalam Negeri secara virtual, Senin (26/8/2024), mengungkap bahwa selain beras, komoditas lain yang turut mengalami kenaikan adalah daging ayam broiler dan cabai rawit. Namun, beberapa komoditas utama seperti telur ayam ras, cabai merah, dan bawang merah justru mengalami penurunan harga.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kenaikan-tipis-harga-beras-ph-padang-panjang-kembali-fluktuatif-rendah/">Kenaikan Tipis Harga Beras, PH Padang Panjang Kembali Fluktuatif Rendah</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> – Harga beras di Kota Padang Panjang mengalami kenaikan tipis pada minggu keempat Agustus 2024. Beras kualitas I naik dari Rp17.167/kg menjadi Rp17.334/kg, sementara beras kualitas II dan III juga menunjukkan peningkatan. Kenaikan ini turut mempengaruhi Indeks Perkembangan Harga (IPH) yang berada pada angka -0,45, menandakan fluktuasi rendah di wilayah tersebut.</p>



<p>Rapat Rutin Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar Kementerian Dalam Negeri secara virtual, Senin (26/8/2024), mengungkap bahwa selain beras, komoditas lain yang turut mengalami kenaikan adalah daging ayam broiler dan cabai rawit. Namun, beberapa komoditas utama seperti telur ayam ras, cabai merah, dan bawang merah justru mengalami penurunan harga.</p>



<p>Penjabat (Pj) Sekdako, Dr. Winarno, M.E, yang mengikuti rapat bersama jajaran Forkopimda dan BPS di Balai Kota Padang Panjang, menegaskan pentingnya koordinasi antar pihak terkait untuk menjaga stabilitas harga. &#8220;Harus terus berkoordinasi dengan TPID, OPD, dan pihak terkait lainnya agar daya beli masyarakat tidak terpengaruh,&#8221; ujar Winarno.</p>



<p>Ia juga menyampaikan bahwa Kota Padang Panjang dapat memanfaatkan status sebagai Champion Cabai di Sumatera Barat untuk mengamankan stok jika terjadi kenaikan harga yang signifikan.</p>



<p>Meskipun ada beberapa komoditas yang mengalami fluktuasi, sebagian besar dari 48 komoditas di Padang Panjang tetap stabil, seperti gula pasir, tepung terigu, daging sapi, dan minyak goreng. Fluktuasi harga yang terjadi diharapkan dapat segera diatasi agar tidak berdampak besar pada daya beli masyarakat. (*/Yh)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kenaikan-tipis-harga-beras-ph-padang-panjang-kembali-fluktuatif-rendah/">Kenaikan Tipis Harga Beras, PH Padang Panjang Kembali Fluktuatif Rendah</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">210573</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Daftar Relaksasi HET Beras Premium dan Medium di Seluruh Indonesia</title>
		<link>https://langgam.id/daftar-relaksasi-het-beras-premium-dan-medium-di-seluruh-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Jun 2024 03:41:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Beras]]></category>
		<category><![CDATA[Pangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=204921</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) kembali memperpanjang relaksasi Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk beras medium dan premium, guna memastikan stabilitas pasokan dan harga beras di pasar tradisional serta retail modern di seluruh Indonesia. Dilansir dari InfoPublik, Selasa (4/6/2024), perpanjangan itu resmi berlaku melalui surat Kepala Badan Pangan Nasional kepada stakeholder perberasan Nomor 160/TS.02.02/K/5/2024 tertanggal 31 Mei 2024, perpanjangan Relaksasi HET Beras Premium dan Beras Medium berlaku sampai dengan terbitnya Perbadan tentang Perubahan atas Perbadan Nomor 7 Tahun 2023 tentang HET Beras.  Berikut ini relaksasi HET Beras Premium di masing-masing wilayah sebagai berikut:&#160; Sementara itu untuk Beras Medium, relaksasi HET sebagai berikut:</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/daftar-relaksasi-het-beras-premium-dan-medium-di-seluruh-indonesia/">Daftar Relaksasi HET Beras Premium dan Medium di Seluruh Indonesia</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) kembali memperpanjang relaksasi Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk beras medium dan premium, guna memastikan stabilitas pasokan dan harga beras di pasar tradisional serta retail modern di seluruh Indonesia.</p>



<p>Dilansir dari <em>InfoPublik,</em> Selasa (4/6/2024), perpanjangan itu resmi berlaku melalui surat Kepala Badan Pangan Nasional kepada <em>stakeholder </em>perberasan Nomor 160/TS.02.02/K/5/2024 tertanggal 31 Mei 2024, perpanjangan Relaksasi HET Beras Premium dan Beras Medium berlaku sampai dengan terbitnya Perbadan tentang Perubahan atas Perbadan Nomor 7 Tahun 2023 tentang HET Beras. </p>



<p>Berikut ini relaksasi HET Beras Premium di masing-masing wilayah sebagai berikut:&nbsp;</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Jawa, Lampung, dan Sumatera Selatan (Sumsel) relaksasi HET sebesar Rp14.900 per kilogram (kg) dari HET sebelumnya sebesar Rp13.900 per kg.</li>



<li>Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat (Sumbar), Bengkulu, Kepulauan Riau, Riau, Jambi, dan Kepulauan Bangka Belitung relaksasi HET sebesar Rp15.400 per kg dari HET sebelumnya sebesar Rp14.400 per kg.</li>



<li>Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB) relaksasi HET sebesar Rp14.900 per kg dari HET sebelumnya sebesar Rp13.900 per kg. </li>



<li>Nusa Tenggara Timur (NTT) relaksasi HET sebesar Rp15.400 per kg dari HET sebelumnya sebesar Rp14.400 per kg.</li>



<li>Sulawesi relaksasi HET sebesar Rp14.900 per kg dari HET sebelumnya sebesar Rp13.900 per kg.</li>



<li>Kalimantan relaksasi HET sebesar Rp15.400 per kg dari HET sebelumnya sebesar Rp14.400 per kg.</li>



<li>Maluku relaksasi HET sebesar Rp15.800 per kg dari HET sebelumnya sebesar Rp14.800 per kg.</li>



<li>Papua relaksasi HET sebesar Rp15.800 per kg dari HET sebelumnya sebesar Rp14.800 per kg.</li>
</ul>



<p>Sementara itu untuk Beras Medium, relaksasi HET sebagai berikut:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Jawa, Lampung, dan Sumatera Selatan (Sumsel) relaksasi HET sebesar Rp12.500 per kg dari HET sebelumnya sebesar Rp10.900 per kg.</li>



<li>Aceh, Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat (Sumbar), Bengkulu, Kepulauan Riau, Riau, Jambi, dan Kepulauan Bangka Belitung relaksasi HET sebesar Rp13.100 per kg dari HET sebelumnya sebesar Rp11.500 per kg.</li>



<li>Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB) relaksasi HET sebesar Rp12.500 per kg dari HET sebelumnya sebesar Rp10.900 per kg. </li>



<li>Nusa Tenggara Timur (NTT) relaksasi HET sebesar Rp13.100 per kg dari HET sebelumnya sebesar Rp11.500 per kg.</li>



<li>Sulawesi relaksasi HET sebesar Rp12.500 per kg dari HET sebelumnya sebesar Rp10.900 per kg.</li>



<li>Kalimantan relaksasi HET sebesar Rp13.100 per kg dari HET sebelumnya sebesar Rp11.500 per kg.</li>



<li>Maluku relaksasi HET sebesar Rp13.500 per kg dari HET sebelumnya sebesar Rp11.800 per kg.</li>



<li>Papua relaksasi HET sebesar Rp13.500 per kg dari HET sebelumnya sebesar Rp11.800 per kg. (*/Yh)</li>
</ul>
<p>The post <a href="https://langgam.id/daftar-relaksasi-het-beras-premium-dan-medium-di-seluruh-indonesia/">Daftar Relaksasi HET Beras Premium dan Medium di Seluruh Indonesia</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">204921</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 25/93 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-08-07 15:10:06 by W3 Total Cache
-->