<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Banjir Bandang Agam Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/banjir-bandang-agam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/banjir-bandang-agam/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Wed, 18 Mar 2026 06:50:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Banjir Bandang Agam Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/banjir-bandang-agam/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Perbanas Sumbar Salurkan 1.000 Paket Sembako di Agam</title>
		<link>https://langgam.id/perbanas-sumbar-salurkan-1-000-paket-sembako-di-agam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Mar 2026 06:50:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Bandang Agam]]></category>
		<category><![CDATA[Galodo Agam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=244433</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) Provinsi Sumatera Barat menyalurkan bantuan 1.000 paket sembako, untuk masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Agam. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Ketua Perbanas Sumbar, Irawan Sumardi kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Agam Mhf Lutfi, di halaman kantor Dinas Sosial Kabupaten Agam, Senin (16/3). Mhf Lutfi mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas kepedulian Perbanas Sumbar turut membantu masyarakat Agam, yang tengah berjuang bangkit dari dampak bencana beberapa bulan lalu. Menurutnya, bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat terdampak yang saat ini masih berupaya memulihkan kondisi ekonomi pascabencana. “Bantuan ini sangat berarti bagi warga kita yang terdampak</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/perbanas-sumbar-salurkan-1-000-paket-sembako-di-agam/">Perbanas Sumbar Salurkan 1.000 Paket Sembako di Agam</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) Provinsi Sumatera Barat menyalurkan bantuan 1.000 paket sembako, untuk masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Agam.</p>



<p>Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Ketua Perbanas Sumbar, Irawan Sumardi kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Agam Mhf Lutfi, di halaman kantor Dinas Sosial Kabupaten Agam, Senin (16/3).</p>



<p>Mhf Lutfi mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas kepedulian Perbanas Sumbar turut membantu masyarakat Agam, yang tengah berjuang bangkit dari dampak bencana beberapa bulan lalu.</p>



<p>Menurutnya, bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat terdampak yang saat ini masih berupaya memulihkan kondisi ekonomi pascabencana.</p>



<p>“Bantuan ini sangat berarti bagi warga kita yang terdampak dan tengah berjuang untuk memulihkan ekonomi pascabencana,” ujarnya, sebagaimana dicuplik dari <em>AMCNews,</em> Rabu (18/3/2026).</p>



<p>Dia menambahkan, bantuan sembako ini akan segera didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan, sehingga dapat dimanfaatkan menjelang Hari Raya Idul Fitri.</p>



<p>“Bantuan ini akan segera kita salurkan kepada warga terdampak, agar manfaatnya bisa dinikmati sebelum Idul Fitri tiba,” katanya.</p>



<p>Sementara itu, Ketua Perbanas Sumbar, Irawan Sumardi menjelaskan, bantuan yang disalurkan merupakan hasil dari kas organisasi Perbanas yang dikelola bersama 23 anggota perbankan berjaringan nasional di wilayah tersebut.</p>



<p>Dia mengatakan, jika pada awal terjadinya bencana pihaknya berfokus pada penanganan tanggap darurat, kali ini Perbanas hadir untuk membantu proses pemulihan masyarakat terdampak.</p>



<p>Dengan begitu, dia berharap bantuan paket sembako ini dapat sedikit meringankan beban masyarakat serta membantu memenuhi kebutuhan mereka menjelang lebaran.</p>



<p>“Semoga bantuan ini bisa membantu memenuhi kebutuhan warga dan membuat mereka tetap bisa merasakan kebahagiaan lebaran,” tandasnya. (*/Yh)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/perbanas-sumbar-salurkan-1-000-paket-sembako-di-agam/">Perbanas Sumbar Salurkan 1.000 Paket Sembako di Agam</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">244433</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dipimpin Ganjar dan Risma, PDI Perjuangan Distribusikan Bantuan di Agam</title>
		<link>https://langgam.id/dipimpin-ganjar-dan-risma-pdi-perjuangan-distribusikan-bantuan-di-agam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Dec 2025 14:46:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Bandang Agam]]></category>
		<category><![CDATA[Galodo Agam]]></category>
		<category><![CDATA[PDI Perjuangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=240374</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211;PDI Perjuangan menyalurkan bantuan untuk warga terdampak banjir di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Jumat (12/12/2025). Penyerahan bantuan dipimpin oleh Ketua DPP PDI Perjuangan Ganjar Pranowo dan Mantan Menteri Sosial Tri Rismaharini serta dibantu oleh struktur DPD PDI Perjuangan Sumatera Barat. Sebelum penyaluran bantuan, Ganjar dan Risma nampak berbelanja kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional dan toko swalayan UMKM untuk disalurkan menggunakan truk dan mobil ke wilayah terdampak banjir bandang dan longsor di Agam. Bendahara DPD PDI Perjuangan Sumatera Barat Yogi Yolanda menjelaskan bahwa total ada 10 titik pengungsian yang tersebar dua kecamatan di Kabupaten Agam yakni Kecamatan Palembayan dan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/dipimpin-ganjar-dan-risma-pdi-perjuangan-distribusikan-bantuan-di-agam/">Dipimpin Ganjar dan Risma, PDI Perjuangan Distribusikan Bantuan di Agam</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p> <strong>Langgam.id &#8211;</strong>PDI Perjuangan menyalurkan bantuan untuk warga terdampak banjir di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Jumat (12/12/2025). Penyerahan bantuan dipimpin oleh Ketua DPP PDI Perjuangan Ganjar Pranowo dan Mantan Menteri Sosial Tri Rismaharini serta dibantu oleh struktur DPD PDI Perjuangan Sumatera Barat.</p>



<p>Sebelum penyaluran bantuan, Ganjar dan Risma nampak berbelanja kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional dan toko swalayan UMKM untuk disalurkan menggunakan truk dan mobil ke wilayah terdampak banjir bandang dan longsor di Agam.</p>



<p>Bendahara DPD PDI Perjuangan Sumatera Barat Yogi Yolanda menjelaskan bahwa total ada 10 titik pengungsian yang tersebar dua kecamatan di Kabupaten Agam yakni Kecamatan Palembayan dan Tanjung Raya yang dilakukan penyerahan bantuan oleh PDI Perjuangan. Kedua titik ini menjadi perhatian lantaran banyak warga yang kini masih bertahan di pengungsian lantaran tempat tinggalnya tergerus longsor dan banjir.</p>



<p>&#8220;Total ada 10 titik yang tersebar di kecamatan Palembayan dan Tanjung Raya yang mendapatkan penyaluran bantuan dari PDI Perjuangan, banyak warga yang saat ini masih bertahan di pengungsian seperti masjid yang membutuhkan bantuan,&#8221; ungkap Yogi saat menyerahkan bantuan di Surau Gadang Bancah, Tanjung Raya.</p>



<p>Yogi menegaskan bahwa pendistribusian bantuan ini adalah bentuk komitmen kemanusiaan PDI Perjuangan tanpa memandang basis elektoral atau basis suara. Yogi menyebut bahwa pembagian bantuan dipetakan sesuai dengan kebutuhan warga terdampak bencana.</p>



<p>&#8220;PDI Perjuangan tidak memandang daerah basis maupun tidak basis (suara, red) ketika saudara tertimpa musibah kita wajib hadir,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Yogi menjelaskan bahwa sejak terjadinya musibah banjir dan longsor, PDI Perjuangan telah mendistribusikan total sebanyak 5 ton beras.</p>



<p>Selain itu dalam kesempatan ini, PDI Perjuangan juga menyalurkan bantuan berupa sarden, sarung, minyak kayu putih, minyak goreng, alat masak, pembalut hingga susu formula dan biskuit untuk anak. Ganjar juga membawa mainan untuk menghibur anak-anak yang masih tinggal di pengungsian.</p>



<p>Tak hanya bantuan logistik, PDI Perjuangan juga menerjunkan tim medis untuk melakukan pengobatan dan pemeriksaan kesehatan gratis di Nagari Duo Koto. Selain mendirikan posko sementara, tim medis juga berkeliling door to door ke rumah warga yang membutuhkan pengobatan.</p>



<p>&#8220;DPP PDI Perjuangan juga menerjunkan Tim kesehatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis di Nagari Duo Koto,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Sementara itu, Ganjar mengapresiasi kerja kemanusiaan dari sejumlah relawan hingga lintas instansi dan organisasi yang terlibat dalam membantu korban bencana di lokasi. Namun, ia menyebut perlunya ada layanan trauma healing yang tersedia di posko pengungsian.</p>



<p>&#8220;Terima kasih kawan-kawan yang sudah membantu masyarakat, kemudian dibagi logistiknya, kesehatannya, terimakasih, saya kira masih ada satu PR lagi yang mesti kita lakukan yakni trauma healing,&#8221; ucap Mantan Gubernur Jawa Tengah itu. (*/Yh)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/dipimpin-ganjar-dan-risma-pdi-perjuangan-distribusikan-bantuan-di-agam/">Dipimpin Ganjar dan Risma, PDI Perjuangan Distribusikan Bantuan di Agam</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">240374</post-id>	</item>
		<item>
		<title>600 Rumah Rusak Berat di Agam, Anggota DPR RI Mulyadi Siap Bangun Huntara</title>
		<link>https://langgam.id/600-rumah-rusak-berat-di-agam-anggota-dpr-ri-mulyadi-siap-bangun-huntara/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Dec 2025 23:41:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Anggota DPR RI Mulyadi]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Bandang Agam]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Agam]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=240080</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id- Anggota DPR RI dari Fraksi Demokrat Ir Mulyadi bakal membangun hunian sementara (huntara) untuk korban banjir dan longsor di Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Mulyadi mengungkap itu saat mengunjungi para korban terdampak banjir bandang di sejumlah titik posko pengusian yang ada di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Rabu (10/12/2025).&#160; Ia terharu saat menyaksikan ada satu ruang kelas sekolah jadi tempat pengungsi yang diisi 28 kepala keluarga. “Pendirian huntara harus segera dilakukan. Kami siap membantu serta berkontribusi dalam membangun huntara, sambil menunggu bantuan pembangunan rumah permanen dari pemerintah,” ujarnya. Saat ini, kata dia, pentingnya untuk memenuhi kebutuhan warga di pengisian. Sesuai instruksi</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/600-rumah-rusak-berat-di-agam-anggota-dpr-ri-mulyadi-siap-bangun-huntara/">600 Rumah Rusak Berat di Agam, Anggota DPR RI Mulyadi Siap Bangun Huntara</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Langgam.id- Anggota DPR RI dari Fraksi Demokrat Ir Mulyadi bakal membangun hunian sementara (huntara) untuk korban banjir dan longsor di Kabupaten Agam, Sumatra Barat.</p>



<p>Mulyadi mengungkap itu saat mengunjungi para korban terdampak banjir bandang di sejumlah titik posko pengusian yang ada di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Rabu (10/12/2025).&nbsp;</p>



<p>Ia terharu saat menyaksikan ada satu ruang kelas sekolah jadi tempat pengungsi yang diisi 28 kepala keluarga.</p>



<p>“Pendirian huntara harus segera dilakukan. Kami siap membantu serta berkontribusi dalam membangun huntara, sambil menunggu bantuan pembangunan rumah permanen dari pemerintah,” ujarnya.</p>



<p>Saat ini, kata dia, pentingnya untuk memenuhi kebutuhan warga di pengisian. Sesuai instruksi Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), seluruh kader partai turun membantu warga terdampak bencana.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>&#8220;Kami ingin memastikan aktivitas berjalan aman dan kebutuhan pengungsi tidak ada kekurangan sama sekali.&nbsp;&nbsp;Pada kunjungan kami ini, kami mendistribusikan bantuan di setiap titik posko pengungsian,&#8221; ucapnya.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Ini wujud kepedulian kami. Penderitaan masyarakat, juga merupakan&nbsp;&nbsp;penderitaan kami. Kita ingin memastikan masyarakat dalam keadaan baik-baik, walaupun situasi darurat,&#8221; sambungnya.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Seperti diketahui, Kabupaten Agam merupakan wilayah paling terparah dampak bencana. Hingga Rabu (10/12/2025), korban meninggal dunia sudah mencapai 188 orang.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Selain itu, 72 orang masih dinyatakan hilang. Sementara jumlah pengungsi sebanyak 4.117 jiwa.</p>



<p>Sebanyak 493 rumah rusak ringan, 359 rusak sedang, dan 600 rusak berat. Fasilitas ibadah ikut terdampak sebanyak 11 unit, jembatan 67 titik, dan jalan rusak di 49 titik.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/600-rumah-rusak-berat-di-agam-anggota-dpr-ri-mulyadi-siap-bangun-huntara/">600 Rumah Rusak Berat di Agam, Anggota DPR RI Mulyadi Siap Bangun Huntara</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">240080</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Melayari Danau Maninjau: Kisah Perantau Masuk ke Lokasi Galodo Sungai Batang yang Terisolir</title>
		<link>https://langgam.id/melayari-danau-maninjau-kisah-perantau-masuk-ke-lokasi-galodo-sungai-batang-yang-terisolir/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Dec 2025 14:39:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Bandang Agam]]></category>
		<category><![CDATA[Danau Maninjau]]></category>
		<category><![CDATA[Galodo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=240372</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Perahu bermesin 25 PK itu membelah air Danau Maninjau yang kelabu. Langit masih berat oleh sisa hujan, sementara tebing-tebing hijau di kejauhan menyimpan luka longsor. Di atas perahu, Yogi Yolanda duduk diam dihadapan karung beras dan jeriken minyak goreng, bantuan pertama yang akan masuk ke Nagari Sungai Batang setelah banjir bandang atau galodo memutus semua akses darat. Kamis, 27 November 2025, galodo menghantam kawasan Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Material lumpur, batu, dan kayu meluncur dari punggungan bukit, memutus jalan kabupaten, merobohkan rumah, dan mengurung tujuh jorong berhari-hari. Salah satu yang terparah adalah Jorong Labuah. Yogi,</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/melayari-danau-maninjau-kisah-perantau-masuk-ke-lokasi-galodo-sungai-batang-yang-terisolir/">Melayari Danau Maninjau: Kisah Perantau Masuk ke Lokasi Galodo Sungai Batang yang Terisolir</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Perahu bermesin 25 PK itu membelah air Danau Maninjau yang kelabu. Langit masih berat oleh sisa hujan, sementara tebing-tebing hijau di kejauhan menyimpan luka longsor. Di atas perahu, Yogi Yolanda duduk diam dihadapan karung beras dan jeriken minyak goreng, bantuan pertama yang akan masuk ke Nagari Sungai Batang setelah banjir bandang atau galodo memutus semua akses darat.</p>



<p>Kamis, 27 November 2025, galodo menghantam kawasan Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Material lumpur, batu, dan kayu meluncur dari punggungan bukit, memutus jalan kabupaten, merobohkan rumah, dan mengurung tujuh jorong berhari-hari. Salah satu yang terparah adalah Jorong Labuah.</p>



<p>Yogi, seorang perantau asal tepian Danau Maninjau, termasuk orang pertama yang berhasil masuk ke wilayah itu setelah bencana. Ketika jalan dari Pasar Maninjau ke Sungai Batang terputus total oleh longsor, satu-satunya jalur tersisa hanyalah danau.</p>



<p>“Ini bicara kampung kita,” kata Yogi, mengenang keputusan yang ia ambil bersama kawan-kawannya.</p>



<p>Informasi galodo sebenarnya sudah diterima Yogi sejak Kamis, hari kejadian. Namun akses sama sekali tak bisa ditempuh. Longsor terjadi di banyak titik, membuat kendaraan tak dapat melintas. Baru Jumat, Yogi dan kawan-kawan berhasil menembus Padang untuk membeli logistik, perjalanan yang memakan waktu sekitar empat jam.</p>



<p>Sabtu dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB, mereka sudah kembali di Maninjau. Enam jam kemudian, dengan perahu milik warga bernama Noviar, minyak dibeli patungan, mereka berangkat menyusuri danau menuju Sungai Batang. Perjalanan memakan waktu sekitar 45 menit, terasa jauh lebih lama di tengah kecemasan.</p>



<p>“Di jorong-jorong itu akses antarjorong putus. Ada dua jalan kabupaten yang sama-sama tak bisa dilewati. Mencekam,” ujar Yogi yang berasal dari Nagari Bayua, Kecamatan Tanjung Raya ini.</p>



<p>Saat perahu merapat di Jorong Bancah Balok dan Labuah, situasi jauh lebih buruk dari yang dibayangkan.</p>



<p>Warga mengungsi di dua titik yakni rumah baru dan sekolah. Ratusan orang bertahan dengan sisa bahan pangan seadanya. Sebagian keluarga hanya memiliki tiga liter beras untuk bertahan hidup. Hujan yang turun hampir sepuluh hari membuat warga tak bisa menjemur padi, sementara jalan terputus membuat pasokan tak masuk.</p>



<p>“Di Sungai Batang kami sudah dua hari makan mi instan. Forkopimca saja belum sampai waktu itu, karena jalan putus,” tutur Yogi.</p>



<p>Bantuan awal yang mereka bawa memang sederhana yakni beras, telur, minyak goreng, namun menjadi sangat berarti. Hingga dua minggu berikutnya, Yogi dan kawan-kawan menetap di Sungai Batang, bolak-balik menyusuri danau. Total bantuan pangan yang berhasil mereka distribusikan di awal mencapai sekitar 1,2 ton beras, ditambah telur dan minyak goreng.</p>



<p>Empat unit genset juga mereka bawa masuk, sangat dibutuhkan karena listrik padam total di sejumlah jorong.</p>



<p><strong>Seminggu Terkurung</strong></p>



<p>Wali Jorong Labuah Elbama, menyebut warganya terdampak parah. Selama hampir seminggu, Jorong Labuah benar-benar terkurung. Akses ke arah Nagari Sungai Batang, Jorong Kubu, hingga Tanjung Sani sama-sama terputus.</p>



<p>“Tujuh jorong di Sungai Batang terkurung. Masyarakat bertahan dengan apa yang ada. Ada yang terpaksa menyewa ponton ke Pasar Maninjau, bayar Rp300 ribu, demi sembako,” ujarnya.</p>



<p>Di tengah lumpur, rumah roboh, dan jalan yang hilang, Danau Maninjau berubah fungsi: dari lanskap wisata dan sumber ekonomi dengan keberadaan keramba jaring apung, menjadi satu-satunya jalan kehidupan. Perahu-perahu kecil, ponton, dan boat warga menjadi penghubung dunia luar dengan kampung-kampung yang terisolasi.</p>



<p>Bagi Yogi Yolanda, perjalanan menembus danau itu bukan sekadar misi kemanusiaan. Itu adalah panggilan pulang seorang perantau yang kembali saat kampungnya paling membutuhkan. (*/Yh)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/melayari-danau-maninjau-kisah-perantau-masuk-ke-lokasi-galodo-sungai-batang-yang-terisolir/">Melayari Danau Maninjau: Kisah Perantau Masuk ke Lokasi Galodo Sungai Batang yang Terisolir</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">240372</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kisah Erik Temukan Al-Qur&#8217;an Milik Ibunya yang Meninggal Akibat Galodo di Agam</title>
		<link>https://langgam.id/kisah-erik-temukan-al-quran-milik-ibunya-yang-meninggal-akibat-galodo-di-agam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[S. Taufiq]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Dec 2025 09:13:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Aksi Peduli Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Bandang Agam]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Agam]]></category>
		<category><![CDATA[Galodo Agam]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Agam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=239629</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Dua hari setelah jasad ibunya ditemukan, Erika Desra (33) kembali datang ke puing-puing kediaman ibunya di Jorong Subarang Aia, Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam. Kamis pagi itu (4/12/2025), ia berencana menyelamatkan barang-barang milik ibunya yang telah tiada akibat bencana itu. Erik mulai mengais-ngais barang yang bisa dia angkat di antara puing-puing penuh lumpur di rumah ibunya, Ernita (58), yang tidak jauh dari Sungai Nanggang, tempat arus galodo terjadi pada Kamis (27/11/2025) lalu. Ia mendapati beberapa barang milik ibunya. Salah satunya Al-Qur&#8217;an tergeletak di bawah batang kayu dalam keadaan basah. Kitab suci itu ia temukan tidak</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kisah-erik-temukan-al-quran-milik-ibunya-yang-meninggal-akibat-galodo-di-agam/">Kisah Erik Temukan Al-Qur&#8217;an Milik Ibunya yang Meninggal Akibat Galodo di Agam</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Dua hari setelah jasad ibunya ditemukan, Erika Desra (33) kembali datang ke puing-puing kediaman ibunya di Jorong Subarang Aia, Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam. </p>



<p>Kamis pagi itu (4/12/2025), ia berencana menyelamatkan barang-barang milik ibunya yang telah tiada akibat bencana itu.</p>



<p>Erik mulai mengais-ngais barang yang bisa dia angkat di antara puing-puing penuh lumpur di rumah ibunya, Ernita (58), yang tidak jauh dari Sungai Nanggang, tempat arus galodo terjadi pada Kamis (27/11/2025) lalu. Ia mendapati beberapa barang milik ibunya.</p>



<p>Salah satunya Al-Qur&#8217;an tergeletak di bawah batang kayu dalam keadaan basah. Kitab suci itu ia temukan tidak jauh dari jasad ibunya yang telah ditemukan pada Minggu (30/11/2025).</p>



<p>Erik mengenali Al-Qur&#8217;an itu milik ibunya. Ia bergegas mengambil kitab suci itu dan membawanya ke tempat yang terik cahaya matahari. &#8220;Ini kalau dijemur masih bisa kering,&#8221; kata Erik.</p>



<p>Ia membalikkan beberapa halaman kemudian membentangkannya di atas sebuah puing atap seng yang bersih dari lumpur sisa galodo. Al-Qur&#8217;an yang tidak memiliki sampul itu dijemur agar kering segera.</p>



<p>&#8220;Ibu sering mengaji dengan ini. Beliau rutin mengaji setelah magrib. Tapi ada satu lagi Al-Qur&#8217;an ibu, tapi belum ketemu,&#8221; katanya.</p>



<p>Selain Al-Quran, Erik juga menemukan barang lain milik ibunya. Seperti, baju kerudung warna merah marun yang telah bercampur dengan lumpur. Menurut Erik, baju sering dipakai ibu untuk pergi baralek.</p>



<p>&#8220;Ini baju yang sering dipakai ibu kalau pergi hajatan. Seminggu sebelum kejadian saya masih melihat ibu pakai baju ini,&#8221; ucap Erik sambil mengangkat baju penuh lumpur itu.</p>



<p>Erik mengaku sudah berdamai dengan dukanya, setelah jasad ibu ditemukan. Jenazah ibunya, tertimbun puing rumah dalam keadaan sujud dan mengenakan mukena. &#8220;Kemungkinan saat kejadian ibu sedang salat,&#8221; kata Erik.</p>



<p>Selain jenazah ibunya, Erik juga menyelamatkan tiga korban meninggal lainnya di rumah itu, yaitu adiknya serta dua keponakannya. <strong>(fx/y)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kisah-erik-temukan-al-quran-milik-ibunya-yang-meninggal-akibat-galodo-di-agam/">Kisah Erik Temukan Al-Qur&#8217;an Milik Ibunya yang Meninggal Akibat Galodo di Agam</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">239629</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cerita Ninik Mamak: Tak Pernah Ada Galodo Salareh Aia Agam di Masa Lampau</title>
		<link>https://langgam.id/cerita-ninik-mamak-tak-pernah-ada-kejadian-galodo-di-salareh-aia-agam-dari-dulu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[S. Taufiq]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Dec 2025 04:21:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Bandang Agam]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Agam]]></category>
		<category><![CDATA[Galodo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=239610</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Datuk Kando Muswil (70) berulang lagi menatap jauh ke seberang nagari melihat Sungai Nanggang yang kini menjadi hamparan luas setelah dilalui galodo pada Kamis pekan lalu. Warga Subarang Aia, Nagari Silareh Aia Timur, Kabupaten Agam itu masih belum percaya dengan bencana dahsyat yang meluluhlantakkan nagari di bentaran sungai. &#8220;Sejak alam terkembang baru kali ini kejadian sebesar ini. Kalau ada bencana yang lebih besar dari ini mungkin itu kiamat,&#8221; kata Datuk Maswil bercerita kepada Langgam. Datuk dari Suku Piliang itu menyampaikan bahwa tidak pernah ada terjadi galodo di Sungai Nanggang pada masa lampau. Baik yang ia alami selama hidup</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/cerita-ninik-mamak-tak-pernah-ada-kejadian-galodo-di-salareh-aia-agam-dari-dulu/">Cerita Ninik Mamak: Tak Pernah Ada Galodo Salareh Aia Agam di Masa Lampau</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Datuk Kando Muswil (70) berulang lagi menatap jauh ke seberang nagari melihat Sungai Nanggang yang kini menjadi hamparan luas setelah dilalui galodo pada Kamis pekan lalu. Warga Subarang Aia, Nagari Silareh Aia Timur, Kabupaten Agam itu masih belum percaya dengan bencana dahsyat yang meluluhlantakkan nagari di bentaran sungai.</p>



<p>&#8220;Sejak alam terkembang baru kali ini kejadian sebesar ini. Kalau ada bencana yang lebih besar dari ini mungkin itu kiamat,&#8221; kata Datuk Maswil bercerita kepada Langgam.</p>



<p>Datuk dari Suku Piliang itu menyampaikan bahwa tidak pernah ada terjadi galodo di Sungai Nanggang pada masa lampau. Baik yang ia alami selama hidup atau cerita dari orang-orang dulu.</p>



<p>&#8220;Tidak pernah ada galodo di sini, tidak ada cerita dari ninik mamak dulu kalau di sini pernah ada galodo. Tidak cerita yang diwariskan kepada kami soal galodo ini,&#8221; katanya.</p>



<p>Maswil mengatakan sejak dulu arus Sungai Nanggang tidak besar, bahkan terlihat seperti sungai kecil. Kalau ada banjir meluap, tidak pernah melebihi jalan jembatan yang membentang di atasnya.</p>



<p>Hal senada juga disampaikan oleh ninik mamak di Kampung Padang Kudu, Radenis (75) yang tidak pernah mendapatkan cerita dari nenek moyang terdahulu tentang riwayat kejadian galodo di Sungai Nanggang. Apalagi kata dia, sungai itu tidak terlalu besar untuk terjadinya galodo.</p>



<p>&#8220;Biasanya memang seperti itu, jika ada galodo kemungkinan di masa lampau juga pernah terjadi dan terulang kembali hari ini. Tapi sepanjang hayat dikandung badan saya tidak pernah ada cerita dari para terdahulu di sini pernah galodo di Sungai Nanggang,&#8221; katanya.</p>



<p>Kejadian banjir dari arus meluap dari sungai Nanggang, kata Radenis, juga tidak ada yang parah sampai ke pemukiman warga. Termasuk saat hujan berkepanjangan beberapa pekan lalu, tidak ada banjir, selain galodo besar yang datang tiba-tiba. </p>



<p>&#8220;Hulu sungai ini tidak jauh dari sini, tidak masuk akal rasanya jika bisa terjadi galodo sebesar ini,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Galodo atau banjir bandang itu meluluhlantakan Nagari Salareh Aia dan Salareh Aia Timur. Setidaknya ada tiga titik pemukiman rumah penduduk yang kini rata dengan tanah yaitu satu pemukiman di Jorong Sawah Laweh di Nagari Salareh Aia, satu pemukiman di Jorong Koto Tangah, satu pemukiman di Jorong Subarang Aia Nagari Silareh Aia Timur. </p>



<p>Tiga titik itu kini tampak hamparan luas yang ditimbun oleh lumpur sisa dari galodo, hanya tertinggal beberapa rumah dalam kondisi rusak berat.</p>



<p>BPBD Agam mencatat 712 rumah rusak berat akibat Galodo, kemudian 253 rumah rusak sedang dan 404 rumah rusak ringan. Hingga Rabu (3/12/2025) posko bencana mencatat 122 orang meninggal akibat banjir bandang di Sungai Nanggang itu, sementara 38 orang lainnya hilang dan masih dalam pencarian. <strong>(fx/y)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/cerita-ninik-mamak-tak-pernah-ada-kejadian-galodo-di-salareh-aia-agam-dari-dulu/">Cerita Ninik Mamak: Tak Pernah Ada Galodo Salareh Aia Agam di Masa Lampau</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">239610</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wawancara Eksklusif dengan Bupati Agam: Nyatakan Status Darurat, Anggaran Penanganan Sudah tak Ada</title>
		<link>https://langgam.id/wawancara-eksklusif-dengan-bupati-agam-nyatakan-status-darurat-anggaran-penanganan-sudah-tak-ada/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yose Hendra]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Dec 2025 03:43:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khas]]></category>
		<category><![CDATA[banjir bandang]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Bandang Agam]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Agam]]></category>
		<category><![CDATA[Galodo]]></category>
		<category><![CDATA[Galodo Agam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=240236</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Raut kelelahan terlihat jelas di wajah Bupati Agam Benni Warlis. Kantong matanya pun semakin menebal. Lebih sepekan terakhir ia minim istirahat karena  mengomandoi penanganan bencana alam dahsyat yang menerjang wilayah Agam.  Saat ditemui di Balairung Rumah Dinas Bupati Agam, Rabu (3/12) malam, Benni baru saja menyelelasaikan rapat koordinasi kesekian kalinya di hari itu, baru selesai sekitar 23.30 WIB. Di hari itu juga dia susah bolak-balik ke lapangan, ke titik terdampak banjir bandang atau galodo di Agam. Di Sumatra Barat, Agam adalah kabupaten yang paling parah terdampak banjir bandang atau pun longsor akibat hidrometeolorologi atau pun ekologis. Bahkan, bencana</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/wawancara-eksklusif-dengan-bupati-agam-nyatakan-status-darurat-anggaran-penanganan-sudah-tak-ada/">Wawancara Eksklusif dengan Bupati Agam: Nyatakan Status Darurat, Anggaran Penanganan Sudah tak Ada</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Raut kelelahan terlihat jelas di wajah Bupati Agam Benni Warlis. Kantong matanya pun semakin menebal. Lebih sepekan terakhir ia minim istirahat karena  mengomandoi penanganan bencana alam dahsyat yang menerjang wilayah Agam.  Saat ditemui di Balairung Rumah Dinas Bupati Agam, Rabu (3/12) malam, Benni baru saja menyelelasaikan rapat koordinasi kesekian kalinya di hari itu, baru selesai sekitar 23.30 WIB. Di hari itu juga dia susah bolak-balik ke lapangan, ke titik terdampak banjir bandang atau galodo di Agam. Di Sumatra Barat, Agam adalah kabupaten yang paling parah terdampak banjir bandang atau pun longsor akibat hidrometeolorologi atau pun ekologis. Bahkan, bencana besar dipicu siklon tropis senyar yang secara bersamaan menerjang tiga provinsi di Sumatra meliputi Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Benni memastikan bahwa Agam adalah wilayah paling banyak terdapat korban jiwa dan juga masih dalam pencarian. Berikut petikan wawancara khusus wartawan Yose Hendra, langsung dengan Bupati Agam Benni Warlis, sekaitan dengan perkembangan bencana banjir bandang dan longsor di Agam, dan sejauh mana penanganan, serta tantangan di masa tanggap darurat hingga rehalibilitasi dan rekonstruksi ke depannya.</p>



<p>Berikut petikan wawancaranya:</p>



<p><strong>Pak Bupati, pertama saya mengucapkan turut berduka di apa yang menimpa Agam, kita menyaksikan bagaimana Agam porak-poranda anda dan juga nyawa, melayang, kemudian kerusakan begitu massif. Nah, Pak Bupati, sekarang ini hari ke-6, itu berapa kecamatan terdampak, nagari (desa) terdampak Kemudian angka korban meninggal, yang dinyatakan hilang dan juga kerusakan lainnya?</strong></p>



<p>Ini kejadian adalah ujian dari Allah SWT. Allah akan memuji kita dengan khawatir, rasa takut. Semua hari ini ketakutan, khawatir, kita juga khawatir. Kemudian kekurangan harta, hilangnya sawah-sawah ternak semuanya, kekurangan buah-buahan, sawah juga padi, dan kehilangan jiwa, ada yang meninggal dimiliki orang yang sabar, itu orang yang bila ditimpa oleh musibah, dia mengatakan milik Allah kembali kepada Allah. Jadi ini benar ayat Allah itu. Tapi terjadi hari ini di Sumatra Barat dan khususnya Kabupaten Agam, ini sangat menyedihkan kita. Kejadian ini sampai sekarang telah menelan korban jiwa manusia yang ditemukan ya, yang meninggal dunia, itu 169 orang. Jadi dari hari ke hari bertambah. Kemudian yang dinyatakan hilang itu ada 86 orang. Tapi saya yakin akan lebih dari itu Kenapa lebih? Jadi yang hilang ini, itu ada yang melaporkan. Kalau saja ada yang satu rumah itu dia meninggal semua, itu gak ada yang melaporkan. Jadi kemungkinan-kemungkinan akan ada akan muncul lagi, dan kayak lain. Ini saja&nbsp; dari kemarin baru 130 kan? 169 sekarang (data per 3 November 2025).</p>



<p><strong>Lonjakan sehari 30 orang. Itu dimana saja yang paling banyak?</strong></p>



<p>Jadi yang paling banyak ini memang di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan. Itu yang kena longsor itu. Jadi kejadian-kejadian sebelumnya Itu sebetulnya 16 kecamatan, ini Ini rata, kejadian bencana longsor, Kemudian banjir.&nbsp; Seperti itu lazimnya. Kemudian puncaknya tanggal 27 November itu, hari Kamis itu inilah yang terjadi di Palembayan. Terjadinya semacam galodoh lah. Saya kita tidak tahu bagaimana sumbernya di atas. Yang jelas air itu seperti lepas, masuk ke sungai, menghantam sungai yang kecil menjadi besar, melimpah, menghantam semua perkampungan. Sungainya kecil, gak besar. Jadi ada di situ. Yang dilewati itu yang paling di atas, itu namanya Subarang Aia, kemudian Kampung Tanjung, Kayu Pasak di bawahnya. &nbsp;Kayu Pasak sama Kampung Tanjung sama. Kemudian yang Subarang Aia adalah yang terisolir, setelah beberapa rumah dihantam. Kemudian ada yang terisolasi. Jadi semua ini menyebabkan, yang pertama adalah adanya masyarakat yang tertimbun oleh longsoran. Kemudian yang dihanyutkan ke sungai. Jadi hari pertama itu yang kita terima itu, yang kita temukan itu adalah mereka yang hanyut. Kemudian baru besoknya yang ada di tempat-tempat yang di lumpur-lumpur itu Itu di Salareh Aia. Duluan terdampak sebetulnya di Malalak. Malalak lebih duluan 4 hari, sekitar tanggal 22, 23 November. Malalak dulu terparah. Kemudian muncul lagi saat hujan lebat itu seperti Matua. Tapi yang pertama, yang berat itu dulunya di Paninjauan, kawasan Danau Maninjau. Kemudian muncul di Palembayan. Rentetan dia.</p>



<p><strong>Pak Bupati dari lapangan informasinya kalau Malalak memang sudah punya pengalaman galodoh. Sementara di Salareh Aia ini pertama kali. Nah apakah sudah dicari penyebabnya? Apakah memang ini adalah disebabkan oleh hidrometeorologi, curah hujan tinggi atau memang ada faktor lain misal perusakan lingkungan atau ekologisnya?</strong></p>



<p>Jadi di hari pertama sudah terjadi, tapi cuma banjir-banjir di daerah-daerah di bawahnya. Cuma Di hari terakhir itu, kan sudah 8 hari hujan tidak putus-putus itu. Jadi kemungkinannya memang ada suatu genangan di puncak itu. Kan di atas itu. Kemudian itu bobol. Kita prediksi seperti itu. Kan sering kejadian seperti itu. Galodo seperti itu. Ada genangan. Kemudian genangan itu bisa terbuat akibat daripada longsor atau kayu-kayu tersekat, menyumbat. &nbsp;Jadi semacam embung lah. Embung itu diisi terus, diisi terus, sampai ini puncaknya lepas. Ketika air dilepas, dia akan menghantam batu-batuan di sungai. Kalau batu sudah lepas, Ini makanya dikatakan galodo mengelontor dia ke bawah. Batu di bawah diterjang akan seperti api.</p>



<p><strong>Tapi ada indikasi lain tidak?</strong></p>



<p>Kalau di hulu itu tidak ada. Airnya dari hulu. Air bahnya dari hulu. Kecuali kalau penebangan hutan di daerah-daerah hulu. Kita tidak bisa menyimpulkan. Artinya mendorong pihak lain silahkan untuk meneliti. Ini kan kejadian pertama di sekitar Bukit Barisan itu.</p>



<p><strong>Kejadian ini ada gak Yang boleh dikatakan atau disebut itu Ada kampung yang benar-benar hilang seperti di Aceh. Ada kampung yang terkubur?</strong></p>



<p>Jadi fenomena alam ini, sebetulnya terjadi terus siklus yang kita tidak tahu berapa ratus tahun. Kalau sekarang kita jadinya tahu hari kejadian itu karena informasi dari media sosial. Kalau dulu ada kejadian, ada kampung yang terkubur, siapa yang tahu.</p>



<p><strong>Apakah masih yang terisolir?</strong></p>



<p>Terisolir kita sifatnya putus jalan, tak bisa ditempuh. Jembatan putus, atau longsor beberapa titik. Yang benar-benar hilang tidak ada. Karena yang terisolir itu bisa didistribusikan bantuan. Kalau tak bisa darat, kita distribusikan bantuan dengan mengirim melalui udara.</p>



<p>&nbsp;Nah Bapak Bupati selain kita bicara tadi Korban, kemudian Hilang dan lain-lain Hal yang pasti Memukul juga Tentu adalah dampak secara Kerusakan layak dan ujung-ujung ekonomi Apakah sudah didata Berapa tenggamping Perumah yang rusak mudah secara ekonomi Keseluruhan berapa Itu</p>



<p>Sudah di data, cuma kita belum bisa memastikan. Yang dilaporkan per 3 November 2025, rumah rusak ringan sekitar 400 unit, rusak sedang 98 unit. Kemudian rusak berat ada 400an. Kemudian jembatan yang rusak Ini ada 26 titik, jalan ada 37 titik, tempat ibadah ada 11, sekolah 112 unit sekolah Itu dari SD sampai SMA. Irigasi juga 29 unit, kemudian ternak hampir 4000 ekor. Areal persawahan yang rusak Itu ada 1659 hektare. Kemudian diperkirakan akan bertambah terus. Sekarang ini dampak secara ekonomi sudah hampir lebih dari Rp.600 miliar.</p>



<p><strong>Apa yang paling dibutuhkan Agam untuk percepatan saat ini?</strong></p>



<p>Saya sudah sampaikan, kita kekurangan alat berat. Saya minta 10 unit lagi untuk disebar ke Malalak, Salareh Aia mungkin sekitar 3-4 lagi. Alat itu kita sebar untuk percepatan.</p>



<p>&nbsp;Kita juga butuh genset yang menjadi andalan penerangan saat ini sekitar 10 lagi. Selanjutnya air minum, termasuk MCK di titik pengungsian. Kita hanya bisa minta, karena tidak ada uang lagi. Kita juga minta ke pengusaha atau perantau.</p>



<p><strong>Berapa banyak titik pengungsian?</strong></p>



<p>Sekaranga da 20 titik dengan jumlah 15 ribu jiwa. Tapia da juga yang masih terisolasi dengan jumlah penduduk sekitar 20 ribu jiwa.</p>



<p><strong>Apakah Agam sanggup mengatasinya?</strong> Ini kan kerugian masyaraka kita. Apakah sanggup? Kita tak sanggup. Kita sanggup menggerakkan masyarakat gotong royong atau perantau membantu. Tapi Pemerintah Agam tidak akan sanggup mengembalikan ke posisi semula. Maka kita juga berharap untuk perantau semua &nbsp;Kondisinya, kita mundur mungkin bisa 20 tahun yah posisinya. Posisinya jalan yang rusak, sekolah yang rusak, jembatan putus, Agam tidak akan sanggup. Makanya sekarang Agam menyatakan darurat sejak tanggal 27 November. Ada suratnya.</p>



<p><strong>Walaupun nasional belum menyatakan darurat?</strong></p>



<p>Agam yang darurat. Jadi salah satu hal penting ketika Agam menyatakan Ini darurat, maka provinsi bisa masuk, pusat bisa masuk. Apakah jalan-jalannya nasional, apakah jalan-jalan kabupaten, apakah jalan-jalan provinsi, Itu bisa dimasuki oleh pusat.</p>



<p><strong>Apa kekuatannya?</strong></p>



<p>Surat keputusan bupati. Cukup kuat. Ini suatu kekuatan yang luar biasa. Ini surat saktinya bupati. Menyatakan darurat itu, artinya beberapa aturan tidak berlaku lagi, tidak dibatasi lagi. Misalnya kalua jalan, jembatan kabupaten kita yang biayai. Sekarang tidak, bisa provinsi, bisa pusat. Kalau dulu dibiayai tidak boleh, tidak sah. Rentang waktunya atau masa berlakunya satu bulan. Selama satu bulan masa tanggap darurat ini, kita didamping langsung. Dalam satu bulan ini intervisi dilakukan oleh provinsi dan pusat. Sekarang lihat kan kita didamping BNPB. Kita didamping langsung. Disertai bantuan sarana, alat, pangan. Dibantu semua dari pemerintah pusat.</p>



<p><strong>Itu kan tahap emergensi. Kalau penanganan jangka Panjang bagaimana?</strong></p>



<p>Kalau bicara jangka panjang, nanti kan ada rehabilitasi rekonstruksi. Kita ajukan. Rehab-rekon itu pemerintah pusat lagi melakukan. &nbsp;Makanya ada namanya BNPB, lembaga penanggulangan bencana nasional. Jadi mereka akan turun ketika kita memang tidak sanggup.</p>



<p><strong>Ketidaksanggupan dari sisi anggaran berapa? Sekarang posisi anggaran untuk penanganan bencana berapa?</strong></p>



<p>&nbsp;Pasti dari sisi anggaran. Untuk kabupaten istilanya dana Bnatuan Tak Terduga (BTT). Kalau setahun kemarin BTT kita untuk tahun 2025 Rp.5 miliar. Sebelum terjadi bencana posisinya tinggal Rp.1,5 miliar. Tidak berapa artinya. Dengan kondisi bencana seperti ini sudah habis. Umurnya paling seminggu untuk memamaksimalkan penggunaan anggaran itu. BTT itu penggunaannya selama ini, misal kita tanggap darurat, ada jembatan roboh, jalan rusak, kita perbaiki. Ada bangunan irigasi rusak, kita perbaiki.</p>



<p><strong>Berarti Agam defisit sekarang?</strong></p>



<p>Ya sekarang untuk bencana tak ada lagi. Kalau untuk menyambangi lokasi atau titik bencana sekarang, BBM kita ada. Tapi untuk membiayai tak bisa. Misal memperbaiki jalan, jembatan tak bisa. Makanya darurat kan. Maka jembatan darurat dulu, bagaimana mobil lewat. Dengan harapan dibangun permanen nanti.</p>



<p><strong>Apakah Agam paling terdampak?</strong></p>



<p>Dibanding kabupaten lain, Agam paling parah. Seluruh kabupaten terdampak di Sumatra, untuk kabupatennya kita paling banyak dari sisi korban. Ini dinyatakan langsung juga oleh pihak BNPB.</p>



<p><strong>Apakah perlu penetapan status nasional, seperti disuarakan kepala daerah terdampak lain?</strong></p>



<p>Kita tak seperti itu caranya. Kita bikin laporan, menyurati. Untuk status nasional kita tak bisa. Kita tak tahu dampak lain di kabupaten lain. Kalau hanya dengan dana provinsi juga tidak sanggup. Kan sudah dinyatakan Pak Gubernur juga. Kami menyatakan bahwa Kabupaten Agam tidak punya anggaran lagi menyelesaikan ini. Maka kita usulkan ke pemerintah pusat, dan sudah direspons BNPB. Maka sudah beberapa hari ini kita didampingi. Artinya pusat sudah terlibat di sini.</p>



<p><strong>Sekali lagi penegasan, kalau menurut Bapak Bupati bencana ini secara narasi, apakah memang hidrometeorologi dengan narasi tunggal atau memang faktor ekologis atau kerusakan lingkungan?</strong></p>



<p>Kalau faktor lingkungan, maksudnya kerusakan-kerusakan, saya tidak yakin dengan itu. Kenapa? Karena semua longsor ini kan semua kecuali pada daerah-daerah yang terjadi penebangan hutan. Itu memang iya. Kalau kita khusus Agam, bukan penyebabnya itu. Saya berani katakan itu, karena saya cuma lihat khusus untuk Salareh Aia, ini hamper sama dengan galodo gunung Marapi. Karena hujannya lebat. Kalau di Malalak hampir sama. Kalau hujan biasa-biasa saja, tidak ada bencana. Kalau tebing runtuh sedikit biasa.</p>



<p><strong>Menurut Pak Bupati, apakah kejadian bencana hari mungkin masyarakat sudah mengabaikan pengetahuan lokal soal kebencanaan?</strong></p>



<p>Bukan ini kan di Salareh Aia, memang masyarakat di situ belum pernah punya pengalaman. Kalau di Salareh Aia baru sekali, jadi tak memahami apa pun yang terjadi. Dan itu sangat mendadak sekali. Beda dengan pengalaman masyarakat di Sungai Batang, Tanjung Sani. Korban tak banyak, karena mereka sering mengalami hal yang sama. Kalau ada tanda-tanda mereka sudah tahu dan cepat menghindar.</p>



<p><strong>Ke depan perlu gak untuk memasifkan mitigasi berbasis nagari?</strong></p>



<p>Ini perlu dengan mengedukasi masyarakat. Jangan terulang lagi. Kita di Agam lengkap potensi bencana deperti galodo, longsor, gempa, erupsi.</p>



<p><strong>Apakah Agam membuka diri untuk dibantu?</strong></p>



<p>Kita sangat terbuka. Baik perantau, maupun LSM. Menurut kita untuk pengananan bencana besar seperti ini; Basamo Mako Bajadi (bersama maka bisa diatasi).</p>



<p><strong>Apakah babakan penanganan yang sudah dirancang?</strong></p>



<p>Pertama, hunian sementara bagi mereka yang mau. Tapi karena orang Minang tentu juga punya dunsanak atau keluarga, mereka ingin di sana kita bantu juga. Kita anggap seperti indekos. Kedua, soal hunian tetap dengan harapan itu dibangun pemerintah pusat. Untuk masa darurat ini kita akan pastikan data untuk keperluan bantuan masa rehabilitasi dan rekonstruksi.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/wawancara-eksklusif-dengan-bupati-agam-nyatakan-status-darurat-anggaran-penanganan-sudah-tak-ada/">Wawancara Eksklusif dengan Bupati Agam: Nyatakan Status Darurat, Anggaran Penanganan Sudah tak Ada</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">240236</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tinjau Korban Bencana di Agam, Wapres Gibran: Warga Sumatra Tak Sendiri</title>
		<link>https://langgam.id/tinjau-korban-bencana-di-agam-wapres-gibran-warga-sumatra-tak-sendiri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Dec 2025 02:51:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Bandang Agam]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Agam]]></category>
		<category><![CDATA[Gibran Rakabuming]]></category>
		<category><![CDATA[Wapres Gibran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=239553</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka memastikan pemerintah mempercepat pendistribusian bantuan dan pemulihan di wilayah terdampak bencana. Hal itu disampaikannya saat meninjau langsung kondisi korban bencana di Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, Kamis (4/12/2025). “Saya menyampaikan duka cita yang mendalam kepada seluruh korban. Bapak Ibu tidak sendiri, warga Sumatra tidak sendiri. Kami diperintah Bapak Presiden untuk mempercepat proses pemulihan. Distribusi bantuan lewat jalur darat, udara, dan laut akan terus digenjot,” ungkap Gibran. Selain itu, terang Gibran, bahwa perbaikan akses komunikasi, fasilitas kesehatan, sekolah, jembatan, hingga jalan akan dipercepat agar bantuan dan BBM</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tinjau-korban-bencana-di-agam-wapres-gibran-warga-sumatra-tak-sendiri/">Tinjau Korban Bencana di Agam, Wapres Gibran: Warga Sumatra Tak Sendiri</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka memastikan pemerintah mempercepat pendistribusian bantuan dan pemulihan di wilayah terdampak bencana.</p>



<p>Hal itu disampaikannya saat meninjau langsung kondisi korban bencana di Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, Kamis (4/12/2025).</p>



<p>“Saya menyampaikan duka cita yang mendalam kepada seluruh korban. Bapak Ibu tidak sendiri, warga Sumatra tidak sendiri. Kami diperintah Bapak Presiden untuk mempercepat proses pemulihan. Distribusi bantuan lewat jalur darat, udara, dan laut akan terus digenjot,” ungkap Gibran.</p>



<p>Selain itu, terang Gibran, bahwa perbaikan akses komunikasi, fasilitas kesehatan, sekolah, jembatan, hingga jalan akan dipercepat agar bantuan dan BBM bisa kembali mengalir lancar.</p>



<p>Dalam peninjauan tersebut, Gibran memberi perhatian khusus kepada kelompok rentan di pengungsian.</p>



<p>“Saya minta Kepala Daerah, BNPB, TNI–Polri memastikan tenda layak, makan tiga kali sehari, air bersih, serta perhatian khusus untuk lansia, anak-anak, dan ibu hamil,” ujarnya.</p>



<p>Ia mengatakan bahwa sudah mencatat seluruh masukan masyarakat di lapangan. “Hari ini kami mengunjungi tiga provinsi untuk mempercepat pemulihan. Semua akan kami laporkan ke Bapak Presiden,” bebernya.</p>



<p>Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah menyebutkan bahwa Agam merupakan daerah dengan korban terbanyak dan kerusakan paling luas, terutama pada lahan pertanian dan permukiman. </p>



<p>Ia mengungkapkan pemerintah pusat telah memastikan rumah warga yang rusak serta infrastruktur utama akan dibangun kembali.</p>



<p>Mahyeldi menambahkan kebutuhan mendesak masyarakat saat ini meliputi makanan, pakaian, dan air minum. Suplai air bersih terus diupayakan dengan bantuan BUMN dan BUMD. Sementara itu, PLN tengah memulihkan aliran listrik, dan akses komunikasi mulai terbantu oleh layanan Starlink.</p>



<p>Ia juga menyebut masih ada sekitar 100 korban yang belum ditemukan. Tambahan peralatan dari BNPP, DPR RI, dan relawan telah diturunkan untuk mempercepat pencarian. Empat nagari yang sebelumnya terisolasi kini mulai bisa dijangkau dan bantuan segera dikirimkan.</p>



<p>Bupati Agam, Benny Warlis mengatakkan bahwa hingga hari ini sudah ditemukan 169 korban, sementara 84 lainnya masih dinyatakan hilang. Ia menambahkan lebih dari 15.000 warga masih berada di pengungsian dan sekitar 20.000 lainnya masih terisolasi di sejumlah kecamatan.</p>



<p>&#8220;Distribusi bantuan dilakukan lewat jalur darat dan udara, termasuk ke wilayah yang hanya bisa diakses kendaraan roda dua seperti Tanjung Sani dan Sungai Batang,&#8221; ucapnya. </p>



<p>Beni menambahkan bahwa kerusakan infrastruktur meliputi jalan, jembatan, hingga sawah yang tertimbun, dan pihaknya masih membutuhkan tambahan alat berat.</p>



<p>Pada kesempatan itu, Benny mengharapkan pemerintah pusat membantu pemulihan jangka panjang.</p>



<p>“Agam tidak akan mampu menangani ini sendirian. Dengan kehadiran Pak Wapres, kami optimis kondisi akan pulih kembali. Mudah-mudahan tangisan masyarakat hari ini bisa berubah menjadi senyuman,” kata Benny.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tinjau-korban-bencana-di-agam-wapres-gibran-warga-sumatra-tak-sendiri/">Tinjau Korban Bencana di Agam, Wapres Gibran: Warga Sumatra Tak Sendiri</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">239553</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Warga Subarang Aia Agam Gali Empat Kuburan Massal untuk Pemakaman Korban Galodo</title>
		<link>https://langgam.id/warga-subarang-aia-agam-gali-empat-kuburan-massal-untuk-pemakaman-korban-galodo/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[S. Taufiq]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Dec 2025 11:02:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[banjir bandang]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Bandang Agam]]></category>
		<category><![CDATA[Palembayan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=239522</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Masyarakat Jorong Subarang Aia, Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, menggali empat kuburan massal untuk pemakaman korban meninggal banjir bandang atau galodo Kamis pekan lalu. Kuburan massal tersebut spontan dilakukan oleh masyarakat lantaran jenazah korban banjir bandang menumpuk pada Jumat (28/11/2025) sehari setelah kejadian. &#8220;Jumat pagi itu sudah banyak korban meninggal yang kami temukan. Para tokoh masyarakat nagari kemudian mengusulkan untuk dikubur secara masal,&#8221; ujar Wali Jorong Subarang Aia, Irlan, Rabu (2/12/2025). Ia mengatakan ada empat kuburan masal yang dibuat masyarakat hari itu di dua lokasi yang tidak berjauhan. Kuburan masal itu berisikan empat sampai tujuh</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/warga-subarang-aia-agam-gali-empat-kuburan-massal-untuk-pemakaman-korban-galodo/">Warga Subarang Aia Agam Gali Empat Kuburan Massal untuk Pemakaman Korban Galodo</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Masyarakat Jorong Subarang Aia, Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, menggali empat kuburan massal untuk pemakaman korban meninggal banjir bandang atau galodo Kamis pekan lalu.</p>



<p>Kuburan massal tersebut spontan dilakukan oleh masyarakat lantaran jenazah korban banjir bandang menumpuk pada Jumat (28/11/2025) sehari setelah kejadian. </p>



<p>&#8220;Jumat pagi itu sudah banyak korban meninggal yang kami temukan. Para tokoh masyarakat nagari kemudian mengusulkan untuk dikubur secara masal,&#8221; ujar Wali Jorong Subarang Aia, Irlan, Rabu (2/12/2025).</p>



<p>Ia mengatakan ada empat kuburan masal yang dibuat masyarakat hari itu di dua lokasi yang tidak berjauhan. Kuburan masal itu berisikan empat sampai tujuh jenazah.</p>



<p>Irlan mengatakan data jumlah korban yang dikubur massal itu sebanyak 22 jenazah. &#8220;Semuanya bisa kami identifikasi dan memang merupakan warga setempat,&#8221; katanya.</p>



<p>Ia menyebutkan, Jumat pagi tersebut banyak korban meninggal ditemukan di pinggir Sungai Nanggang tempat arus galodo mengalir. 30 rumah di pinggiran sungai tersebut hilang disapu oleh banjir bandang.</p>



<p>Irlan mengatakan, total warga Subarang Aia yang hilang sebanyak 62 orang. Sejauh yang sudah ditemukan sebanyak 35 orang. Hingga hari ketujuh setelah galodo tim gabungan masih melakukan pencarian. (<strong>fx)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/warga-subarang-aia-agam-gali-empat-kuburan-massal-untuk-pemakaman-korban-galodo/">Warga Subarang Aia Agam Gali Empat Kuburan Massal untuk Pemakaman Korban Galodo</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">239522</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Empat Warga Toboh Malalak Timur Belum Ditemukan</title>
		<link>https://langgam.id/empat-warga-toboh-malalak-timur-belum-ditemukan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Dec 2025 04:11:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Bandang Agam]]></category>
		<category><![CDATA[Galodo]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=239482</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Sebanyak empat warga Toboh, Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, yang diterjang galodo beberapa hari lalu masih belum ditemukan. Camat Malalak, Ulya Satar mengatakan, galodo yang melanda beberapa hari lalu itu menyisakan duka mendalam bagi masyarakat setempat. Selain memporak porandakan permukiman warga, fasilitas umum dan lahan pertanian, juga menelan korban jiwa. “Sebanyak 15 warga awalnya dilaporkan hilang. Setelah dilakukan pencarian 11 orang ditemukan meninggal dunia, namun empat orang lagi masih dalam pencarian,” ujarnya, sebagaimana dilansir dari AMC, Rabu (3/12/2025). Kini katanya lagi, tim gabungan dari unsur TNI, Polri, Basarnas, masyarakat dan lainnya tengah berjuang melakukan pencarian terhadap</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/empat-warga-toboh-malalak-timur-belum-ditemukan/">Empat Warga Toboh Malalak Timur Belum Ditemukan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Sebanyak empat warga Toboh, Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, yang diterjang galodo beberapa hari lalu masih belum ditemukan.</p>



<p>Camat Malalak, Ulya Satar mengatakan, galodo yang melanda beberapa hari lalu itu menyisakan duka mendalam bagi masyarakat setempat.</p>



<p>Selain memporak porandakan permukiman warga, fasilitas umum dan lahan pertanian, juga menelan korban jiwa.</p>



<p>“Sebanyak 15 warga awalnya dilaporkan hilang. Setelah dilakukan pencarian 11 orang ditemukan meninggal dunia, namun empat orang lagi masih dalam pencarian,” ujarnya, sebagaimana dilansir dari AMC, Rabu (3/12/2025).</p>



<p>Kini katanya lagi, tim gabungan dari unsur TNI, Polri, Basarnas, masyarakat dan lainnya tengah berjuang melakukan pencarian terhadap empat warga yang belum ditemukan tersebut.</p>



<p>“Kita berharap empat warga ini bisa segera ditemukan,” pungkasnya.</p>



<p>Yose Hendra (YH)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/empat-warga-toboh-malalak-timur-belum-ditemukan/">Empat Warga Toboh Malalak Timur Belum Ditemukan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">239482</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 27/76 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-07-09 17:09:30 by W3 Total Cache
-->