<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Balita Korban Penganiayaan Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/balita-korban-penganiayaan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/balita-korban-penganiayaan/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Mon, 29 Jun 2026 04:10:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Balita Korban Penganiayaan Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/balita-korban-penganiayaan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Biaya Pengobatan Balita Korban Aniaya Ayah Tiri Nunggak Ratusan Juta, Ini Kata RSUP M Djamil Padang</title>
		<link>https://langgam.id/biaya-pengobatan-balita-korban-aniaya-ayah-tiri-nunggak-ratusan-juta-ini-kata-rsup-m-djamil-padang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 04:10:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Balita Korban Penganiayaan]]></category>
		<category><![CDATA[RSUP M Djamil Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Solok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=251124</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Balita tiga tahun bernama Sena Celin Adipraja korban penganiayaan ayah tiri di Kabupaten Solok, Sumatra Barat (Sumbar), masih dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang, Senin (29/6/2026). Korban kini dikabarkan memiliki tunggakan biaya pengobatan mencapai ratusan juta. Informasi dari pihak keluarga, total tunggakan mencapai Rp280 juta. Biaya itu selama pengobatan korban dirawat hingga jalani operasi sebanyak tiga kali, sejak dirujuk ke RSUP M Djamil Padang pada 3 Mei 2026. Wakil Kepala Instalasi Humas dan Promkes RSUP M Djamil Padang, Rizki Rasyidi, membenarkan pasien memiliki tunggakan biaya rumah sakit. Hal ini lantaran BPJS pasien baru aktif</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/biaya-pengobatan-balita-korban-aniaya-ayah-tiri-nunggak-ratusan-juta-ini-kata-rsup-m-djamil-padang/">Biaya Pengobatan Balita Korban Aniaya Ayah Tiri Nunggak Ratusan Juta, Ini Kata RSUP M Djamil Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id </strong>&#8211; Balita tiga tahun bernama Sena Celin Adipraja korban penganiayaan ayah tiri di Kabupaten Solok, Sumatra Barat (Sumbar), masih dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang, Senin (29/6/2026). Korban kini dikabarkan memiliki tunggakan biaya pengobatan mencapai ratusan juta.</p>



<p>Informasi dari pihak keluarga, total tunggakan mencapai Rp280 juta. Biaya itu selama pengobatan korban dirawat hingga jalani operasi sebanyak tiga kali, sejak dirujuk ke RSUP M Djamil Padang pada 3 Mei 2026.</p>



<p>Wakil Kepala Instalasi Humas dan Promkes RSUP M Djamil Padang, Rizki Rasyidi, membenarkan pasien memiliki tunggakan biaya rumah sakit. Hal ini lantaran BPJS pasien baru aktif setelah tiga hari jalani perawatan.</p>



<p>Kata Rizki, keluarga tidak perlu khawatir tentang tunggakan biaya rumah sakit. Manajemen RSUP M Djamil Padang akan tetap memberikan layanan terbaik untuk pasien.</p>



<p>&#8220;Tidak perlu memikirkan biaya tunggakan. Yang jelas pelayanan tetap kami layani,&#8221; katanya dihubungi <strong>Langgam.id</strong>, Senin (29/6/2026).</p>



<p>&#8220;Sebenarnya setiap pasien yang masuk rumah sakit pemerintah, keluarga tidak perlu khawatir dengan permasalahan biaya,&#8221; sambungnya.</p>



<p>Rizki menyebutkan, biasanya kendala-kendala biaya apalagi pasien korban tindak pidana bakal dijamin negara. Meskipun pihak keluarga dikategorikan memiliki utang tunggakan.</p>



<p>&#8220;Paling apabila pasien udah diperbolehkan pukang, kami rumah sakit juga tidak akan melakukan penahan pemulangan. Jaminan yang tinggalkan seperti KTP,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Terkait kondisi pasien, kata Rizki, sudah berangsur membaik walaupun masih jalani perawatan di ruangan PICU.</p>



<p>&#8220;Kondisi membaik. Memang saat masuk kondisi sangat memprihatinkan. Maka tindakan operasi dilakukan mulai pembersihan luka-luka, termasuk luka sundutan rokok yang cukup banyak,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Sebelumnya, pelaku dalam kasus ini adalah ayah tiri korban yakni Putra Rahmadani (34). Penganiayaan ini dilakukan pelaku kepada korban berulang kali pada tanggal 17 dan 19 April 2026.</p>



<p>Kasat Reskrim Polres Solok, Iptu Albeth Solomo Ainulaki, mengatakan korban dianiaya karena pelaku kesal dimintai bikin susu, sehingga aktivitas pelaku bermain hp terganggu. Korban disebut juga merusak hp pelaku.</p>



<p>Pelaku kemudian melakukan kekerasan kepada korban, ketika itu mereka masih tinggal di Purwokerto. Kepada ibu korban, pelaku berdalih luka yang dialami anaknya diakibatkan oleh santet. Jika diceritakan ke orang, kondisinya akan semakin parah.</p>



<p>&#8220;Tanggal 28 April, pelaku membawa istri dan anaknya ini untuk pulang kampung ke Solok. Alasanya agar si anak yang kata pelaku kena santet bisa diobati di kampung,&#8221; ujar Albeth.</p>



<p>Albeth menyebutkan ketika sampai di Kota Padang dari Purwokerto, korban mengalami kejang. Kondisi ini lalu diketahui oleh seorang pedagang gorengan, kemudian menyarankan agar korban segera dibawa ke puskesmas.</p>



<p>&#8220;Warga mengarahkan untuk bawa ke puskesmas, pelaku menolak membawa anaknya. Warga semakin ramai, akhirnya dipaksa. Saat di puskesmas, dibuka baju, tubuh anak ini penuh luka,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>&#8220;Pelaku tetap berdalih bahwa kondisi anaknya ini diakibatkan oleh santet,&#8221; sambung Albeth.<strong> (WAN)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/biaya-pengobatan-balita-korban-aniaya-ayah-tiri-nunggak-ratusan-juta-ini-kata-rsup-m-djamil-padang/">Biaya Pengobatan Balita Korban Aniaya Ayah Tiri Nunggak Ratusan Juta, Ini Kata RSUP M Djamil Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">251124</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jenguk Balita Korban Penganiayaan, Ketua TP-PKK Padang Minta Warga Jangan Diam terhadap Kekerasan</title>
		<link>https://langgam.id/jenguk-balita-korban-penganiayaan-ketua-tp-pkk-padang-minta-warga-jangan-diam-terhadap-kekerasan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 May 2026 19:13:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Balita Korban Penganiayaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=247338</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id — Ketua TP-PKK Kota Padang, Dian Fadly Amran, membesuk Arkan Maulana (2), balita korban dugaan penganiayaan oleh ayah kandungnya, di Rumah Sakit Bhayangkara Padang, Senin (18/5/2026). Dalam kunjungan itu, Dian mengingatkan masyarakat agar tidak diam ketika menemukan kasus kekerasan terhadap perempuan maupun anak. Saat berada di ruang perawatan, Dian tampak menyapa Arkan yang mulai menunjukkan kondisi lebih baik. Meski masih menjalani perawatan dengan luka bakar di sejumlah bagian tubuh dan tangan kanan yang digips, balita tersebut terlihat lebih ceria dibanding sebelumnya. Dian mengapresiasi langkah cepat warga yang membawa Arkan ke kantor polisi hingga kasus tersebut terungkap. “Saya mengucapkan terima</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/jenguk-balita-korban-penganiayaan-ketua-tp-pkk-padang-minta-warga-jangan-diam-terhadap-kekerasan/">Jenguk Balita Korban Penganiayaan, Ketua TP-PKK Padang Minta Warga Jangan Diam terhadap Kekerasan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p></p>



<p><strong>Langgam.id</strong> — Ketua TP-PKK Kota Padang, Dian Fadly Amran, membesuk Arkan Maulana (2), balita korban dugaan penganiayaan oleh ayah kandungnya, di Rumah Sakit Bhayangkara Padang, Senin (18/5/2026). </p>



<p>Dalam kunjungan itu, Dian mengingatkan masyarakat agar tidak diam ketika menemukan kasus kekerasan terhadap perempuan maupun anak.</p>



<p>Saat berada di ruang perawatan, Dian tampak menyapa Arkan yang mulai menunjukkan kondisi lebih baik. Meski masih menjalani perawatan dengan luka bakar di sejumlah bagian tubuh dan tangan kanan yang digips, balita tersebut terlihat lebih ceria dibanding sebelumnya.</p>



<p>Dian mengapresiasi langkah cepat warga yang membawa Arkan ke kantor polisi hingga kasus tersebut terungkap.</p>



<p>“Saya mengucapkan terima kasih kepada para tetangga yang sudah menjadi pahlawan dan membantu membawa Arkan ke kepolisian,” kata Dian.</p>



<p>Arkan diduga menjadi korban kekerasan yang dilakukan ayah kandungnya berinisial R (29). Balita yang tinggal di kawasan Korong Gadang, Kecamatan Kuranji, itu disebut mengalami penganiayaan selama sekitar dua pekan. Tubuh korban diduga disundut rokok, digigit, hingga disiram air panas.</p>



<p>Kasus itu terungkap setelah sejumlah tetangga mendengar tangisan korban hampir setiap hari. Warga kemudian mendatangi rumah korban dan mendapati kondisi Arkan mengalami luka di tubuhnya sebelum akhirnya dibawa untuk mendapatkan pertolongan.</p>



<p>Menurut Dian, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam mengungkap kasus kekerasan terhadap anak. Ia menegaskan seluruh hak anak harus dilindungi, termasuk menjaga privasi korban selama proses penanganan berlangsung.</p>



<p>“Berkat bantuan masyarakat, kasus ini bisa terungkap. Semua hak anak harus dilindungi dan privasinya tetap dijaga,” ujarnya.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Dian yang juga menjabat Ketua P2TP2A Kota Padang memastikan pihaknya akan terus memantau kondisi Arkan hingga pulih. Ia juga membawa sejumlah mainan dan makanan untuk korban. Kehadiran mobil-mobilan yang diberikan kepada Arkan membuat balita itu tampak tersenyum dan kembali bermain di ruang perawatan.</p>



<p>Selain memberikan dukungan kepada korban, Dian mengimbau masyarakat, terutama perempuan yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga, agar tidak memilih diam.</p>



<p>Ia meminta korban maupun warga yang mengetahui adanya tindak kekerasan segera melapor kepada ketua RT, RW, pihak kecamatan, maupun lembaga layanan perlindungan perempuan dan anak.</p>



<p>“Kalau mengalami atau mengetahui adanya kekerasan terhadap perempuan dan anak, segera laporkan. Bisa melalui RT, RW, kecamatan, P2TP2A, maupun DP3AP2KB Kota Padang,” katanya.</p>



<p>Sementara itu, Dinas Sosial Kota Padang turut menyalurkan bantuan respons cepat bagi korban selama menjalani masa perawatan. Sekretaris Dinas Sosial Kota Padang, Budi Kurniawan, mengatakan bantuan tersebut diharapkan dapat membantu kebutuhan Arkan selama pemulihan.</p>



<p>Bantuan yang diberikan antara lain berupa popok, beras, gula, minyak goreng, sarden, roti kaleng, dan kebutuhan lainnya. <strong>(HER)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/jenguk-balita-korban-penganiayaan-ketua-tp-pkk-padang-minta-warga-jangan-diam-terhadap-kekerasan/">Jenguk Balita Korban Penganiayaan, Ketua TP-PKK Padang Minta Warga Jangan Diam terhadap Kekerasan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">247338</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ibu Balita Korban Penganiayaan di Padang Mengaku Hanya Dinafkahi Rp100 Ribu per Pekan</title>
		<link>https://langgam.id/ibu-balita-korban-penganiayaan-di-padang-mengaku-hanya-dinafkahi-rp100-ribu-per-pekan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fajar Hadiansyah]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 May 2026 11:35:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Balita Korban Penganiayaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=247306</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id — Desminar (29), ibu dari bayi laki-laki korban dugaan penganiayaan ayah kandung di Kota Padang, mengaku selama ini hanya menerima nafkah sekitar Rp100.000 per pekan dari suaminya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Perempuan asal Kepulauan Mentawai itu kini mendampingi anak keduanya yang masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Padang akibat dugaan kekerasan yang dilakukan ayah kandungnya sendiri. Saat ditemui, Senin (18/5/2026), Desminar tampak duduk di atas kasur rumah sakit sambil menggendong bayinya. Wajahnya terlihat pucat dengan mata cekung. Menurut Desminar, suaminya, Dhanil (29), bekerja sebagai tukang baja ringan dengan penghasilan sekitar Rp200.000 hingga Rp300.000 setiap kali mendapat pekerjaan.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/ibu-balita-korban-penganiayaan-di-padang-mengaku-hanya-dinafkahi-rp100-ribu-per-pekan/">Ibu Balita Korban Penganiayaan di Padang Mengaku Hanya Dinafkahi Rp100 Ribu per Pekan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> — Desminar (29), ibu dari bayi laki-laki korban dugaan penganiayaan ayah kandung di Kota Padang, mengaku selama ini hanya menerima nafkah sekitar Rp100.000 per pekan dari suaminya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.</p>



<p>Perempuan asal Kepulauan Mentawai itu kini mendampingi anak keduanya yang masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Padang akibat dugaan kekerasan yang dilakukan ayah kandungnya sendiri.</p>



<p>Saat ditemui, Senin (18/5/2026), Desminar tampak duduk di atas kasur rumah sakit sambil menggendong bayinya. Wajahnya terlihat pucat dengan mata cekung. </p>



<p>Menurut Desminar, suaminya, Dhanil (29), bekerja sebagai tukang baja ringan dengan penghasilan sekitar Rp200.000 hingga Rp300.000 setiap kali mendapat pekerjaan. Namun, uang yang diberikan kepada keluarga disebut hanya sekitar Rp100.000 dalam sepekan.</p>



<p>Jumlah tersebut, kata dia, kerap tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.</p>



<p>“Kadang kami cuma minum air putih supaya bisa tahan lapar,” ujarnya.</p>



<p>Ia mengaku pernah menahan lapar selama dua hingga tiga hari bersama anak laki-lakinya yang kini menjadi korban dugaan penganiayaan.</p>



<p>Ketika persediaan makanan habis, Desminar mengatakan dirinya terpaksa meminta bantuan kepada keluarga untuk mendapatkan beras agar tetap bisa memberi makan anak-anaknya.</p>



<p>“Kalau sudah tidak tahan, saya minta beras ke keluarga,” katanya.</p>



<p>Desminar juga mengaku selama empat tahun menjalani pernikahan, dirinya kerap mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).</p>



<p>“Sering dipukul bagian kepala, punggung, ditonjok juga,” ujarnya.</p>



<p>Menurut Desminar, perlakuan suaminya terhadap kedua anak mereka juga berbeda. Anak pertama yang perempuan disebut masih sering diperhatikan oleh ayahnya, sedangkan bayi laki-lakinya justru kerap menjadi sasaran kekerasan.</p>



<p>Kasus dugaan penganiayaan terhadap bayi tersebut saat ini masih dalam penanganan aparat kepolisian. Sementara itu, kondisi korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. <strong>(HER)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/ibu-balita-korban-penganiayaan-di-padang-mengaku-hanya-dinafkahi-rp100-ribu-per-pekan/">Ibu Balita Korban Penganiayaan di Padang Mengaku Hanya Dinafkahi Rp100 Ribu per Pekan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">247306</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cerita Ibu Balita Korban Penganiayaan Ayah Kandung di Padang: Kalau Pulang, Anak Langsung Digigit</title>
		<link>https://langgam.id/cerita-ibu-balita-korban-penganiayaan-ayah-kandung-di-padang-kalau-pulang-anak-langsung-digigit/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fajar Hadiansyah]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 May 2026 04:35:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Balita Korban Penganiayaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=247256</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id — Desminar (29) tak kuasa menahan air mata saat menceritakan kekerasan yang dialami anaknya, balita berusia dua tahun di Kota Padang. Selama hampir tiga bulan terakhir, sang anak diduga menjadi korban penganiayaan oleh ayah kandungnya sendiri. Perempuan itu mengaku selama ini memilih diam karena takut melapor ke polisi. Dalam rumah tangga yang telah dijalaninya selama empat tahun, ia juga mengaku kerap menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). “Sejak bulan puasa anak saya sering menangis malam. Kalau dia pulang dari luar, anak langsung digigit,” kata Desminar saat diwawancarai, Senin (18/5/2026). Menurut Desminar, perilaku suaminya berubah agresif ketika berada dalam</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/cerita-ibu-balita-korban-penganiayaan-ayah-kandung-di-padang-kalau-pulang-anak-langsung-digigit/">Cerita Ibu Balita Korban Penganiayaan Ayah Kandung di Padang: Kalau Pulang, Anak Langsung Digigit</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> — Desminar (29) tak kuasa menahan air mata saat menceritakan kekerasan yang dialami anaknya, balita berusia dua tahun di Kota Padang. Selama hampir tiga bulan terakhir, sang anak diduga menjadi korban penganiayaan oleh ayah kandungnya sendiri.</p>



<p>Perempuan itu mengaku selama ini memilih diam karena takut melapor ke polisi. Dalam rumah tangga yang telah dijalaninya selama empat tahun, ia juga mengaku kerap menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).</p>



<p>“Sejak bulan puasa anak saya sering menangis malam. Kalau dia pulang dari luar, anak langsung digigit,” kata Desminar saat diwawancarai, Senin (18/5/2026).</p>



<p>Menurut Desminar, perilaku suaminya berubah agresif ketika berada dalam kondisi tidak stabil. Ia menduga suaminya kerap mengonsumsi minuman keras tradisional dan menggunakan narkoba jenis sabu sebelum melakukan kekerasan.</p>



<p>“Kalau normal dia sebenarnya penyayang. Tapi kalau habis pakai sabu dan minum tuak, seperti orang gila,” ujarnya.</p>



<p>Ia menduga aksi penganiayaan terhadap anak dilakukan pelaku karena emosi yang tidak terkendali saat berada di bawah pengaruh alkohol dan narkoba.</p>



<p>“Kalau lagi tidak stabil itu dia jadi kasar. Anak digigit karena dia geram,” katanya.</p>



<p>Balita korban bernama Maulana Arkan disebut mengalami luka di sejumlah bagian tubuh. Luka itu antara lain bekas gigitan di tubuh dan bibir, serta luka bakar pada bagian kaki.</p>



<p>“Tubuhnya digigit hampir seluruh badan. Bibirnya juga luka,” ucap Desminar.</p>



<p>Tak hanya anaknya, Desminar mengaku dirinya juga kerap mengalami kekerasan fisik selama berumah tangga. Ia mengaku sering dipukul di bagian kepala dan punggung hingga ditonjok oleh suaminya.</p>



<p>“Sering dipukul di kepala, punggung, ditonjok juga,” katanya.</p>



<p>Saat ini, Maulana menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Padang. Kondisinya disebut mulai membaik setelah mendapatkan penanganan medis.</p>



<p>Desminar berharap kasus yang menimpa dirinya dan anaknya diproses secara hukum. Ia juga ingin mengakhiri pernikahannya dan membesarkan anak-anak tanpa kekerasan.</p>



<p>“Harapan saya ingin bercerai saja dan membesarkan anak-anak sendiri,” tuturnya. <strong>(HER</strong>)</p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/cerita-ibu-balita-korban-penganiayaan-ayah-kandung-di-padang-kalau-pulang-anak-langsung-digigit/">Cerita Ibu Balita Korban Penganiayaan Ayah Kandung di Padang: Kalau Pulang, Anak Langsung Digigit</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">247256</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hari Kedua Dirawat, Balita Korban Dugaan Penganiayaan di Padang Mulai Tersenyum</title>
		<link>https://langgam.id/hari-kedua-dirawat-balita-korban-dugaan-penganiayaan-di-padang-mulai-tersenyum/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fajar Hadiansyah]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 May 2026 01:40:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Balita Korban Penganiayaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=247229</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id — Kondisi balita berusia dua tahun yang menjadi korban dugaan penganiayaan di Kota Padang mulai menunjukkan perkembangan positif setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Padang. Pada hari kedua perawatan, Senin (18/5/2026), korban yang sebelumnya terlihat lemah dan pendiam kini mulai tampak lebih ceria. Tim medis menyebut balita tersebut sudah mulai merespons lingkungan sekitar dengan senyuman dan tawa kecil. Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Padang, Kompol dr. Harry Andromeda, mengatakan kondisi korban perlahan mulai membaik meski masih membutuhkan penanganan medis intensif. “Sudah hari kedua ada perbaikan. Bayi sudah mulai ceria, ada ketawa dan senyum. Saat awal masuk, kondisinya memang</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/hari-kedua-dirawat-balita-korban-dugaan-penganiayaan-di-padang-mulai-tersenyum/">Hari Kedua Dirawat, Balita Korban Dugaan Penganiayaan di Padang Mulai Tersenyum</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="h-"><strong>Langgam.id</strong> — Kondisi balita berusia dua tahun yang menjadi korban dugaan penganiayaan di Kota Padang mulai menunjukkan perkembangan positif setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Padang.</p>



<p>Pada hari kedua perawatan, Senin (18/5/2026), korban yang sebelumnya terlihat lemah dan pendiam kini mulai tampak lebih ceria. Tim medis menyebut balita tersebut sudah mulai merespons lingkungan sekitar dengan senyuman dan tawa kecil.</p>



<p>Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Padang, Kompol dr. Harry Andromeda, mengatakan kondisi korban perlahan mulai membaik meski masih membutuhkan penanganan medis intensif.</p>



<p>“Sudah hari kedua ada perbaikan. Bayi sudah mulai ceria, ada ketawa dan senyum. Saat awal masuk, kondisinya memang cukup memprihatinkan dan lebih banyak diam,” ujar Harry kepada wartawan.</p>



<p>Meski demikian, korban masih mengalami banyak luka di tubuhnya. Tim medis menemukan bekas luka gigitan pada bagian punggung dan perut yang hingga kini masih dalam proses perawatan.</p>



<p>Selain itu, korban juga mengalami luka bakar pada bagian kaki yang diduga akibat terkena air panas.</p>



<p>“Bekas luka gigitan masih ada sampai sekarang. Luka bakarnya juga masih dalam penanganan. Jadi tim medis terus memantau perkembangan lukanya,” kata Harry.</p>



<p>Tidak hanya luka fisik, tim dokter juga menemukan pembengkakan pada bagian mata dan alat kelamin korban saat pertama kali dibawa ke rumah sakit.</p>



<p>“Kelamin dan matanya juga bengkak. Jadi memang sangat membutuhkan penanganan serius untuk memperbaiki kondisinya,” ujarnya.</p>



<p>Pada tahap awal pemulihan ini, tim medis fokus menstabilkan kondisi umum korban, termasuk membersihkan luka, memberikan pengobatan, serta memperbaiki asupan gizi balita tersebut yang sempat dinilai lemah saat tiba di rumah sakit.</p>



<p>“Kami terus memberikan susu, menjaga pola makan, dan memantau kondisi fisiknya. Respons bayi sekarang sudah lebih baik dibanding sebelumnya,” tutur Harry.</p>



<p>Kasus dugaan penganiayaan terhadap balita itu kini tengah ditangani aparat kepolisian di Kota Padang. Terduga pelaku yang merupakan ayah kandung korban telah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<strong> (HER)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/hari-kedua-dirawat-balita-korban-dugaan-penganiayaan-di-padang-mulai-tersenyum/">Hari Kedua Dirawat, Balita Korban Dugaan Penganiayaan di Padang Mulai Tersenyum</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">247229</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 24/50 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-06-29 14:44:41 by W3 Total Cache
-->