<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Bagindo Aziz Chan Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/bagindo-aziz-chan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/bagindo-aziz-chan/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Fri, 19 Jul 2024 12:39:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Bagindo Aziz Chan Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/bagindo-aziz-chan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Pj Wako Padang Kunjungi Rumah Kelahiran Bagindo Aziz Chan di Alang Laweh</title>
		<link>https://langgam.id/pj-wako-padang-kunjungi-rumah-kelahiran-bagindo-aziz-chan-di-alang-laweh/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jul 2024 11:23:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bagindo Aziz Chan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemko Padang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=207841</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Penjabat (Pj) Wali Kota Padang Andree Algamar mengunjungi rumah kelahiran Wali Kota Padang ke-2 yang juga merupakan pahlawan nasional, Bagindo Aziz Chan yang berada di Alang Laweh, Padang. Kunjungan dilakukan Andree usai mengikuti upacara peringatan gugurnya Bagindo Aziz Chan di Lapangan Imam Bonjol, Jumat (19/7/2024), Andree mengunjungi rumah yang sudah menjadi cagar budaya Kota Padang itu didampingi oleh Pj Sekda Padang, Yosefriawan dan anak-anak dari almarhum Bagindo Aziz Chan Diketahui rumah kelahiran Bagindo Aziz Chan sudah difungsikan menjadi museum sudah sejak 2019. Di museum dipajangkan beragam koleksi, termasuk foto-foto bersejarah, catatan pribadi, dan perjuangan yang menginspirasi dari Bagindo</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pj-wako-padang-kunjungi-rumah-kelahiran-bagindo-aziz-chan-di-alang-laweh/">Pj Wako Padang Kunjungi Rumah Kelahiran Bagindo Aziz Chan di Alang Laweh</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Penjabat (Pj) Wali Kota Padang Andree Algamar mengunjungi rumah kelahiran Wali Kota Padang ke-2 yang juga merupakan pahlawan nasional, Bagindo Aziz Chan yang berada di Alang Laweh, Padang.</p>



<p>Kunjungan dilakukan Andree usai mengikuti upacara peringatan gugurnya Bagindo Aziz Chan di Lapangan Imam Bonjol, Jumat (19/7/2024), </p>



<p>Andree mengunjungi rumah yang sudah menjadi cagar budaya Kota Padang itu didampingi oleh Pj Sekda Padang, Yosefriawan dan anak-anak dari almarhum Bagindo Aziz Chan</p>



<p>Diketahui rumah kelahiran Bagindo Aziz Chan sudah difungsikan menjadi museum sudah sejak 2019. Di museum dipajangkan beragam koleksi, termasuk foto-foto bersejarah, catatan pribadi, dan perjuangan yang menginspirasi dari Bagindo Aziz Chan.</p>



<p>Di sela-sela obrolan singkat bersama salah satu anak Bagindo Aziz Chan, Ineke Aziz Chan, Andree menuturkan tapak tilas ini sangat bermakna baginya.</p>



<p>Hal ini, kata Andree, disebabkan karena perjuangan Bagindo Aziz Chan dalam mempertahankan Kota Padang sangat menginspirasi generasi muda.</p>



<p>&#8220;Perjuangan Bagindo Aziz Chan sangat mendalam bagi Kota Padang. Kita harus meneladani sosoknya sebagai pemimpin. Sosok yang berani dan tegas, peduli terhadap keamanan, respon cepat terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat,&#8221; beber Andree dilansir dari laman Facebook Diskominfo Kota Padang.</p>



<p>Sementara Ineke Aziz Chan mengungkapkan sosok religius sang ayah. Ia mengenang bagaimana Bagindo Aziz Chan yang selalu menyempatkan diri untuk melafalkan Alquran usai salat wajib. <strong>(*/yki)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pj-wako-padang-kunjungi-rumah-kelahiran-bagindo-aziz-chan-di-alang-laweh/">Pj Wako Padang Kunjungi Rumah Kelahiran Bagindo Aziz Chan di Alang Laweh</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">207841</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemko Padang Kembali Gelar Napak Tilas Memperingati Gugurnya Bagindo Aziz Chan</title>
		<link>https://langgam.id/pemko-padang-kembali-gelar-napak-tilas-memperingati-gugurnya-bagindo-aziz-chan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Jul 2024 08:09:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bagindo Aziz Chan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemko Padang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=207619</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Pemko kembali menggelar napak tilas memperingati gugurnya pahlawan nasional asal Kota Padang, Bagindo Aziz Chan pada Kamis (18/7/2024). Kegiatan ini sempat vakum selama empat tahun terakhir. Napak tilas ini sendiri merupakan salah satu rangkaian kegiatan peringatan HUT Kota Padang yang ke-355. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Padang, Afriadi mengatakan, napak tilas memperingati gugurnya Bagindo Aziz Chan terakhir kali dilaksanakan pada 2019 lalu. &#8220;Setelah 2019 sempat berhenti karena Covid-19. Sekarang kita mulai lagi,&#8221; ujar Afriadi dilansir dari laman Facebook Diskominfo Padang, Selasa (16/8/2024). Ia menjelaskan bahwa napak tilas memperingati gugurnya Bagindo Aziz Chan akan start di Kantor Balai</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pemko-padang-kembali-gelar-napak-tilas-memperingati-gugurnya-bagindo-aziz-chan/">Pemko Padang Kembali Gelar Napak Tilas Memperingati Gugurnya Bagindo Aziz Chan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Pemko kembali menggelar napak tilas memperingati gugurnya pahlawan nasional asal Kota Padang, Bagindo Aziz Chan pada Kamis (18/7/2024). Kegiatan ini sempat vakum selama empat tahun terakhir.</p>



<p>Napak tilas ini sendiri merupakan salah satu rangkaian kegiatan peringatan HUT Kota Padang yang ke-355.</p>



<p>Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Padang, Afriadi mengatakan, napak tilas memperingati gugurnya Bagindo Aziz Chan terakhir kali dilaksanakan pada 2019 lalu.</p>



<p>&#8220;Setelah 2019 sempat berhenti karena Covid-19. Sekarang kita mulai lagi,&#8221; ujar Afriadi dilansir dari laman Facebook Diskominfo Padang, Selasa (16/8/2024).</p>



<p>Ia menjelaskan bahwa napak tilas memperingati gugurnya Bagindo Aziz Chan akan start di Kantor Balai Kota Lama dan rombongan akan dilepas Penjabat (Pj) Wali Kota Padang Andree Algamar.</p>



<p>Untuk rutenya yaitu Balai Kota Lama-kantor pos-Disdik Sumbar-Simpang Adabiah-Simpang Tinju-Simpang Ulak Karang-Taman Makam Pahlawan Lolong (Museum Adityawarman)-Simpang Hotel Axana-Masjid Nurul Iman-rumah Bagindo Aziz Chan (belakang Hotel Grand Zuri)-Masjid Raya Ganting (Salat Subuh)-finish di Rumah Sakit dr Reksodiwiryo di Ganting.</p>



<p>&#8220;Di perkirakan finish sekitar pukul 06.00 WIB. Nanti di lokasi finish ada acara serah terima bendera dan penyerahan foto Bagindo Aziz Chan. Setelahnya, peserta akan dibawa ke Balai Kota Aia Pacah untuk melaksanakan upacara,&#8221; bebernya.</p>



<p>Peserta kegiatan ini, terang Afriadi yaitu seluruh Organisasi Kepemudaan (OKP) se-Kota Padang akan diikutkan dengan masing-masing OKP mengirimkan tujuh orang wakilnya.</p>



<p>&#8220;Dari OPD (Organisasi Perangkat Daerah) itu ada Damkar, BPBD, Dishub, dan Satpol PP,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Afriadi mengatakan, napak tilas mengenang gugurnya Bagindo Aziz Chan penting dilaksanakan untuk mereview kembali jejak-jejak pahlawan nasional asal Kota Padang yang harus gugur pada umur 36 tahun setelah terlibat pertempuran melawan pasukan Belanda.</p>



<p>&#8220;Memperingati berarti mengenang kembali bagaimana perjuangan Bagindo Aziz Chan. Bagaimana sejarahnya, masih muda belia sudah jadi Wali Kota Padang dan memperjuangkan kemerdekaan, jiwa raganya beliau korban untuk memperjuangkan kemerdekaan,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Menurut Afriadi, generasi muda saat ini harus meneladani sosok Bagindo Aziz Chan dengan menyesuaikan dengan kondisi dan keadaan terkini.</p>



<p>&#8220;Generasi muda sekarang isilah kemerdekaan dengan hal-hal positif. Jangan ada tawuran, jangan ada minum-minuman keras, dan jangan jadi provokator,&#8221; harapnya.</p>



<p>Pada kegiatan itu, ungkap Afriadi, Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Padang bekerja sama dengan KNPI Kota Padang juga menyiapkan doorprize untuk peserta napak tilas mengenang gugurnya Bagindo Aziz Chan.</p>



<p>&#8220;Doorprize atau hadiah ini tidak akan mengecewakan namun bukanlah hal utama, tapi bagaimana kita teladani Bagindo Aziz Chan sebagaimana beliau dulu,&#8221; ujarnya. <strong>(*/yki)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pemko-padang-kembali-gelar-napak-tilas-memperingati-gugurnya-bagindo-aziz-chan/">Pemko Padang Kembali Gelar Napak Tilas Memperingati Gugurnya Bagindo Aziz Chan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">207619</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemko Padang Bakal Gelar Tabur Bunga di Makam Bagindo Aziz Chan</title>
		<link>https://langgam.id/pemko-padang-bakal-gelar-tabur-bunga-di-makam-baginfo-aziz-chan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Jul 2023 07:36:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bagindo Aziz Chan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=183852</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Pemerintah Kota Padang bakal menggelar tabur bunga di makam pahlawan Bagindo Aziz Chan di Gulai Bancah, Bukittinggi. Prosesi tabur bunga tersebut, sekaligus memperingati gugurnya pahlawan nasional yang pernah menjadi wali kota Padang itu. &#8220;Kita akan melakukan tabur bunga di makam pahlawan nasional Bagindo Aziz Chan pada saat peringatan gugurnya Bagindo Aziz Chan,&#8221; ungkap Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang Budi Payan, dikutip dari laman Kominfo, Minggu (9/7/2023). Jika tidak ada halangan, pelaksanaan tabur bunga di Bukittinggi digelar pada tanggal 19 Juli nanti. Tabur bunga dilakukan usai upacara di Balaikota Padang. &#8220;Kita berharap Bapak Wali Kota hadir langsung saat</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pemko-padang-bakal-gelar-tabur-bunga-di-makam-baginfo-aziz-chan/">Pemko Padang Bakal Gelar Tabur Bunga di Makam Bagindo Aziz Chan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Pemerintah Kota Padang bakal menggelar tabur bunga di makam pahlawan Bagindo Aziz Chan di Gulai Bancah, Bukittinggi.</p>



<p>Prosesi tabur bunga tersebut, sekaligus memperingati gugurnya pahlawan nasional yang pernah menjadi wali kota Padang itu.</p>



<p>&#8220;Kita akan melakukan tabur bunga di makam pahlawan nasional Bagindo Aziz Chan pada saat peringatan gugurnya Bagindo Aziz Chan,&#8221; ungkap Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang Budi Payan, dikutip dari laman Kominfo, Minggu (9/7/2023).</p>



<p>Jika tidak ada halangan, pelaksanaan tabur bunga di Bukittinggi digelar pada tanggal 19 Juli nanti. Tabur bunga dilakukan usai upacara di Balaikota Padang.</p>



<p>&#8220;Kita berharap Bapak Wali Kota hadir langsung saat tabur bunga di Bukittinggi,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Dikatakan Budi Payan, pihaknya telah berkomunikasi dengan Pemko Bukittinggi terkait rencana tabur bunga tersebut. Nantinya, akan ada penyambutan dan upacara di Gulai Bancah.</p>



<p>&#8220;Segala persiapan di sana (Bukittinggi) dibantu pihak Pemko setempat,&#8221; terang Budi Payan.</p>



<p>Kegiatan peringatan Gugurnya Bagindo Aziz Chan merupakan agenda tahunan yang selalu digelar Pemko Padang. Seperti tahun-tahun sebelumnya, peringatan ini dihadiri keluarga besar pahlawan tersebut.</p>



<p>&#8220;Keluarga besar kita undang untuk hadir di peringatan tahun ini,&#8221; kata Kepala Dinas Damkar Kota Padang itu.</p>



<p>Selain melakukan tabur bunga di makam Bagindo Aziz Chan di Bukittinggi, Pemko Padang juga menggelar upacara di Lapangan Balaikota Padang di Aie Pacah. Upacara dimulai pukul 07.00 WIB.</p>



<p>&#8220;Upacara dipimpin Bapak Wali Kota dan diikuti sejumlah ASN Pemko Padang dan lainnya,&#8221; terang Budi.</p>



<p>Setelah dilakukan upacara di Balaikota Padang, Wali Kota Padang beserta rombongan bertolak menuju Bukittinggi.</p>



<p>Seperti diketahui, Bagindo Aziz Chan lahir di Kampung Alang Laweh, Kota Padang pada 30 September 1910. Semasa hidupnya, Bagindo Aziz Chan sempat mengenyam pendidikan HIS di Padang, MULO di Surabaya, dan AMS di Batavia. Ia sempat dua tahun duduk di Rechtshoogeschool te Batavia (RHS) dan membuka praktik pengacara. Ia juga aktif di beberapa organisasi, di antaranya sebagai anggota pengurus Jong Islamieten Bond di bawah pimpinan Agus Salim.</p>



<p>Setelah proklamasi kemerdekaan, Bagindo Aziz Chan ditunjuk sebagai Wakil Wali Kota Padang pada 24 Januari 1946 dan pada 15 Agustus 1946 dilantik sebagai wali kota menggantikan Abubakar Jaar, yang pindah tugas menjadi residen di Sumatra Utara.</p>



<p>Di tengah situasi pasca-kedatangan Sekutu di Padang pada 10 Oktober 1945, ia menolak tunduk terhadap kekuatan militer Belanda yang berada di belakang tentara Sekutu. Bagindo Aziz Chan terus melakukan perlawanan dengan menulis di surat kabar perjuangan Tjahaja Padang, bahkan turun langsung memimpin perlawanan terhadap Belanda sampai akhirnya meninggal pada tanggal 19 Juli 1947. Bagindo Aziz Chan juga berpidato di depan umum, &#8220;Langkahilah dulu mayatku, baru Kota Padang saya serahkan&#8221;.</p>



<p>Dikutip dari wikipedia, pada 19 Juli 1947 sore hari, Bagindo dan keluarga bertolak dari Padang menuju Padang Panjang. Di daerah Purus, rombongannya dicegat oleh Letnan Kolonel Van Erps yang memberitahukan telah terjadi insiden di Nanggalo yang merupakan daerah garis demarkasi Belanda.</p>



<p>Menurut versi Belanda, ketika Bagindo turun itu dari mobil Jeep yang mengantarkannya di daerah Nanggalo itu, ia tertembak di lehernya dan dibawa ke sebuah rumah sakit di Padang. Namun, menurut hasil visum yang dilakukan oleh 4 dokter Indonesia di Bukittinggi, Bagindo meninggal karena kepala belakangnya dipukul dengan barang berat sehingga tulang kepalanya hancur. Selain itu, terdapat tiga bekas tembakan di wajahnya yang dilakukan tentara Belanda setelah ia menjadi mayat.</p>



<p>Jenazah Bagindo Aziz Chan dimakamkan pada 20 Juli 1947 pukul 02.00 dalam sebuah upacara besar yang dihadiri pejabat sipil dan militer di Taman Makam Pahlawan Bahagia, Bukittinggi.(*/Fs)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pemko-padang-bakal-gelar-tabur-bunga-di-makam-baginfo-aziz-chan/">Pemko Padang Bakal Gelar Tabur Bunga di Makam Bagindo Aziz Chan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">183852</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Meneladani Bagindo Aziz Chan, Siswa SMA se Kota Padang Adu Pidato</title>
		<link>https://langgam.id/meneladani-bagindo-aziz-chan-siswa-sma-se-kota-padang-adu-pidato/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 May 2023 12:41:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bagindo Aziz Chan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=182046</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Selama dua hari, Rabu dan Kamis, 17-18 Mei 2023, sejumlah pelajar dari berbagai sekolah (SMA/Sederajat) di Kota Padang akan mengikuti Lomba Pidato tentang Bagindo Aziz Chan Tahun 2023. Mereka akan membacakan pidatonya di Aula Lantai IV Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Sumbar. Para nominasi tersebut merupakan peserta yang berhasil memenuhi kriteria perlombaan yang ditetapkan tim juri pada tahap seleksi pertama. Sebelumnya, pada tahap pertama, tim juri telah menyeleksi sejumlah pelajar yang mengirim video pidatonya secara online. Dalam perlombaan kali ini, penyelenggara telah menyiapkan hadiah bagi para pemenang terbaik I sampai III yang akan diumumkan pada 22 Mei mendatang. Para</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/meneladani-bagindo-aziz-chan-siswa-sma-se-kota-padang-adu-pidato/">Meneladani Bagindo Aziz Chan, Siswa SMA se Kota Padang Adu Pidato</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Selama dua hari, Rabu dan Kamis, 17-18 Mei 2023, sejumlah pelajar dari berbagai sekolah (SMA/Sederajat) di Kota Padang akan mengikuti Lomba Pidato tentang Bagindo Aziz Chan Tahun 2023. Mereka akan membacakan pidatonya di Aula Lantai IV Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Sumbar.</p>



<p>Para nominasi tersebut merupakan peserta yang berhasil memenuhi kriteria perlombaan yang ditetapkan tim juri pada tahap seleksi pertama. Sebelumnya, pada tahap pertama, tim juri telah menyeleksi sejumlah pelajar yang mengirim video pidatonya secara online.</p>



<p>Dalam perlombaan kali ini, penyelenggara telah menyiapkan hadiah bagi para pemenang terbaik I sampai III yang akan diumumkan pada 22 Mei mendatang. Para pemenang tidak hanya akan mendapat apresiasi berupa uang namun juga difasilitasi untuk mengikuti <em>benchmarking</em> ke Perpusnas RI dan tempat-tempat bersejarah di Jakarta.</p>



<p>Pada bulan puasa kemarin juga sudah dilaksanakan sosialisasi lomba di berbagai sekolah di Padang. Sosialisasi dilakukan pada 1-14 April yang lalu.</p>



<p>Lomba untuk SMA/SMK/MA se-Kota Padang ini sendiri diadakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatra Barat dengan tema “Semangat perjuangan dan kepahlawanan Bagindo Aziz Chan sebagai pemimpin revolusioner asal Kota Padang”.</p>



<p><strong>Meneladani Bagindo Aziz Chan</strong></p>



<p><em>Langkahilah dulu mayatku, baru Kota Padang saya serahkan</em>. Kata-kata dari Bagindo Aziz Chan itulah yang sering diingat oleh Hidayat. “Saya merinding kalau ingat pidato beliau,” kata anggota Komisi V DPRD Sumbar itu.</p>



<p>Bagindo Aziz Chan sendiri adalah salah seorang Pahlawan Nasional asal Sumatera. Ia adalah Walikota Padang pada 1946, di masa perang revolusi, salah satu masa paling kritis dan penuh bahaya dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Meski nyawa taruhannya, ia tetap mengemban jabatan tersebut. Ia gugur pada 1946 setelah dibunuh oleh tentara Belanda yang ingin menduduki kembali Indonesia.</p>



<p>Selain berani, Hidayat melihat Bagindo Aziz Chan sebagai pemimpin yang kuat, jujur dan ikhlas. “Beliau Guru, penulis, pejuang, Walikota. Lengkap. Beliau adalah sosok yang keren,” jelas Hidayat lebih jauh.</p>



<p>Jika generasi hari ini, terutama pelajar, bisa lebih mengenal Bagindo Aziz Chan serta nilai-nilai yang dianutnya, Hidayat optimis Indonesia umumnya dan Sumbar khususnya punya hari depan yang cerah. “Saya optimistis, jika pelajar bisa mendalami karakternya, kita masih punya harapan di masa depan,” katanya lagi.</p>



<p>Semangat itulah yang melatarbelakangi diadakannya Lomba Pidato tentang Bagindo Aziz Chan Tahun 2023. &nbsp;Lomba ini diadakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat dengan pembiayaan dari dana aspirasi Hidayat. Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Sumbar, Jumaidi SPd MPd, sangat mendukung kegiatan ini.</p>



<p>“Perlombaan antarsekolah ini merupakan ajang untuk mengasah kemampuan siswa-siswi se Kota Padang yang memiliki bakat dan keterampilan,” ujar Jumaidi.</p>



<p>Baik pemerintah dan DPRD, sama-sama berharap lomba ini bisa menguatkan hubungan baik antar sekolah di Padang di samping meningkatkan semangat kebangsaan pelajar. (*/FS)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/meneladani-bagindo-aziz-chan-siswa-sma-se-kota-padang-adu-pidato/">Meneladani Bagindo Aziz Chan, Siswa SMA se Kota Padang Adu Pidato</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">182046</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Apa Kabar Sekolah Internasional Bagindo Azizchan?</title>
		<link>https://langgam.id/apa-kabar-sekolah-internasional-bagindo-azizchan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Donny Syofyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Jan 2023 01:58:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[Bagindo Aziz Chan]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=178240</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketika mengikuti pertemuan webinar “Berjuang itu Berkorban: Bagindo Azizchan Dalam Kancah Revolusi” pada 30 September 2021 silam, saya mulai berkenalan dengan keluarga almarhum Bagindo Azizchan, Wali Kota Padang ke-2 yang gugur ditembak Belanda. Beliau dianugerahi gelar pahlawan nasional pada 7 November 2005. Perkenalan ini terlaksana karena sejumlah pihak keluarga Bagindo Azizchan juga terlibat dalam acara tersebut. Saya pikir rugi besar kalau hanya sekadar mengenal nama sebab ini bisa dicari di internet. Karenanya, saya memutuskan untuk memperkenalkan diri. Di samping untuk menyambung tali silaturahmi, saya mengutarakan bahwa maksud perkenalan ini untuk mengetahui lebih mendalam tentang sosok Bagindo Azizchan. Tentu narasi dan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/apa-kabar-sekolah-internasional-bagindo-azizchan/">Apa Kabar Sekolah Internasional Bagindo Azizchan?</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Ketika mengikuti pertemuan <em>webinar</em> “Berjuang itu Berkorban: Bagindo Azizchan Dalam Kancah Revolusi” pada 30 September 2021 silam, saya mulai berkenalan dengan keluarga almarhum Bagindo Azizchan, Wali Kota Padang ke-2 yang gugur ditembak Belanda. Beliau dianugerahi gelar pahlawan nasional pada 7 November 2005. </p>



<p>Perkenalan ini terlaksana karena sejumlah pihak keluarga Bagindo Azizchan juga terlibat dalam acara tersebut. Saya pikir rugi besar kalau hanya sekadar mengenal nama sebab ini bisa dicari di internet. Karenanya, saya memutuskan untuk memperkenalkan diri. Di samping untuk menyambung tali silaturahmi, saya mengutarakan bahwa maksud perkenalan ini untuk mengetahui lebih mendalam tentang sosok Bagindo Azizchan. Tentu narasi dan perspektif yang dihadirkan pihak keluarga lebih bersifat personal.</p>



<p>Dari perkenalan ini, saya mendapati bahwa keluarga Bagindo Azizchan sekarang adalah generasi ketiga. Mereka adalah cucu dari R. Atisah Adiwirya, istri pertama Bagindo Azizchan yang berdarah Sunda. R. Atisah adalah sosok istri yang mendukung dan menyertai suami dalam perjuangan dari awal menikah 22 April 1933 sampai gugur 17 Juli 1947. Beliau wafat di Bandung pada 6 Maret 1971. </p>



<p>Sungguhpun berdarah Sunda dan menikahi laki-laki Minang dengan budaya matrilineal yang kental, tapi semua putra-putri pasangan Bagindo Azizchan dan R. Atisah Adiwirya (8 orang) mencantumkan nama ayahnya pada nama mereka masing-masing, yakni Roswita Azizchan, Bagindo Radhi Azizchan, Upy Azumar Azizchan, Bagindo Azir Azizchan, Andoda Nushati Azizchan, Huriah Pratiwi Azizchan, dan Bagindo Rendra Azizchan.</p>



<p>Hal ini sungguh mengagumkan karena ini menunjukkan kecintaan dan kebanggaan mereka atas sosok ayah mereka sendiri. Tapi ada hal yang jauh lebih membanggakan, sebagaimana yang ditunjukkan oleh keturunan Bagindo Azizchan selanjutnya (generasi ketiga), bahwa mereka ingin melanjutkan cita-cita kedua orang tuanya yang memiliki <em>passion</em> yang sama di bidang pendidikan. </p>



<p>Untuk itu, mereka berinisiatif untuk mendirikan sekolah internasional yang memadukan SD, SMP, SMA dan SMK dalam satu kawasan. Lalu mereka mengadakan pertemuan dengan gubernur Sumbar Buya Mahyeldi Ansharullah untuk meminta dukungan pemerintah provinsi Sumatera Barat. </p>



<p>Dalam pertemuan yang berlangsung pada 20 September 2021, salah satu perwakilan keluarga Bagindo Azizchan, RA Aryanti W Puspokusumo, menegaskan bahwa ini adalah upaya melanjutkan cita-cita dari orang tua mereka Bagindo Azizchan yang sebelum menjabat sebagai wali kota Padang, juga pernah mengajar sebagai guru.</p>



<p>Ketika saya konfirmasi bagaimana kelanjutan ikhtiar mulia ini, RA Aryanti W Puspokusumo menyatakan kekecewaan yang mendalam. Aryanti mengakui bahwa awalnya pemprov menunjukkan kemauannya untuk membantu, bahkan bersedia menyiapkan lahan sekian hektar untuk pembangunan sekolah internasional ini. </p>



<p>Namun ada hal yang sebetulnya tidak relevan diminta pemerintah daerah yang menjadikan cita-cita mulia yang telah mereka siapkan jauh-jauh hari ini layu sebelum berkembang, yakni agar keluarga Bagindo Azizchan menyelesaikan urusan internal mereka dulu. Pihak keluarga Bagindo Azizchan kaget bukan kepalang.</p>



<p>Secara faktual, Bagindo Azizchan memang memiliki dua orang istri, yakni R. Atisah Adiwirya (istri pertama) dan Siti Zaura Oesman (istri kedua). Kebetulan gagasan untuk mendirikan sekolah internasional Bagindo Azizchan datang dari keluarga istri pertama, yakni R. Atisah Adiwirya. S</p>



<p>emasa hidupnya R. Atisah Adiwirya tidak pernah bercerai dengan salah satu istrinya hingga beliau wafat. Karena, baik keluarga R. Atisah Adiwirya maupun Siti Zaura Oesman memiliki hak yang sama untuk mengusung nama Bagindo Azizchan tanpa mereka, misalnya, harus berada di bawah payung yang sama, kesepakatan yang sama, bahkan nama yayasan yang sama. </p>



<p>Baik R. Atisah Adiwirya maupun Siti Zaura Oesman adalah istri yang sah. Oleh sebab itu, saran agar pihak keluarga R. Atisah Adiwirya menyelesaikan urusan internalnya dengan keluarga Siti Zaura Oesman sama sekali tidak perlu dan tidak relevan.</p>



<p>Kebutuhan Sumatera Barat terhadap sekolah internasional sangat niscaya dilihat. Kita belum memiliki sekolah menengah internasional di ranah Minang. Keberadaan sekolah internasional bukan buat <em>show-off</em> atau gagah-gagahan. </p>



<p>Di tengah era kesejagatan dan arus, deras informasi yang tak mengenal batas negara-bangsa, anak-anak muda Minang telah mewujud sebagai <em>global citizen</em>. Di Jakarta atau kota-kota besar di Tanah Air, anak-anak kita sudah ada yang masuk sekolah menengah di Singapura, Melbourne, atau Boston. </p>



<p>Keberadaan sekolah kejuruan internasional akan menjadikan anak-anak kita belajar dengan sistem manajemen berstandar internasional, termasuk kesempatan anak-anak menjalankan program <em>internship</em> di perusahaan internasional atau perusahaan luar negeri.</p>



<p>Dengan mengikuti kurikulum dan manajemen global, tidak hanya penekanan terhadap bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi, sebuah sekolah internasional akan bekerja sama dengan sekolah-sekolah setaraf di luar negeri. Ini bakal menciptakan jaringan untuk saling berbagi dan berkolaborasi, termasuk pembentukan <em>sister school</em>. </p>



<p>Saya sendiri punya anak-anak yang bersekolah di sekolah dasar dan menengah di Melbourne. Setelah mengobrol dengan guru-guru di sana, saya mengetahui bahwa sekolah ini memiliki kerja sama dengan sejumlah sekolah di negara-negara, salah satunya pembentukan <em>sister school</em> dengan sebuah sekolah di Kamboja. Artinya, sekolah di Kamboja ini menjalankan kurikulum, manajemen dan metode pengajaran yang sama dengan sekolah yang ada di Melbourne itu.</p>



<p>Ini hanya secuil dari peluang pengembangan yang akan terlaksana sekiranya sekolah kejuruan internasional bisa tegak di Sumatera Barat. Sangat disayangkan bila gagasan mulia yang justru terbit secara <em>buttom-up</em> dari pihak keluarga Bagindo Azizchan harus kandas sebelum dimulai karena tiadanya sokongan visioner dari pihak pemerintah (provinsi atau kota/kabupaten) Sumatera Barat sendiri. </p>



<p>Kita menghajatkan anak-anak yang punya daing saing bangsa dalam menghadapi percaturan global yang kian kompetitif. Itu semua tak akan terwujud tanpa adanya tata kelola yang baik, amanah dan jujur dengan daya saing yang juga tinggi.</p>



<p>*<strong>Donny Syofyan adalah Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/apa-kabar-sekolah-internasional-bagindo-azizchan/">Apa Kabar Sekolah Internasional Bagindo Azizchan?</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">178240</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mengambil Semangat Perjuangan dari Peringatan Ke-74 Gugurnya Bagindo Aziz Chan</title>
		<link>https://langgam.id/mengambil-semangat-perjuangan-dari-peringatan-ke-74-gugurnya-bagindo-aziz-chan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Jul 2021 02:32:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bagindo Aziz Chan]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Pahlawan Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=118205</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Pemerintah Kota (Pemko) Padang memperingati 74 tahun gugurnya Bagindo Aziz Chan. Wali Kota Padang Hendri Septa berharap warga Padang bisa mengambil semangat perjuangan wali kota kedua tersebut. Tanggal 19 Juli, menurutnya, merupakan titik bersejarah yang tidak bisa dilupakan masyarakat Kota Padang. Pada tanggal tersebut 74 tahun yang lalu, Wali Kota Padang Bagindo Aziz Chan gugur dalam peristiwa heroik melawan tentara Belanda. &#8220;Demi mempertahankan Kota Padang dan dengan semangat yang pantang menyerah, beliau rela mengorbankan jiwa dan raganya. Sebagaimana kata yang selalu dilontarkannya, &#8216;langkahi mayat saya dahulu baru Belanda dapat memperluas wilayah operasinya&#8217;,&#8221; kata Hendri, Senin (19/7/2021). Baca Juga:</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/mengambil-semangat-perjuangan-dari-peringatan-ke-74-gugurnya-bagindo-aziz-chan/">Mengambil Semangat Perjuangan dari Peringatan Ke-74 Gugurnya Bagindo Aziz Chan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Pemerintah Kota (<a href="http://padang.go.id">Pemko</a>) Padang memperingati 74 tahun gugurnya Bagindo Aziz Chan. Wali Kota Padang Hendri Septa berharap warga Padang bisa mengambil semangat perjuangan wali kota kedua tersebut.</p>
<p>Tanggal 19 Juli, menurutnya, merupakan titik bersejarah yang tidak bisa dilupakan masyarakat Kota Padang. Pada tanggal tersebut 74 tahun yang lalu, Wali Kota Padang Bagindo Aziz Chan gugur dalam peristiwa heroik melawan tentara Belanda.</p>
<p>&#8220;Demi mempertahankan Kota Padang dan dengan semangat yang pantang menyerah, beliau rela mengorbankan jiwa dan raganya. Sebagaimana kata yang selalu dilontarkannya, &#8216;langkahi mayat saya dahulu baru Belanda dapat memperluas wilayah operasinya&#8217;,&#8221; kata Hendri, Senin (19/7/2021).</p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><a href="https://langgam.id/simpang-tinju-api-perjuangan-bagindo-aziz-chan-jelang-agresi-kesatu/"><strong>Simpang Tinju, Api Perjuangan Bagindo Aziz Chan Jelang Agresi Kesatu</strong></a></p>
<p>Ia berharap warga Padang bisa mewarisi nilai-nilai kepahlawanan dan perjuangan almarhum Bagindo Aziz Chan. Termasuk berjuang menghadapi pandemi Covid-19 yang masih terjadi.</p>
<p>&#8220;Pada tahun ini kita di Kota Padang berada di dalam situasi masa pandemi Covid-19 yang membuat seluruh lapisan masyarakat menghadapi dampaknya. Mari kita terus berjuang melawan dampak pandemi tersebut. Salah satunya dengan selalu menaati protokol kesehatan,&#8221; tuturnya, sebagaimana dirilis akun resmi Humas Pemko Padang.</p>
<h2>PPKM Darurat</h2>
<p>Hendri melanjutkan, Kota Padang saat ini tengah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang berlangsung selama 12-20 Juli 2021.</p>
<p>&#8220;Mari kita ikuti semua aturan yang diberlakukan dalam kebijakan ini demi mengendalikan penyebaran Covid-19. Ini adalah salah satu bentuk perjuangan kita semua agar musibah tersebut segera teratasi,&#8221; ujar Hendri.</p>
<p>Peringatan hari gugurnya Bagindo Aziz tersebut berlangsung di kediaman resmi wali kota Padang. Kegiatan itu juga diikutidan secara virtual oleh unsur Forkopimda, Sekda Kota Padang Amasrul beserta para asisten, pejabat dan ASN di lingkup Pemko Padang.</p>
<p>Hadir juga dalam kesempata iti, perwakilan keluarga besar almarhum Bagindo Aziz Chan dan para tokoh pejuang veteran kemerdekaan RI.</p>
<p>Di akhir kegiatan, wali kota menyerahkan bantuan berupa kursi roda, tongkat dan perlengkapan salat yang bersumber dari Baznas Kota Padang kepada beberapa warga lanjut usia (lansia). (*/SS)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/mengambil-semangat-perjuangan-dari-peringatan-ke-74-gugurnya-bagindo-aziz-chan/">Mengambil Semangat Perjuangan dari Peringatan Ke-74 Gugurnya Bagindo Aziz Chan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">118205</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 26/55 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-04-26 18:25:22 by W3 Total Cache
-->