<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Antrean Biosolar di Sumbar Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/antrean-biosolar-di-sumbar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/antrean-biosolar-di-sumbar/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Mon, 01 Jun 2026 11:37:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Antrean Biosolar di Sumbar Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/antrean-biosolar-di-sumbar/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>10 Ton Biosolar Ditimbun di Padang, Polisi Ringkus Empat Orang </title>
		<link>https://langgam.id/10-ton-biosolar-ditimbun-di-padang-polisi-ringkus-empat-orang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Jun 2026 10:54:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Antrean Biosolar di Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Biosolar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=248486</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Polisi menangkap empat orang diduga terlibat dalam aktivitas penimbunan bahan bakar minyak (BBM) jenis biosolar di Jalan Raya Bandar Buat, Kelurahan Bandar Buat Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Senin (1/6) sekitar pukul 01.00 WIB.&#160; Terduga pelaku yakni berinisial M (67), A (53), YP (40), dan F (36). Dari penggrebekan ini, polisi menyita kurang lebih 10 ton biosolar.&#160;&#160; Kasi Humas Polresta Padang, Ipda Wadhi Nofianto mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat yang melaporkan adanya dugaan aktivitas penimbunan BBM bersubsidi di lokasi tersebut.  &#8220;Informasi itu kemudian ditindaklanjuti oleh petugas dengan melakukan penyelidikan ke tempat kejadian,&#8221; kata Wadhi dalam keterangan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/10-ton-biosolar-ditimbun-di-padang-polisi-ringkus-empat-orang/">10 Ton Biosolar Ditimbun di Padang, Polisi Ringkus Empat Orang </a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Polisi menangkap empat orang diduga terlibat dalam aktivitas penimbunan bahan bakar minyak (BBM) jenis biosolar di Jalan Raya Bandar Buat, Kelurahan Bandar Buat Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Senin (1/6) sekitar pukul 01.00 WIB.&nbsp;</p>



<p>Terduga pelaku yakni berinisial M (67), A (53), YP (40), dan F (36). Dari penggrebekan ini, polisi menyita kurang lebih 10 ton biosolar.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Kasi Humas Polresta Padang, Ipda Wadhi Nofianto mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat yang melaporkan adanya dugaan aktivitas penimbunan BBM bersubsidi di lokasi tersebut. </p>



<p>&#8220;Informasi itu kemudian ditindaklanjuti oleh petugas dengan melakukan penyelidikan ke tempat kejadian,&#8221; kata Wadhi dalam keterangan tertulisnya, Senin (1/6/2026)7&nbsp;</p>



<p>Setibanya di lokasi, polisi menemukan sejumlah orang yang sedang melakukan aktivitas pemindahan biosolar dari mobil boks ke kendaraan tangki.&nbsp;</p>



<p>Melihat adanya dugaan tindak pidana, polisi langsung melakukan penggerebekan dan mengamankan para terduga pelaku beserta sejumlah barang bukti yang berada di lokasi kejadian.</p>



<p>Selain mengamankan terduga pelaku, kata Wadhi, kepolisian juga menyita sejumlah barang bukti yang diduga digunakan dalam aktivitas penimbunan dan pemindahan BBM.</p>



<p>&#8220;Barang bukti yang diamankan berupa satu unit tangki Colt Diesel merek Mitsubishi warna biru kombinasi putih dengan nomor polisi BN 8856 QB yang berisi BBM jenis Biosolar,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Juga terdapat satu unit mobil boks Isuzu Traga warna putih dengan nomor polisi BA 8580 AAB. Lima unit tedmon berkapasitas masing-masing satu ton yang berisikan biosolar.&nbsp;</p>



<p>Satu unit mesin penyedot lengkap dengan selang juga turut diamankan sebagai barang bukti untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.</p>



<p>&#8220;Untuk biosolar yang disita kurang lebih 10 Ton,&#8221; ucapnya.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Kasus ini diduga melanggar Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah melalui ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Kerugian material akibat dugaan penyalahgunaan BBM ini diperkirakan mencapai sekitar Rp100 juta,&#8221; ujar Wadhi.&nbsp;</p>



<p>Saat ini, terduga pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Polsek Lubuk Kilangan. Penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan melengkapi administrasi penyidikan guna proses hukum lebih lanjut.<strong> (WAN)&nbsp;</strong></p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/10-ton-biosolar-ditimbun-di-padang-polisi-ringkus-empat-orang/">10 Ton Biosolar Ditimbun di Padang, Polisi Ringkus Empat Orang </a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">248486</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sopir Truk Bernapas Lega, Antrean Biosolar Kini Tak Ada Lagi di Kota Solok </title>
		<link>https://langgam.id/sopir-truk-bernapas-lega-antrean-biosolar-kini-tak-ada-lagi-di-kota-solok/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fajar Hadiansyah]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 May 2026 15:11:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Antrean Biosolar di Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Biosolar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=248320</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Para sopir truk di Kota Solok, Sumatera Barat (Sumbar), kini bernapas lega karena tidak ada lagi merasakan antrean kendaraan untuk mengisi biosolar. Kondisi ini setelah adanya penindakan terhadap dugaan penyalahgunaan BBM subsidi tersebut oleh aparat kepolisian. Pantauan Langgam.id di SPBU Pandan, Kota Solok pada Jumat (29/5/2026) malam, terlihat  antrean kendaraan mulai berkurang. Para sopir truk mengaku lebih mudah mendapatkan biosolar untuk kebutuhan operasional mereka sehari-hari. Ayuda Putra (34), seorang sopir truk mengatakan, sebelumnya ia bisa antre mengisi biosolar hingha berjam-jam. Bahkan juga kehabisan stok.&#160;&#160; &#8220;Sekarang sudah lebih enak. Biasanya kami bisa antre sampai berjam-jam, sekarang sudah lebih lancar,&#8221;</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sopir-truk-bernapas-lega-antrean-biosolar-kini-tak-ada-lagi-di-kota-solok/">Sopir Truk Bernapas Lega, Antrean Biosolar Kini Tak Ada Lagi di Kota Solok </a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id </strong>&#8211; Para sopir truk di Kota Solok, Sumatera Barat (Sumbar), kini bernapas lega karena tidak ada lagi merasakan antrean kendaraan untuk mengisi biosolar. Kondisi ini setelah adanya penindakan terhadap dugaan penyalahgunaan BBM subsidi tersebut oleh aparat kepolisian.</p>



<p>Pantauan <strong>Langgam.id </strong>di SPBU Pandan, Kota Solok pada Jumat (29/5/2026) malam, terlihat  antrean kendaraan mulai berkurang. Para sopir truk mengaku lebih mudah mendapatkan biosolar untuk kebutuhan operasional mereka sehari-hari.</p>



<p>Ayuda Putra (34), seorang sopir truk mengatakan, sebelumnya ia bisa antre mengisi biosolar hingha berjam-jam. Bahkan juga kehabisan stok.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>&#8220;Sekarang sudah lebih enak. Biasanya kami bisa antre sampai berjam-jam, sekarang sudah lebih lancar,&#8221; katanya diwawancarai <strong>Langgam.id</strong> usai mengisi biosolar.  </p>



<p>Hal senada juga disampaikan sopir truk lain, Farid (31). Ia mengaku senang karena distribusi biosolar di SPBU terasa lebih tertib dibanding beberapa waktu lalu.</p>



<p>&#8220;Alhamdulillah sekarang tidak terlalu susah lagi cari biosolar. Kami jadi bisa cepat jalan dan tidak banyak menghabiskan waktu di SPBU,&#8221; ucapnya.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Sebelumnya, kepolisian melakukan penindakan terhadap dugaan penyalahgunaan BBM subsidi di sejumlah daerah, salah satunya di Kabupaten Solok. Penertiban dilakukan untuk memastikan distribusi solar subsidi tepat sasaran dan tidak disalahgunakan. <strong>(WAN) </strong></p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sopir-truk-bernapas-lega-antrean-biosolar-kini-tak-ada-lagi-di-kota-solok/">Sopir Truk Bernapas Lega, Antrean Biosolar Kini Tak Ada Lagi di Kota Solok </a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">248320</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mencari Solusi Atasi Antrean Biosolar di SPBU Padang </title>
		<link>https://langgam.id/mencari-solusi-atasi-antrean-biosolar-di-spbu-padang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fajar Hadiansyah]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 May 2026 08:05:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Antrean Biosolar di Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=247729</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Sejumlah SPBU di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), dipenuhi dengan antrean kendaraan yang bakal mengisi BBM jenis biosolar. Antrean ini tak terbendung, mengular memakan badan jalan.  Dampak kondisi itu cukup signifikan, mulai kecelakaan, kemacetan hingga pemilik usaha menjerit toko mereka terhalang kendaraan.&#160; &#8220;Biasanya pagi bisa 10 orang yang membeli santan, sekarang paling banyak enam orang,&#8221; kata Rahmad, penjual santan yang tokonya terhalang kendaraan, Jumat (22/5/2026).&#160; Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Padang, mengaku bakal melakukan pengawasan dan sedang mencari solusi&#160; untuk mengatasi persoalan antrean kendaraan biosolar tersebut. Koordinasi lintas instansi sangat diperlukan.&#160;&#160; &#8220;Kami sudah berbicara dengan pihak kepolisian, SPBU dan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/mencari-solusi-atasi-antrean-biosolar-di-spbu-padang/">Mencari Solusi Atasi Antrean Biosolar di SPBU Padang </a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id </strong>&#8211; Sejumlah SPBU di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), dipenuhi dengan antrean kendaraan yang bakal mengisi BBM jenis biosolar. Antrean ini tak terbendung, mengular memakan badan jalan. </p>



<p>Dampak kondisi itu cukup signifikan, mulai kecelakaan, kemacetan hingga pemilik usaha menjerit toko mereka terhalang kendaraan.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Biasanya pagi bisa 10 orang yang membeli santan, sekarang paling banyak enam orang,&#8221; kata Rahmad, penjual santan yang tokonya terhalang kendaraan, Jumat (22/5/2026).&nbsp;</p>



<p>Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Padang, mengaku bakal melakukan pengawasan dan sedang mencari solusi&nbsp; untuk mengatasi persoalan antrean kendaraan biosolar tersebut. Koordinasi lintas instansi sangat diperlukan.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>&#8220;Kami sudah berbicara dengan pihak kepolisian, SPBU dan pihak terkait lainnya untuk mencari solusi antrean ini,&#8221; ujar Kepala Dishub Kota Padang, Yudi Indra Syani.&nbsp;</p>



<p>Ia mengaku akan membantu pengaturan arus lalu lintas di sejumlah titik SPBU. Terutama yang mengalami antrean panjang kendaraan. Apalagi yang didominasi angkutan barang dan bus.</p>



<p>&#8220;Kami menyarankan pihak SPBU mencari lokasi parkir untuk pegangannya. Ketika antrean kosong baru kendaraan masuk ke SPBU,&#8221; imbuhnya.&nbsp;</p>



<p>Yudi menilai persoalan antrean solar tidak bisa diselesaikan hanya dari sisi pengaturan lalu lintas saja. Akar persoalan tetap berada pada ketersediaan pasokan Biosolar tersebut.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>&#8220;Akar masalahnya keberadaan solar tidak ada atau tidak mencukupi,&#8221; ucapnya sembari menegaskan masalah ini harus diselesaikan bersama.&nbsp;</p>



<p>Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) mengungkap, lonjakan konsumsi biosolar disebabkan salah satu adanya potensi peralihan penggunaan BBM nonsubsidi ke BBM subsidi.</p>



<p>Bahkan, sejumlah mobil pribadi mewah berbahan bakar diesel seperti Pajero, Fortuner hingga Innova Reborn terpaksa beralih ke biosolar dari dexlite lantaran selisih harga yang terlalu tinggi.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>&#8220;Biosolar murah. Kalau dexlite mahal,&#8221; kata seorang pengendara mobil diesel, Zulfan&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Ia tak menampik kendaraannya sebenarnya lebih cocok menggunakan dexlite. Tetapi, untuk menghemat kantongnya, pilihan satu-satunya yakni ikut rela antre berebut bisolar.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Hal senada juga diutarakan pengendara mobil diesel lainya, Doni. Ia mengaku hanya membeli dexlite apabila terburu-buru. Jika tidak, ikut bertarung memburu biosolar dalam antrean.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>&#8220;Kalau tidak terburu-buru biarlah saja memilih antre. Baru minggu lalu saya beli dexlite sekitar 15 liter di Lubuk Alung hanya saat pulang kampung,&#8221; imbuhnya. <strong>(WAN) </strong></p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/mencari-solusi-atasi-antrean-biosolar-di-spbu-padang/">Mencari Solusi Atasi Antrean Biosolar di SPBU Padang </a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">247729</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jeritan Pedagang Soal Antrean Biosolar di SPBU Ampang Padang: Toko Terhalang, Pendapatan Berkurang</title>
		<link>https://langgam.id/jeritan-pedagang-soal-antrean-biosolar-di-spbu-ampang-padang-toko-terhalang-pendapatan-berkurang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fajar Hadiansyah]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 May 2026 05:47:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Antrean Biosolar di Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Antrian Solar Subsidi]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Padang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=247705</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Antrean panjang kendaraan yang mengisi Biosolar di SPBU Ampang, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), mulai dikeluhkan para pedagang. Mereka mengaku terdampak karena akses tokonya menjadi sempit hingga tertutup.&#160; Pantauan Langgam.id pada Jumat (22/5/2026) sekitar pukul 09.00 WIB, antrean kendaraan mengular hingga keluar dari area SPBU. Kendaraan didominasi truk box, pikap hingga travel antarkota.&#160; Kendaraan-kendaraan itu memadati badan jalan dan menutup sejumlah toko di kawasan tersebut. Hal ini dikeluhkan pedagang, salah satunya Yuli Asna, yang membuka usaha makanan batagor hingga beras. Yuli mengaku kesal, karena kendaraan yang mengantre kerap memepet hingga menutupi tokonya. Padahal, sudah diberikan batas agar kendaraan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/jeritan-pedagang-soal-antrean-biosolar-di-spbu-ampang-padang-toko-terhalang-pendapatan-berkurang/">Jeritan Pedagang Soal Antrean Biosolar di SPBU Ampang Padang: Toko Terhalang, Pendapatan Berkurang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Antrean panjang kendaraan yang mengisi Biosolar di SPBU Ampang, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), mulai dikeluhkan para pedagang. Mereka mengaku terdampak karena akses tokonya menjadi sempit hingga tertutup.&nbsp;</p>



<p>Pantauan <strong>Langgam.id</strong>  pada Jumat (22/5/2026) sekitar pukul 09.00 WIB, antrean kendaraan mengular hingga keluar dari area SPBU. Kendaraan didominasi truk box, pikap hingga travel antarkota.&nbsp;</p>



<p>Kendaraan-kendaraan itu memadati badan jalan dan menutup sejumlah toko di kawasan tersebut. Hal ini dikeluhkan pedagang, salah satunya Yuli Asna, yang membuka usaha makanan batagor hingga beras.</p>



<p>Yuli mengaku kesal, karena kendaraan yang mengantre kerap memepet hingga menutupi tokonya. Padahal, sudah diberikan batas agar kendaraan tidak berhenti terlalu dekat dengan bangunan toko.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>&#8220;Saya sudah ingatkan jangan terlalu pepet, tapi masih saja maju. Kadang sampai cekcok,&#8221; katanya kepada <strong>Langgam.id</strong>, Jumat (22/5/2026).</p>



<p>Antrean kendaraan tersebut, kata Yuli, berdampak terhadap pendapatannya. Karena tokonya jadi tidak terlihat, akses masuk juga sempit.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>&#8220;Kalau beras biasanya orang beli sore atau magrib. Saya kesal akses ke toko jadi sempit dan sulit terlihat pembeli,&#8221; keluhnya.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Yuli mengungkapkan, kondisi antrean BBM sempat memicu kecelakaan lalu lintas beberapa hari lalu. Sepeda motor ojek online yang membawa anak sekolah ditabrak kendaraan yang sedang memutar dari antrean solar.</p>



<p>&#8220;Waktu itu mobil yang antre putar arah, tak tahunya ada ojol lewat langsung tertabrak,&#8221; ucaonya.&nbsp;</p>



<p>Keluhan serupa disampaikan pedagang santan, Rahmad. Ia mengaku pendapatannya mulai menurun sejak antrean Biosolar semakin padat di kawasan Ampang.</p>



<p>&#8220;Biasanya pagi bisa 10 orang beli santan, sekarang paling banyak enam orang,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Kata Rahmad, banyak pelanggan enggan berhenti karena kondisi jalan macet akibat antrean kendaraan pengisi BBM. Akibatnya, dirinya kini mengurangi stok santan agar tidak basi.</p>



<p>&#8220;Sekarang saya stok sedikit saja, sekitar dua liter. Kalau banyak nanti basi dan rugi,&#8221; jelasnya. <strong>(WAN)&nbsp;</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/jeritan-pedagang-soal-antrean-biosolar-di-spbu-ampang-padang-toko-terhalang-pendapatan-berkurang/">Jeritan Pedagang Soal Antrean Biosolar di SPBU Ampang Padang: Toko Terhalang, Pendapatan Berkurang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">247705</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Imbas BBM Nonsubsidi Naik Tinggi, Mobil Mewah Pilih Antre Biosolar di SPBU Padang</title>
		<link>https://langgam.id/imbas-bbm-nonsubsidi-naik-tinggi-mobil-mewah-pilih-antre-biosolar-di-spbu-padang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fajar Hadiansyah]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 May 2026 12:38:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Antrean Biosolar di Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Antrian Solar Subsidi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=247653</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Antrean panjang kendaraan pengisi biosolar terjadi di sejumlah SPBU, salah satunya di kawasan Khatib Sulaiman, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (21/5/2026).  Tidak hanya dipenuhi kendaraan angkutan umum dan truk, antrean ini juga diikuti sejumlah mobil pribadi mewah berbahan bakar diesel mulai Pajero, Fortuner hingga Innova Reborn. Berdasarkan pantauan Langgam.id, antrean kendaraan tampak mengular hingga sekitar satu kilometer keluar area SPBU di kawasan itu sejak pagi. Sejumlah pengendara memilih menunggu di dalam mobil, sementara lainnya duduk di pinggir jalan untuk menanti giliran.&#160; Salah seorang pengendara mobil diesel, Zulfan, mengaku memilih mengisi biosolar karena harga BBM nonsubsidi Dexlite yang</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/imbas-bbm-nonsubsidi-naik-tinggi-mobil-mewah-pilih-antre-biosolar-di-spbu-padang/">Imbas BBM Nonsubsidi Naik Tinggi, Mobil Mewah Pilih Antre Biosolar di SPBU Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Antrean panjang kendaraan pengisi biosolar terjadi di sejumlah SPBU, salah satunya di kawasan Khatib Sulaiman, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (21/5/2026). </p>



<p>Tidak hanya dipenuhi kendaraan angkutan umum dan truk, antrean ini juga diikuti sejumlah mobil pribadi mewah berbahan bakar diesel mulai Pajero, Fortuner hingga Innova Reborn.</p>



<p>Berdasarkan pantauan Langgam.id, antrean kendaraan tampak mengular hingga sekitar satu kilometer keluar area SPBU di kawasan itu sejak pagi. Sejumlah pengendara memilih menunggu di dalam mobil, sementara lainnya duduk di pinggir jalan untuk menanti giliran.&nbsp;</p>



<p>Salah seorang pengendara mobil diesel, Zulfan, mengaku memilih mengisi biosolar karena harga BBM nonsubsidi Dexlite yang dinilai terlalu mahal. Bahkan selisih harga cukup tinggi, membuat ia beralih ke BBM subsidi.</p>



<p>&#8220;Biosolar murah. Kalau dexlite mahal,&#8221; ujarnya kepada<strong> Langgam.id</strong>, Kamis (21/5/2026).</p>



<p>Zulfan tak menampik kendaraannya lebih cocok menggunakan bahan bakar dexlite. Hanya saja, sejak harga melambung tinggi terpaksa hamya sesekali.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>&#8220;Kadang pakai dexlite juga, tapi jarang,&#8221; kata dia.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Ia mengatakan, apabila selisih harga antara biosolar dan dexlite tidak terlalu jauh, bakal memilih menggunakan dexlite dibanding harus ikut antre panjang di SPBU.</p>



<p>&#8220;Kalau biosolar Rp25 ribu dan dexlite Rp26 ribu, saya pilih dexlite,&#8221; ucapnya.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Hal senadajuga disampaikan pengendara mobil diesel Chevrolet, Doni. Ia mengaku sesekali membeli dexlite ketika sedang terburu-buru atau tidak ingin mengantre terlalu lama.</p>



<p>&#8220;Minggu lalu saya beli dexlite sekitar 15 liter di Lubuk Alung saat pulang kampung,&#8221; &#8220;katanya.&nbsp;</p>



<p>Namun, sehari-hari Doni tetap lebih sering menggunakan Biosolar untuk kebutuhan operasional kendaraannya. Meskipun harus menunggu lebih lama antre karena stok sempat habis.</p>



<p>&#8220;Saya sudah satu jam antre, tiba-tiba minyak habis dan masih dalam perjalanan. Jadi saya tunggu saja sampai datang,&#8221; imbuhnya.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Sementara itu, Area Manager Communication, Relations &amp; CSR Regional Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw mengakui, lonjakan konsumsi biosolar dipengaruhi adanya potensi peralihan penggunaan dari BBM nonsubsidi.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>&#8220;Hal ini diakibat disparitas harga yang cukup tinggi,&#8221; ujarnya.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Selain itu, kata Fahrougi, juga ditemukan adanya indikasi transaksi anomali pada sejumlah kendaraan yang melakukan pengisian Biosolar di beberapa SPBU.&nbsp;</p>



<p>Ia menegaskan, Pertamina terus memperkuat pengawasan bersama aparat untuk memastikan distribusi BBM subsidi tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.</p>



<p>&#8220;Kami terus melakukan optimalisasi BBM Biosolar subsidi guna memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi,&#8221; tegasnya. <strong>(WAN)</strong> </p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/imbas-bbm-nonsubsidi-naik-tinggi-mobil-mewah-pilih-antre-biosolar-di-spbu-padang/">Imbas BBM Nonsubsidi Naik Tinggi, Mobil Mewah Pilih Antre Biosolar di SPBU Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">247653</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pertamina Blokir Ratusan Barcode Kendaraan di Sumbar, Indikasi Transaksi Palsu BBM</title>
		<link>https://langgam.id/pertamina-blokir-ratusan-barcode-kendaraan-di-sumbar-indikasi-transaksi-palsu-bbm/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Buliza Rahmat]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 May 2026 10:28:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Antrean Biosolar di Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[pertamina]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=247643</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), blokir barcode kendaraan yang terindikasi melakukan transaksi menyimpang dan pemalsuan data kendaraan dalam pengisian BBM.   Area Manager Communication, Relations &#38; CSR Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw mengatakan, ratusan nomor polisi kendaraan telah dilakukan pemblokiran. Pengawasan ini dilakukan untuk menjaga penyaluran BBM subsidi tepat sasaran.&#160;&#160; &#8220;Pertamina terus memperkuat pengawasan terhadap penyaluran BBM subsidi melalui monitoring transaksi dan pemblokiran QR code kendaraan yang terindikasi melakukan transaksi anomali maupun pemalsuan data kendaraan,&#8221; kata Fahrougi, Kamis (21/5/2026) Fahrougi menambahkan, sanksi pembinaan kepada sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Sumbar yang ditemukan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pertamina-blokir-ratusan-barcode-kendaraan-di-sumbar-indikasi-transaksi-palsu-bbm/">Pertamina Blokir Ratusan Barcode Kendaraan di Sumbar, Indikasi Transaksi Palsu BBM</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), blokir barcode kendaraan yang terindikasi melakukan transaksi menyimpang dan pemalsuan data kendaraan dalam pengisian BBM.  </p>



<p>Area Manager Communication, Relations &amp; CSR Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw mengatakan, ratusan nomor polisi kendaraan telah dilakukan pemblokiran. Pengawasan ini dilakukan untuk menjaga penyaluran BBM subsidi tepat sasaran.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>&#8220;Pertamina terus memperkuat pengawasan terhadap penyaluran BBM subsidi melalui monitoring transaksi dan pemblokiran QR code kendaraan yang terindikasi melakukan transaksi anomali maupun pemalsuan data kendaraan,&#8221; kata Fahrougi, Kamis (21/5/2026)</p>



<p>Fahrougi menambahkan, sanksi pembinaan kepada sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Sumbar yang ditemukan melakukan pelanggaran penyaluran BBM subsidi.</p>



<p>Ia menegaskan, Pertamina tidak akan menoleransi segala bentuk penyalahgunaan maupun pelanggaran terkait distribusi BBM subsidi.</p>



<p>&#8220;Tidak ada toleransi dengan segala bentuk penyalahgunaan maupun pelanggaran terkait penyaluran BBM subsidi. Kita terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum serta instansi terkait,&#8221; katanya. <strong>(WAN)&nbsp;</strong></p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pertamina-blokir-ratusan-barcode-kendaraan-di-sumbar-indikasi-transaksi-palsu-bbm/">Pertamina Blokir Ratusan Barcode Kendaraan di Sumbar, Indikasi Transaksi Palsu BBM</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">247643</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Solar Langka, Dinas ESDM Sumbar Dorong Distribusi BBM Subsidi Tepat Sasaran </title>
		<link>https://langgam.id/solar-langka-dinas-esdm-sumbar-dorong-distribusi-bbm-subsidi-tepat-sasaran/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ghaffar Ramdi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 May 2026 09:36:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Antrean Biosolar di Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Antrian Solar Subsidi]]></category>
		<category><![CDATA[ESDM Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Solar Langka]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=247641</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumatera Barat (Sumbar) membeberkan sejumlah langkah yang dinilai perlu dilakukan untuk mengatasi kelangkaan BBM subsidi jenis solar.  Kepala Dinas ESDM Sumbar, Helmi Heriyanto mengataka, solusi penanganan harus dilakukan berdasarkan penyebab utama kelangkaan solar yang saat ini terjadi. Menurutnya, salah satu faktor utama adalah meningkatnya jumlah pengguna solar subsidi akibat naiknya harga bahan bakar nonsubsidi. Dalam beberapa hari terakhir, antrean solar subsidi bahkan mulai dipenuhi kendaraan pribadi. &#8220;Kalau melihat kondisi sekarang memang ada peningkatan penggunaan solar subsidi. Maka salah satu solusi yang perlu dilakukan adalah memperketat verifikasi kendaraan penerima BBM subsidi agar</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/solar-langka-dinas-esdm-sumbar-dorong-distribusi-bbm-subsidi-tepat-sasaran/">Solar Langka, Dinas ESDM Sumbar Dorong Distribusi BBM Subsidi Tepat Sasaran </a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumatera Barat (Sumbar) membeberkan sejumlah langkah yang dinilai perlu dilakukan untuk mengatasi kelangkaan BBM subsidi jenis solar. </p>



<p>Kepala Dinas ESDM Sumbar, Helmi Heriyanto mengataka, solusi penanganan harus dilakukan berdasarkan penyebab utama kelangkaan solar yang saat ini terjadi.</p>



<p>Menurutnya, salah satu faktor utama adalah meningkatnya jumlah pengguna solar subsidi akibat naiknya harga bahan bakar nonsubsidi. Dalam beberapa hari terakhir, antrean solar subsidi bahkan mulai dipenuhi kendaraan pribadi.</p>



<p>&#8220;Kalau melihat kondisi sekarang memang ada peningkatan penggunaan solar subsidi. Maka salah satu solusi yang perlu dilakukan adalah memperketat verifikasi kendaraan penerima BBM subsidi agar distribusinya tepat sasaran,&#8221; katanya dihubungi <strong>Langgam.id</strong>, Kamis (21/5/2025).</p>



<p>Helmi menyebutkan, koordinasi dengan Pertamina diperlukan untuk memperkuat sistem pendataan pengguna BBM subsidi. Termasuk, evaluasi terhadap kendaraan yang baru mendaftar untuk mendapatkan akses pembelian solar subsidi.</p>



<p>Selain itu, Dinas ESDM Sumbar juga menilai pengawasan di SPBU harus diperketat guna mencegah praktik pelangsiran yang masih marak terjadi di sejumlah daerah.</p>



<p>Selain itu, juga mendorong adanya pengawasan terpadu bersama aparat penegak hukum dan Pertamina terhadap kendaraan yang diduga telah dimodifikasi untuk membeli BBM subsidi dalam jumlah besar.</p>



<p>&#8220;Praktik pelangsiran ini membuat distribusi solar subsidi menjadi tidak tepat sasaran. Karena itu pengawasan di lapangan harus diperkuat, terutama terhadap kendaraan yang berulang kali membeli solar dalam jumlah besar,&#8221; kata dia.</p>



<p>Kata Helmi, penindakan terhadap pelangsir menjadi langkah penting karena satu kendaraan modifikasi bisa membeli hingga ratusan liter solar per hari yang kemudian dijual kembali dengan harga lebih mahal.</p>



<p>Tidak hanya itu, Helmi juga menyoroti dugaan penggunaan solar subsidi untuk aktivitas tambang emss ilegal di sejumlah wilayah Sumbar.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Ia mengatakan pengawasan distribusi BBM subsidi ke kawasan rawan tambang emas ilegal perlu diperketat agar solar subsidi tidak digunakan untuk aktivitas yang melanggar hukum.</p>



<p>&#8220;Kami melihat perlu ada pengawasan lebih ketat terhadap distribusi BBM subsidi di wilayah-wilayah yang terdapat aktivitas tambang ilegal,&#8221; pungkasnya.<strong> (WAN) </strong></p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/solar-langka-dinas-esdm-sumbar-dorong-distribusi-bbm-subsidi-tepat-sasaran/">Solar Langka, Dinas ESDM Sumbar Dorong Distribusi BBM Subsidi Tepat Sasaran </a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">247641</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pertamina Ungkap Peralihan dari BBM Nonsubsidi Pemicu Biosolar Diserbu di Padang</title>
		<link>https://langgam.id/pertamina-ungkap-peralihan-dari-bbm-nonsubsidi-pemicu-biosolar-diserbu-di-padang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Buliza Rahmat]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 May 2026 08:14:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Antrean Biosolar di Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Antrian Solar Subsidi]]></category>
		<category><![CDATA[pertamina]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=247627</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), mengungkap lonjakan konsumsi Biosolar dipengaruhi adanya potensi peralihan penggunaan dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi.  &#8220;Hal ini diakibat disparitas harga yang cukup tinggi,&#8221; ujar Area Manager Communication, Relations &#38; CSR Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, Kamis (21/5/2026). Selain itu, kata Fahrougi, juga ditemukan adanya indikasi transaksi anomali pada sejumlah kendaraan yang melakukan pengisian Biosolar di beberapa SPBU.&#160; Ia menegaskan, Pertamina terus memperkuat pengawasan bersama aparat untuk memastikan distribusi BBM subsidi tepat sasaran dan tidak disalahgunakan. &#8220;Kami terus melakukan optimalisasi BBM Biosolar subsidi guna memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi,&#8221; ucapnya.&#160;&#160;</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pertamina-ungkap-peralihan-dari-bbm-nonsubsidi-pemicu-biosolar-diserbu-di-padang/">Pertamina Ungkap Peralihan dari BBM Nonsubsidi Pemicu Biosolar Diserbu di Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id </strong>&#8211; Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), mengungkap lonjakan konsumsi Biosolar dipengaruhi adanya potensi peralihan penggunaan dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi. </p>



<p>&#8220;Hal ini diakibat disparitas harga yang cukup tinggi,&#8221; ujar Area Manager Communication, Relations &amp; CSR Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, Kamis (21/5/2026).</p>



<p>Selain itu, kata Fahrougi, juga ditemukan adanya indikasi transaksi anomali pada sejumlah kendaraan yang melakukan pengisian Biosolar di beberapa SPBU.&nbsp;</p>



<p>Ia menegaskan, Pertamina terus memperkuat pengawasan bersama aparat untuk memastikan distribusi BBM subsidi tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.</p>



<p>&#8220;Kami terus melakukan optimalisasi BBM Biosolar subsidi guna memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi,&#8221; ucapnya.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Fahrougi mengatakan, kuota Biosolar untuk wilayah Kota Padang disalurkan setiap hari sesuai dengan kebutuhan dan alokasi yang telah ditetapkan.</p>



<p>Peningkatan kepadatan kendaraan di sejumlah SPBU di Kota Padang selama Mei 2026 dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan atau demand terhadap Biosolar subsidi.</p>



<p>&#8220;Kami terus melakukan upaya optimalisasi penyaluran BBM jenis JBT atau Biosolar agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,&#8221; tuturnya. <strong>(WAN)</strong> </p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pertamina-ungkap-peralihan-dari-bbm-nonsubsidi-pemicu-biosolar-diserbu-di-padang/">Pertamina Ungkap Peralihan dari BBM Nonsubsidi Pemicu Biosolar Diserbu di Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">247627</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perjuangan Sopir Cari Biosolar: Rela Antre dari Malam sampai Subuh</title>
		<link>https://langgam.id/perjuangan-sopir-cari-biosolar-rela-antre-dari-malam-sampai-subuh/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 May 2026 08:14:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Antrean Biosolar di Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[BBM]]></category>
		<category><![CDATA[Biosolar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=247626</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Biosolar subsidi di Kota Padang memicu antrean kendaraan di sejumlah SPBU. Di balik itu, tersimpan berbagai cerita dari sopir truk hingga bis sebagai pejuang rupiah untuk menafkahi keluarga. Zona Inuzi (27) misalnya, sopir truk pengangkut barang rute Padang–Jakarta yang harus rela mengantre sejak subuh hingga siang hari demi mendapatkan solar subsidi untuk kendaraannya. “Saya sudah mengantre dari subuh, tapi sampai siang ini belum juga dapat. Sopir mengantre memang karena solar sedang kosong,” katanya disela-sela antrean di SPBU Pisang, Kota PAdang, Kamis (21/5/2026). Menurutnya, antrean panjang kendaraan angkutan barang sudah menjadi pemandangan biasa</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/perjuangan-sopir-cari-biosolar-rela-antre-dari-malam-sampai-subuh/">Perjuangan Sopir Cari Biosolar: Rela Antre dari Malam sampai Subuh</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="http://LANGGAM.ID" type="link" id="LANGGAM.ID">Langgam.id</a> &#8211; Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Biosolar subsidi di Kota Padang memicu antrean kendaraan di sejumlah SPBU. Di balik itu, tersimpan berbagai cerita dari sopir truk hingga bis sebagai pejuang rupiah untuk menafkahi keluarga.</p>



<p>Zona Inuzi (27) misalnya, sopir truk pengangkut barang rute Padang–Jakarta yang harus rela mengantre sejak subuh hingga siang hari demi mendapatkan solar subsidi untuk kendaraannya.</p>



<p>“Saya sudah mengantre dari subuh, tapi sampai siang ini belum juga dapat. Sopir mengantre memang karena solar sedang kosong,” katanya disela-sela antrean di SPBU Pisang, Kota PAdang, Kamis (21/5/2026).</p>



<p>Menurutnya, antrean panjang kendaraan angkutan barang sudah menjadi pemandangan biasa dalam beberapa waktu terakhir.&nbsp;</p>



<p>Tak hanya itu, bahkan para sopir terkadang harus bermalam di sekitar SPBU agar tidak kehilangan antrean.</p>



<p>“Kalau hari ini antreannya belum seberapa, pernah saya mengantre dari malam hingga subuh. Terkadang terpaksa tidur di lokasi demi mendapatkan solar subsidi ini,” ujarnya.</p>



<p>Zona mengatakan, kondisi tersebut sangat memengaruhi pekerjaannya sebagai sopir angkutan jarak jauh. Antrean yang panjang akan memakan waktu perjalanan menjadi tertunda karena habis untuk menunggu pengisian BBM.</p>



<p>Antrean kendaraan juga terpantau di SPBU Khatib Sulaiman, Kota Padang. Antrean kendaraan bahkan mencapai sekitar satu kilometer sejak pukul 10.00 WIB.</p>



<p>Salah seorang sopir sopir bus AKDP rute Pasaman–Padang Romi yang tengah mengatre mengisi solar. Ia rutin mengisi solar setiap tiba di Padang usai menempuh perjalan pagi dari Pasaman.</p>



<p>Menurut Romi, antrean panjang membuat sopir kesulitan mengejar waktu mencari penumpang. Ia pun harus berpandai-pandai untuk mencari cara agar tidak terjebak atrean.&nbsp; “Kalau minyak belum ada, saya tidak berani cari penumpang dulu,” katanya.</p>



<p>Ia mengaku pernah mengantre hingga lima jam saat pasokan solar terlambat datang ke SPBU. Kondisi itu berdampak pada jumlah penumpang yang didapatkan.</p>



<p>“Biasanya dapat 15 sampai 20 penumpang. Kalau antre lama, penumpang bisa berkurang,” ujarnya.</p>



<p>Hal senada juga disampaikan oleh truk fuso towing, Adi Saputra mengaku sudah mulai mengantre sejak pukul 08.00 WIB untuk mendapatkan bio solar.&nbsp;</p>



<p>Bagi Adi, antrean panjang di SPBU ini membuang waktu yang cukup lama, sehingga berdampak pada produktivitasnya yang lain. “Meski belum berdampak pada pendapat, tapi kalau antre panjang begini waktu habis percuma,” katanya.</p>



<p>Adi bahkan menandai sejumlah SPBU yang jarang menyebabkan macet. Namun, dalam beberapa waktu terakhir sejumlah SPBU terpantau dipadati oleh kendaraan untuk pengisian biosolar.</p>



<p>Adi juga menyoroti banyaknya kendaraan pelangsir yang ikut mengantre Bio Solar untuk dijual kembali secara eceran. Tidak jarang dia melihat kendaraan yang sama terlihat mengantre berulang kali.</p>



<p>Selain truk, antrean panjang masih terus terjadi di SPBU tersebut. Sejumlah sopir terlihat memilih beristirahat di sekitar kendaraan sambil menunggu giliran pengisian BBM. <strong>(FIX)</strong><br><em>Reporter: Buliza Rahmat-Fajar Hadiansyah</em></p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/perjuangan-sopir-cari-biosolar-rela-antre-dari-malam-sampai-subuh/">Perjuangan Sopir Cari Biosolar: Rela Antre dari Malam sampai Subuh</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">247626</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Antrean Solar Subsidi di Padang Picu Kecelakaan, Pemotor Masuk Kolong Truk hingga Meninggal</title>
		<link>https://langgam.id/antrean-solar-subsidi-di-padang-picu-kecelakaan-pemotor-masuk-kolong-truk-hingga-meninggal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Buliza Rahmat]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 May 2026 07:06:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Antrean Biosolar di Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=247619</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Antrean kendaraan bahan bakar minyak (BBM) Biosolar di SPBU Pisang, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat, telah memakan korban jiwa. Hal ini diungkapkan warga yang di sekitar SPBU Pisang. Salah satunya adalah Alfi. Pria 37 tahun ini berjualan di depan Rumah Sakit Semen Padang Hospital (SPH) Padang.&#160; Alfi mengaku antrean panjang truk di SPBU Pisang untuk dapatkan BBM jenis Biosolar, sering memakan badan jalan. Sehingga tindakan itu cukup membahayakan pengendara lain. Ia mengungkapkan, sekitar dua minggu lalu terjadi kecelakaan fatal melibatkan sepeda motor dengan truk yang sedang mengantre BBM. Dua orang dilaporkan meninggal dunia, sementara satu orang lainnya</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/antrean-solar-subsidi-di-padang-picu-kecelakaan-pemotor-masuk-kolong-truk-hingga-meninggal/">Antrean Solar Subsidi di Padang Picu Kecelakaan, Pemotor Masuk Kolong Truk hingga Meninggal</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id </strong>&#8211; Antrean kendaraan bahan bakar minyak (BBM) Biosolar di SPBU Pisang, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat, telah memakan korban jiwa.</p>



<p>Hal ini diungkapkan warga yang di sekitar SPBU Pisang. Salah satunya adalah Alfi. Pria 37 tahun ini berjualan di depan Rumah Sakit Semen Padang Hospital (SPH) Padang.&nbsp;</p>



<p>Alfi mengaku antrean panjang truk di SPBU Pisang untuk dapatkan BBM jenis Biosolar, sering memakan badan jalan. Sehingga tindakan itu cukup membahayakan pengendara lain.</p>



<p>Ia mengungkapkan, sekitar dua minggu lalu terjadi kecelakaan fatal melibatkan sepeda motor dengan truk yang sedang mengantre BBM. Dua orang dilaporkan meninggal dunia, sementara satu orang lainnya mengalami koma.</p>



<p>&#8220;Pernah terjadi kecelakaan pada malam hari. Sepeda motor menabrak truk yang sedang antre. Dua orang meninggal dan satu orang koma,&#8221; ujarnya kepada <strong>Langgam.id</strong>, Kamis (21/5/2026).</p>



<p>Sebelum itu, kata Alfi, juga pernah terjadi kecelakaan lain di lokasi yang sama. Saat itu, pengendara melintas dari arah Pasar Baru menuju Simpang Lubuk Begalung.&nbsp;</p>



<p>Karena tidak melihat truk berhenti memakan badan jalan, pengendara tersebut terjatuh. &#8220;Pengendara sampai masuk ke kolong truk karena tidak melihat kendaraan yang antre,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Warung Alfi diketahui buka 24 jam. Ia menilai, kondisi antrean BBM pada malam hari sangat berisiko, karena banyak truk yang tidak menyalakan lampu hazard sehingga sulit terlihat oleh pengendara lain.</p>



<p>&#8220;Kalau malam hari, kebanyakan truk tidak menghidupkan lampu hazard. Jadi pengendara dari arah yang sama tidak melihat ada truk yang sedang antre,&#8221; tuturnya. <strong>(WAN) </strong></p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/antrean-solar-subsidi-di-padang-picu-kecelakaan-pemotor-masuk-kolong-truk-hingga-meninggal/">Antrean Solar Subsidi di Padang Picu Kecelakaan, Pemotor Masuk Kolong Truk hingga Meninggal</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">247619</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 26/70 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-06-10 18:04:56 by W3 Total Cache
-->