<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sejarah Sumbar &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/data/sejarah-sumbar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/data/sejarah-sumbar/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Apr 2026 14:04:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Sejarah Sumbar &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/data/sejarah-sumbar/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Dari Mural Redaksi hingga Suguhan Destinasi Histori Sumbar</title>
		<link>https://langgam.id/dari-mural-redaksi-hingga-suguhan-destinasi-histori-sumbar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2026 10:33:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[mahyeldi]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=244910</guid>

					<description><![CDATA[<p>LANGGAM.ID&#8212; Kekayaan sejarah masa perjuangan di Sumatra Barat atau Sumbar merupakan potensi besar yang butuh perhatian serius oleh pemerintah daerah untuk dikelola sebagai destinasi histori. Mulai dari bapak bangsa hingga pejuang perempuan yang lahir di Sumatra Barat memiliki jejak peristiwa yang layak disuguhi bagi para pelancong. Diskusi tersebut muncul saat kunjungan Gubernur Sumbar di redaksi Langgam.id pada Selasa (31/3/2026). Pemicu awalnya adalah mural para Presiden Indonesia di salah satu dinding redaksi Langgam. &#8220;Ini wajah-wajah presiden ya? Ini cukup lengkap ya. Ada pak Syafruddin Prawiranegara, ada pak Assaat,&#8221; ujar Mahyeldi. Mural tersebut menampilkan adegan para presiden Indonesia tengah nimbrung di sebuah</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/dari-mural-redaksi-hingga-suguhan-destinasi-histori-sumbar/">Dari Mural Redaksi hingga Suguhan Destinasi Histori Sumbar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="http://LANGGAM.ID" type="link" id="LANGGAM.ID">LANGGAM.ID</a>&#8212; Kekayaan sejarah masa perjuangan di Sumatra Barat atau Sumbar merupakan potensi besar yang butuh perhatian serius oleh pemerintah daerah untuk dikelola sebagai destinasi histori. Mulai dari bapak bangsa hingga pejuang perempuan yang lahir di Sumatra Barat memiliki jejak peristiwa yang layak disuguhi bagi para pelancong.</p>



<p>Diskusi tersebut muncul saat kunjungan Gubernur Sumbar di redaksi Langgam.id pada Selasa (31/3/2026). Pemicu awalnya adalah mural para Presiden Indonesia di salah satu dinding redaksi Langgam. &#8220;Ini wajah-wajah presiden ya? Ini cukup lengkap ya. Ada pak Syafruddin Prawiranegara, ada pak Assaat,&#8221; ujar Mahyeldi.</p>



<p>Mural tersebut menampilkan adegan para presiden Indonesia tengah nimbrung di sebuah meja kopi. Mulai dari Presiden Soekarno, Soeharto, Bj Habibie, Abdurrahman Wahid dan Megawati yang duduk berjejer. Kemudian juga Mural Syafruddin Prawiranegara presiden saat masa PDRI, lalu Assaat yang merupakan Presiden Republik Indonesia pada masa Republik Indonesia Serikat yang berdiri melingkari meja bersama Presiden VI Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden VII Joko Widodo.</p>



<p>&#8220;Kalau Pak Prabowo belum ada, karena mural ini dibuat pada 2021,&#8221; ujar CEO Langgam.id Andri El Faruqi menyahuti pimbicaraan Mahyeldi.</p>



<p>Dari mural tersebut diskusi melebar sampai ke kekayaan sejarah masa perjuangan di Sumatra Barat yang perlu dikemas menjadi sebuah destinasi histori sebagai daya tarik bagi pariwisata daerah. Andri memisalkan iven peringatan 75 Tahun PDRI pada Januari 2024 lalu yang dihelat oleh <a href="http://langgam.id">Langgam.id</a> mendapat antusias cukup banyak, terutama pada generasi Z.</p>



<p>Pada iven tersebut, 30 orang gen z terpilih dan diikuti sejumlah influencer serta wartawan disebar untuk napak tilas ke tiga lokasi penting selama PDRI, yaitu di Koto Tinggi Kabupaten Limapuluh Kota, Sumpur Kudus Kabupaten Sijunjung, dan ke Bidar Alam di Solok Selatan.</p>



<p>&#8220;Dari iven ini tampak antusias terkait wisata sejarah ini cukup menjanjikan. Bahkan yang mendaftar saat itu hampir 300 orang. Ini sangat potensial untuk dikembangkan jika dikemas dengan konsep yang menarik,&#8221; katanya.</p>



<p>Menurut Andri, hampir seluruh kabupaten/kota memiliki peristiwa penting selama masa perjuangan dengan berbagai tokoh-tokoh pejuang yang lahir di sana.&nbsp;</p>



<p><strong>Citra Tanah Kelahiran Para Pejuang</strong></p>



<p>Kekayaan sejarah ini harus menjadi modal besar bagi Sumatra Barat untuk mencitrakan diri sebagai daerahnya para pejuang, mengingat banyaknya para pejuang yang lahir di Sumatra Barat.</p>



<p>&#8220;Bahkan ada satu desa yaitu Kota Gadang Kabupaten Agam yang menjadi asal dari tiga pejuang nasional, yaitu Haji Agus Salim, Sutan Sjahrir serta Roehana Kudus. Ini mungkin satu-satunya desa yang memiliki tiga pejuang,&#8221; ujar Penasehat Redaksi Langgam.id Hendra Makmur.</p>



<p>Menurutnya, Sumbar harus mulai membangun branding sebagai tanahnya para pejuang dengan memasivkan narasi tersebut. Bahkan, jika perlu dengan membuat tagline selamat datang di ranah kelahiran para pejuang di Bandara Internasional Minangkabau.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Ini harus digaungkan untuk mendapatkan persepsi publik bahwa Sumbar adalah tanah kelahiran para pejuang. Pemerintah daerah punya andil besar untuk itu,&#8221; katanya.</p>



<p>Diskusi tersebut ditanggapi Gubernur Sumbar Mahyeldi dengan menyiapkan konsep yang tepat untuk mengemas potensi Sumbar sebagai destinasi wisata histori. Seperti dengan menyiapkan paket-paket wisata yang dapat menarik wisatawan ke Sumbar.</p>



<p>Ia memisalkan jika peringatan Hari Bela Negara pada 19 Desember yang berdekatan dengan peringatan peristiwa Situjuah setiap tanggal 14 Januari dapat dikemas dalam satu iven yang berkesinambungan. Dua peristiwa ini yang sangat berperan besar pada masa PDRI 1948.</p>



<p>&#8220;Selain sebagai tujuan wisata, konsep ini juga sebagai narasi untuk mewariskan sejarah  penting pada masa perjuangan kepada generasi muda,&#8221; katanya.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/dari-mural-redaksi-hingga-suguhan-destinasi-histori-sumbar/">Dari Mural Redaksi hingga Suguhan Destinasi Histori Sumbar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">244910</post-id>	</item>
		<item>
		<title>29 November dalam Catatan Sejarah Sumatra Barat</title>
		<link>https://langgam.id/29-november-dalam-catatan-sejarah-sumatra-barat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Nov 2020 06:20:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sejarah Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Data Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Hari ini dalam Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Hide]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=159971</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Salah satu literatur mencatat tanggal 29 November dalam sejarah Sumatra Barat, (Sumbar). Pada tanggal tersebut, terjadi peristiwa yang bertempat atau terkait dengan Sumbar di masa lalu. Berikut catatan sejarah itu: 29 November 1837 Sumbar Jadi Gouvernement, Kolonel Michiels Gubernur Batavia &#8211; Atas usul Jenderal Cochius, Kolonel A. V. Michiels melalui Besluit No.8 Tanggal 29 November 1837 diangkat menjadi Gubernur Sipil dan Militer Pantai Barat Sumatera. Ia menggantikan Residen EA. Francais yang ditarik ke Pulau Jawa. Pergantian itu seiring perubahan status pemerintahan di Sumatra Barat, berubah dari keresidenan menjadi gouvernement. Gouvernement Sumatra Barat dibagi dua residensi, yakni Padangsche Bovenlanden</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/29-november-dalam-catatan-sejarah-sumatra-barat/">29 November dalam Catatan Sejarah Sumatra Barat</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Salah satu literatur mencatat tanggal 29 November dalam sejarah <a href="https://langgam.id/provinsi-sumatra-barat/">Sumatra Barat</a>, (Sumbar). Pada tanggal tersebut, terjadi peristiwa yang bertempat atau terkait dengan Sumbar di masa lalu. Berikut catatan sejarah itu:</p>
<p><strong>29 November 1837</strong><br />
<strong>Sumbar Jadi Gouvernement, Kolonel Michiels Gubernur</strong></p>
<p>Batavia &#8211; Atas usul Jenderal Cochius, Kolonel A. V. Michiels melalui Besluit No.8 Tanggal 29 November 1837 diangkat menjadi Gubernur Sipil dan Militer Pantai Barat Sumatera. Ia menggantikan Residen EA. Francais yang ditarik ke Pulau Jawa. Pergantian itu seiring perubahan status pemerintahan di Sumatra Barat, berubah dari keresidenan menjadi gouvernement. Gouvernement Sumatra Barat dibagi dua residensi, yakni Padangsche Bovenlanden (Padang Darat) beribukota di Bukittinggi dan Padangsche Benendenlanden (Padang Pesisir) berpusat di Padang.</p>
<p>Sumber:<br />
&#8211; Hendrik Merkus Lange dalam &#8220;Het Nederlandsch Oost-Indisch leger ter Westkust van Sumatra (1819-1854) Volume II&#8221; (1854) hlm 265<br />
&#8211; Selfi Mahat Putri dalam &#8220;Perempuan dan Modernitas: Perubahan Adat Perkawinan Minangkabau Pada Awal Abad ke-20&#8221; (2018) hlm 25-26</p>
<p><strong>29 November 1946</strong><br />
<strong>Sekutu Meninggalkan Kota Padang</strong><br />
.<br />
Padang &#8211; Pasukan Sekutu yang dipimpin Inggris meninggalkan Padang melalui Teluk Bayur pada 29 November 1946. Sehari sebelumnya, pada 28 November 1946 Kota Padang mereka serahkan kepada tentara Belanda. Sejumlah sumber menyebut diserahkan langsung pada 29 November. Seluruh pos-pos peninggalan sekutu diisi oleh Brigade U Tentara Belanda dibawah pimpinan Kolonel JW Sluyter. Awalnya Belanda bertindak sebagai pengganti Sekutu, namun kemudian melakukan agresi militer, sehingga konflik senjata terjadi hingga 1949.<br />
.<br />
Sumber:<br />
&#8211; Mohammad Iskandar dalam &#8220;Peranan Desa dalam Perjuangan Kemerdekaan di Sumatera Barat (1945-1950)&#8221; (1998) hlm 76<br />
&#8211; Freek Colombijn dalam &#8220;Patches of Padang: The History of an Indonesian Town in the Twentieth Century and the Use of Urban Space&#8221; (1994) hlm 120</p>
<p>&#8212;</p>
<h4>Dapatkan update berita Sumatra Barat (Sumbar) terbaru dan terkini hari ini dan cerita sejarah masa lalu di Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/29-november-dalam-catatan-sejarah-sumatra-barat/">29 November dalam Catatan Sejarah Sumatra Barat</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159971</post-id>	</item>
		<item>
		<title>28 November dalam Catatan Sejarah Sumatra Barat</title>
		<link>https://langgam.id/28-november-dalam-catatan-sejarah-sumatra-barat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Nov 2020 13:40:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sejarah Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Data Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Hari ini dalam Sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=78280</guid>

					<description><![CDATA[<p>DataLanggam – Sejumlah literatur mencatat tanggal 28 November dalam sejarah Sumatra Barat. Pada tanggal tersebut, setidaknya terjadi tiga peristiwa di masa lalu yang berhubungan dan terjadi di wilayah Sumbar. Berikut catatan sejarah itu: 28 November 1833 Belanda Tinggalkan Benteng Amerongen . Rao &#8211; Setelah terkepung berminggu-minggu oleh Pasukan Padri, akhirnya tentara Belanda meninggalkan Benteng Amerongen di Rao, Pasaman. Pasukan Padri di bawah pimpinan Tuanku Tambusai kemudian membakar Benteng Amerongen dan mengejar pasukan Belanda. Banyak korban jatuh di pihak Belanda. . Sumber: Juni Sjafrien Jahja dalam&#8221;Perang Tuanku Tambusai Sang Harimau Rokan Melawan Penjajahan Belanda&#8221; (2015) hlm 10-11 28 November 1906 Hazairin</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/28-november-dalam-catatan-sejarah-sumatra-barat/">28 November dalam Catatan Sejarah Sumatra Barat</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://langgam.id"><strong>DataLanggam</strong></a> – Sejumlah literatur mencatat tanggal 28 November dalam sejarah <a href="http://sumbarprov.go.id">Sumatra Barat</a>. Pada tanggal tersebut, setidaknya terjadi tiga peristiwa di masa lalu yang berhubungan dan terjadi di wilayah Sumbar. Berikut catatan sejarah itu:</p>
<p>28 November 1833<br />
Belanda Tinggalkan Benteng Amerongen<br />
.<br />
Rao &#8211; Setelah terkepung berminggu-minggu oleh Pasukan Padri, akhirnya tentara Belanda meninggalkan Benteng Amerongen di Rao, Pasaman. Pasukan Padri di bawah pimpinan Tuanku Tambusai kemudian membakar Benteng Amerongen dan mengejar pasukan Belanda. Banyak korban jatuh di pihak Belanda.<br />
.<br />
Sumber: Juni Sjafrien Jahja dalam&#8221;Perang Tuanku Tambusai Sang Harimau Rokan Melawan Penjajahan Belanda&#8221; (2015) hlm 10-11</p>
<p>28 November 1906<br />
Hazairin Lahir di Bukittinggi<br />
.<br />
Bukittinggi &#8211; Prof. Dr. Hazairin Harahap lahir di Bukittinggi, Sumatra Barat pada 28 November 1906. Hazairin anak dari pasangan Zakaria Bahri Harahap dan Aminah (asli Minangkabau). Ia adalah pakar hukum adat dan pernah menjabat menteri dalam negeri dalam Kabinet Ali Sastroamidjojo. Pada April 1946, Hazairin menjadi Residen Bengkulu, merangkap Wakil Gubernur Militer Sumatra Selatan. Hazairin kemudian menjadi Guru Besar Hukum Adat dan Hukum Islam di Universitas Indonesia dan sejumlah perguruan tinggi. Hazairin wafat di Jakarta pada 11 Desember 1975 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta. Ia dianugerahi pahlawan nasional oleh Presiden BJ Habibie melalui Keppres No. 74/TK/1999 tanggal 13 Agustus 1999.<br />
.<br />
Sumber:<br />
&#8211; Pusat Pengkajian Islam dan Minangkabau dalam &#8220;Ensiklopedi Minangkabau&#8221; (2005) hlm 180-182<br />
&#8211; Mestika Zed dalam &#8220;Somewhere in The Jungle: Pemerintah Darurat Republik Indonesia&#8221; (1997) hlm 66<br />
&#8211; Bismar Siregar dalam &#8220;Catatan Bijak: Membela Kebenaran, Menegakkan keadilan&#8221; (1999) hlm 170</p>
<p>28 November 1946<br />
Sekutu Serahkan Padang pada Belanda<br />
.<br />
Padang &#8211; Pasukan Sekutu yang dipimpin Inggris melakukan serah terima Kota Padang kepada tentara Belanda pada 28 November 1946. Besoknya, pada 29 November 1946, pasukan Inggris meninggalkan Padang. Seluruh pos-pos peninggalan sekutu diisi oleh Brigade U Tentara Belanda dibawah pimpinan Kolonel JW Sluyter. Awalnya Belanda bertindak sebagai pengganti Sekutu. Apa lagi Inggris memperingatkan bahwa kontrol Belanda di Padang hanya terbatas di blok-blok Recovery of Allied Prisoners of War and Interness (RAPWI), Pelabuhan Teluk Bayur dan Lapangan Terbang Tabing. Selain itu berada di bawah kontrol tentara Republik. Namun, dalam perkembangannya Belanda menduduki dan melakukan agresi, sehingga berkembang jadi perang hingga 1949.<br />
.<br />
Sumber: Mohammad Iskandar dalam &#8220;Peranan Desa dalam Perjuangan Kemerdekaan di Sumatera Barat (1945-1950)&#8221; (1998) hlm 76</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/28-november-dalam-catatan-sejarah-sumatra-barat/">28 November dalam Catatan Sejarah Sumatra Barat</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">78280</post-id>	</item>
		<item>
		<title>27 November dalam Catatan Sejarah Sumatra Barat</title>
		<link>https://langgam.id/27-november-dalam-catatan-sejarah-sumatra-barat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Nov 2020 06:12:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sejarah Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Data Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Hari ini dalam Sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=159968</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Salah satu literatur mencatat tanggal 27 November dalam sejarah Sumatra Barat, (Sumbar). Pada tanggal tersebut, terjadi peristiwa yang bertempat atau terkait dengan Sumbar di masa lalu. Berikut catatan sejarah itu: 27 November 1945 Duduki Sekolah di Padang, NICA Diserang Masyarakat Padang &#8211; Sejumlah tentara NICA menduduki sekolah teknik milik Republik di Simpang Haru Padang pada 27 November 1945. Tindakan ini diprotes oleh Said Rasyad, guru di sekolah itu karena pihak Sekutu mengizinkan sekolah tersebut. Ia malah dipukuli beramai-ramai oleh tentara NICA hingga pingsan. Kabar tersebut menyebar ke tengah masyarakat. Rakyat Kota Padang mengamuk. Sekolah itu diserang malam itu,</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/27-november-dalam-catatan-sejarah-sumatra-barat/">27 November dalam Catatan Sejarah Sumatra Barat</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Salah satu literatur mencatat tanggal 27 November dalam sejarah <a href="https://langgam.id/provinsi-sumatra-barat/">Sumatra Barat</a>, (Sumbar). Pada tanggal tersebut, terjadi peristiwa yang bertempat atau terkait dengan Sumbar di masa lalu. Berikut catatan sejarah itu:</p>
<p>27 November 1945<br />
Duduki Sekolah di Padang, NICA Diserang Masyarakat</p>
<p>Padang &#8211; Sejumlah tentara NICA menduduki sekolah teknik milik Republik di Simpang Haru Padang pada 27 November 1945. Tindakan ini diprotes oleh Said Rasyad, guru di sekolah itu karena pihak Sekutu mengizinkan sekolah tersebut. Ia malah dipukuli beramai-ramai oleh tentara NICA hingga pingsan. Kabar tersebut menyebar ke tengah masyarakat. Rakyat Kota Padang mengamuk. Sekolah itu diserang malam itu, seluruh tentara NICA yang duduki sekolah terbunuh. Sejak saat itu, hampir tiap hari terjadi pertempuran antara pasukan pejuang dengan Inggris, Gurkha dan NICA.</p>
<p>Sumber: Departemen Penerangan dalam &#8220;Propinsi Sumatera Tengah&#8221; (1959) hlm 99-100</p>
<p>&#8212;</p>
<h4>Dapatkan update berita Sumatra Barat (Sumbar) terbaru dan terkini hari ini dan cerita sejarah masa lalu di Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/27-november-dalam-catatan-sejarah-sumatra-barat/">27 November dalam Catatan Sejarah Sumatra Barat</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159968</post-id>	</item>
		<item>
		<title>26 November dalam Catatan Sejarah Sumatra Barat</title>
		<link>https://langgam.id/25-november-dalam-catatan-sejarah-sumatra-barat-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2020 06:07:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sejarah Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Data Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Hari ini dalam Sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=159966</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Salah satu literatur mencatat tanggal 26 November dalam sejarah Sumatra Barat, (Sumbar). Pada tanggal tersebut, terjadi peristiwa yang bertempat atau terkait dengan Sumbar di masa lalu. Berikut catatan sejarah itu: 26 November 1946 Konferensi Barisan Rakyat di Bukittinggi Bukittinggi &#8211; Sejumlah barisan rakyat (laskar) di Sumatra, yakni Hizbullah , Sabilillah dan Mujahidin menggelar konferensi di Bukittinggi. Laskar-laskar ini sepakat menetapkan satu komando di Sumatra di bawah pimpinan Bachtiar Junus di Medan. Sebelumnya, laskar-laskar di Sumatra Barat, seperti Hizbullah, Lasjmi, dan Barisan Hulubalang, sempat bergabung dalam Tentara Islam Indonesia Sumatera Tengah. Penggabungan ini tak bertahan lama, karena dibubarkan dalam</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/25-november-dalam-catatan-sejarah-sumatra-barat-2/">26 November dalam Catatan Sejarah Sumatra Barat</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Salah satu literatur mencatat tanggal 26 November dalam sejarah <a href="https://langgam.id/provinsi-sumatra-barat/">Sumatra Barat</a>, (Sumbar). Pada tanggal tersebut, terjadi peristiwa yang bertempat atau terkait dengan Sumbar di masa lalu. Berikut catatan sejarah itu:</p>
<p>26 November 1946<br />
Konferensi Barisan Rakyat di Bukittinggi</p>
<p>Bukittinggi &#8211; Sejumlah barisan rakyat (laskar) di Sumatra, yakni Hizbullah , Sabilillah dan Mujahidin menggelar konferensi di Bukittinggi. Laskar-laskar ini sepakat menetapkan satu komando di Sumatra di bawah pimpinan Bachtiar Junus di Medan. Sebelumnya, laskar-laskar di Sumatra Barat, seperti Hizbullah, Lasjmi, dan Barisan Hulubalang, sempat bergabung dalam Tentara Islam Indonesia Sumatera Tengah. Penggabungan ini tak bertahan lama, karena dibubarkan dalam konferensi Gabungan Tentara Islam dan Alim Ulama (Gateri) dengan tentara.</p>
<p>Sumber: M Daud Silalahi dkk dalam &#8220;Sejarah Perjuangan Kemerdekaan R.I. di Minangkabau/Riau, 1945-1950&#8221; (1991) hlm 202 dan 575</p>
<p>&#8212;</p>
<h4>Dapatkan update berita Sumatra Barat (Sumbar) terbaru dan terkini hari ini dan cerita sejarah masa lalu di Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/25-november-dalam-catatan-sejarah-sumatra-barat-2/">26 November dalam Catatan Sejarah Sumatra Barat</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159966</post-id>	</item>
		<item>
		<title>25 November dalam Catatan Sejarah Sumatra Barat</title>
		<link>https://langgam.id/25-november-dalam-catatan-sejarah-sumatra-barat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2020 06:03:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sejarah Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Data Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Hari ini dalam Sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=159962</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Sejumlah literatur mencatat tanggal 25 November dalam sejarah Sumatra Barat, (Sumbar). Pada tanggal tersebut, terjadi peristiwa yang bertempat atau terkait dengan Sumbar di masa lalu. Berikut catatan sejarah itu: 25 November 1945 Pertempuran dengan Jepang dan Pembentukan Hizbullah . Lubuk Sikaping &#8211; Kegiatan perampasan senjata Jepang semakin hebat dan tersusun di Sumatra Barat. Di Bukittinggi, perampasan ini mendapat perlawanan dari tentara Jepang sehingga menimbulkan pertempuran pada 20 November 1945. Pertempuran berikutnya juga terjadi di Lubuk Sikaping pada 25 November 1945. Sementara itu, pada 25 November itu, Muhammadiyah Sumatra Tengah melantik Barisan Hizbullah di Padang Panjang. Ini adalah laskar</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/25-november-dalam-catatan-sejarah-sumatra-barat/">25 November dalam Catatan Sejarah Sumatra Barat</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Sejumlah literatur mencatat tanggal 25 November dalam sejarah <a href="https://langgam.id/provinsi-sumatra-barat/">Sumatra Barat</a>, (Sumbar). Pada tanggal tersebut, terjadi peristiwa yang bertempat atau terkait dengan Sumbar di masa lalu. Berikut catatan sejarah itu:</p>
<p>25 November 1945<br />
Pertempuran dengan Jepang dan Pembentukan Hizbullah<br />
.<br />
Lubuk Sikaping &#8211; Kegiatan perampasan senjata Jepang semakin hebat dan tersusun di Sumatra Barat. Di Bukittinggi, perampasan ini mendapat perlawanan dari tentara Jepang sehingga menimbulkan pertempuran pada 20 November 1945. Pertempuran berikutnya juga terjadi di Lubuk Sikaping pada 25 November 1945. Sementara itu, pada 25 November itu, Muhammadiyah Sumatra Tengah melantik Barisan Hizbullah di Padang Panjang. Ini adalah laskar pertama yang terbentuk di Sumatra Tengah yang akan membantu TKR dalam perjuangan kemerdekaan.<br />
.<br />
Sumber: Departemen Penerangan dalam &#8220;Sumatera Tengah&#8221; (1953) hlm 99 dan 475</p>
<p>25 November 1948<br />
Pemerintahan Keresidenan Sumbar Dihapuskan<br />
.<br />
Bukittinggi &#8211; Panitia Desentralisasi yang diberi tugas merancang bentuk dan jumlah pemerintahan kabupaten dan desa yang ideal untuk Sumatera Tengah menyelesaikan tugas. Panitia ini memutuskan, pertama menghapus keberadaan pemerintahan keresidenan. Kedua, menata ulang jumlah kabupaten di bekas Keresidenan Sumatera Barat dari tujuh menjadi lima, di Riau menjadi empat (dengan memasukkan Kepulauan Riau) dan di Jambi dua. Hasil keputusan ini rencana direalisasikan pada 1 Januari 1949.<br />
.<br />
Sumber: Gusti Asnan dalam &#8220;Memikir Ulang Regionalisme Sumatera Barat Tahun 1950-an&#8221; (2007) hlm 222</p>
<p>&#8212;</p>
<h4>Dapatkan update berita Sumatra Barat (Sumbar) terbaru dan terkini hari ini dan cerita sejarah masa lalu di Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/25-november-dalam-catatan-sejarah-sumatra-barat/">25 November dalam Catatan Sejarah Sumatra Barat</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159962</post-id>	</item>
		<item>
		<title>24 November dalam Catatan Sejarah Sumatra Barat</title>
		<link>https://langgam.id/24-november-dalam-catatan-sejarah-sumatra-barat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2020 15:01:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sejarah Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Data Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Data Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Hari ini dalam Sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=77429</guid>

					<description><![CDATA[<p>DataLanggam – Sejumlah literatur mencatat tanggal 24 November dalam sejarah Sumatra Barat. Pada tanggal tersebut, setidaknya terjadi dua peristiwa di masa lalu yang berhubungan dan terjadi di wilayah Sumbar. Berikut catatan sejarah itu: 24 November 1946 Pendidikan Politik di KNI Bukittinggi . Bukittinggi &#8211; Atas inisiatif Residen Mr. Sutan Mohammad Rasjid digelar Pendidikan Politik yang diikuti 120 orang perwakilan partai dari tiap-tiap kewedanaan. Pendidikan ini dimulai pada 24 November hingga 21 Desember 1946 di Gedung Komite Nasional Indonesia (KNI) Bukittinggi. Selain itu juga digelar ceramah tiap politik tiap sepekan sekali yang boleh diikuti siapa yang berminat. Selain Mr. Rasjid, yang</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/24-november-dalam-catatan-sejarah-sumatra-barat/">24 November dalam Catatan Sejarah Sumatra Barat</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://langgam.id"><strong>DataLanggam</strong></a> – Sejumlah literatur mencatat tanggal 24 November dalam sejarah <a href="http://sumbarprov.go.id">Sumatra Barat</a>. Pada tanggal tersebut, setidaknya terjadi dua peristiwa di masa lalu yang berhubungan dan terjadi di wilayah Sumbar. Berikut catatan sejarah itu:</p>
<p>24 November 1946<br />
Pendidikan Politik di KNI Bukittinggi<br />
.<br />
Bukittinggi &#8211; Atas inisiatif Residen Mr. Sutan Mohammad Rasjid digelar Pendidikan Politik yang diikuti 120 orang perwakilan partai dari tiap-tiap kewedanaan. Pendidikan ini dimulai pada 24 November hingga 21 Desember 1946 di Gedung Komite Nasional Indonesia (KNI) Bukittinggi. Selain itu juga digelar ceramah tiap politik tiap sepekan sekali yang boleh diikuti siapa yang berminat. Selain Mr. Rasjid, yang memberi ceramah adalah Iskandar Tedjakusuma tentang politik internasional dan hukum tata negara, Anwar Sutan Saidi tentang keuangan dan perbankan serta Adinegoro tentang politik internasional dan pers.<br />
.<br />
Sumber: Daud Silalahi dkk dalam “Sejarah Perjuangan Kemerdekaan R.I. di Minangkabau/Riau” (1991) hlm 469</p>
<p>24 November 1956<br />
Reuni Berakhir, Dewan Banteng Terbentuk<br />
.<br />
Padang &#8211; Reuni eks anggota Divisi Banteng yang berlangsung sejak 20 November, berakhir pada 24 November 1956. Reuni menghasilkan kesepakatan yang ditandatangani 612 veteran Divisi Banteng yang hadir. Dalam kesepakatan itu, para pejuang dalam perang kemerdekaan 1945-1949 itu antara lain meminta agar menghapuskan sistem pemerintahan terpusat yang mematikan inisiatif daerah dan memacetkan pembangunan. Para veteran juga meminta menghidupkan kembali Divisi Banteng lama yang dihapuskan oleh TNI AD. Reuni membentuk Dewan Banteng yang bertugas melaksanakan Piagam Banteng terdiri dari 17 tokoh dari perwira militer aktif dan pensiun, polisi, tokoh sipil, ulama dan pejabat.<br />
.<br />
Sumber: Audrey Kahin &#8220;Dari Pemberontakan ke Integrasi Sumatra Barat dan Politik Indonesia: 1926-1998&#8221; (2005) hlm 280</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/24-november-dalam-catatan-sejarah-sumatra-barat/">24 November dalam Catatan Sejarah Sumatra Barat</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">77429</post-id>	</item>
		<item>
		<title>23 November dalam Catatan Sejarah Sumatra Barat</title>
		<link>https://langgam.id/23-november-dalam-catatan-sejarah-sumatra-barat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2020 05:39:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sejarah Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Data Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Hari ini dalam Sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=159961</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Sejumlah literatur mencatat tanggal 23 November dalam sejarah Sumatra Barat, (Sumbar). Pada tanggal tersebut, terjadi peristiwa yang bertempat atau terkait dengan Sumbar di masa lalu. Berikut catatan sejarah itu: 23 November 1833 Serangan Padri ke Benteng Amorengen . Rao &#8211; Pasukan Padri di bawah pimpinan Tuanku Tambusai yang telah mengepung Benteng Amorengen, Rao, Pasaman sejak 20 Oktober 1833 menyerang benteng pada 23 November 1833. Akibat serangan ini, dua perwira Belanda Letnan Popje dan Letnan Roland terluka. Keduanya tewas seminggu kemudian. Benteng Amorengen sendiri bisa dikuasai pada 28 November 1833, setelah ditinggalkan tentara Belanda. . Sumber: Juni Sjafrien Jahja</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/23-november-dalam-catatan-sejarah-sumatra-barat/">23 November dalam Catatan Sejarah Sumatra Barat</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Sejumlah literatur mencatat tanggal 23 November dalam sejarah <a href="https://langgam.id/provinsi-sumatra-barat/">Sumatra Barat</a>, (Sumbar). Pada tanggal tersebut, terjadi peristiwa yang bertempat atau terkait dengan Sumbar di masa lalu. Berikut catatan sejarah itu:</p>
<p><strong>23 November 1833</strong><br />
<strong>Serangan Padri ke Benteng Amorengen</strong><br />
.<br />
<strong>Rao</strong> &#8211; Pasukan Padri di bawah pimpinan Tuanku Tambusai yang telah mengepung Benteng Amorengen, Rao, Pasaman sejak 20 Oktober 1833 menyerang benteng pada 23 November 1833. Akibat serangan ini, dua perwira Belanda Letnan Popje dan Letnan Roland terluka. Keduanya tewas seminggu kemudian. Benteng Amorengen sendiri bisa dikuasai pada 28 November 1833, setelah ditinggalkan tentara Belanda.<br />
.<br />
Sumber: Juni Sjafrien Jahja dalam &#8220;Perang Tuanku Tambusai, Sang Harimau Rokan Melawan Penjajahan Belanda dalam Perspektif Kebangsaan Indonesia&#8221; (2015) hlm 9-10</p>
<p><strong>23 November 1946</strong><br />
<strong>Perundingan Pertama Belanda-RI di Padang Buntu</strong><br />
.<br />
<strong>Padang</strong> &#8211; Perundingan pertama antara tentara Belanda dengan Pemerintah Republik Indonesia di Sumatra Barat buntu. Perundingan tersebut digelar di Markas Sekutu di Padang pada 23 November 1946. Setelah berunding tiga jam, tidak didapat keputusan apa-apa. Pertempuran antara pejuang Republik dan tentara terus berlangsung.</p>
<p>Sumber: Departemen Penerangan dalam &#8220;Propinsi Sumatera Tengah&#8221; (1953) hlm 140</p>
<p>&#8212;</p>
<h4>Dapatkan update berita Sumatra Barat (Sumbar) terbaru dan terkini hari ini dan cerita sejarah masa lalu di Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/23-november-dalam-catatan-sejarah-sumatra-barat/">23 November dalam Catatan Sejarah Sumatra Barat</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159961</post-id>	</item>
		<item>
		<title>22 November dalam Catatan Sejarah Sumatra Barat</title>
		<link>https://langgam.id/22-november-dalam-catatan-sejarah-sumatra-barat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Nov 2020 13:48:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sejarah Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Data Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Hari ini dalam Sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=76928</guid>

					<description><![CDATA[<p>DataLanggam – Sejumlah literatur mencatat tanggal 22 November dalam sejarah Sumatra Barat. Pada tanggal tersebut, setidaknya terjadi tiga peristiwa di masa lalu yang berhubungan dan terjadi di wilayah Sumbar. Berikut catatan sejarah itu: 22 November 1945 Perti Berubah Jadi Partai Politik . Bukittinggi &#8211; Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) berubah menjadi partai politik dengan nama Partai Politik Islam Perti di Bukittinggi pada 22 November 1945. Perubahan ini mengikuti Maklumat Wakil Presiden Nomor x Tanggal 3 November 1945 yang membuka kesempatan kepada rakyat untuk mendirikan partai. Keputusan menjadi partai ini dikukuhkan dalam Kongres pada 22-24 Desember 1945. Perti sebagai organisasi didirikan Syekh</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/22-november-dalam-catatan-sejarah-sumatra-barat/">22 November dalam Catatan Sejarah Sumatra Barat</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://langgam.id"><strong>DataLanggam</strong></a> – Sejumlah literatur mencatat tanggal 22 November dalam sejarah <a href="http://sumbarprov.go.id">Sumatra Barat</a>. Pada tanggal tersebut, setidaknya terjadi tiga peristiwa di masa lalu yang berhubungan dan terjadi di wilayah Sumbar. Berikut catatan sejarah itu:</p>
<p>22 November 1945<br />
Perti Berubah Jadi Partai Politik<br />
.<br />
Bukittinggi &#8211; Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) berubah menjadi partai politik dengan nama Partai Politik Islam Perti di Bukittinggi pada 22 November 1945. Perubahan ini mengikuti Maklumat Wakil Presiden Nomor x Tanggal 3 November 1945 yang membuka kesempatan kepada rakyat untuk mendirikan partai. Keputusan menjadi partai ini dikukuhkan dalam Kongres pada 22-24 Desember 1945. Perti sebagai organisasi didirikan Syekh Sulaiman Arrasuli, Syekh Djamil Djaho dan sejumlah ulama pada 20 Mei 1930. Pada Pemilu 1955, Perti memperoleh suara kedua terbanyak di Sumbar setelah Masyumi.<br />
.<br />
Sumber:<br />
&#8211; Departemen Penerangan dalam &#8220;Kepartaian di Indonesia&#8221; (1954) hlm 431<br />
&#8211; Asep Nurjaman dalam &#8220;Sistem Kepartaian Indonesia&#8221; (2018) hlm 54</p>
<p>22 November 1946<br />
Perundingan Republik dengan Belanda di Sumbar<br />
.<br />
Padang &#8211; Jelang meninggalkan Kota Padang, tentara Inggris mengajak pemerintah Republik Indonesia di Sumatra Barat dan Belanda berunding. Prakarsa itu sudah dimulai sejak 7 November 1946 dan baru terwujud dua minggu kemudian, pada 22 November. Perundingan itu sekitar sepekan sebelum kedatangan pasukan Brigade U Belanda di bawah Kolonel JW Sluyter yang sebelumnya bertugas di Pulau Jawa. Perundingan itu macet, hingga pemerintah pusat RI turun tangan pada pertengahan Desember 1946. Sempat ada kemajuan dengan kesepakatan garis demarkasi. Namun dilanggar Belanda dalam Agresi Militer I.<br />
.<br />
Sumber: Mestika Zed, Edy Utama dan Hasril Chaniago dalam &#8220;Sumatera Barat di Panggung Sejarah, 1945-1995&#8221; (1995) hlm 51</p>
<p>22 November 1956<br />
Gubernur Terbitkan SK DPRD dan DPD Peralihan Kota Padang<br />
.<br />
Bukittinggi &#8211; Gubernur Sumatra Tengah mengeluarkan Surat Keputusan No. 109/C-56 tanggal 22 Nopember 1956 tentang pembentukan DPRD dan Dewan Pemerintah Daerah (DPD) Peralihan Kota Padang. SK ini keluar menindaklanjuti UU No. 14 tahun 1956 tentang pembentukan DPRD dan DPD peralihan. DPRD dan DPD Peralihan ini hanya berlangsung sampai dengan terjadinya pergolakan daerah. Dengan keluarnya Undang-undang No. 1 tahun 1957, maka status Kota Besar menjadi Kotapraja Padang.<br />
.<br />
Sumber: Rusli Amran dalam &#8220;Padang Riwayatmu Dulu&#8221; (1988) hlm 341</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/22-november-dalam-catatan-sejarah-sumatra-barat/">22 November dalam Catatan Sejarah Sumatra Barat</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">76928</post-id>	</item>
		<item>
		<title>21 November dalam Catatan Sejarah Sumatra Barat</title>
		<link>https://langgam.id/21-november-dalam-catatan-sejarah-sumatra-barat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Nov 2020 05:30:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sejarah Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Data Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Hari ini dalam Sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=159958</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Sejumlah literatur mencatat tanggal 21 November dalam sejarah Sumatra Barat, (Sumbar). Pada tanggal tersebut, terjadi peristiwa yang bertempat atau terkait dengan Sumbar di masa lalu. Berikut catatan sejarah itu: 21 November 1949 Gubernur Rasjid Berunding dengan Residen Straten . Padang &#8211; Gubernur Militer Sumatra Tengah Mr. Sutan Mohammad Rasjid mengadakan perundingan dengan Residen Hindia Belanda untuk Sumatra Barat Van Straten di Padang soal keuangan. Setelah perundingan KMB, disepakati masa peralihan dari pemerintahan Belanda ke Indonesia. Gubernur Rasjid saat perundingan itu meminta Residen menyerahkan dana untuk membiayai pemerintahan sipil yang akan mengambil alih pemerintahan dari Belanda. Residen menyetujui asal</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/21-november-dalam-catatan-sejarah-sumatra-barat/">21 November dalam Catatan Sejarah Sumatra Barat</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Sejumlah literatur mencatat tanggal 21 November dalam sejarah <a href="https://langgam.id/provinsi-sumatra-barat/">Sumatra Barat</a>, (Sumbar). Pada tanggal tersebut, terjadi peristiwa yang bertempat atau terkait dengan Sumbar di masa lalu. Berikut catatan sejarah itu:</p>
<p>21 November 1949<br />
Gubernur Rasjid Berunding dengan Residen Straten<br />
.<br />
Padang &#8211; Gubernur Militer Sumatra Tengah Mr. Sutan Mohammad Rasjid mengadakan perundingan dengan Residen Hindia Belanda untuk Sumatra Barat Van Straten di Padang soal keuangan. Setelah perundingan KMB, disepakati masa peralihan dari pemerintahan Belanda ke Indonesia. Gubernur Rasjid saat perundingan itu meminta Residen menyerahkan dana untuk membiayai pemerintahan sipil yang akan mengambil alih pemerintahan dari Belanda. Residen menyetujui asal disetujui oleh pemerintah pusat. Sebulan kemudian, setelah mendapat persetujuan pemerintah pusat, Residen menyerahkan 700 ribu gulden.<br />
.<br />
Sumber: Departemen Penerangan dalam &#8220;Propinsi Sumatera Tengah&#8221; (1953) hlm 224</p>
<p>21 November 1956<br />
Reuni Eks Divisi Banteng di Bukittinggi<br />
.<br />
Bukittinggi &#8211; Setelah menyaksikan pawai obor sebagai pembukaan reuni Eks Divisi Banteng di Padang pada 20 November 1956, anggota Eks Divisi Banteng menuju Bukittinggi dengan 32 bus. Tengah malam peralihan menuju 21 November apel kehormatan di Makam Pahlawan Bukittinggi. Pada 21 November pagi, mantan anggota Divisi Banteng mengikuti parade bendera bersama pelajar. Para pejuang dalam perang kemerdekaan 1945-1949 di Sumbar tersebut dibawa ke tengah lapangan, disambut dengan perasaan haru. Setelah itu, peserta reuni kembali ke Padang dan menggelar acara hingga 24 November.<br />
.<br />
Sumber: Mestika Zed dan Hasril Chaniago dalam &#8220;Ahmad Husein: Perlawanan Seorang Pejuang&#8221; (2001) hlm 155</p>
<p>&#8212;</p>
<h4>Dapatkan update berita Sumatra Barat (Sumbar) terbaru dan terkini hari ini dan cerita sejarah masa lalu di Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/21-november-dalam-catatan-sejarah-sumatra-barat/">21 November dalam Catatan Sejarah Sumatra Barat</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159958</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 26/75 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-05-17 01:52:57 by W3 Total Cache
-->