<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Sumbar Hari Ini Terkini, dan Terbaru &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/berita/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/berita/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Wed, 29 Jul 2026 14:28:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Sumbar Hari Ini Terkini, dan Terbaru &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/berita/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Bofet di Simpang Haru Padang Terbakar, Tidak Ada Korban Jiwa</title>
		<link>https://langgam.id/bofet-di-simpang-haru-padang-terbakar-tidak-ada-korban-jiwa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fajar Hadiansyah]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Jul 2026 14:20:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Damkar Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Kebakaran]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Padang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=254333</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Kebakaran melanda bangunan bofet mi rebus di Jalan Dr Sutomo RT 03/RW 02, Kelurahan Simpang Haru, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Rabu (29/07/2026) sekitar pukul 19.32 WIB. Bofet ini dikelola oleh Burhani (81). Bangunan seluas 5&#215;8 meter habis dilahap api. Empat unit armada damkar berkekuatan 40 personel dikerahkan untuk proses pemadaman. &#8220;Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Sebanyak lima penghuni terdampak, namun tidak ada yang harus mengungsi,&#8221; ujar Kepala Bidang Operasional Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, Sutopo, Rabu (29/7/2026). Ia menybutkan api dapat dipadamkan sekitar pukul 20.00 WIB. Akibat kejadian itu, kerugian ditaksir sekitar</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bofet-di-simpang-haru-padang-terbakar-tidak-ada-korban-jiwa/">Bofet di Simpang Haru Padang Terbakar, Tidak Ada Korban Jiwa</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Kebakaran melanda bangunan bofet mi rebus di Jalan Dr Sutomo RT 03/RW 02, Kelurahan Simpang Haru, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Rabu (29/07/2026) sekitar pukul 19.32 WIB.</p>



<p>Bofet ini dikelola oleh Burhani (81). Bangunan seluas 5&#215;8 meter habis dilahap api. Empat unit armada damkar berkekuatan 40 personel dikerahkan untuk proses pemadaman.</p>



<p>&#8220;Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Sebanyak lima penghuni terdampak, namun tidak ada yang harus mengungsi,&#8221; ujar Kepala Bidang Operasional Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, Sutopo, Rabu (29/7/2026).</p>



<p>Ia menybutkan api dapat dipadamkan sekitar pukul 20.00 WIB. Akibat kejadian itu, kerugian ditaksir sekitar Rp2 juta.</p>



<p>Sementara itu, petugas berhasil menyelamatkan tiga bangunan di sekitar lokasi dengan nilai aset yang diperkirakan mencapai Rp800 juta.</p>



<p>&#8220;Lokasi berada di kawasan padat pertokoan dan jalan utama. Berkat penanganan cepat, api tidak sempat merembet ke bangunan lain,&#8221; kata dia. <strong>(WAN)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bofet-di-simpang-haru-padang-terbakar-tidak-ada-korban-jiwa/">Bofet di Simpang Haru Padang Terbakar, Tidak Ada Korban Jiwa</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">254333</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wako Padang Lepas Delegasi Safari Puisi 4 Negara, Perkuat Diplomasi Budaya</title>
		<link>https://langgam.id/wako-padang-lepas-delegasi-safari-puisi-4-negara-perkuat-diplomasi-budaya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Jul 2026 13:26:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Pemko Padang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=254339</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id – Wali Kota Padang, Fadly Amran, secara resmi melepas delegasi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) SatuPena Sumatera Barat yang akan mengikuti Safari Puisi Empat Negara meliputi Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand. Pelepasan dilakukan pada Malam Safari Puisi Empat Negara di Galeri Taman Budaya Sumatera Barat, Selasa (28/7/2026) malam. Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Republik Indonesia Ganjar Harimansyah, Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumbar Rahmat, Kepala Bidang Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya, serta Ketua I DPD SatuPena Sumbar Sastri Bakry. Dalam sambutannya, Fadly Amran menegaskan pembangunan Kota Padang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik dan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/wako-padang-lepas-delegasi-safari-puisi-4-negara-perkuat-diplomasi-budaya/">Wako Padang Lepas Delegasi Safari Puisi 4 Negara, Perkuat Diplomasi Budaya</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> – Wali Kota Padang, Fadly Amran, secara resmi melepas delegasi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) SatuPena Sumatera Barat yang akan mengikuti Safari Puisi Empat Negara meliputi Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand. Pelepasan dilakukan pada Malam Safari Puisi Empat Negara di Galeri Taman Budaya Sumatera Barat, Selasa (28/7/2026) malam.</p>



<p>Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Republik Indonesia Ganjar Harimansyah, Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumbar Rahmat, Kepala Bidang Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya, serta Ketua I DPD SatuPena Sumbar Sastri Bakry.</p>



<p>Dalam sambutannya, Fadly Amran menegaskan pembangunan Kota Padang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga harus dibarengi dengan penguatan kebudayaan sebagai fondasi identitas daerah.</p>



<p>&#8220;Pembangunan itu bukan hanya soal infrastruktur semata. Mau pembangunan semegah apa pun, tanpa ada harmoni, tanpa ada cerita tentang peradaban dan kekerabatan kita bersama yang ditampilkan melalui tradisi, narasi, bahasa, sastra, dan budaya, tentu semuanya akan terasa hambar,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Fadly menyebut sastra dan budaya memiliki peran penting dalam membangun karakter masyarakat sekaligus menjadi media memperkenalkan identitas Kota Padang di tingkat internasional.</p>



<p>Pada kesempatan itu, ia juga mengajak masyarakat untuk menyukseskan rangkaian peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 yang akan berlangsung pada 6–10 Agustus 2026 dengan mengusung tema &#8220;Taste of Padang Experience: Road to Gastronomy City&#8221;.</p>



<p>Menurutnya, tema tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Padang mendorong pengakuan sebagai Kota Kreatif UNESCO di bidang gastronomi.</p>



<p>&#8220;Tema tersebut mencerminkan tekad kuat Pemerintah Kota Padang untuk menjadikan Padang sebagai kota kreatif UNESCO melalui pengembangan sektor gastronomi. Untuk itu, kita harus kreatif dalam sastra, kreatif dalam budaya, dan kreatif dalam mengembangkan masyarakat,&#8221; katanya.</p>



<p>Sementara itu, Ketua I DPD SatuPena Sumbar, Sastri Bakry, mengatakan Safari Puisi Empat Negara tidak hanya menjadi ajang pembacaan karya sastra, tetapi juga menjadi media pertukaran budaya dan mempererat hubungan antarmasyarakat di kawasan Asia Tenggara.</p>



<p>Ia menjelaskan, sebanyak 10 peserta akan mengikuti safari puisi tersebut. Rombongan dijadwalkan berangkat pada 29 Juli dan kembali ke Indonesia pada 4 Agustus 2026.</p>



<p>Selama kegiatan berlangsung, delegasi SatuPena Sumbar akan tampil di sejumlah lokasi, di antaranya Dewan Bahasa dan Pustaka Kuala Lumpur, Malaysia, serta Woodlands Regional Library Auditorium di Singapura.</p>



<p>Melalui kegiatan tersebut, diharapkan karya sastra dan budaya Indonesia, khususnya dari Sumatera Barat, semakin dikenal di tingkat internasional sekaligus memperkuat diplomasi budaya dengan Malaysia, Singapura, dan Thailand. (<strong>HER</strong>)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/wako-padang-lepas-delegasi-safari-puisi-4-negara-perkuat-diplomasi-budaya/">Wako Padang Lepas Delegasi Safari Puisi 4 Negara, Perkuat Diplomasi Budaya</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">254339</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hampir 3 Jam Tertutup Longsor, Lalu Lintas di Lembah Anai Kembali Normal</title>
		<link>https://langgam.id/hampir-3-jam-tertutup-longsor-lalu-lintas-di-lembah-anai-kembali-normal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fajar Hadiansyah]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Jul 2026 12:42:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Lembah Anai]]></category>
		<category><![CDATA[Longsor Lembah Anai]]></category>
		<category><![CDATA[Padang Pariaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=254316</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Arus lalu lintas di Jalan Nasional Lembah Anai kembali normal pada pukul 18.40 WIB, usai sempat tertutup material longsor selama hampir tiga jam pada Rabu (29/07/2026). Jalur penghubung Padang-Bukittinggi tersebut sudah bisa dilalui. Kasat Lantas Polres Padang Panjang AKP Pifzon Finot mengatakan, material longsor telah berhasil dibersihkan, sehingga kendaraan sudah dapat melintas dari dua arah. &#8220;Pada pukul 18.40 WIB arus lalu lintas kembali lancar setelah material longsor di Kilometer 61 Lembah Anai selesai dibersihkan,&#8221; katanya, Rabu (29/7/2026) malam. Finot menjelaskan, selama proses pembersihan petugas sempat menutup jalan, untuk menjaga keselamatan pengguna jalan. Setelah proses evakuasi selesai, akses jalan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/hampir-3-jam-tertutup-longsor-lalu-lintas-di-lembah-anai-kembali-normal/">Hampir 3 Jam Tertutup Longsor, Lalu Lintas di Lembah Anai Kembali Normal</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Arus lalu lintas di Jalan Nasional Lembah Anai kembali normal pada pukul 18.40 WIB, usai sempat tertutup material longsor selama hampir tiga jam pada Rabu (29/07/2026). Jalur penghubung Padang-Bukittinggi tersebut sudah bisa dilalui.</p>



<p>Kasat Lantas Polres Padang Panjang AKP Pifzon Finot mengatakan, material longsor telah berhasil dibersihkan, sehingga kendaraan sudah dapat melintas dari dua arah.</p>



<p>&#8220;Pada pukul 18.40 WIB arus lalu lintas kembali lancar setelah material longsor di Kilometer 61 Lembah Anai selesai dibersihkan,&#8221; katanya, Rabu (29/7/2026) malam.</p>



<p>Finot menjelaskan, selama proses pembersihan petugas sempat menutup jalan, untuk menjaga keselamatan pengguna jalan.</p>



<p>Setelah proses evakuasi selesai, akses jalan kembali dibuka normal, dari arah Kota Padang maupun Kota Bukittinggi.</p>



<p>&#8220;Jalur Lembah Anai kini sudah kembali lancar dan dapat dilalui kendaraan dari kedua arah,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sebelumnya, longsor menutup badan jalan di kawasan Lembah Anai tepatnya di kilometer 61, wilayah Kabupaten Padang Pariaman sekitar pukul 16.30 WIB usai hujan deras di wilayah tersebut.<strong> (WAN)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/hampir-3-jam-tertutup-longsor-lalu-lintas-di-lembah-anai-kembali-normal/">Hampir 3 Jam Tertutup Longsor, Lalu Lintas di Lembah Anai Kembali Normal</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">254316</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Polisi Ringkus 2 Penadah Emas dari Tambang Ilegal di Kota Solok</title>
		<link>https://langgam.id/polisi-ringkus-2-penadah-emas-dari-tambang-ilegal-di-kota-solok/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fajar Hadiansyah]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Jul 2026 12:01:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[emas]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Solok]]></category>
		<category><![CDATA[Polda Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Tambang Emas Ilegal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=254314</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatra Barat (Sumbar), menangkap dua orang berinisial Z (53) dan R (30) diduga sebagai penadah emas dari tambang ilegal di Kota Solok. Pelaku membeli, mengeloh lalu menjual kembali emas tersebut.  Kedua pelaku ditangkap di sebuah rumah di Kelurahan Kampai Tabu Karambia, Kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok, Rabu (15/07/2026) sekitar pukul 15.30 WIB.&#160; Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumbar AKBP Okta Rahmansyah mengatakan, pengungkapkan kasus ini berawal dari informasi dari masyarakat.&#160; Kata Okta, saat kepolisian datang di lokasi, ditemukan aktivitas transaksi emas. Kedua terduga pekaku diamankan beserta sejumlah barang bukti. &#8220;Pelaku Z diduga</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/polisi-ringkus-2-penadah-emas-dari-tambang-ilegal-di-kota-solok/">Polisi Ringkus 2 Penadah Emas dari Tambang Ilegal di Kota Solok</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id </strong>&#8211; Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatra Barat (Sumbar), menangkap dua orang berinisial Z (53) dan R (30) diduga sebagai penadah emas dari tambang ilegal di Kota Solok. Pelaku membeli, mengeloh lalu menjual kembali emas tersebut. </p>



<p>Kedua pelaku ditangkap di sebuah rumah di Kelurahan Kampai Tabu Karambia, Kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok, Rabu (15/07/2026) sekitar pukul 15.30 WIB.&nbsp;</p>



<p>Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumbar AKBP Okta Rahmansyah mengatakan, pengungkapkan kasus ini berawal dari informasi dari masyarakat.&nbsp;</p>



<p>Kata Okta, saat kepolisian datang di lokasi, ditemukan aktivitas transaksi emas. Kedua terduga pekaku diamankan beserta sejumlah barang bukti.</p>



<p>&#8220;Pelaku Z diduga berperan membeli, mengolah, memurnikan, dan menjual emas yang berasal dari aktivitas tambang ilegal. Sementara R diduga berperan mengangkut dan menjual emas,&#8221; katanya saat konferensi pers, Rabu (29/7/2026).&nbsp;</p>



<p>Dari hasil penyelidikan sementara, kata Okta, emas tersebut diduga berasal dari tambang emas ilegal di wilayah Nagari Simanau, Kecamatan Tigo Lurah, Kabupaten Solok.</p>



<p>&#8220;Kami menyita 21 barang bukti. Di antaranya emas murni berbentuk butiran seberat 430,15 gram, emas butiran seberat 11,24 gram, sejumlah perhiasan emas, perak, alat pemurnian emas, kompresor, timbangan digital, tabung gas, hingga telepon seluler,&#8221; bebernya.&nbsp;</p>



<p>Kedua terduga dijerat Pasal 161 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Ancaman hukumannya paling lama lima tahun penjara dan denda paling banyak Rp100 miliar. <strong>(WAN)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/polisi-ringkus-2-penadah-emas-dari-tambang-ilegal-di-kota-solok/">Polisi Ringkus 2 Penadah Emas dari Tambang Ilegal di Kota Solok</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">254314</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Stefano Lilipaly Sadang di Balando, Mulai Latihan Basamo Semen Padang Pakan Ko</title>
		<link>https://langgam.id/stefano-lilipaly-sadang-di-balando-mulai-latihan-basamo-semen-padang-pakan-ko/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Jul 2026 11:37:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Minang]]></category>
		<category><![CDATA[Semen Padang FC]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=254311</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Pamain baru Semen Padang FC Stefano Lilipaly mulai bagabuang latihan basamo pakan iko. Kini, galandang Timnas Indonesia tu sadang barado di Balando. “Inyo masih liburan di Balando. Sudah tu baru bagabuang jo klub,” kecek Manajer Tim Semen Padang FC Braditi Moulevey, Rabaa (29/7/2026). Kecek Levy, Lilipaly gabuang latihan basamo sabalun sado pamain barangkek ka Yogyakarta, untuak batandiang cubo-cubo mulai 2 Agustus 2026.&#160; &#8220;Stefano ikuik TC ka Yogyakarta. Inyo sato tandiang cubo-cubo di sinan bisuak,&#8221; kato Levy. Kadatangan pamain baumua 32 tahun tu bisa manambah kakuatan Kabau Sirah, untuak Liga Championship 2026/2027. Apolagi, Semen Padang FC nio bana baliak</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/stefano-lilipaly-sadang-di-balando-mulai-latihan-basamo-semen-padang-pakan-ko/">Stefano Lilipaly Sadang di Balando, Mulai Latihan Basamo Semen Padang Pakan Ko</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Langgam.id &#8211; Pamain baru Semen Padang FC Stefano Lilipaly mulai bagabuang latihan basamo pakan iko. Kini, galandang Timnas Indonesia tu sadang barado di Balando.</p>



<p>“Inyo masih liburan di Balando. Sudah tu baru bagabuang jo klub,” kecek Manajer Tim Semen Padang FC Braditi Moulevey, Rabaa (29/7/2026).</p>



<p>Kecek Levy, Lilipaly gabuang latihan basamo sabalun sado pamain barangkek ka Yogyakarta, untuak batandiang cubo-cubo mulai 2 Agustus 2026.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Stefano ikuik TC ka Yogyakarta. Inyo sato tandiang cubo-cubo di sinan bisuak,&#8221; kato Levy.</p>



<p>Kadatangan pamain baumua 32 tahun tu bisa manambah kakuatan Kabau Sirah, untuak Liga Championship 2026/2027. Apolagi, Semen Padang FC nio bana baliak ka Liga 1.</p>



<p>Kopastian Stefano Lilipaly gabuang ka Semen Padang FC dikabaan manajemen sajak 15 Juli 2026. Sabalumnyo, Lilypaly bamain untuak Dewa United FC.</p>



<p>Lilipaly pamain yang alah bapangalaman di sepak bola Indonesia dan lua nagari. Inyo pernah bamain untuak Ultrecht, Amlera City, Persija Jakarta, Bali United dan Borneo.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/stefano-lilipaly-sadang-di-balando-mulai-latihan-basamo-semen-padang-pakan-ko/">Stefano Lilipaly Sadang di Balando, Mulai Latihan Basamo Semen Padang Pakan Ko</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">254311</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Longsor di Lembah Anai, Arus Lalu Lintas Ditutup Sementara</title>
		<link>https://langgam.id/longsor-di-lembah-anai-arus-lalu-ditutup-sementara/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fajar Hadiansyah]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Jul 2026 11:21:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Lembah Anai]]></category>
		<category><![CDATA[Longsor]]></category>
		<category><![CDATA[Silaiang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=254307</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id&#8211; Longsor menutup badan Jalan Raya Padang-Bukittinggi di kawasan Lembah Anai, Kilometer 61, wilayah Kabupaten Padang Pariaman, Rabu (29/07/2026) sekitar pukul 16.30 WIB usai hujan deras di wilayah tersebut. Kasat Lantas Polres Padang Panjang AKP Pifzon Finot mengatakan, longsor terjadi ketika hujan berintensitas tinggi mengguyur kawasan Lembah Anai. Material tanah dan batu menutup badan jalan sehingga arus lalu lintas sempat terhenti. &#8220;Longsor terjadi sekitar pukul 16.30 WIB akibat intensitas hujan yang tinggi di kawasan Lembah Anai,&#8221; kata Pifzon. Ia menjelaskan, petugas bersama instansi terkait sedang melakukan pembersihan material longsor menggunakan dua unit ekskavator.&#160; Selama proses tersebut, akses jalan ditutup sementara</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/longsor-di-lembah-anai-arus-lalu-ditutup-sementara/">Longsor di Lembah Anai, Arus Lalu Lintas Ditutup Sementara</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="http://Langgam.id" type="link" id="Langgam.id">Langgam.id</a>&#8211; Longsor menutup badan Jalan Raya Padang-Bukittinggi di kawasan Lembah Anai, Kilometer 61, wilayah Kabupaten Padang Pariaman, Rabu (29/07/2026) sekitar pukul 16.30 WIB usai hujan deras di wilayah tersebut.</p>



<p>Kasat Lantas Polres Padang Panjang AKP Pifzon Finot mengatakan, longsor terjadi ketika hujan berintensitas tinggi mengguyur kawasan Lembah Anai. Material tanah dan batu menutup badan jalan sehingga arus lalu lintas sempat terhenti.</p>



<p>&#8220;Longsor terjadi sekitar pukul 16.30 WIB akibat intensitas hujan yang tinggi di kawasan Lembah Anai,&#8221; kata Pifzon.</p>



<p>Ia menjelaskan, petugas bersama instansi terkait sedang melakukan pembersihan material longsor menggunakan dua unit ekskavator.&nbsp;</p>



<p>Selama proses tersebut, akses jalan ditutup sementara demi keselamatan pengguna jalan.</p>



<p>&#8220;Untuk saat ini arus lalu lintas semenatara ditutup, karena proses pembersihan material longsor masih berlangsung,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Akibat longsor tersebut, antrean kendaraan terjadi dari dua arah. Kemacetan mencapai sekitar satu kilometer dari arah Kota Padang maupun dari arah Kota Bukittinggi.</p>



<p>&#8220;Hingga kini pembersihan jalan masih dilakukan, dan kondisi cuaca sedang gerimis,&#8221; katanya.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/longsor-di-lembah-anai-arus-lalu-ditutup-sementara/">Longsor di Lembah Anai, Arus Lalu Lintas Ditutup Sementara</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">254307</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bencana Ekologis Sumbar, Negara Dinilai Lalai Lindungi Lingkungan</title>
		<link>https://langgam.id/bencana-ekologis-sumbar-negara-dinilai-lalai-lindungi-lingkungan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ghaffar Ramdi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Jul 2026 11:01:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[LBH Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Walhi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=254304</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id – Extinction Rebellion bersama Walhi Sumatra Barat (Sumbar), Center for Agrarian and Environmental Justice (CAEJ) Universitas Andalas, LBH Padang dan Salingka Bumi Barisan menggelar diskusi publik bertajuk &#8220;Dari Hulu ke Hilir, Refleksi Kejahatan Ekologis di Sumatra Barat&#8221; di Lelucon Space Cafe, Kota Padang, Rabu (29/7/2026). Diskusi tersebut menghadirkan Direktur Walhi Sumbar Tommy Adam, Direktur LBH Padang Calvin Nanda Permana, serta Direktur Center for Agrarian and Environmental Justice (CAEJ) Universitas Andalas, Virtuous Setyaka. Dalam pemaparannya, Direktur Walhi Sumbar, Tommy Adam menilai kerusakan lingkungan di Sumbar terus terjadi akibat masifnya pembukaan kawasan hutan setiap tahun. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi salah satu</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bencana-ekologis-sumbar-negara-dinilai-lalai-lindungi-lingkungan/">Bencana Ekologis Sumbar, Negara Dinilai Lalai Lindungi Lingkungan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Langgam.id – Extinction Rebellion bersama Walhi Sumatra Barat (Sumbar), Center for Agrarian and Environmental Justice (CAEJ) Universitas Andalas, LBH Padang dan Salingka Bumi Barisan menggelar diskusi publik bertajuk &#8220;Dari Hulu ke Hilir, Refleksi Kejahatan Ekologis di Sumatra Barat&#8221; di Lelucon Space Cafe, Kota Padang, Rabu (29/7/2026).</p>



<p>Diskusi tersebut menghadirkan Direktur Walhi Sumbar Tommy Adam, Direktur LBH Padang Calvin Nanda Permana, serta Direktur Center for Agrarian and Environmental Justice (CAEJ) Universitas Andalas, Virtuous Setyaka.</p>



<p>Dalam pemaparannya, Direktur Walhi Sumbar, Tommy Adam menilai kerusakan lingkungan di Sumbar terus terjadi akibat masifnya pembukaan kawasan hutan setiap tahun. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi salah satu penyebab meningkatnya risiko bencana ekologis di berbagai daerah.</p>



<p>Tommy mengatakan negara harus bertanggung jawab atas berbagai bencana yang terjadi di Sumbar karena dinilai lalai menjalankan fungsi pengawasan terhadap pengelolaan sumber daya alam.</p>



<p>&#8220;Negara harus bertanggung jawab atas bencana di Sumbar karena terjadi kelalaian dalam melakukan pengawasan terhadap kerusakan lingkungan,&#8221; katanya.</p>



<p>Ia juga menyoroti masih maraknya aktivitas pertambangan ilegal yang disebut mendapat perlindungan dari oknum aparat sehingga mempercepat kerusakan kawasan hutan dan Daerah Aliran Sungai (DAS).</p>



<p>Menurut Tommy, bencana yang melanda Sumbar pada 2025 menjadi salah satu bencana ekologis terparah dalam sejarah Provinsi Sumbar. Ia menilai kondisi DAS di Sumbar kini telah melampaui daya tampung akibat pembukaan hutan dan alih fungsi lahan secara terus-menerus.</p>



<p>&#8220;DAS saat ini sudah kelebihan daya tampung sehingga ketika hujan dengan intensitas tinggi, banjir dan bencana ekologis semakin mudah terjadi,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, Direktur LBH Padang, Calvin Nanda Permana mengatakan kelalaian negara tidak hanya terjadi sebelum bencana, tetapi juga setelah bencana terjadi. Menurutnya, negara belum mampu menjamin hak masyarakat untuk memperoleh kehidupan yang aman pasca bencana.</p>



<p>&#8220;Negara lalai sebelum bencana terjadi dan setelah bencana pun negara juga lalai memberikan jaminan kehidupan yang aman bagi warga negara,&#8221; kata Calvin.</p>



<p>Ia menilai berbagai izin pembukaan lahan dan izin usaha pertambangan yang diterbitkan pemerintah turut berkontribusi terhadap meningkatnya risiko bencana ekologis di Sumbar.</p>



<p>Menurut Calvin, orientasi kebijakan negara saat ini masih lebih mengutamakan pertumbuhan ekonomi dibandingkan perlindungan ruang hidup masyarakat dan keselamatan warga.</p>



<p>&#8220;Negara justru mengeluarkan izin pembukaan lahan dan izin tambang yang berdampak terhadap terjadinya bencana. Orientasinya lebih kepada ekonomi, bukan keselamatan warga dan ruang hidup rakyat,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Hal senada disampaikan Direktur Center for Agrarian and Environmental Justice (CAEJ) Universitas Andalas, Virtuous Setyaka. Ia mengatakan kondisi daerah aliran sungai sering kali luput dari perhatian, padahal DAS merupakan komponen penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.</p>



<p>Menurutnya, selama ini DAS lebih banyak dieksploitasi untuk kepentingan ekonomi kelompok tertentu, sementara dampak kerusakannya harus ditanggung masyarakat luas.</p>



<p>&#8220;Yang sering luput menjadi perhatian adalah bagaimana kondisi DAS sebelum dan sesudah bencana. Yang terjadi justru eksploitasi demi keuntungan pihak tertentu, sedangkan masyarakat yang menanggung dampaknya,&#8221; katanya.</p>



<p>Virtuous menegaskan bahwa pihak yang bertanggung jawab atas terjadinya bencana ekologis bukan hanya pelaku eksploitasi lingkungan, tetapi juga pihak yang melakukan pembiaran terhadap praktik tersebut, termasuk negara dan korporasi.</p>



<p>&#8220;Ketika terjadi bencana, pihak yang bertanggung jawab adalah mereka yang membiarkan eksploitasi lingkungan berlangsung, termasuk korporasi dan negara. Negara adalah pihak yang paling depan bertanggung jawab ketika bencana terjadi karena fungsi negara adalah melindungi masyarakatnya,&#8221; tutupnya.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bencana-ekologis-sumbar-negara-dinilai-lalai-lindungi-lingkungan/">Bencana Ekologis Sumbar, Negara Dinilai Lalai Lindungi Lingkungan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">254304</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Polisi Dalami Dugaan Cukong Tambang Ilegal Solok Selatan, Gali Keterangan 2 Operator Alat Berat</title>
		<link>https://langgam.id/polisi-dalami-dugaan-cukong-tambang-ilegal-solok-selatan-gali-keterangan-2-operator-alat-berat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fajar Hadiansyah]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Jul 2026 10:36:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Polda Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Solok Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Tambang Emas Ilegal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=254299</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumbar masih mendalami dugaan keterlibatan pemodal atau cukong dalam kasus tambang emas ilegal di Jorong Pulau Panjang, Nagari Lubuk Ulang Aling, Kecamatan Sangir Batang Hari, Kabupaten Solok Selatan. Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumbar AKBP Okta Rahmansyah mengatakan, dua operator alat berat yang ditangkap mengaku hanya bekerja berdasarkan perintah seseorang berinisial RI. &#8220;Operator menyampaikan mereka diperintahkan oleh seseorang berinisial RI. Saat penangkapan, yang bersangkutan tidak berada di lokasi,&#8221; ujar Okta saat konferensi pers Rabu (29/07/2026). Kata Okta, dari keterangan kedua operator, mereka juga belum mengetahui secara pasti siapa pemilik aktivitas tambang tersebut.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/polisi-dalami-dugaan-cukong-tambang-ilegal-solok-selatan-gali-keterangan-2-operator-alat-berat/">Polisi Dalami Dugaan Cukong Tambang Ilegal Solok Selatan, Gali Keterangan 2 Operator Alat Berat</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumbar masih mendalami dugaan keterlibatan pemodal atau cukong dalam kasus tambang emas ilegal di Jorong Pulau Panjang, Nagari Lubuk Ulang Aling, Kecamatan Sangir Batang Hari, Kabupaten Solok Selatan.</p>



<p>Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumbar AKBP Okta Rahmansyah mengatakan, dua operator alat berat yang ditangkap mengaku hanya bekerja berdasarkan perintah seseorang berinisial RI.</p>



<p>&#8220;Operator menyampaikan mereka diperintahkan oleh seseorang berinisial RI. Saat penangkapan, yang bersangkutan tidak berada di lokasi,&#8221; ujar Okta saat konferensi pers Rabu (29/07/2026).</p>



<p>Kata Okta, dari keterangan kedua operator, mereka juga belum mengetahui secara pasti siapa pemilik aktivitas tambang tersebut.</p>



<p>&#8220;Mereka tidak mengetahui siapa pemiliknya. Mereka hanya mengenal orang yang memberi perintah bekerja, yaitu RI,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Okta menegaskan, penyidik tidak berhenti pada penangkapan operator alat berat. Polisi akan menelusuri pihak yang diduga mengendalikan aktivitas pertambangan ilegal tersebut.</p>



<p>&#8220;Kami tidak hanya menyasar operator. Kami juga akan mengembangkan perkara ini, untuk mengungkap siapa pemilik dan pihak yang berada di balik aktivitas tambang emas ilegal,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Ia menjelaskan, pengungkapan kasus seperti ini dilakukan secara bertahap. Keterangan dari operator alat berat menjadi salah satu pintu masuk, untuk mengembangkan penyidikan.</p>



<p>&#8220;Semakin banyak fakta yang kami peroleh, semakin terbuka peluang mengungkap pihak-pihak lain yang terlibat,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sebelumnya, Ditreskrimsus Polda Sumbar menangkap dua operator alat berat berinisial J (35) dan N (27) di lokasi PETI kawasan PT Bukit Raya Mudisa, Solok Selatan.</p>



<p>Polisi juga menyita satu unit ekskavator beserta peralatan, yang diduga digunakan dalam aktivitas pertambangan ilegal tersebut.</p>



<p>Kedua terduga dijerat Pasal 158 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara dengan ancaman pidana paling lama lima tahun penjara dan denda maksimal Rp100 miliar.<strong> (WAN)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/polisi-dalami-dugaan-cukong-tambang-ilegal-solok-selatan-gali-keterangan-2-operator-alat-berat/">Polisi Dalami Dugaan Cukong Tambang Ilegal Solok Selatan, Gali Keterangan 2 Operator Alat Berat</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">254299</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kronologi 2 Operator Ekskavator Digerebek Polisi di Tambang Emas Ilegal Solok Selatan</title>
		<link>https://langgam.id/kronologi-2-operator-ekskavator-digerebek-polisi-di-tambang-emas-ilegal-solok-selatan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fajar Hadiansyah]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Jul 2026 09:25:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Polda Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Solok Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Tambang Emas Ilegal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=254294</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatra Barat (Sumbar), mengungkap kronologi penangkapan dua operator ekskavator atau alat berat di lokasi tambang emas ilegal di Kabupaten Solok Selatan pada Senin (27/07/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.  Lokasi tambang emas ini berada di area PT Bukit Raya Mudisa, tepatnya di Jorong Pulau Panjang, Nagari Lubuk Ulang Aling, Kecamatan Sangir Batang Hari, Kabupaten Solok Selatan. Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumbar AKBP Okta Rahmansyah mengatakan, pengungkapan ini berawal dari informasi mengenai aktivitas tambang emas ilegal yang masih berlangsung di lokasi tersebut. &#8220;Kami didampingi salah satu humas PT Bukit Raya Mudisa untuk mendatangi lokasi</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kronologi-2-operator-ekskavator-digerebek-polisi-di-tambang-emas-ilegal-solok-selatan/">Kronologi 2 Operator Ekskavator Digerebek Polisi di Tambang Emas Ilegal Solok Selatan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatra Barat (Sumbar), mengungkap kronologi penangkapan dua operator ekskavator atau alat berat di lokasi tambang emas ilegal di Kabupaten Solok Selatan pada Senin (27/07/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. </p>



<p>Lokasi tambang emas ini berada di area PT Bukit Raya Mudisa, tepatnya di Jorong Pulau Panjang, Nagari Lubuk Ulang Aling, Kecamatan Sangir Batang Hari, Kabupaten Solok Selatan.</p>



<p>Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumbar AKBP Okta Rahmansyah mengatakan, pengungkapan ini berawal dari informasi mengenai aktivitas tambang emas ilegal yang masih berlangsung di lokasi tersebut.</p>



<p>&#8220;Kami didampingi salah satu humas PT Bukit Raya Mudisa untuk mendatangi lokasi setelah menerima informasi adanya aktivitas tambang emas ilegal,&#8221; kata Okta saat konferensi pers di mapolda Sumbar, Rabu (29/07/2026).</p>



<p>Saat sampai di lokasi, petugas mendapati aktivitas penambangan emas ilegal masih berlangsung. Dua orang operator alat berat terlihat sedang bekerja.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Kegiatan penambangan sedang berlangsung. Di lokasi terdapat dua operator yang sedang melakukan aktivitas, kemudian langsung diamankan oleh personel,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Kedua terduga yang diamankan masing-masing berinisial J (35) dan N (27).&nbsp;</p>



<p>Selain itu, penyidik juga menyita satu unit&nbsp; ekskavator&nbsp;merek Sumlion SC60 berwarna hitam-kuning.&nbsp;</p>



<p>Polisi turut menyita dua lembar karpet sintetis, yang diduga digunakan dalam proses pemisahan material tambang.</p>



<p>Atas perbuatannya, kedua terduga dijerat Pasal 158 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba).</p>



<p>&#8220;Ancaman pidananya paling lama lima tahun penjara dan denda paling banyak Rp100 miliar,&#8221; ucap Okta.</p>



<p>Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya menegaskan, kepolisian akan terus melakukan penindakan terhadap aktivitas pertambangan emas tanpa izin di Sumbar.</p>



<p>&#8220;Penindakan terhadap aktivitas tambang ilegal akan terus dilakukan karena berpotensi merusak lingkungan dan menimbulkan kerugian negara,&#8221; tegasnya.<strong> (WAN)</strong></p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kronologi-2-operator-ekskavator-digerebek-polisi-di-tambang-emas-ilegal-solok-selatan/">Kronologi 2 Operator Ekskavator Digerebek Polisi di Tambang Emas Ilegal Solok Selatan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">254294</post-id>	</item>
		<item>
		<title>PFI Torehkan Sejarah, Pameran Foto Perdana di Istano Basa Pagaruyung Resmi Ditutup</title>
		<link>https://langgam.id/pfi-torehkan-sejarah-pameran-foto-perdana-di-istano-basa-pagaruyung-resmi-ditutup/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Jul 2026 08:34:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Istana Baso Pagaruyung]]></category>
		<category><![CDATA[Pameran Foto]]></category>
		<category><![CDATA[PFI Padang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=254285</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Pameran foto jurnalistik sekaligus peluncuran buku foto Prahara Pulau Emas resmi ditutup oleh Bupati Tanah Datar, Eka Putra, di Istano Basa Pagaruyung, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat (Sumbar), Rabu (29/7/2026).&#160; Kegiatan yang diinisiasi Pewarta Foto Indonesia (PFI), Yayasan Mata Waktu serta PLN itu, mencatat sejarah sebagai pameran foto pertama yang pernah digelar di ikon budaya Minangkabau tersebut. Selama beberapa hari penyelenggaraan, ratusan pengunjung memadati area pameran untuk melihat rekaman visual bencana banjir bandang yang melanda Aceh, Sumatra Utara, Sumbar pada akhir 2025. 68 karya foto yang dipamerkan tak hanya merekam dahsyatnya bencana, tetapi juga menyimpan kisah duka, perjuangan,</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pfi-torehkan-sejarah-pameran-foto-perdana-di-istano-basa-pagaruyung-resmi-ditutup/">PFI Torehkan Sejarah, Pameran Foto Perdana di Istano Basa Pagaruyung Resmi Ditutup</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Pameran foto jurnalistik sekaligus peluncuran buku foto Prahara Pulau Emas resmi ditutup oleh Bupati Tanah Datar, Eka Putra, di Istano Basa Pagaruyung, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat (Sumbar), Rabu (29/7/2026).&nbsp;</p>



<p>Kegiatan yang diinisiasi Pewarta Foto Indonesia (PFI), Yayasan Mata Waktu serta PLN itu, mencatat sejarah sebagai pameran foto pertama yang pernah digelar di ikon budaya Minangkabau tersebut.</p>



<p>Selama beberapa hari penyelenggaraan, ratusan pengunjung memadati area pameran untuk melihat rekaman visual bencana banjir bandang yang melanda Aceh, Sumatra Utara, Sumbar pada akhir 2025.</p>



<p>68 karya foto yang dipamerkan tak hanya merekam dahsyatnya bencana, tetapi juga menyimpan kisah duka, perjuangan, serta semangat masyarakat untuk bangkit.</p>



<p>Bupati Tanah Datar, Eka Putra, menyampaikan apresiasi kepada PFI yang telah menghadirkan pameran foto jurnalistik di Istano Basa Pagaruyung.&nbsp;</p>



<p>Menurutnya, kegiatan ini menjadi tonggak baru dalam pemanfaatan kawasan budaya sebagai ruang edukasi sekaligus pengingat akan pentingnya mitigasi bencana.</p>



<p>&#8220;Sebelumnya tidak pernah ada pameran foto di Istano Basa Pagaruyung. Ini ide yang luar biasa. Ini perdana adanya pameran foto di sini,&#8221; kata Eka Putra saat menutup pameran.&nbsp;</p>



<p>Ia berharap masyarakat, khususnya di tiga provinsi yang pernah terdampak bencana, dapat memanfaatkan pameran tersebut sebagai sarana belajar dari peristiwa yang pernah terjadi.</p>



<p>&#8220;Saya mengimbau masyarakat di tiga provinsi yang terdampak bencana, Aceh, Sumatra Utara, dan Sumbar untuk mengunjungi pameran foto yang diselenggarakan teman-teman PFI ini,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Menurut Eka, setiap foto yang dipamerkan bukan sekadar dokumentasi, melainkan pengingat agar masyarakat tidak lengah terhadap ancaman bencana yang sewaktu-waktu dapat kembali terjadi.</p>



<p>&#8220;Pameran ini mengingatkan kita kembali tentang bencana yang terjadi, supaya kita mengantisipasi dan terus menyosialisasikan kepada masyarakat,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Ia menegaskan, peristiwa bencana tidak boleh dilupakan karena menyimpan banyak pelajaran penting, terutama dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah menghadapi potensi bencana di masa mendatang.</p>



<p>&#8220;Saya sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada PFI yang sudah melakukan pameran foto ini. Ini mengingatkan kepada kami bahwa bencana ini tidak bisa dilupakan,&#8221; katanya.</p>



<p>Sementara itu, Koordinator Wilayah PFI Region Sumatra, Hendra Syamhari, mengatakan pameran foto ini bagian dari roadshow karya fotografi jurnalistrik di tiga provinsi yang terdampak bencana.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Kami berharap dengan adanya pameran ini mengingatkan kepada kita, kepada generasi kita bahwa besok lusa mereka akan melihat Sumatra pernah hancur seperti ini,&#8221; kata Hendra.</p>



<p>&#8220;Kita sebagai generasi sebelumnya harus menjaga. Kita yang saat sekarang ini masih aman, bagaimana agar kita bisa menjaga atau pun merawat alam kita sehingga bisa terus dinikmati oleh anak cucu kita&#8221; sambungnya.&nbsp;</p>



<p>Ia menambahkan, pameran foto ini menyajikan peristiwa bencana hodrometeorologi di tiga provinsi tersebut beserta upaya penanganan dan pemulihan dampak bencana.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Kami menampilkan 68 karya foto dari 36 pewarta foto dibIndonesia yanh saat peristiwa bencana alam turun langsung mendokumentasikan,&#8221; jelasnya. <strong>(WAN)</strong></p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pfi-torehkan-sejarah-pameran-foto-perdana-di-istano-basa-pagaruyung-resmi-ditutup/">PFI Torehkan Sejarah, Pameran Foto Perdana di Istano Basa Pagaruyung Resmi Ditutup</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">254285</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 29/31 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-07-30 02:26:06 by W3 Total Cache
-->